Hampir dua bulan Jusuf Kalla (JK) melakoni hidup sebagai warga negara biasa, Jumat dan Sabtu (26/12/2009), JK ke Lagoi, Bintan bersama 43 orang rombongan orang dekatnya termasuk istri dan anaknya. Selama dua hari, Kalla menghabiskan waktu bermain golf di sana.
Pesawat pribadi Kalla, Atirah mendarat mulus di Bandara Tanjungpinang pukul 09.00 wib. Di belakang pesawat yang dinominasi warna putih itu masih ada tulisan JK-WIN. Mungkin itu logo kenangan Kalla yang pernah mencalonkan diri menjadi presiden bersama dengan Ketua Partai Hanura Wiranto. Tulisan warna hitam itu belum dihapus hingga kemarin. Dengan pesawat ini biasanya Kalla berkeliling Indonesia. Bahkan Kalla punya pesawat khusus untuk keliling dunia.
Mantan orang nomor dua di Indonesia ini dijemput Gubernur Kepri Ismeth Abdullah. Sejurus rombongan besar Kalla melanjutkan perjalanan ke Hotel Nirwana, Lagoi untuk menikmati lapangan golf yang termasuk paling baik di Indonesia itu. Kalla didampingi istri Mutfidah Kalla dan tiga orang anaknya. Tak ketinggalan orang dekatnya seperti Aksa Mahmud, kemudian mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Soemarsono, mantan Ketua DPP Golkar Syamsul Muarif, mantan Ketua DPP Iskandar Manji. Mantan Menteri Sosial dari PPP Bachtiar Chamsah. Terlihat juga pengusaha asal Sulawesi yang selalu mendampinginya Alwi Hamu. Bos media dari Sulawesi itu selalu mendampingi JK.
Sampai di Lagoi, rombongan langsung menikmati indahnya lapangan Golf Nirwana. Semua biaya menyewa lapangan golf untuk 33 pemain dari rombongan Kalla menggunakan uang JK sendiri. Pemerintah Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepri hanya memberikan layanan makan malam gratis di Kelong Lagoi. Selebihnya semua biaya ditanggung JK. Habis dari Lagoi, Ahad (27/12), rombongan yang sama juga akan ke Australia.
"Sebagai tuan rumah kita wajib melayani tamu," kata Raja Muhammad, Kepala Bagian Umum Pemkab Bintan yang selalu siap memenuhi kebutuhan rombongan.
"Pak JK menikmati setelah pensiun dari wakil presiden. Dia banyak duit, sehingga tak masalah dengan dana ketika keliling dunia."
"Kita tak perlu repot menyediakan fasilitas. Karena mereka semua yang menanggung," kata salah satu pejabat dari Bintan lainnya.
JK bisa jadi mendapat undangan dari Gubernur Kepri Ismeth Abdullah ke Lagoi ketika sudah pensiun. Maklum di kawasan wisata itu, Ibu Mutfidah JK pernah punya kesan tersendiri. Mutfidah sekali merayakan ulang tahun di Lagoi. Waktu kunjungan beberapa tahun lalu ke Bintan, JK tak lama menikmati indahnya Lagoi. Calon presiden dari Golkar itu justru baru kali ini selama dua hari menikmati Lagoi sebagai warga biasa. Bukan sebagai pejabat negara.
Bupati Bintan Ansar Ahmad yang dikenal dekat dengan Kalla mengakui, JK ke Lagoi khusus bermain golf. "Tidak ada urusan lain," kata Ansar yang masih menggunakan kaos biru dari lambang salah satu hotel di Lagoi, menandakan Ansar baru usai menemani mantan bosnya di Golkar itu bermain golf.
Ansar juga bersama dengan Wakil Gubernur Muhammad Sani, Kapolda Kepri Pudji, anggota DPD Aida Nasution mengantar Kalla sampai ke lapangan bandara. Kalla punya kesan tersendiri terhadap kawasan industri di Bintan. sehingga, kawasan industri Lobam dimasukkan ke dalam kawasan perdagangan bebas yang saat ini pelaksanaannya masih setengah hati.
Free Trade Zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas memang lahir dari tangan dingin Kalla waktu menjabat wakil presiden. Dia ingin Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) menjadi segitiga emas yang bisa menangkap peluang dari perluasan usaha dan pesatnya perkembangan bisnis di Singapura.
Banyak daerah di China, Malaysia bisa berkembang pesat setelah ditetapkan yang sudah ditetapkan kawsan FTZ. Kalla ingin melanjutkan konsep mantan Presiden Habibie membangun Batam di era bonded zone plus diterapkan dua pulau Bintan dan Karimun.
Harapannya jika FTZ sudah berjalan mulus, investasi asing berbondong bondong masuk ke BBK. Tenaga kerja banyak terserap. Multiplier effect-nya signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kesejahteraan masyarakat pun meningkat. Namun upaya Kalla belum berjalan mulus. Krisis ekonomi yang menghantam dunia membuat investasi di BBK tidak mengembirakan setelah BBK ditetapkan sebagai kawasan FTZ.
Singapura yang diharapkan jadi bapak yang baik waktu itu sedang sakit keras. Limpahan proyek dari Singapura minim. Kepri kena dampak negatif. Ditambah dengan aturan di lapangan FTZ membingungkan pengusaha seperti masterlist dan persoalan lainnya membuat dunia usaha di BBK mengeluh. Akhirnya pemerintah melakukan revisi kembali Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai teknis di lapangan supaya FTZ di BBK sesuai dengan harapan untuk menggerakkan roda perekonomian di Kepri dan nasional tentunya.
Kalla mengatakan, dia tetap optimistis pelaksanaan FTZ di BBK. "Kan sekarang tidak ada lagi hambatan. Apa yang jadi hambatan saat ini? Masalah itu akan diselesaikan Dewan Kawasan dan Otorita Batam," kata Kalla menjelaskan, ketika hendak meninggalkan bandara Tanjungpinang yang saat ini sedang dilakukan perluasan itu.
Kalla terkesan hati-hati berbicara kepada media sejak dia tak lagi jadi orang nomor dua di Indonesia. Tentu beda saat dia masih menjadi Wapres saat ditanya mengenai FTZ, Kalla pasti semangat menjawab pertanyaan. Ketika Tanjungpinang Pos tanya apakah masih memantau pelaksanaan FTZ di BBK? Kalla bilang tidak. "Tidak lagi sekarang. Kan sudah ada yang mengurus," katanya sambil berjalan menuju pesawat pribadi.
Dari pengamatan Tanjungpinang Pos, sejumlah pasukan pengaman presiden tidak banyak mendampinginya. Kalla mudah untuk diwawancara karena tidak ada pengawalan yang ketat. Muhammad Sani juga mengatakan kunjungan JK kali ini hanya untuk bermain golf. Kemudian, sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), JK menyempatkan mengunjungi PMI Kepri di Tugu Pahlawan.
Di sana JK meninjau dan melihat secara langsung kantor PMI Kepri yang sederhana itu. Kalla berpesan PMI jangan jadi “drakula” makan darah manusia. "Saya juga pengen seperti Pak Kalla jika sudah pensiun," kat Sani yang masih menggunakan pakain kaos golf.
“Tak ada pembahasan serius dengan JK. Kami juga tak melakukan pembahasan mengenai pilkada Kepri," ujar Sani yang mengantarkan JK hingga pesawat meninggalkan bandara, baru Sani beranjak meninggalkan bandara.***
Minggu, 03 Januari 2010
Ketika APBD Kepri Tersedot Pusat Pemerintahan di Dompak

Ismeth Bangun Masjid yang Bisa Menampung 4.000 Jamaah
Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau di Dompak, Tanjungpinang diperkirakan selesai Juni 2010, bertepatan habisnya masa jabatan Gubernur Ismeth Abdullah. Tetapi banyak pihak meragukan mega proyek yang menelan Rp1,9 triliun itu selesai tepat waktu. Di antara bangunan megah yang sedang dikerjakan, ada masjid yang menjadi maskot kebesaran Islam di Tanjungpinang nantinya.
Dari jauh, bangunan besar itu berdiri kokoh. di sanalah pusat pemerintahan Kepri nantinya berada. Untuk sampai ke Dompak bisa menggunakan pompong nelayan. Waktu yang dibutuhkan relatif singkat. Saat Tanjungpinang Pos ke sana, Kamis (31/12), bersama dengan anggota DPRD Kepri dari daerah pemilihan Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Surya Makmur Nasution, dan Muhammad Sadar, waktu tempuh cuma 5 menit dengan menggunakan speed milik Dinas Perhubungan kota Tanjungpinang.
Baru 2010, masyarakat Tanjunginang bisa ke Dompak dengan menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Itupun jika jembatan selesai dikerjakan. Saat ini pemerintah sedang membangun jembatan utama yang menghubungkan Jalan Wiratno, depan Ramayana dengan Dompak. Panjang jembatan sekitar 900 meter. Diperkirakan Juni 2010, jembatan tersebut bisa selesai dan dibuka untuk umum.
Selain jembatan utama, Pemprov juga membangun jembatan kedua, yang menghubungkan Dompak Darat dengan Dompak Laut. Jembatan ini bisa dilalui dari Stisipol Tanjungpinang. Dari jembatan utama, dari kejauhan sudah terlihat kubah masjid besar Dompak. Pembangunan masjid yang menelan dana Rp105 miliar itu dikerjakan PT Waskita Karya. Perusahaan yang sudah berpengalaman di dunia kontruksi Indonesia.
Jalan menuju masjid juga dibuat lebar hingga 60 meter, dengan dua jalur. Jalan-jalan utama di sana semuanya dibuat lebar. Sayangnya belum diapal. Di pinggir jalan sejumlah pekerja sedang mengerjakan taman-taman kota yang nantinya menambah daya tarik Dompak sebagai kota baru yang disulap jadi pusat pemerintahan. Dulu daerah ini hanya tempat pengusaha menambang bauksit. Entah siapa yang mempunyai ide, sehingga DPRD Kepri menyetujui Dompak laut menjadi pusat pemerintahan Kepri. Sebelumnya Pemprov merencanakan Dompak darat untuk dikembangkan.
Masih banyak bekas bauksit di sana. Hutan bakau yang seharusnya hijau di sekitar Dompak kini sudah mengering. Hanya ranting bakau tersisa. Jangan bayangkan daerah ini hijau. Yang ada tanah menguning. Ya, bekas galian bauksit yang dominan. "Limbah bauksit yang menyebabkan bakau itu mati," kata Ketua Komisi III DPRD Kepri Lis Darmansyah, kemarin.
Masjid yang dibangun provinsi itu berada di atas lahan seluas 7 hektare. Luas bangunan mencapai 1.600 meter per segi. Masjid itu juga dilengkapi dengan menara setinggi 70 meter. Nantinya masjid ini tak hanya digunakan untuk salat semata. Warga yang berkunjung ke masjid bisa menikmati indahnya pemandangan Pulau Bintan. Karena letak bangunan berada di bukit tertinggi di Dompak. Sebelah kiri, kita akan melihat laut lepas dan pulau-pulau kecil yang mengelilingi Bintan. Sebelah kanan masjid, terlihat pemandangan kota Tanjungpinang yang mulai sesak dengan bangunan perumahan.
Maklum, usia Tanjungpinang sudah 200 tahun lebih. Tak heran lagi, kota ini seperti sesak akan bangunan. Rusaknya tata kota, menyebabkan kurang indah untuk dilihat. Pembangunan mendatang memang harus mencari
lahan baru seperti di Dompak.
Masjid yang belum bernama itu akan dilengkapi lift. Di menara, disediakan satu lift. Sedangkan di masjid juga disediakan lift. Hal itu dilakukan untuk memudahkan orang yang cacat menunaikan salat.
Menurut Afrizal, petinggi PT Waskita yang mengerjakan proyek tersebut, masjid nantinya bisa menjadi maskot Kepri. "Bisa menjadi tempat wisata nantinya," kata Afrizal menjelaskan.
Dibandingkan dengan Masjid Raya Batam, masjid di Dompak terlihat lebih besar. Di bawah masjid tersedia bangunan serbaguna yang bisa menampung ribuan orang. Ruangan itu persis di bawah masjid. Ruangan pertemuan itu bisa dikelola untuk pertemuan, pernikahan, dan pusat kajian Islam. Dari penjelasan Afrizal, masjid ini bisa menampung 4.000-an jamaah saat salat.
"Jika satu meter luas digunakan tiga orang, maka luas masjid 1.600 meter bisa menampung 4.000-an jamaah. Di lantai dua juga bisa disediakan untuk salat jika dilantai satu sudah sesak. Dalam masjid memang tidak seperti Masjid Raya Batam yang bebas dari tiang. Bagian tengah masjid Dompak terdiri diperkuat empat tiang utama.
"Desain utamanya masih ada kemiripan dengan masjid Batam," kata Surya Makmur, Sekretaris Komisi I DPRD Kepri menambahkan. "Enaknya di sini pemandangannya bagus."
