Jumat, 16 Maret 2012

Merasa Diawasi

 Syahdan, seorang ulama besar memberikan perhatian lebih kepada muridnya. Akibat perhatian berlebih itu, menyebabkan muncul kecemburuan dari murid lain.


Pada suatu saat, murid yang tak mendapatkan perhatian bertanya kepada sang guru. "Mengapa perhatian guru kepada kami tidak sebanding dengan murid itu?" kata salah satu murid kepada gurunya.

Mendengar pertanyaan tersebut, sang guru langsung mengetes seluruh muridnya. Ia meminta seluruh murid membawa burung dara dan sebilah pisau. Mereka diminta memotong burung tersebut di tempat yang sepi sehingga tak dilihat siapapun termasuk Allah Azza Wajjalla.

Selasa, 06 Maret 2012

Menanti Calon Independen


Rivai Hamta, menunjukkan stiker mendukung calon independen di pemilukada Tanjungpinang pada November 2012

Hadirnya calon independen dalam pemilihan kepala daerah adalah praktik demokrasi modern. Sudah saatnya pemilukada di Tanjungpinang yang tahapannya dilaksanakan mulai 2012 diramaikan calon independen.

Riak-riak akan munculnya calon independen di Tanjungpinang sudah dipelopori oleh beberapa figur yang tidak asing lagi di negeri "Gurindam." Mereka sudah menyebarkan stiker ukuran mini yang ditempelkan di kendaraan mobil, sepeda motor maupun di kedai kopi tempat warga Tanjungpinang berkumpul.

Khuthbah Terakhir ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah


Wahai sekalian manusia,

“Sesungguhnya tidaklah kalian diciptakan dengan sia-sia, dan kalian tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan dilarang. Dan sesungguhnya bagi kalian ada perjanjian yang telah Allah ta’ala turunkan di dalamnya sebagai pemutus perkara dan pembeda di antara kalian. Sungguh telah celaka dan merugi seseorang yang telah keluar dari rahmat Allah yang (padahal) rahmat-Nya itu meliputi segala sesuatu, dan telah celaka dan merugi pula seseorang yang diharamkan baginya al-jannah (surga) yang (padahal) jannah Allah itu seluas langit dan bumi.

Soerya Bawa Tiga Mantan Sekwan Batam


Pelantikan pejabat eselon II di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pemerintahan Pemprov Kepri, Selasa (5/9), ada fonomena yang menarik untuk dicermati. Setelah pasangan suami istri Naharudin-Reni Yusneli yang selalu bertahan dari banyaknya wajah baru, tak kalah menarik masuknnya tiga mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Batam. Apa penyebab bekas tiga Sekwan Batam itu masuk dalam kabinet Sani-Soerya?


Adalah Wakil Gubernur Kepri Muhammad Soerya Respationo yang membawa tiga mantan Sekwan Batam itu masuk dalam jajaran pembantunya di Kepri. Soerya mengakui terang-terangan, memang dia yang mengusulkan nama mantan Sekwan Batam Said Agil, Martin Maramon, dan Guntur Sakti. Hanya saja, Guntur belum dilantik karena masih menunggu posisi Suhajar dilantik secara definitif menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri.

Senin, 05 Maret 2012

Peletak Pondasi Kepri


Sebelum 2004, Ismeth Abdullah tidak begitu populer di tengah masyarakat Kabupaten Kepulauan Riau yang sekarang menjelma menjadi Provinsi Kepulauan Riau. Ismeth terkenal hanya di Batam ketika ia menjadi Ketua Otorita Batam.

Adalah Presiden Megawati yang membuat kejutan. Tanpa pernah diduga banyak kalangan, Ia menetapkan suami Aida Nasution itu menjadi carataker Gubernur pertama Provinsi Kepulauan Riau.
Nama Ismeth di luar prediksi kalangan masyarakat bisa duduk di kursi terhormat sebagai orang nomor satu di Kepri. 

Jumat, 02 Maret 2012

No free lunch.

Pemilukada Tanjungpinang yang dilaksanakan 2012 ini merupakan ajang pemilihan kepala daerah yang pertama tanpa diikuti oleh penguasa. Lebih dari 14 tahun Wali Kota Suryatati berkuasa.

Hanya saja, Suryatati belum mau melepaskan kekuasaan itu begitu saja. Ia pun mencalonkan anaknya Maya Suryanti menjadi pengganti. Maya diusung oleh dua partai yang berbasis Islam. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang jauh-jauh hari sudah melakukan deklarasi mendukung Maya.