Pihak kontraktor berjanji, masjid selesai dikerjakan Juni mendatang. Sekarang proses pengerjaannya sudah 60 persen. Bangunan utama masjid sudah berdiri tegak. Rumah Allah itu dikerjakan 120 orang. Mereka berusaha
memasang kubah masjid.
Kontraktor memang dikejar waktu. Masalah utama yang mereka hadapi, banyak pekerja masuk rumah sakit karena serangan wabah malaria. "Tapi kita selalu mencari pekerja baru untuk mengejar waktu yang sudah ditetapkan. Insya Allah Juni, masjid sudah bisa digunakan untuk salat," kata Afrizal. Sayangnya, letak masjid tersebut berjarak ratusan meter dari kantor gubernur dan perkantoran provinsi lainnya. Dari kantor DPRD Kepri lebih dari 1 kilometer.
DPRD pun Pesimisitis Siap Diakhir Jabatan Ismeth
Pembangunan pusat pemerintah di Dompak merupakan proyek prestisius yang dipaksakan. Dimulai tahun 2007 dan berakhir Juni 2010, proyek multiyeas ini menyedot Rp1,9 triliun uang rakyat. Ketika DPRD Kepri meninjau langsung proyek yang sedang dikerjakan itu, rasa pesimistis pun muncul proyek di sana siap tepat waktu.
Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) yang dikerjakan PT Superita saat ini baru membangun pondasi bangunan. Belum berdiri tiang bangunan. Kontraktor baru mengerjakan sekitar 21 persen dari total kontruksi yang ada. Padahal proyek tersebut harus siap dikerjakan Juni mendatang. "Jika tidak siap, maka
kontraktornya bisa diganti," kata Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau Lis Darmansyah, Kamis (31/12), kepada Tanjungpinang Pos, di lokasi bangunan yang menjadi kebanggan adat nantinya itu.
Pihak kontraktor beralasan, lambannya pengerjaan proyek LAM karena sudah lima kali pindah lokasi. Menurut salah satu pekerja, dengan kondisi tersebut menghambat pembangunan. Lagi pula pemerintah baru melaksanakan lelang proyek 2008. Proyek bisa dikerjakan 2009.
Lis mengatakan, jika proyek tersebut tidak siap, maka akan dicari jalan keluarnya. Bisa saja kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut diganti dengan kontraktor baru. Ataupun tetap memberikan kesempatan kepada kontraktor, tetapi mereka didenda sesuai dengan perjanjian awal.
"Kita tetap yakin, proyek ini tidak akan siap sesuai jadwal. Kecuali mereka menggunakan jin," kata Lis politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Lagi pula, dilihat dari jumlah pekerja yang mengerjakan bangunan itu tidak sebanding dengan jumlah pekerja yang mengerjakan proyek lainnya di Dompak. Hanya belasan orang yang terlihat bekerja di sana saat Tanjungpinang Pos meninjau lokasi pembangunan. Sedangkan bahan bangunan seperti pasir, batu granit, terlihat masih menumpuk di samping pondasi.
Dalam daftar proyek pembangunan pusat pemerintahan, pembangunan gedung LAM ini ditangani oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepri. Proyek itu tak masuk dalam pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum yang biasanya melaksanakan pembangunan proyek fisik.
Bangunan LAM, merupakan salah satu proyek yang tidak akan selesai tepat waktu. Tak jelas alasan yang dikemukakan kontraktor penyebab lambannya proyek tersebut dikerjakan.
"Seharusnya pemerintah tegas dalam melakukan pengawasan semua proyek. Jangan sampai lengah mengawas. Akibatnya kan bisa fatal. Proyek tak siap. Padahal sudah kita dianggarkan," kata Lis. Gedung LAM termasuk bangunan yang paling dekat dengan kantor Gubernur Kepri.
Dari 10 proyek di Dompak, yang dianggarkan dengan tahun jamak, kantor gubernur termasuk proyek yang paling cepat pengerjaannya. Nilai proyek yang dikerjakan PT Jaya Kontruksi itu sebesar Rp258 miliar. Sekarang rialisasinya 60 persen. Kontraktor juga yakin, Juni bangunan sudah siap dikerjakan. Dari pantauan Tanjungpinang Pos, pekerja sedang melakukan pemasangan kramik warna kecoklatan di lantai dua bangunan yang sudah diatap itu.
Emil Mirza, bagian keselamatan bangunanan mengatakan, pada Mei pengerjaan bangunan sudah tuntas. Kantor Gubernur empat lantai dilengkapi dengan tiga lift. Dua lift untuk umum. Sedangkan satu lift khusus untuk gubernur. Lift tersebut hanya bisa digunakan dari lantai satu ke lantai empat. Hal ini memang diciptakan supaya gubernur terpilih di pilkada Kepri Juni mendatang lebih cepat bergerak.
Lantai empat khusus untuk ruangan gubernur dan wakil. Sedangkan lantai tiga bangunan tersebut untuk sekretariat daerah. Lantai berikutnya untuk asisten dan kepala biro. Sedangkan untuk kepala dinas dan badan sudah disiapkan bangunan tersendiri. Letaknya di samping kantor gubernur. "Semua kepala dinas dan badan berkantor di sana," kata Emil.
Di belakang kantor gubernur dibangun aula yang nantinya dijadikan kawasan pertemuan. Setidaknya ada empat bangunan utama yang mendampingi kantor gubernur.
Menurut Emil, bangunan itu bisa digunakan 2010. Tetapi menurut Surya Makmur, bangunan itu secara kasar memang siap Juni. Tetapi apakah mau pegawai Pemprov pindah dengan kondisi belum tersedianya listrik. Jembatan saja belum ada.
"Saya kira, 2011 baru Pemprov pindah ke Dompak," kata Surya. Kantor Gubernur Kepri, kata Emil, memiliki ciri khusus bernuansa Melayu."Inilah yang membedakan bangunan yang pernah mereka kerjakan di daerah lainnya di Indonesia.
Coremap Bintan yang Gagal
Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
jadi Angan
Bukan hanya di Desa Kawal, Coremap (Coral Reef Rehabilitation and Management Program), atau Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang yang mengalami kegagalan. Di Kecamatan Tambelan, berada 210 mil dari Pulau Bintan yang dijadikan kawasan Coremap juga nyaris gagal !
Razali Muhammad, Ketua Lembaga Pengelola Terumbu Karang (LPTK) Desa Hilir, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan terus melakukan kontrol terhadap kinerja bengkel dan budidaya ikan kerapu yang diberikan modal oleh Coremap tahun lalu. 2008, Desa Hilir mendapatkan tiga program bantuan Coremap yakni program budidaya ikan kerapu, pemeliharaan penyu, dan usaha perbengkelan.
Setiap program dikelola oleh satu kelompok dengan jumlah 10 orang. Minimal 30 orang sudah terlibat aktif dalam program itu. Besar dana yang dianggarkan mencapai Rp90 juta untuk per program. Sebagai ketua LPTK, dia optimis program itu berhasil. Hanya saja ada masalah pokok yang mengganjalnya, hasil budidaya ikan terbentur pemasaran.
Kelompok masyarakat Desa Hilir mendapatkan bantuan seribu lebih bibit ikan kerapu untuk dibudidayakan. Sampai November 2009 bibit kerapu itu berkurang menjadi 800 ekor dengan umur sekitar 8 bulan. Penyebab matinya bibit bermacam-macam. Berat ikan kerapu ini pun pelbagai ukuran. Ada 8- 9 ons. “Kita belum mau menjual karena harga masih murah. Nanti kalau beratnya 1 kilogram dan harga ikan tinggi baru kita jual. Sehingga modal tersebut bisa digulirkan ke kelompok lain,” katanya. Di desa lain, malah sudah menjual, walaupun rugi.
Kalau dijual saat ini, dipastikan rugi. Pasalnya biaya operasional sehari hari sangat besar. Tidak seimbang dengan modal yang diberikan pemerintah.
Razali mengakui, program Coremap jika dilaksanakan dengan baik akan meningkatkan perekonomian warga pesisir. Sayangnya, gairah masyarakat untuk mengikuti program ini tak banyak. Bahkan, ada beberapa kampung anggotanya kelompok tinggal 10 orang. Yang tersisa koordinatornya saja. Kejadian ini terjadi di Desa Batulepuk, Tambelan.
“Diperlukan program tepat sasaran agar warga betah bergabung. Kalau program Coremap ini ditekuni, bukan tidak mungkin, nelayan Tambelan sejahtera. Tapi kalau sekarang ini saya melihat belum optimal karena ikan banyak yang mati.”
Di Tambelan, baru program pemberdayaan masyarakat yang berjalan. Sedangkan program pemeliharaan terumbu karang belum optimal. Menurut dia, setiap kampung sudah ditetapkan kawasan terumbu karang yang dilindungi. Sehingga Nelayan Tambelan yang jumlahnya 65 persen dari jumlah penduduk Tambelan tak diperkenankan mencari ikan di kawasan konservasi.
Khusus Desa Hilir ditetapkan kawasan konservasi di Pulau Wie. Harapannya, dalam masa konservasi, ikan berkembang biak. Ekosistem laut bertambah.
Efeknya ribuan nelayan tak perlu jauh meninggalkan darat untuk mecari ikan karena populasi ikan bertambah.
Yang jadi persoalan, katanya, siapa yang menjaga kawasan konservasi. Inilah jadi kendala suksesnya program. Sebenarnya, masyarakat Tambelan sudah sadar tak menggunakan bahan peledak dan obat bius untuk mengkap ikan setelah program Coremap masuk ke Tambelan. ”Sayang konservasi belum dijaga. Kesannya tak efektif. Masih ada nelayan yang nekad mencari ikan di kawasan yang dilindungi itu,” katanya.
Razali mengharapkan program Coremap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tambelan. Tapi, hingga kini belum menunjukan efek positif. “Kita berusaha agar program ini tak ditutup tahun 2010. Tetapi jika dalam penilaian tim di Tambelan dianggap gagal, maka bisa saja Coremap di Tambelan dihentikan. Tapi kita bekerja keras supaya amanah ini berhasil dan kelompok yang lain mendapatkan dana bergulir,” katanya.
Pesan Razali, agar program ini berhasil, pemerintah mencarikan tempat pemasaran produk yang dihasilkan dari Tambelan seperti kerupuk, rumput laut, dan ikan kerapu. Alasannya, untuk apa masyarakat melakukan usaha budidaya rumput laut, tapi tak ada yang menampung hasilnya. Akhirnya mereka meninggalkan budidaya rumput laut dan kembali menjadi nelayan tradisional yang menangkap ikan berdasarkan naluri.
Di Tanjungpinang, harga rumput laut per kilo mencapai Rp 20 ribu. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Lamidi mengatakan usaha rumput laut berpotensi dikembangkan. Salah satu lokasi yang tepat di Tambelan. DKP Kepri memberikan bantuan Rp3 juta per nelayan untuk mengembangkan usaha itu, awal November lalu.
Razali, sudah lama mengusulkan pemerintah mencarikan tempat pemasaran. Tapi belum ada respon. Selama ini, ikan tangkapan nelayan dijual ke tauke yang menampung di Tambelan. Lalu ikan itu dibawa ke Tanjungpinang dan diekspor ke Singapura. Masyarakat banyak terjebak oleh tauke. Apalagi tauke membeli ikan jauh dari harga harapan nelayan.
“Andai di Tambelan ada pabrik pengolahan ikan, maka nelayan pasti sejahtera, Apalagi, di sini dibangun tempat pelelangan ikan.”
Dia menyebutkan, banyak nelayan di Tambelan yang terbelit hutang dengan tengkulak itu. Sehingga berapapun harga yang ditetapkan, nelayan tidak memiliki nilai tawar. Ikan yang mereka cari dengan susah payah terpaksa dijual dengan murah. “Ikan dibeli murah karena tauke monopoli. Masalah Ini yang harusnya dipecahkan pemerintah, baru nelayan sejahtera,” katanya.
Sejak Coremap II diluncurkan di Kecamatan Tambelan setahun lalu, program tersebut sebenarnya mendapatkan tanggapan positif dari warga Tambelan yang berjumlah 5.000 jiwa. Wan Topan, tokoh pemuda Desa Batulepuk mengakui Coremap memberikan manfaat terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Tambelan yang kebanyakan nelayan.
Cuma belum ada indikator yang jelas, ukuran keberhasilan program yang sedang mendapatkan perhatian dunia itu. Menurut Wan Topan, program Coremap yang memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat Tambelan yakni program budi daya. Sedangkan program konservasi terumbu karang tak maksimal dilaksanakan. Padahal, keberhasilan
Coremap pada program konservasi terumbu karang.
"Ada aggapan bantuan yang diberikan pemerintah masih dianggap pemberian sehingga tak perlu dikembalikan. Bantuan tersebut belum dianggap sebagai sarana untuk perbaikan perekonomian. Hal ini yang menyebabkan program tersebut jalan di tempat," kata Wan Topan yang sering mengikuti pelatihan Coremap utusan Tambelan di Tanjungpinang.
Bupati Bintan Ansar Ahmad mengingatkan agar program ini berhasil, maka kelompok kerja masyarakat yang sudah diberikan bantuan oleh pemerintah bekerja maksimal.
Sedangkan menurut Ketua Kelompok Pengawasan Masyarakat, Desa Hilir, Syamsudin, Coremap sempat tersendat beberapa tahun. Banyak aset Coremap di Tambelan kurang bermanfaat. Kebangkitan Coremap di Tambelan, ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang diberikan bantuan dari Pemda Bintan untuk memulai usaha setahun yang lalu. Di Desa Hilir misalnya, saat ini program tersebut belum bisa sukses. Karena masih dalam proses.
“Pola pikir nelayan sekarang sedikit berubah tak lagi menangkap ikan dengan bahan peledak.
Pada akhirnya program Coremap yang diharapkan ini berakhir dengan tercipta masyarakat pesisir mencapai keseimbangan antara lingkungan hidup dan kesejahteraan mereka tampaknya belum terwujud. Perkerjaan rumah Coremap masih panjang agar masyarakat Tambelan pesisir tak lagi terasing dari pembangunan terumbu karang, dan ekosistem terkait dapat dilestarikan. ***
jadi Angan
Bukan hanya di Desa Kawal, Coremap (Coral Reef Rehabilitation and Management Program), atau Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang yang mengalami kegagalan. Di Kecamatan Tambelan, berada 210 mil dari Pulau Bintan yang dijadikan kawasan Coremap juga nyaris gagal !
Razali Muhammad, Ketua Lembaga Pengelola Terumbu Karang (LPTK) Desa Hilir, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan terus melakukan kontrol terhadap kinerja bengkel dan budidaya ikan kerapu yang diberikan modal oleh Coremap tahun lalu. 2008, Desa Hilir mendapatkan tiga program bantuan Coremap yakni program budidaya ikan kerapu, pemeliharaan penyu, dan usaha perbengkelan.
Setiap program dikelola oleh satu kelompok dengan jumlah 10 orang. Minimal 30 orang sudah terlibat aktif dalam program itu. Besar dana yang dianggarkan mencapai Rp90 juta untuk per program. Sebagai ketua LPTK, dia optimis program itu berhasil. Hanya saja ada masalah pokok yang mengganjalnya, hasil budidaya ikan terbentur pemasaran.
Kelompok masyarakat Desa Hilir mendapatkan bantuan seribu lebih bibit ikan kerapu untuk dibudidayakan. Sampai November 2009 bibit kerapu itu berkurang menjadi 800 ekor dengan umur sekitar 8 bulan. Penyebab matinya bibit bermacam-macam. Berat ikan kerapu ini pun pelbagai ukuran. Ada 8- 9 ons. “Kita belum mau menjual karena harga masih murah. Nanti kalau beratnya 1 kilogram dan harga ikan tinggi baru kita jual. Sehingga modal tersebut bisa digulirkan ke kelompok lain,” katanya. Di desa lain, malah sudah menjual, walaupun rugi.
Kalau dijual saat ini, dipastikan rugi. Pasalnya biaya operasional sehari hari sangat besar. Tidak seimbang dengan modal yang diberikan pemerintah.
Razali mengakui, program Coremap jika dilaksanakan dengan baik akan meningkatkan perekonomian warga pesisir. Sayangnya, gairah masyarakat untuk mengikuti program ini tak banyak. Bahkan, ada beberapa kampung anggotanya kelompok tinggal 10 orang. Yang tersisa koordinatornya saja. Kejadian ini terjadi di Desa Batulepuk, Tambelan.
“Diperlukan program tepat sasaran agar warga betah bergabung. Kalau program Coremap ini ditekuni, bukan tidak mungkin, nelayan Tambelan sejahtera. Tapi kalau sekarang ini saya melihat belum optimal karena ikan banyak yang mati.”
Di Tambelan, baru program pemberdayaan masyarakat yang berjalan. Sedangkan program pemeliharaan terumbu karang belum optimal. Menurut dia, setiap kampung sudah ditetapkan kawasan terumbu karang yang dilindungi. Sehingga Nelayan Tambelan yang jumlahnya 65 persen dari jumlah penduduk Tambelan tak diperkenankan mencari ikan di kawasan konservasi.
Khusus Desa Hilir ditetapkan kawasan konservasi di Pulau Wie. Harapannya, dalam masa konservasi, ikan berkembang biak. Ekosistem laut bertambah.
Efeknya ribuan nelayan tak perlu jauh meninggalkan darat untuk mecari ikan karena populasi ikan bertambah.
Yang jadi persoalan, katanya, siapa yang menjaga kawasan konservasi. Inilah jadi kendala suksesnya program. Sebenarnya, masyarakat Tambelan sudah sadar tak menggunakan bahan peledak dan obat bius untuk mengkap ikan setelah program Coremap masuk ke Tambelan. ”Sayang konservasi belum dijaga. Kesannya tak efektif. Masih ada nelayan yang nekad mencari ikan di kawasan yang dilindungi itu,” katanya.
Razali mengharapkan program Coremap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tambelan. Tapi, hingga kini belum menunjukan efek positif. “Kita berusaha agar program ini tak ditutup tahun 2010. Tetapi jika dalam penilaian tim di Tambelan dianggap gagal, maka bisa saja Coremap di Tambelan dihentikan. Tapi kita bekerja keras supaya amanah ini berhasil dan kelompok yang lain mendapatkan dana bergulir,” katanya.
Pesan Razali, agar program ini berhasil, pemerintah mencarikan tempat pemasaran produk yang dihasilkan dari Tambelan seperti kerupuk, rumput laut, dan ikan kerapu. Alasannya, untuk apa masyarakat melakukan usaha budidaya rumput laut, tapi tak ada yang menampung hasilnya. Akhirnya mereka meninggalkan budidaya rumput laut dan kembali menjadi nelayan tradisional yang menangkap ikan berdasarkan naluri.
Di Tanjungpinang, harga rumput laut per kilo mencapai Rp 20 ribu. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Lamidi mengatakan usaha rumput laut berpotensi dikembangkan. Salah satu lokasi yang tepat di Tambelan. DKP Kepri memberikan bantuan Rp3 juta per nelayan untuk mengembangkan usaha itu, awal November lalu.
Razali, sudah lama mengusulkan pemerintah mencarikan tempat pemasaran. Tapi belum ada respon. Selama ini, ikan tangkapan nelayan dijual ke tauke yang menampung di Tambelan. Lalu ikan itu dibawa ke Tanjungpinang dan diekspor ke Singapura. Masyarakat banyak terjebak oleh tauke. Apalagi tauke membeli ikan jauh dari harga harapan nelayan.
“Andai di Tambelan ada pabrik pengolahan ikan, maka nelayan pasti sejahtera, Apalagi, di sini dibangun tempat pelelangan ikan.”
Dia menyebutkan, banyak nelayan di Tambelan yang terbelit hutang dengan tengkulak itu. Sehingga berapapun harga yang ditetapkan, nelayan tidak memiliki nilai tawar. Ikan yang mereka cari dengan susah payah terpaksa dijual dengan murah. “Ikan dibeli murah karena tauke monopoli. Masalah Ini yang harusnya dipecahkan pemerintah, baru nelayan sejahtera,” katanya.
Sejak Coremap II diluncurkan di Kecamatan Tambelan setahun lalu, program tersebut sebenarnya mendapatkan tanggapan positif dari warga Tambelan yang berjumlah 5.000 jiwa. Wan Topan, tokoh pemuda Desa Batulepuk mengakui Coremap memberikan manfaat terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Tambelan yang kebanyakan nelayan.
Cuma belum ada indikator yang jelas, ukuran keberhasilan program yang sedang mendapatkan perhatian dunia itu. Menurut Wan Topan, program Coremap yang memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat Tambelan yakni program budi daya. Sedangkan program konservasi terumbu karang tak maksimal dilaksanakan. Padahal, keberhasilan
Coremap pada program konservasi terumbu karang.
"Ada aggapan bantuan yang diberikan pemerintah masih dianggap pemberian sehingga tak perlu dikembalikan. Bantuan tersebut belum dianggap sebagai sarana untuk perbaikan perekonomian. Hal ini yang menyebabkan program tersebut jalan di tempat," kata Wan Topan yang sering mengikuti pelatihan Coremap utusan Tambelan di Tanjungpinang.
Bupati Bintan Ansar Ahmad mengingatkan agar program ini berhasil, maka kelompok kerja masyarakat yang sudah diberikan bantuan oleh pemerintah bekerja maksimal.
Sedangkan menurut Ketua Kelompok Pengawasan Masyarakat, Desa Hilir, Syamsudin, Coremap sempat tersendat beberapa tahun. Banyak aset Coremap di Tambelan kurang bermanfaat. Kebangkitan Coremap di Tambelan, ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang diberikan bantuan dari Pemda Bintan untuk memulai usaha setahun yang lalu. Di Desa Hilir misalnya, saat ini program tersebut belum bisa sukses. Karena masih dalam proses.
“Pola pikir nelayan sekarang sedikit berubah tak lagi menangkap ikan dengan bahan peledak.
Pada akhirnya program Coremap yang diharapkan ini berakhir dengan tercipta masyarakat pesisir mencapai keseimbangan antara lingkungan hidup dan kesejahteraan mereka tampaknya belum terwujud. Perkerjaan rumah Coremap masih panjang agar masyarakat Tambelan pesisir tak lagi terasing dari pembangunan terumbu karang, dan ekosistem terkait dapat dilestarikan. ***
Ketika Penerimaan CPNS Jadi Idola Masyarakat
Ingin Merubah Nasib, Menapaki Masa Tua dengan Tenang
Terik panas matahari tak menyurutkan langkah Yenny, 25, memandang papan pengumuman formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di halaman kantor Pos Tanjungpinang, Km3. Butiran keringatnya terlihat menetes ke lantai. Sesekali dia mengusap wajahnya dengan menggunakan tisu warna putih. Jika lulus seleksi administrasi tahun ini, sudah dua kali dia mengikuti tes menjadi CPNS setelah diwisuda program sarjana Sebtember 2007.
"Saya ingin merubah nasib, mudah mudahan lulus jadi PNS," kata-kata itu meluncur manis dari bibir Yenny yang sedikit basah dengan olesan lipstik tipis ketika berjumpa dengan Tanjungpinang Pos di kantor Pos Tanjungpinang, kemarin.
Ya, mungkin itulah motivasi ribuan masyarakat di Kepri yang akan mengikuti tes CPNS kabupaten/kota dan provinsi tahun ini. Mereka berdatangan dari pelosok desa. Mulai daerah terpencil seperti dari Kecamatan Tambelan yang jaraknya 210 mil dari Pulau Bintan sampai dari Tanah Jawa pun akan mengikuti tes yang akan digelar akhir November. Padahal kursi yang diperebutkan jumlahnya atusan, sedangkan jumlah peserta tes mencapai ribuan orang. Tak salah jika ada yang berani memberikan uang sampai ratusan juta jika ada jaminan diterima jadi CPNS.
"Kita harapkan prosesnya transparan," kata lulusan jurusan manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN Yogyakarta itu, sambil mencatat syarat yang dibutuhkan hingga contoh amplop lamaran.
Sampai dengan Sabtu (7/11), jumlah pelamar untuk di Pemprov Kepri mencapai 576 pelamar. Diperkirakan, untuk Pemprov Kepri akan diikuti ribuan pelamar. Daerah se Kepri, membutuhkan 3.000 CPNS. Tenaga guru, kesehatan, dan tenaga teknis merupakan jurusan formasi yang paling banyak dibutuhkan di tingkat kota. Sedangkan di level provinsi, jumlah tenaga teknis yang paling banyak dibutuhkan. Maklum provinsi ini masih membutuhkan banyak pegawai untuk mengurus masalah teknis.
"Kita membutuhkan banyak tenaga teknis karena pegawai yang ada saat ini masih kurang," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri, Muhammad Nur.
Kemarin, Yenny baru mengantarkan berkas lamarannya. Sebenarnya, Rabu (11/11), berkasnya lamarannya sudah siap untuk dimasukkan ke kantor Pos. Ketika tiba di kantor Pos, dia melihat papan pengumuman di sana. Timbul tanda tanya, ketika melihat pengumuman di kantor Pos. Jabatan yang dia lamar tidak cocok dengan pengumuman. Pengumuman di koran tidak sama dengan formasi yang sedang di baca di kantor Pos. Misalnya, di koran diumumkan, jurusan manajemen diterima 22 orang untuk bidang arsiparis. Padahal di papan pengumuman di kantor Pos , tidak ada jurusan manajemen untuk arsiparis. Yang ada, jurusan manajemen diterima hanya untuk jurusan perecanaan dan evaluasi, serta analisis tata praja.