Jumat, 17 Februari 2012

Selingkuh dan lepasnya P.Berhala


Pulau Berhala yang dihiasi pasir putih dan laut yang jernih menjadi daya tarik.




KABAR itu cepat berkembang memalui pesan pendek. Seolah-olah menjadi kabar kemenangan bagi masyarakat Kepri. Pesan kemenangan Kepri di Mahkamah Agung dikirim berantai sebagai kabar gembira seolah-olah menjadi kemenangan perang besar.

Jumat, 27 Januari 2012

Maya dipersiapkan atau dipaksa siap?



Lazimnya pemimpin di manapun di belahan bumi ini kenyang pengalaman politik yang nantinya membuatnya mapan. Ia bukan seperti mie instan dalam waktu beberapa menit bisa dinikmati.

Selasa, 24 Januari 2012

Tanjungpinang Ibu Kota yang Mengecewakan



Terus terang, kami tercengang membaca tulisan anak SMA di kota ini yang mengikuti lomba menulis digelar oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Tanjungpinang pada beberapa hari yang lalu. Judul tulisan tersebut " Tanjungpinang, Pusat Pemerintahan yang Mengecewakan.  Tiara nama anak itu. Siswa SMKN 3.  

Sabtu, 24 Desember 2011

Memutus politik dinasti


Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merancang aturan agar politik dinasti di Indonesia tidak terjadi lagi seperti sekarang. Aturan itu dituangkan dalam revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, yang menghasilkan RUU Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada).


Artinya jika Rancangan Undang-Undang tersebut disahkan, maka tak ada satupun keluarga penguasa yang melanjut politik dinasti. Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan mengatakan, keluarga inti kepala daerah tidak bisa mencalonkan diri sebagai calon gubernur, maupun bupati atau wali kota. Keluarga inti yang dimaksud adalah suami atau istri, dan anak. Banyak daerah di Indonesia mencalonkan keluarga sendiri.Misalnya  di Riau, istri Gubernur Riau  Rusli Zainal mencalonkan diri jadi wali kota Pekanbaru. Di Kediri, dua istri bupatinya berebut kekuasaan menggantikan suami. Di Tanjungpinang, anak pertama dari wali kota juga ingin menggantikan ibunya yang sudah 13 tahun jadi wali kota.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Membaca politik Suryatati Jaga Kekuasaan dan Politik Dinasti


Halal bihalal Kerukunan Keluarga Tambelan (KKT) Tanjungpinang 2010 di aula SMPN 4 Tanjungpinang berlangsung meriah. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau Lis Darmansyah yang saat itu menjadi ketua panitia, berduet dengan Wali Kota Suryatati A Manan menyanyikan lagu romantis. Hampir seribu warga Tambelan yang hadir menyaksikan kemesraan dua pejabat daerah yang sudah lama menjalin komunikasi tersebut. Keduanya menebar senyum. Ya, itu setahun lalu ketika konstalasi politik di Tanjungpinang belum memanas seperti saat ini. 10 September 2011, setahun setelah kejadian itu kondisi sudah berubah 100 persen.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Masjid dan Halal bi halal politik


Selama Syawal, banyak gedung-gedung pertemuan laris manis disewa untuk kegiatan halal bi halal. Acara tersebut dimanfaatkan oleh calon peserta pemilukada Tanjungpinang untuk memperkenalkan diri saat acara silaturahim itu berlangsung. Terkadang ketika mereka berjumpa, masing-masing mengeluarkan senyuman palsu. 

Kamis, 22 September 2011

Rindu pemimpin sederhana

Suatu hari Khalifah Umar Abdul Aziz berpidato di hadapan kaum muslimin. Sebagaimana biasa, pidato beliau sangat menarik dan memikat para pendengar. Akan tetapi pada kali ini, selain daripada kandungan pidatonya, gerak-geri Khalifah pula turut menjadi perhatian.

 Khalifah sering memegang dan mengibas-ngibaskan bajunya ketika berpidato, sesekali sebelah kanan dan sesekali di sebelah kiri. Dengan demikian orang ramai menyadari bahwa gerakan tangan Khalifah tidak ada kena mengena dengan kandungan pidato. Setelah Khalifah turun daripada tempat berpidato, mereka bertanya sesama sendiri dan akhirnya diketahui rahasianya. Dikatakan bahawa baju yang dipakai Khalifah baru saja dibasuh dan belum kering. Kerana ketiadaan baju lagi, maka baju itu dipakainya juga. Oleh itu beliau selalu mengerak-gerakkan bajunya ketika berpidato agar cepat kering.