"Pengumuman di koran itu sepertinya salah. Karena kode arsiparis digabungkan dengan analisis tata praja. Mungkin banyak pelamar yang salah kalau tak membaca pengumuman di kantor Pos. Saya terpaksa menulis ulang lamaran. Kamis baru diantar lagi ke kantor Pos," ujar wanita kulit putih yang masih lajang itu.
Bukan hanya Yenni yang tak beranjak memandang papan pengumuman. Yoyok juga serius melihat papan pengumuman takut berkasnya salah. Kalau tak sesuai dengan kode jurusan dan formasi, bisa-bisa harapan untuk menjadi CPNS tertutup. Lulus administrasi baru mereka bisa mengikuti tes tertulis.
Yenny menambahkan, harapannya berkasnya bisa lolos administrasi. Sehingga masalah sekecil apapun diteliti supaya tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan. Dari bentuk legalisir dari kampus hingga letak alamat lamaran pun diperhatikan sesuai dengan contoh yang sudah dikeluarkan Pemprov Kepri. Contoh surat lamaran itu dipajang di papan pengumuman kantor Pos.
Mungkin Yenni tak ingin seperti Pramono, salah satu karyawan perbankan di Batam gagal mengikuti tes tahun lalu akibat
berkas legalisir dari kampusnya dianggap tidak sah oleh panitia.
"Saya terpaksa ke Bandung untuk legalisir kembali agar tahun ini bisa lolos administrasi."
Alasan Pramono ikut tes karena ingin aman tak khawatir akan PHK atau kontrak tak diperpanjang. "Apalagi di bank sekarang banyak menggunakan sistem outsourcing. Status kita jadi tak jelas. Padahal umur terus bertambah," ujar Pramono mengikuti tes CPNS.
Yenni sendirinya sudah siaga belajar soal dari buku yang banyak dijual di toko buku. Dari pengalaman, bahan soal biasanya ada yang membahas tentang Kepri dan masalah umum tentang pemerintahan. "
Saya akan fokus belajar psikotes," imbuhnya.
Senada dengan Yenni. Yani, Ibu satu anak itu mengikuti tes untuk membantu keuangan keluarga. Karena pendapatan suaminya yang berkerja di perusahaan tidak mencukupi untuk kebutuhan
keluarga yang kian besar.
Sedangkan menurut Yahya Zailani, warga Km9 Tanjungpinang, tiga orang anaknya akan mengikuti tes tahun ini. Anaknya sudah memasukkan lamaran. Ada yang memasuki dua lamaran di Pemkab Bintan dan di provinsi. Jika lolos keduanya, tentu akan dilihat peluang yang paling besar untuk lolos.
Alasan Yahya menyuruh anaknya mengikuti tes agar anaknya hidup sejahtera bisa memenuhi kebutuhan hidup. Ketiga anak Yahya Zailani memiliki kualifikasi pendidikan yang berbeda. Dua orang sarjana ekonomi lulusan universitas terkemuka di Yogyakarta. Sedangkan satu lagi lulusan Akademi Perawat di Tanjungpinang.
Yahya mengatakan, satu anaknya bekerja di perusahaan, sedangkan dua lagi menjadi pegawai honorer. Menurutnya, jika anaknya sudah menjadi PNS, mereka siap mengarungi hari tua. Tapi yang lebih penting, kata dia, sebagai anak daerah, harusnya mereka bisa menjadi abdi masyarakat dan bisa memberikan sumbangsih pemikiran untuk mengisi pembangunan di daerahnya sendiri.
"Kita prihatin jika anak daerah malah jadi penonton di negeri sendiri. Seperti tahun sebelumnya lulusan CPNS itu diisi oleh dari daerah lain. Padahal tujuan dari pembentukan provinsi ini untuk kesejahteraan masyarakat Kepri," katanya.
Dia menambahkan, dengan menjadi PNS, hari tua anaknya lebih terjamin karena ada pensiun. Sedangkan swasta tidak ada uang pensiun. "Apalagi gaji yang diterima PNS cukup besar, tidak seperti kami dulu. Gaji masih kecil," kata Yahya, yang langsung mengantarkan dua berkas lamaran anaknya ke kantor Pos Tanjungpinang.
Hanya saja, dia khawatir, penerimaan PNS kali ini tidak transparan.
"Jika anak-anak pejabat sudah punya jatah, maka peluang yang tak punya bekingan pun tipis untuk lolos. Semoga penerimaan CPNS tahun ini bersih dan jujur," imbuhnya.
Sejalan dengan Yahya, Huzrin Hood, tokoh utama pembentukan Provinsi Kepri meminta agar pemerintah memperhatikan anak daerah dalam penerimaan CPNS. "Saya mengusulkan, jika nilai mereka sama, maka anak daerahlah yang diutamakan. Jangan orang luar yang diterima sedangkan anak daerah yang memiliki kemampaun malah diabaikan.***
Terik panas matahari tak menyurutkan langkah Yenny, 25, memandang papan pengumuman formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di halaman kantor Pos Tanjungpinang, Km3. Butiran keringatnya terlihat menetes ke lantai. Sesekali dia mengusap wajahnya dengan menggunakan tisu warna putih. Jika lulus seleksi administrasi tahun ini, sudah dua kali dia mengikuti tes menjadi CPNS setelah diwisuda program sarjana Sebtember 2007.
"Saya ingin merubah nasib, mudah mudahan lulus jadi PNS," kata-kata itu meluncur manis dari bibir Yenny yang sedikit basah dengan olesan lipstik tipis ketika berjumpa dengan Tanjungpinang Pos di kantor Pos Tanjungpinang, kemarin.
Ya, mungkin itulah motivasi ribuan masyarakat di Kepri yang akan mengikuti tes CPNS kabupaten/kota dan provinsi tahun ini. Mereka berdatangan dari pelosok desa. Mulai daerah terpencil seperti dari Kecamatan Tambelan yang jaraknya 210 mil dari Pulau Bintan sampai dari Tanah Jawa pun akan mengikuti tes yang akan digelar akhir November. Padahal kursi yang diperebutkan jumlahnya atusan, sedangkan jumlah peserta tes mencapai ribuan orang. Tak salah jika ada yang berani memberikan uang sampai ratusan juta jika ada jaminan diterima jadi CPNS.
"Kita harapkan prosesnya transparan," kata lulusan jurusan manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN Yogyakarta itu, sambil mencatat syarat yang dibutuhkan hingga contoh amplop lamaran.
Sampai dengan Sabtu (7/11), jumlah pelamar untuk di Pemprov Kepri mencapai 576 pelamar. Diperkirakan, untuk Pemprov Kepri akan diikuti ribuan pelamar. Daerah se Kepri, membutuhkan 3.000 CPNS. Tenaga guru, kesehatan, dan tenaga teknis merupakan jurusan formasi yang paling banyak dibutuhkan di tingkat kota. Sedangkan di level provinsi, jumlah tenaga teknis yang paling banyak dibutuhkan. Maklum provinsi ini masih membutuhkan banyak pegawai untuk mengurus masalah teknis.
"Kita membutuhkan banyak tenaga teknis karena pegawai yang ada saat ini masih kurang," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri, Muhammad Nur.
Kemarin, Yenny baru mengantarkan berkas lamarannya. Sebenarnya, Rabu (11/11), berkasnya lamarannya sudah siap untuk dimasukkan ke kantor Pos. Ketika tiba di kantor Pos, dia melihat papan pengumuman di sana. Timbul tanda tanya, ketika melihat pengumuman di kantor Pos. Jabatan yang dia lamar tidak cocok dengan pengumuman. Pengumuman di koran tidak sama dengan formasi yang sedang di baca di kantor Pos. Misalnya, di koran diumumkan, jurusan manajemen diterima 22 orang untuk bidang arsiparis. Padahal di papan pengumuman di kantor Pos , tidak ada jurusan manajemen untuk arsiparis. Yang ada, jurusan manajemen diterima hanya untuk jurusan perecanaan dan evaluasi, serta analisis tata praja.
"Pengumuman di koran itu sepertinya salah. Karena kode arsiparis digabungkan dengan analisis tata praja. Mungkin banyak pelamar yang salah kalau tak membaca pengumuman di kantor Pos. Saya terpaksa menulis ulang lamaran. Kamis baru diantar lagi ke kantor Pos," ujar wanita kulit putih yang masih lajang itu.
Bukan hanya Yenni yang tak beranjak memandang papan pengumuman. Yoyok juga serius melihat papan pengumuman takut berkasnya salah. Kalau tak sesuai dengan kode jurusan dan formasi, bisa-bisa harapan untuk menjadi CPNS tertutup. Lulus administrasi baru mereka bisa mengikuti tes tertulis.
Yenny menambahkan, harapannya berkasnya bisa lolos administrasi. Sehingga masalah sekecil apapun diteliti supaya tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan. Dari bentuk legalisir dari kampus hingga letak alamat lamaran pun diperhatikan sesuai dengan contoh yang sudah dikeluarkan Pemprov Kepri. Contoh surat lamaran itu dipajang di papan pengumuman kantor Pos.
Mungkin Yenni tak ingin seperti Pramono, salah satu karyawan perbankan di Batam gagal mengikuti tes tahun lalu akibat
berkas legalisir dari kampusnya dianggap tidak sah oleh panitia.
"Saya terpaksa ke Bandung untuk legalisir kembali agar tahun ini bisa lolos administrasi."
Alasan Pramono ikut tes karena ingin aman tak khawatir akan PHK atau kontrak tak diperpanjang. "Apalagi di bank sekarang banyak menggunakan sistem outsourcing. Status kita jadi tak jelas. Padahal umur terus bertambah," ujar Pramono mengikuti tes CPNS.
Yenni sendirinya sudah siaga belajar soal dari buku yang banyak dijual di toko buku. Dari pengalaman, bahan soal biasanya ada yang membahas tentang Kepri dan masalah umum tentang pemerintahan. "
Saya akan fokus belajar psikotes," imbuhnya.
Senada dengan Yenni. Yani, Ibu satu anak itu mengikuti tes untuk membantu keuangan keluarga. Karena pendapatan suaminya yang berkerja di perusahaan tidak mencukupi untuk kebutuhan
keluarga yang kian besar.
Sedangkan menurut Yahya Zailani, warga Km9 Tanjungpinang, tiga orang anaknya akan mengikuti tes tahun ini. Anaknya sudah memasukkan lamaran. Ada yang memasuki dua lamaran di Pemkab Bintan dan di provinsi. Jika lolos keduanya, tentu akan dilihat peluang yang paling besar untuk lolos.
Alasan Yahya menyuruh anaknya mengikuti tes agar anaknya hidup sejahtera bisa memenuhi kebutuhan hidup. Ketiga anak Yahya Zailani memiliki kualifikasi pendidikan yang berbeda. Dua orang sarjana ekonomi lulusan universitas terkemuka di Yogyakarta. Sedangkan satu lagi lulusan Akademi Perawat di Tanjungpinang.
Yahya mengatakan, satu anaknya bekerja di perusahaan, sedangkan dua lagi menjadi pegawai honorer. Menurutnya, jika anaknya sudah menjadi PNS, mereka siap mengarungi hari tua. Tapi yang lebih penting, kata dia, sebagai anak daerah, harusnya mereka bisa menjadi abdi masyarakat dan bisa memberikan sumbangsih pemikiran untuk mengisi pembangunan di daerahnya sendiri.
"Kita prihatin jika anak daerah malah jadi penonton di negeri sendiri. Seperti tahun sebelumnya lulusan CPNS itu diisi oleh dari daerah lain. Padahal tujuan dari pembentukan provinsi ini untuk kesejahteraan masyarakat Kepri," katanya.
Dia menambahkan, dengan menjadi PNS, hari tua anaknya lebih terjamin karena ada pensiun. Sedangkan swasta tidak ada uang pensiun. "Apalagi gaji yang diterima PNS cukup besar, tidak seperti kami dulu. Gaji masih kecil," kata Yahya, yang langsung mengantarkan dua berkas lamaran anaknya ke kantor Pos Tanjungpinang.
Hanya saja, dia khawatir, penerimaan PNS kali ini tidak transparan.
"Jika anak-anak pejabat sudah punya jatah, maka peluang yang tak punya bekingan pun tipis untuk lolos. Semoga penerimaan CPNS tahun ini bersih dan jujur," imbuhnya.
Sejalan dengan Yahya, Huzrin Hood, tokoh utama pembentukan Provinsi Kepri meminta agar pemerintah memperhatikan anak daerah dalam penerimaan CPNS. "Saya mengusulkan, jika nilai mereka sama, maka anak daerahlah yang diutamakan. Jangan orang luar yang diterima sedangkan anak daerah yang memiliki kemampaun malah diabaikan.***
Demi Marwah
Ketua Umum Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) Huzrin Hood menyatakan akan mengikuti pimilihan gubernur Kepulauan Riau yang akan dilaksanakan Juni 2010. Majunya tokoh penting terbentuknya Provinsi Kepri tak lain dan tak bukan untuk menegakkan marwah anak jati Melayu di negeri sendiri yang selama ini terlihat belum terwakilkan maksimal.
Keseriusan Huzrin untuk mencalonkan diri menjadi calon gubernur akan dideklarasikan dalam waktu dekat. Tokoh pejuang BP3KR seperti Muhammad Buang dan dedengkot BP3KR lainnya memberikan dukungan kepada Pemangku Kerajaan Bentan itu. Bukan tanpa alasan mereka memberikan dukungan kepada Huzrin. Dialah bersama tokoh masyarakat berjuang sekuta tenaga menjadikan daerah ini dulunya kabupaten menjadi sebuah provinsi termuda di Indonesia.
Jika Huzrin serius maju mengikuti pilkada gubernur, maka dia berhadapan dengan Gubernur Kepri saat ini Ismeth Abdullah. Itupun jika Ismeth kembali maju untuk periode kedua. Jika Ismeth tak maju, maka Huzrin dipastikan calon terkuat dibandingkan dengan calon lainnya yang belum berani muncul ke permukaan. Sesungguhnya majunya Huzrin dan Ismeth di pilkada Kepri merupakan pertarungan yang seimbang antara perjuang dan penguasa saat ini.
Popularitas Ismeth sebagai kepala daerah diuji dengan ketokohan Huzrin sebagai pejuang yang sudah mendekap di penjara demi memperjuangkan hadirnya provinsi baru di Nusantara. Lantas siapa yang akan mendampingi Huzrin? Partai mana yang akan digunakannya sebagai perahu politik? Huzrin belum menyebutkan secara gamblang siapa yang akan jadi wakilnya untuk merebut kekuasaan. Dan partai mana yang akan dia gunakan pun belum diberitahu. Yang jelas, jikalau mantan bupati Kepri ini tak mendapatkan perahu, maka ia menggunakan jalur independen yang masih bisa mengantarkannya bersaing dengan calon lainnya. Peluang untuk mendapatkan kursi parpol masih terbuka. Bisa saja ia menggunakan jalur Partai Demokrat melalui adiknya kandungnya Husnizar Hood yang juga ketua DPC Demokrat Tanjungpinang.
Huzrin memang tak bingung mencari parpol. Sedangkan Ismeth yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Golkar pasti menggunakan partai itu jadi tiket ke Kepri satu. Jauh-jauh hari, salah satu pengurus DPD Golkar Kepri menyatakan Partai Beringin kembali mencalonkan Ismeth sebagai cagub untuk kedua kalinya. Lalu siapa yang akan digunakan Ismeth jadi wakilnya. Apakah masih HM Sani. Sangat logis Ismeth akan mencari wakil yang bisa memecah suara Huzrin di pedesaan. Mungkin Ismeth berpikir dua kali kembali menggunakan Sani. Pasalnya, pilkada lima tahun lalu, Sani yang diharapkan meraup suara di Karimun ternyata gagal. Pasangan Ismeth-Sani waktu itu kalah.
Ismeth yang sudah ngetop di perkotaan tidak terlalu banyak bekerja keras. Nama- nama yang berasal dari melayu yang diharapkan memiliki nilai jual di golongan masyarakat hinterland menjadi pertimbangan Ismeth untuk memecah kantong suara Huzrin.
Bagitu juga Huzrin. Dia kemungkinan besar akan menggunaakan wakil dari Batam. Apalagi Batam sebagai kota penentu pemenang pilkada di Kepri. Dengan jumlah penduduk 915 ribu, dari 1, 8 juta penduduk Kepri, sudah tentu Batam yang paling strategis untuk dikuasai setelah Pulau Bintan. Untuk itu, Huzrin akan memilih wakilnya dari Batam dengan harapan bisa meraup suara menandingi Ismeth yang tak asing lagi di Batam.
Peta dua kubu sebenarnya sudah mulai terlihat dari pemilu legislatif. Di mana, suara aggota DPD Aida Ismeth, istri Ismeth Abdullah meraup sekitar 125 ribu pemilih. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan suara Aida pada pemilu 2004 berjumlah 250 ribu. Sedangkan suara Hardi Hood yang juga adik kandung Huzrin mendapat suara sekitar 36 ribu. Walaupun jauh tertinggal dari Aida, Hardi setidaknya memilik massa yang cukup mumpuni. Bisa saja, suara Hardi adalah perwakilan dari suara Huzrin. Sedangkan suara Aida, representasi suara Ismeth di pilkada nanti.
Lantas, apakah Ismeth bisa menang melawan Huzrin? Belum tentu. Bisa jadi, Huzrin diuntungkan dengan figur pejuang provinsi. Ada yang beranggapan, biarkan Huzrin diberikan waktu untuk memimpin Kepri yang juga hasil perjuangan dia bersama dengan kawan-kawan. Huzrin juga bisa menjual isu putra daerah harus jadi tuan di negeri sendiri. Langkah nekad Ismeth menggganti Kepala PU Ismanulah dengan pegawai Departemen PU
menunjukkan Ismeth tak pro anak daerah bisa menjadi senjata Huzrin untuk meraih pemilih. PIlkada Kepri nanti diperkirakan sekitar lima pasang cagub. Sedangkan pasangan yang bertempur keras antara Ismeth dan Huzrin. Sedangkan pasangan lain bisa jadi boneka untuk memecah suara di antara keduanya.
Figur seperti Nyat Kadir, Asman Abnur, Harry Azhar Azis, Gempur Adnan, Idris Zaini, Ria Saptarika, Soerya Respationo, HM Sani, Nurdin Basirun, Syamsul Bahrum, Ansar Ahmad, Andi Masmiyat, dan Ahmad Dahlan bisa diandalkan untuk menjadi wakil Ismeth dan Huzrin pada pilkada nanti. Tetapi semuanya berpulang kepada pemilih di Kepri. walaupun jumlah penduduk di Kepri
terdiri dari beragam etnis, bukan mustahil negeri Melayu dipimpin anak Melayu sendiri. Kita tidak perlu mengimpor kepala daerah dinas dan pejabat tinggi lainnya dari daerah lain. Kita bisa mencontohkan Gubernur Jakarta dari putra Betawi, walaupun sumber daya di luar Betawi lebih banyak. Bagitu juga di Sumatera Barat, Pulau Sulawesi, Aceh, Bali dan daerah lainnya. Sudah saatnya, anak daerah bangkit untuk mewujudkan pemerintahaan yang bersih dan membawa amanah perjuangan provinsi termuda ini. Ya, semua itu demi marwah.****
Keseriusan Huzrin untuk mencalonkan diri menjadi calon gubernur akan dideklarasikan dalam waktu dekat. Tokoh pejuang BP3KR seperti Muhammad Buang dan dedengkot BP3KR lainnya memberikan dukungan kepada Pemangku Kerajaan Bentan itu. Bukan tanpa alasan mereka memberikan dukungan kepada Huzrin. Dialah bersama tokoh masyarakat berjuang sekuta tenaga menjadikan daerah ini dulunya kabupaten menjadi sebuah provinsi termuda di Indonesia.
Jika Huzrin serius maju mengikuti pilkada gubernur, maka dia berhadapan dengan Gubernur Kepri saat ini Ismeth Abdullah. Itupun jika Ismeth kembali maju untuk periode kedua. Jika Ismeth tak maju, maka Huzrin dipastikan calon terkuat dibandingkan dengan calon lainnya yang belum berani muncul ke permukaan. Sesungguhnya majunya Huzrin dan Ismeth di pilkada Kepri merupakan pertarungan yang seimbang antara perjuang dan penguasa saat ini.
Popularitas Ismeth sebagai kepala daerah diuji dengan ketokohan Huzrin sebagai pejuang yang sudah mendekap di penjara demi memperjuangkan hadirnya provinsi baru di Nusantara. Lantas siapa yang akan mendampingi Huzrin? Partai mana yang akan digunakannya sebagai perahu politik? Huzrin belum menyebutkan secara gamblang siapa yang akan jadi wakilnya untuk merebut kekuasaan. Dan partai mana yang akan dia gunakan pun belum diberitahu. Yang jelas, jikalau mantan bupati Kepri ini tak mendapatkan perahu, maka ia menggunakan jalur independen yang masih bisa mengantarkannya bersaing dengan calon lainnya. Peluang untuk mendapatkan kursi parpol masih terbuka. Bisa saja ia menggunakan jalur Partai Demokrat melalui adiknya kandungnya Husnizar Hood yang juga ketua DPC Demokrat Tanjungpinang.
Huzrin memang tak bingung mencari parpol. Sedangkan Ismeth yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Golkar pasti menggunakan partai itu jadi tiket ke Kepri satu. Jauh-jauh hari, salah satu pengurus DPD Golkar Kepri menyatakan Partai Beringin kembali mencalonkan Ismeth sebagai cagub untuk kedua kalinya. Lalu siapa yang akan digunakan Ismeth jadi wakilnya. Apakah masih HM Sani. Sangat logis Ismeth akan mencari wakil yang bisa memecah suara Huzrin di pedesaan. Mungkin Ismeth berpikir dua kali kembali menggunakan Sani. Pasalnya, pilkada lima tahun lalu, Sani yang diharapkan meraup suara di Karimun ternyata gagal. Pasangan Ismeth-Sani waktu itu kalah.
Ismeth yang sudah ngetop di perkotaan tidak terlalu banyak bekerja keras. Nama- nama yang berasal dari melayu yang diharapkan memiliki nilai jual di golongan masyarakat hinterland menjadi pertimbangan Ismeth untuk memecah kantong suara Huzrin.
Bagitu juga Huzrin. Dia kemungkinan besar akan menggunaakan wakil dari Batam. Apalagi Batam sebagai kota penentu pemenang pilkada di Kepri. Dengan jumlah penduduk 915 ribu, dari 1, 8 juta penduduk Kepri, sudah tentu Batam yang paling strategis untuk dikuasai setelah Pulau Bintan. Untuk itu, Huzrin akan memilih wakilnya dari Batam dengan harapan bisa meraup suara menandingi Ismeth yang tak asing lagi di Batam.
Peta dua kubu sebenarnya sudah mulai terlihat dari pemilu legislatif. Di mana, suara aggota DPD Aida Ismeth, istri Ismeth Abdullah meraup sekitar 125 ribu pemilih. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan suara Aida pada pemilu 2004 berjumlah 250 ribu. Sedangkan suara Hardi Hood yang juga adik kandung Huzrin mendapat suara sekitar 36 ribu. Walaupun jauh tertinggal dari Aida, Hardi setidaknya memilik massa yang cukup mumpuni. Bisa saja, suara Hardi adalah perwakilan dari suara Huzrin. Sedangkan suara Aida, representasi suara Ismeth di pilkada nanti.
Lantas, apakah Ismeth bisa menang melawan Huzrin? Belum tentu. Bisa jadi, Huzrin diuntungkan dengan figur pejuang provinsi. Ada yang beranggapan, biarkan Huzrin diberikan waktu untuk memimpin Kepri yang juga hasil perjuangan dia bersama dengan kawan-kawan. Huzrin juga bisa menjual isu putra daerah harus jadi tuan di negeri sendiri. Langkah nekad Ismeth menggganti Kepala PU Ismanulah dengan pegawai Departemen PU
menunjukkan Ismeth tak pro anak daerah bisa menjadi senjata Huzrin untuk meraih pemilih. PIlkada Kepri nanti diperkirakan sekitar lima pasang cagub. Sedangkan pasangan yang bertempur keras antara Ismeth dan Huzrin. Sedangkan pasangan lain bisa jadi boneka untuk memecah suara di antara keduanya.
Figur seperti Nyat Kadir, Asman Abnur, Harry Azhar Azis, Gempur Adnan, Idris Zaini, Ria Saptarika, Soerya Respationo, HM Sani, Nurdin Basirun, Syamsul Bahrum, Ansar Ahmad, Andi Masmiyat, dan Ahmad Dahlan bisa diandalkan untuk menjadi wakil Ismeth dan Huzrin pada pilkada nanti. Tetapi semuanya berpulang kepada pemilih di Kepri. walaupun jumlah penduduk di Kepri
terdiri dari beragam etnis, bukan mustahil negeri Melayu dipimpin anak Melayu sendiri. Kita tidak perlu mengimpor kepala daerah dinas dan pejabat tinggi lainnya dari daerah lain. Kita bisa mencontohkan Gubernur Jakarta dari putra Betawi, walaupun sumber daya di luar Betawi lebih banyak. Bagitu juga di Sumatera Barat, Pulau Sulawesi, Aceh, Bali dan daerah lainnya. Sudah saatnya, anak daerah bangkit untuk mewujudkan pemerintahaan yang bersih dan membawa amanah perjuangan provinsi termuda ini. Ya, semua itu demi marwah.****
Melihat Pustaka Islam Pertama di Tanjungpinang
Karena Lengkap, Warga Singapura pun Berburu Buku di Sana
Pustaka Islam Bayan, di Jalan Buguran, Perumnas menjadi salah satu pustaka Islam terbesar di Kepulauan Riau. Pustaka tersebut menyediakan ribuan judul buku yang diterbitkan lebih dari 72 penerbit. Saking lengkapnya akan buku-buku Islam, warga Singapura pun berburu buku Islam di sana. Pustaka Bayan seolah-olah mengembalikan kejayaan Tanjungpinang di dunia sastra Islam.
Hujan yang mengguyur Tanjungpinang, Sabtu (19 lalu, tidak menyurutkan langkah Ruddy Firmansyah, manager program Bayan FM dan Pustaka Bayan menerima kami untuk wawancara mengenai program pustaka Islam yang pertama di Tanjungpinang itu.
"Silakan masuk. Sekarang kita sedang menyiapkan segala perlengkapan sebelum pustaka ini kita buka untuk umum," kata Ruddy meyambut. Di depan pustaka tersebut dua orang pekerja sedang memasang keramik. Nantinya, di teras rumah di Perumnas, Jalan Buguran itulah, pusat dakwah radio dan pustaka Islam digerakkan. Di ruangan depan rumah yang disulap jadi perpustakaan itu, ribuan buku tersusun rapi di rak-rak besar. Ada juga buku yang dibiarkan begitu saja karena belum ada rak buku. Ruangan pustaka berbentuk hurup u. Saat ini, pengelola sedaqng menata teras rumah untuk rak-rak buku. Sehingga warga yang bertamu di sana bisa duduk santai di teras membaca buku.
Ruddy bersama dengan rekannya sedang menyiapkan studio radio dakwah, hingga sistem perpustakaan. Jika perpustakaan buku tersebut sudah siap terpajang, mereka akan mengatur sistem peminjaman buku, jadwal laki-laki dan wanita berkunjung, dan tentunya disertai kajian ilmiah bersama ustad.
"Kan aneh, jika pustaka Islam, tapi pria dan wanita saling bertemu. Sehingga kita buat jadwal khusus untuk hari wanita dan hari pria," kata dia lagi.
Di Pustaka Bayan, saat ini jumlah buku yang tersedia ribuan judul buku yang sudah dikumpulkan sejak lima tahun lalu. Masih ada buku tersisa di Batam. Jika lokasi sudah siap, maka buku-buku di Batam akan dibawa ke Tanjungpinang. Yang jelas, buku yang dipajang di sana sudah disortir sehingga laik baca. Tak ada buku yang dilarang pemerintah ataupun ulama ada di sana.
Mereka memiliki slogan, mengutamakan ilmu. Karena dengan ilmu, bisa melakukan apa saja. Ibadah tanpa ilmu sepertinya percuma. Itulah pentingnya ilmu. "Kan tidak mungkin berenang tanpa mengetahui teknik. Kalau langsung menceburkan diri ke laut, pasti tenggelam," kata Ruddy memberikan analogi.
Perpustakaan Islam ini satu bendera dengan radio Bayan FM, di gelombang 96,0 FM. Radio dan pustaka ini memiliki misi pendidikan dakwah melalui radio dan pustaka. Untuk radio, sekarang masih uji siaran. Jika sudah optimal, maka warga dibelahan dunia manapun bisa mendengarkan radio Bayan melalui internet. Walaupun masih uji, warga Tanjungpinang bisa mendengarkan siaran Hang FM Batam.
Sambil menunggu peresmian pustaka dan, Bayan FM, Ruddy bersama dengan rekannya melakukan kajian ilmu dengan mendatangkan ustad dari luar kota. Mereka sudah melakukan kajian tentang perdukunan, dan teroris. Hal itu sebagai upaya untuk memperkenalkan Bayan kepada warga Tanjungpinang. Setidaknya kajian itu menambah ilmu masyarakat yang masih awam tentang ilmu Islam.
Menurutnya Ruddy, dengan tersedianya buku tentang Islam di pustaka Islam, masyarakat bisa datang ke sana untuk mencari ilmu tentang apa saja. Mulai dari ilmu fikih, jual beli, dan lainnya. Mereka juga menyediakan kipa asli dari pengarang dari Arab Saudi yang masih menggunakan tulisan arab. Biasanya, banyak ustad menggunakan kitab asli dari Arab.
Contoh buku yang tersedia antara lain: kumpulan hadits Bukhari, Muslim, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Abu Daud, Nasa'i, Tirmidzi, Ad Darimi, Addaruqutni.
Kemudian kitap-kitap mashur Iman as Syafi'i seperti Al Umm, Al Risalah, Musnad Imam Syafi'i, Manhaj Aqidah Imam Syafi'i, Musnad Imam Ahmad, tafsir Ibnu Katsir, Al Aisar, Alqurtubi, Aththabari, Fathul baari, Fathul Majid, Fathul Qadir, Al Mughni, Bidayatul Mujtahid, Riyadush Shalihin, Al i'tisham, Al muwatha', Adwaul Bayan, Al lu'lu'wal Marjan, Nailul Authar, Zadul Ma'ad, Subulus Salam, Bulughul Maram. Kemudian tersedia juga fatwa-fatwa terkini ulama Saudi, tentang Aqidah Ahlussunnah Wal jama'ah, Ahkamul Janaiz, dan Sirah Nabawi.
Menurut Ruddy, masalah ibadah terkadang ada yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi. Sehingga masalah-masalah tersebut bisa diselesaikan dengan mencari buku-buku rujukan. Selisih tentang apa yang dikatakan salah satu ustad misalnya bisa dicari sumbernya.
Pustaka Bayan menyediakan kitap Al Um, karangan Syafii. Buku tersebut merupakan inti sari pemikiran Syafii yang banyak digunakan di Indonesia. Kitab tersebut terbilang langka. Sebaiknya, kata Ruddy, tak salah kitap Al Um, dijadikan koleksi pribadi sehingga bisa memahami buku tersebut. Kemudian, mereka juga menyediakan kumpulan hadist lemah karangan Nasyaruddin Albani.
Ke depanya, pustaka itu juga melayani jual dan beli. "Siapa yang tertarik memiliki buku setelah berkunjung ke perpustakaan kita layani," kata Ruddy yang memiliki jenggot segenggaman itu.
Menurut Ruddy, ribuan buku-buku yang tersedia saat ini dipesan secara khusus dari daerah Jawa dan Arab Saudi. Ada juga sumbangan dari warga. Walaupun sudah terbilang banyak, Pustaka Bayan tetap mencari buku-buku baru. "Dengan banyaknya jumlah buku, kita tertantang terus menambah judul buku lewat teman-teman dari Jakarta, Solo, Surabaya, dan daerah lainnya," ujarnya.
Yang pasti, buku-buku di Paustaka Bayan tidak terkontaminasi dengan ajaran sesat.
"Tidak sembarang buku yang bisa masuk ke sini. Kita tidak mau menampilkan buku-buku yang lemah hadistnya. Kalau kita menyediakan buku yang lemah hadistnya, maka kita juga bertanggungjawab kepada Allah akibat buku yang kita sediakan menyesatkan umat," imbuhnya.
Buku yang ada di pustaka tersebut tidak ada sumbangan dari pemerintah. "Biarlah pustaka miliki Pemprov Kepri menyediakan buku-buku umum, sedangkan pustaka kita menyediakan buku tentang Islam. Wargakan jadi banyak pilihan. Kita berupaya pustaka ini tempat mencari ilmu untuk warga Tanjungpinang." ***
Pustaka Islam Bayan, di Jalan Buguran, Perumnas menjadi salah satu pustaka Islam terbesar di Kepulauan Riau. Pustaka tersebut menyediakan ribuan judul buku yang diterbitkan lebih dari 72 penerbit. Saking lengkapnya akan buku-buku Islam, warga Singapura pun berburu buku Islam di sana. Pustaka Bayan seolah-olah mengembalikan kejayaan Tanjungpinang di dunia sastra Islam.
Hujan yang mengguyur Tanjungpinang, Sabtu (19 lalu, tidak menyurutkan langkah Ruddy Firmansyah, manager program Bayan FM dan Pustaka Bayan menerima kami untuk wawancara mengenai program pustaka Islam yang pertama di Tanjungpinang itu.
"Silakan masuk. Sekarang kita sedang menyiapkan segala perlengkapan sebelum pustaka ini kita buka untuk umum," kata Ruddy meyambut. Di depan pustaka tersebut dua orang pekerja sedang memasang keramik. Nantinya, di teras rumah di Perumnas, Jalan Buguran itulah, pusat dakwah radio dan pustaka Islam digerakkan. Di ruangan depan rumah yang disulap jadi perpustakaan itu, ribuan buku tersusun rapi di rak-rak besar. Ada juga buku yang dibiarkan begitu saja karena belum ada rak buku. Ruangan pustaka berbentuk hurup u. Saat ini, pengelola sedaqng menata teras rumah untuk rak-rak buku. Sehingga warga yang bertamu di sana bisa duduk santai di teras membaca buku.
Ruddy bersama dengan rekannya sedang menyiapkan studio radio dakwah, hingga sistem perpustakaan. Jika perpustakaan buku tersebut sudah siap terpajang, mereka akan mengatur sistem peminjaman buku, jadwal laki-laki dan wanita berkunjung, dan tentunya disertai kajian ilmiah bersama ustad.
"Kan aneh, jika pustaka Islam, tapi pria dan wanita saling bertemu. Sehingga kita buat jadwal khusus untuk hari wanita dan hari pria," kata dia lagi.
Di Pustaka Bayan, saat ini jumlah buku yang tersedia ribuan judul buku yang sudah dikumpulkan sejak lima tahun lalu. Masih ada buku tersisa di Batam. Jika lokasi sudah siap, maka buku-buku di Batam akan dibawa ke Tanjungpinang. Yang jelas, buku yang dipajang di sana sudah disortir sehingga laik baca. Tak ada buku yang dilarang pemerintah ataupun ulama ada di sana.
Mereka memiliki slogan, mengutamakan ilmu. Karena dengan ilmu, bisa melakukan apa saja. Ibadah tanpa ilmu sepertinya percuma. Itulah pentingnya ilmu. "Kan tidak mungkin berenang tanpa mengetahui teknik. Kalau langsung menceburkan diri ke laut, pasti tenggelam," kata Ruddy memberikan analogi.
Perpustakaan Islam ini satu bendera dengan radio Bayan FM, di gelombang 96,0 FM. Radio dan pustaka ini memiliki misi pendidikan dakwah melalui radio dan pustaka. Untuk radio, sekarang masih uji siaran. Jika sudah optimal, maka warga dibelahan dunia manapun bisa mendengarkan radio Bayan melalui internet. Walaupun masih uji, warga Tanjungpinang bisa mendengarkan siaran Hang FM Batam.
Sambil menunggu peresmian pustaka dan, Bayan FM, Ruddy bersama dengan rekannya melakukan kajian ilmu dengan mendatangkan ustad dari luar kota. Mereka sudah melakukan kajian tentang perdukunan, dan teroris. Hal itu sebagai upaya untuk memperkenalkan Bayan kepada warga Tanjungpinang. Setidaknya kajian itu menambah ilmu masyarakat yang masih awam tentang ilmu Islam.
Menurutnya Ruddy, dengan tersedianya buku tentang Islam di pustaka Islam, masyarakat bisa datang ke sana untuk mencari ilmu tentang apa saja. Mulai dari ilmu fikih, jual beli, dan lainnya. Mereka juga menyediakan kipa asli dari pengarang dari Arab Saudi yang masih menggunakan tulisan arab. Biasanya, banyak ustad menggunakan kitab asli dari Arab.
Contoh buku yang tersedia antara lain: kumpulan hadits Bukhari, Muslim, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Abu Daud, Nasa'i, Tirmidzi, Ad Darimi, Addaruqutni.
Kemudian kitap-kitap mashur Iman as Syafi'i seperti Al Umm, Al Risalah, Musnad Imam Syafi'i, Manhaj Aqidah Imam Syafi'i, Musnad Imam Ahmad, tafsir Ibnu Katsir, Al Aisar, Alqurtubi, Aththabari, Fathul baari, Fathul Majid, Fathul Qadir, Al Mughni, Bidayatul Mujtahid, Riyadush Shalihin, Al i'tisham, Al muwatha', Adwaul Bayan, Al lu'lu'wal Marjan, Nailul Authar, Zadul Ma'ad, Subulus Salam, Bulughul Maram. Kemudian tersedia juga fatwa-fatwa terkini ulama Saudi, tentang Aqidah Ahlussunnah Wal jama'ah, Ahkamul Janaiz, dan Sirah Nabawi.
Menurut Ruddy, masalah ibadah terkadang ada yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi. Sehingga masalah-masalah tersebut bisa diselesaikan dengan mencari buku-buku rujukan. Selisih tentang apa yang dikatakan salah satu ustad misalnya bisa dicari sumbernya.
Pustaka Bayan menyediakan kitap Al Um, karangan Syafii. Buku tersebut merupakan inti sari pemikiran Syafii yang banyak digunakan di Indonesia. Kitab tersebut terbilang langka. Sebaiknya, kata Ruddy, tak salah kitap Al Um, dijadikan koleksi pribadi sehingga bisa memahami buku tersebut. Kemudian, mereka juga menyediakan kumpulan hadist lemah karangan Nasyaruddin Albani.
Ke depanya, pustaka itu juga melayani jual dan beli. "Siapa yang tertarik memiliki buku setelah berkunjung ke perpustakaan kita layani," kata Ruddy yang memiliki jenggot segenggaman itu.
Menurut Ruddy, ribuan buku-buku yang tersedia saat ini dipesan secara khusus dari daerah Jawa dan Arab Saudi. Ada juga sumbangan dari warga. Walaupun sudah terbilang banyak, Pustaka Bayan tetap mencari buku-buku baru. "Dengan banyaknya jumlah buku, kita tertantang terus menambah judul buku lewat teman-teman dari Jakarta, Solo, Surabaya, dan daerah lainnya," ujarnya.
Yang pasti, buku-buku di Paustaka Bayan tidak terkontaminasi dengan ajaran sesat.
"Tidak sembarang buku yang bisa masuk ke sini. Kita tidak mau menampilkan buku-buku yang lemah hadistnya. Kalau kita menyediakan buku yang lemah hadistnya, maka kita juga bertanggungjawab kepada Allah akibat buku yang kita sediakan menyesatkan umat," imbuhnya.
Buku yang ada di pustaka tersebut tidak ada sumbangan dari pemerintah. "Biarlah pustaka miliki Pemprov Kepri menyediakan buku-buku umum, sedangkan pustaka kita menyediakan buku tentang Islam. Wargakan jadi banyak pilihan. Kita berupaya pustaka ini tempat mencari ilmu untuk warga Tanjungpinang." ***
Rabu, 29 April 2009
Penantian Itu
Malam yang hening dengan hiasan kilauan gemerlap bintang jadi saksi bisu. Di bantal yang lusuh, kamar yang dingin oleh semilir angin malam, air mata mengalir deras. Aku galau. Badan Ku gemetar. Pikiranku kalut. Aku bimbang. Kenapa kehadirannya Aku tak ada di samping orang yang Aku cintai. Mengapa Aku membiarkan dia sendiri saat perjuangan pertaruhan hidup dan mati.
Tak ada perasaan apapun Minggu (5/4/09). Tanpa beban Aku meninggalkan rumah untuk kembali bekerja setelah menghabiskan libur akhir pekan di Tanjungpinang. Kembali ke Batam memang selalu diselimuti kesedihan. Tetapi itulah perjuangan kecil yang dilalui untuk sementara waktu. Dia sudah mengingatkan supaya jangan pulang hari itu.
Tetapi Aku merasa bersalah jika lari tanggung jawab sebagai karyawan yang harus memenuhi kewajiban setiap hari kerja. Sebagai suami Aku juga harus menjaga perasaan istriku agar selalu bahagia.
Dari rumah, Aku menggunakan angkutan umum pergi ke pelabuhan Sri Bintan Pura yang agak nyebelin karena tak jarang, penerangan di sana gelap. Istriku tak sampai di pintu mengantar seperti biasanya. Dia hanya di kamar menahan berat beban anak yang dikandungnya selama sembilan bulan. Dan tentunya rasa sedih yang hinggap di pikirannya. Setelah 20 menit menempuh perjalanan, sampailah di pelabuhan.
Waktu itu, aku menggunakan feri Mutiara Emas yang terkenal bagus. Sampai di kapal, ponselku berbunyi, tanda ada SMS. Ketika dibuka, dari istri." Bang, jangan balik. Pinggang adek sakit ni."
Aku tahu, kalau tulang belakang terasa sakit, salah satu pertanda wanita yang hamil akan melahirkan. Tetapi berharap semoga dia belum melahirkan saat Aku ada di Batam. Kapal pun berangkat. Sampai di Batam, ponselku kembali berdering. Ternyata SMS darinya. "Bang, pakaian anak kite sudah adek masukkan di tas. Tinggal dibawa ke tempat dokter. Nanti biar tak repot."
Aku hanya mengiyakan apa yang dia tulis. Sekali lagi, Aku tak yakin kalau itu tanda - tanda yang dialami seorang ibu dari sesoarang wanita yang mengandung buah cinta kami.
Pukul 23.00, baru Aku dikejutkan dengan telepon darinya. Di balik ponsel itu terdengar suara yang agak lemas," Bang, air ketuban adek sudah keluar.". "Adek ke Klinik Pamedan sekarang dengan Apak. Pakai mobil pak Edy."
Saat itu, aku langsung lemas. Air mataku menetes membasahi kelopak mata. Bagaimanapun, sebagai seorang suami aku harus mendampinginya saat dia berjuang melahirkan anak kami. Aku merasa bersalah seumur hidup jika waktu itu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Aku langsung sholat dan berdoa kepada Allah semoga kedua orang yang aku cintai selamat. Ayahanda ku minta, ponsel ku tak usah dimatikan.
Apalagi, air ketuban istri sudah pecah. Dan dia harus diimpus supaya kuat. Malam itu Maryani ditemani ayahku, pamanku dan istrinya yang menjaga Maryani.Malam yang membuat aku termenung dan galau. Aku minta dia mengambil kamar VIP. Aku sudah menyiapkan anggaran khusus untuk dia melahirkan. Di ruangan yang ber AC itulah dia terbaring lemas menanti waktu melahirkan. Sekitar pukul 12.00 baru terjadi buka satu. Di Batam, aku gelisah.
Selesai shalat, aku ke warnet untuk menghilangkan kepanikan yang tiada tara. Belum aku alami kejadian seperti itu. Harry Azhar Azis waktu itu mengatakan berdoalah, permintaan yang tulus akan dikabulkan Tuhan.
Arah jarum pendek jam dinding di warnet di Green Land menunjukkan pukul 02.00. Akupun pulang ke rumah disertai perasaan harap harap cemas. Sampai di kos pun, kelopak mata ini sulit untuk dipejamkan. Aku selalu terbayang wajah istriku yang agak bulat itu. Di atas kasur yang tipis itulah lagi lagi air mataku kembali menetes. Malam itu aku merasa bersalah sebagai suami yang tidak menemani saat dia berjuang sendirian untuk melahirkan hasil buah cinta kami.
Aku tak sabar menunggu pagi untuk segera ke Tanjungpinang. Pukul 05.00, aku langsung mandi dan shalat subuh. Selesai itu, aku dapat telpon dari bapak, kalau dia sudah buka 7. Artinya tak lama lagi akan melahirkan.
Pajar yang masih bersembunyi itu, aku menghidupkan motor Thunder menuju Pelabuhan Telaga Punggur. Sampai di sana sekitar pukul 06.00. Sarana transportasi pertama cuma speed. Aku pun menggunakan speed. Satu jam waktu yang diperlukan untuk sampai di Tanjungpinang. Duduk di bagian paling belakang, kembali akan terbayang wajahnya. Diperkirakan pukul 07.30 baru aku sampai di Tanjungpinang. Setelah speed berjalan 30 menit dari Punggur, mendadak kaptennya menurunkan kecepatan.
Karena ada puluhan orang sedang berkumpul tengah laut mencari mayat yang hilang saat mancing.Setelah melewati rombongan suku laut tersebut, speed yang saya tumpangi kembali melaju dengan kecepatan normal. Ketika berada di laut Lobam, telepon dari ayah ku masuk ke ponsel.
"Nak, Alhamdulillah Yani lah melahirkan. Keduanya selamat."
Alangkah bahagianya aku saat itu. Umurku yang baru memasuki 26 tahun sudah jadi ayah. Bapakku juga sudah jadi kakek.Rasanya tak sabar lagi untuk melihat wajahnya mirip siapa. Tak lama kemudian ibu ku dari Tambelan, Kabupaten Bintan menelpon. Selamat ya nak.
Sekarang jadi ayah. Bagitu juga dari adek ku di kampung. Sampai di Pelabuhan Sri Bintan Pura, saya berkegas mencari ojek menuju ke Poliklinik Pamedan yang merupakan klinik terbaik yang ada di Tanjungpinang.
Sampai di klinik, aku sempat salah ruangan. Mereka berada di lantai dasar. Sedangkan aku mencari di lantai dua. Setelah bertanya ke suster, baru aku tahu ruangan yang jadi sejarah lahirnya Addaruqutni Patria tepatnya pukul 07 tanggal 6 April, 2009, Senin.
Assamualaikum. Saat aku membuka pintu, terlihat di atas kotak kaca persegi empat itu, bayi laki laki yang diselimuti kain. Panjangnya 52 centimeter, beratnya 3.3 kg.
Senyum merekah dari kedua bibir istriku yang terbaring lemas di ranjang. Tangannya masih ada impus. Mataku tertuju wajah bayi yang ada di dalam kotak kaca yang diterangi dua lampu warna kuning. Lampu itu untuk memanaskan suhu agar bayi tak kedinginan. Tanpa basa basi- aku langsung mengendong anakku untuk pertama kalinya. Akupun langsung mengazankan di telingga bagian kanan.
Ya, satu jam paska kelahirannya aku baru datang. Dari keterangan tante Sri, Maryani melahirkan dengan mudah. Tak ditemukan kesulitan yang berarti. Selama dia hamil, lebih tiga kali dia khatam membaca Quran. Beberapa jam sebelum melahirkan Maryani tamat membaca Quran.
Sehari sebelum melahirkan, dia masih menyempatkan kuliah di STAI Tanjungpinang. Hampir tiga minggu kelahirannya, Qutni mulai berkembang. Berat badannya sudah naik. Mudah mudahan kamu jadi mutiara ayah dan ibu mu nak. Kau jadi harapan kami di masa yang akan datang. AMIN ya Allah. (robby patria)
Tak ada perasaan apapun Minggu (5/4/09). Tanpa beban Aku meninggalkan rumah untuk kembali bekerja setelah menghabiskan libur akhir pekan di Tanjungpinang. Kembali ke Batam memang selalu diselimuti kesedihan. Tetapi itulah perjuangan kecil yang dilalui untuk sementara waktu. Dia sudah mengingatkan supaya jangan pulang hari itu.
Tetapi Aku merasa bersalah jika lari tanggung jawab sebagai karyawan yang harus memenuhi kewajiban setiap hari kerja. Sebagai suami Aku juga harus menjaga perasaan istriku agar selalu bahagia.
Dari rumah, Aku menggunakan angkutan umum pergi ke pelabuhan Sri Bintan Pura yang agak nyebelin karena tak jarang, penerangan di sana gelap. Istriku tak sampai di pintu mengantar seperti biasanya. Dia hanya di kamar menahan berat beban anak yang dikandungnya selama sembilan bulan. Dan tentunya rasa sedih yang hinggap di pikirannya. Setelah 20 menit menempuh perjalanan, sampailah di pelabuhan.
Waktu itu, aku menggunakan feri Mutiara Emas yang terkenal bagus. Sampai di kapal, ponselku berbunyi, tanda ada SMS. Ketika dibuka, dari istri." Bang, jangan balik. Pinggang adek sakit ni."
Aku tahu, kalau tulang belakang terasa sakit, salah satu pertanda wanita yang hamil akan melahirkan. Tetapi berharap semoga dia belum melahirkan saat Aku ada di Batam. Kapal pun berangkat. Sampai di Batam, ponselku kembali berdering. Ternyata SMS darinya. "Bang, pakaian anak kite sudah adek masukkan di tas. Tinggal dibawa ke tempat dokter. Nanti biar tak repot."
Aku hanya mengiyakan apa yang dia tulis. Sekali lagi, Aku tak yakin kalau itu tanda - tanda yang dialami seorang ibu dari sesoarang wanita yang mengandung buah cinta kami.
Pukul 23.00, baru Aku dikejutkan dengan telepon darinya. Di balik ponsel itu terdengar suara yang agak lemas," Bang, air ketuban adek sudah keluar.". "Adek ke Klinik Pamedan sekarang dengan Apak. Pakai mobil pak Edy."
Saat itu, aku langsung lemas. Air mataku menetes membasahi kelopak mata. Bagaimanapun, sebagai seorang suami aku harus mendampinginya saat dia berjuang melahirkan anak kami. Aku merasa bersalah seumur hidup jika waktu itu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Aku langsung sholat dan berdoa kepada Allah semoga kedua orang yang aku cintai selamat. Ayahanda ku minta, ponsel ku tak usah dimatikan.
Apalagi, air ketuban istri sudah pecah. Dan dia harus diimpus supaya kuat. Malam itu Maryani ditemani ayahku, pamanku dan istrinya yang menjaga Maryani.Malam yang membuat aku termenung dan galau. Aku minta dia mengambil kamar VIP. Aku sudah menyiapkan anggaran khusus untuk dia melahirkan. Di ruangan yang ber AC itulah dia terbaring lemas menanti waktu melahirkan. Sekitar pukul 12.00 baru terjadi buka satu. Di Batam, aku gelisah.
Selesai shalat, aku ke warnet untuk menghilangkan kepanikan yang tiada tara. Belum aku alami kejadian seperti itu. Harry Azhar Azis waktu itu mengatakan berdoalah, permintaan yang tulus akan dikabulkan Tuhan.
Arah jarum pendek jam dinding di warnet di Green Land menunjukkan pukul 02.00. Akupun pulang ke rumah disertai perasaan harap harap cemas. Sampai di kos pun, kelopak mata ini sulit untuk dipejamkan. Aku selalu terbayang wajah istriku yang agak bulat itu. Di atas kasur yang tipis itulah lagi lagi air mataku kembali menetes. Malam itu aku merasa bersalah sebagai suami yang tidak menemani saat dia berjuang sendirian untuk melahirkan hasil buah cinta kami.
Aku tak sabar menunggu pagi untuk segera ke Tanjungpinang. Pukul 05.00, aku langsung mandi dan shalat subuh. Selesai itu, aku dapat telpon dari bapak, kalau dia sudah buka 7. Artinya tak lama lagi akan melahirkan.
Pajar yang masih bersembunyi itu, aku menghidupkan motor Thunder menuju Pelabuhan Telaga Punggur. Sampai di sana sekitar pukul 06.00. Sarana transportasi pertama cuma speed. Aku pun menggunakan speed. Satu jam waktu yang diperlukan untuk sampai di Tanjungpinang. Duduk di bagian paling belakang, kembali akan terbayang wajahnya. Diperkirakan pukul 07.30 baru aku sampai di Tanjungpinang. Setelah speed berjalan 30 menit dari Punggur, mendadak kaptennya menurunkan kecepatan.
Karena ada puluhan orang sedang berkumpul tengah laut mencari mayat yang hilang saat mancing.Setelah melewati rombongan suku laut tersebut, speed yang saya tumpangi kembali melaju dengan kecepatan normal. Ketika berada di laut Lobam, telepon dari ayah ku masuk ke ponsel.
"Nak, Alhamdulillah Yani lah melahirkan. Keduanya selamat."
Alangkah bahagianya aku saat itu. Umurku yang baru memasuki 26 tahun sudah jadi ayah. Bapakku juga sudah jadi kakek.Rasanya tak sabar lagi untuk melihat wajahnya mirip siapa. Tak lama kemudian ibu ku dari Tambelan, Kabupaten Bintan menelpon. Selamat ya nak.
Sekarang jadi ayah. Bagitu juga dari adek ku di kampung. Sampai di Pelabuhan Sri Bintan Pura, saya berkegas mencari ojek menuju ke Poliklinik Pamedan yang merupakan klinik terbaik yang ada di Tanjungpinang.
Sampai di klinik, aku sempat salah ruangan. Mereka berada di lantai dasar. Sedangkan aku mencari di lantai dua. Setelah bertanya ke suster, baru aku tahu ruangan yang jadi sejarah lahirnya Addaruqutni Patria tepatnya pukul 07 tanggal 6 April, 2009, Senin.
Assamualaikum. Saat aku membuka pintu, terlihat di atas kotak kaca persegi empat itu, bayi laki laki yang diselimuti kain. Panjangnya 52 centimeter, beratnya 3.3 kg.
Senyum merekah dari kedua bibir istriku yang terbaring lemas di ranjang. Tangannya masih ada impus. Mataku tertuju wajah bayi yang ada di dalam kotak kaca yang diterangi dua lampu warna kuning. Lampu itu untuk memanaskan suhu agar bayi tak kedinginan. Tanpa basa basi- aku langsung mengendong anakku untuk pertama kalinya. Akupun langsung mengazankan di telingga bagian kanan.
Ya, satu jam paska kelahirannya aku baru datang. Dari keterangan tante Sri, Maryani melahirkan dengan mudah. Tak ditemukan kesulitan yang berarti. Selama dia hamil, lebih tiga kali dia khatam membaca Quran. Beberapa jam sebelum melahirkan Maryani tamat membaca Quran.
Sehari sebelum melahirkan, dia masih menyempatkan kuliah di STAI Tanjungpinang. Hampir tiga minggu kelahirannya, Qutni mulai berkembang. Berat badannya sudah naik. Mudah mudahan kamu jadi mutiara ayah dan ibu mu nak. Kau jadi harapan kami di masa yang akan datang. AMIN ya Allah. (robby patria)
Rabu, 04 Maret 2009
Ketika KPK Merisaukan Pejabat
"Kalau teman diperiksa Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) sekarang tak lagi jadi tabu dibicarakan," kata salah satu pegawai di Tanjungpinang di sebuah kedai kopi akhir pekan lalu.
Mereka sibuk membicarakan masalah KPK mengobok-obok Kantor Pemko Batam dan pemberitaan media massa tentang Ismeth Abdullah
yang kembali diperiksa KPK dalam kasus pengadaan mobil kebakaran. Ismeth memang hanya jadi saksi dalam kasus itu.
Tapi bukan tak mungkin dia senasib dengan kepala daerah lain yang sudah menjalani hukuman. Masyarakat Kepri, sempat dihentakkan kasus yang menjadi seantero negeri ini karena tertangkapnya Sekda Bintan Azirwan oleh KPK dalam kasus penyuapan anggota DPR M Amin Nasutiun saat peralihan lahan di Bintan Bunyu yang saat ini dijadikan pusat
pemerintahan Kabupaten Bintan.
Sejak kasus itu putus dan Azirwan dihukum 2.5 tahun penjara, publik hanya disodorkan kasus kecil di Kepri. Ketika KPK mulai
menyita dokumen Pemko Batam dan memeriksa Ismeth, akhir pekan lalu, seolah kebobrokan birokrasi itu jelas ada. Media pun
menjadikan isu ini jadi laporan utama.Masyarakat jadi tahu jika selama ini,pejabat yang mereka percayakan mengelola hasil
pajak yang mereka bayar ke negara ternyata ada yang tak beres.
Tentulah KPK tidak akan melakukan pemeriksaan jika pemerintah daerah menjalankan proses pemerintahan dengan tertip dan
transparan. Ya, pejabat di Kepri yang melakukan kejahatan korupsi tak akan tidur tenang.Karena KPK sudah menyentuh kulit luar
dari sebuah bola emas yang terus menggelinding sampai titik nadir dan bola itu akan sampai ke titik sasaran.
Bahkan ada salah satu pejabat di Kepri sampai operasi jantung. Humas salah satu pemerintah juga mencoba membujuk wartawan agar tidak terlalu
keras bertanya kepada pejabat yang menderita penyakit jantung itu.
Bisa jadi si pejabat sibuk memikirkan nasibnya, jika komisi berhasil menemukan bukti korupsi. Ibarat pepatah sepandai-pandai
topai melompat jatuh juga ke tanah, bisa jadi akan menjadi kenyataan. Lamban laun, kasus korupsi penjarahan uang rakyat akan
dibongkar KPK.
Dalam sekejap populeritas yang dibangun begitu lama hilang tak berbekas.
Keluarga pejabat yang melakukan korupsi kena sanksi moral dari lingkungan yang parah dibandingkan lama mendekam di bali jeruji besi.Cap sebagai koruptor dan perampok uang rakyat sepertinya akan disandang sampai mati. Gelar itu juga lebih buruk
dari seorang maling ayam di kampung yang terpaksa mencuri karena kelaparan.
Bahkan kita tahu uang haram yang dimakan dan diberikan ke anak dan istri akan dimintai pertanggung jawaban di pengadilan Yang Maha Adil yang tak bisa dibeli oleh apapun. Kenapa mereka yang korupsi masih lupa dengan pengadilan Tuhan yang jujur akan akan dirasakan tak lama lagi.
Selama ini pegawai yang sudah terbiasa melakukan korupsi kini mulai takut. Untuk menjadi pimpinan proyek pun harus mikir.
Dulu, menjadi pimpro, jabatan favorite.
Karena gencarnya penegakkan hukum, kekhawatiran tersandung hukum membuat jabatan tersebut ditakuti.Ketakutan itu berbuah
penyerapan kue APBD di seluruh Indonesia menjadi relatif kecil berkisar 70 persen. Di Batam saja, masih tersisa 100 miliar
dari APBD tahun 2008.
Harusnya dana Rp100 miliar itu bisa dinikmati masyarakat.Tetapi, entah kenapa menghabiskan anggaran saja, sudah sulitnya
bukan main.Inilah salah satu ketakutan pejabat untuk mengelola kue manis APBD. Kita tunggu saja drama yang dimainkan korupsi
di Kepri yang disutradarai oleh KPK dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan uang rakyat. Tentu kita tak asing lagi, pegawai pemda dengan gaji pas pasan bisa memiliki mobil dan rumah mewah.
Dari mana mereka mendapatkan uang, padahal jika ditotal gaji per bulan tak cukup untuk membeli rumah yang mewah. Ada
pendapatan lain yang tak terlihat yang menyebabkan mereka kaya.Kita menginginkan uang rakyat itu dikelola dengan transparan untuk kepentingan rakyat.Bukankah rakyat sudah membayar besar pejabat publik itu agar mereka berbakti kepada rakyat. Bukan
sebaliknya merampok uang rakyat yang bukan haknya. Bukankah di Kepri masih ada 73 ribu rumah tangga miskin yang harus
diperhatikan. Sedangkan di Indonesia ada 17 juta kepala keluarga yang tergolong susah dan laik diberikan bantuan.
Kecurangan dan kebaikkan itu berjalan bersama.Jika kebaikkan itu yang sampai pertama kali, maka keburukkan akan terkubur.
Abdi rakyat itu akan tenang menghabiskan massa tuanya. Tetapi jika keburukan yang tiba pertama, maka bukan tak mungkin mereka
menghabiskan massa tua di balik jeruli besi. (robby patria)
Mereka sibuk membicarakan masalah KPK mengobok-obok Kantor Pemko Batam dan pemberitaan media massa tentang Ismeth Abdullah
yang kembali diperiksa KPK dalam kasus pengadaan mobil kebakaran. Ismeth memang hanya jadi saksi dalam kasus itu.
Tapi bukan tak mungkin dia senasib dengan kepala daerah lain yang sudah menjalani hukuman. Masyarakat Kepri, sempat dihentakkan kasus yang menjadi seantero negeri ini karena tertangkapnya Sekda Bintan Azirwan oleh KPK dalam kasus penyuapan anggota DPR M Amin Nasutiun saat peralihan lahan di Bintan Bunyu yang saat ini dijadikan pusat
pemerintahan Kabupaten Bintan.
Sejak kasus itu putus dan Azirwan dihukum 2.5 tahun penjara, publik hanya disodorkan kasus kecil di Kepri. Ketika KPK mulai
menyita dokumen Pemko Batam dan memeriksa Ismeth, akhir pekan lalu, seolah kebobrokan birokrasi itu jelas ada. Media pun
menjadikan isu ini jadi laporan utama.Masyarakat jadi tahu jika selama ini,pejabat yang mereka percayakan mengelola hasil
pajak yang mereka bayar ke negara ternyata ada yang tak beres.
Tentulah KPK tidak akan melakukan pemeriksaan jika pemerintah daerah menjalankan proses pemerintahan dengan tertip dan
transparan. Ya, pejabat di Kepri yang melakukan kejahatan korupsi tak akan tidur tenang.Karena KPK sudah menyentuh kulit luar
dari sebuah bola emas yang terus menggelinding sampai titik nadir dan bola itu akan sampai ke titik sasaran.
Bahkan ada salah satu pejabat di Kepri sampai operasi jantung. Humas salah satu pemerintah juga mencoba membujuk wartawan agar tidak terlalu
keras bertanya kepada pejabat yang menderita penyakit jantung itu.
Bisa jadi si pejabat sibuk memikirkan nasibnya, jika komisi berhasil menemukan bukti korupsi. Ibarat pepatah sepandai-pandai
topai melompat jatuh juga ke tanah, bisa jadi akan menjadi kenyataan. Lamban laun, kasus korupsi penjarahan uang rakyat akan
dibongkar KPK.
Dalam sekejap populeritas yang dibangun begitu lama hilang tak berbekas.
Keluarga pejabat yang melakukan korupsi kena sanksi moral dari lingkungan yang parah dibandingkan lama mendekam di bali jeruji besi.Cap sebagai koruptor dan perampok uang rakyat sepertinya akan disandang sampai mati. Gelar itu juga lebih buruk
dari seorang maling ayam di kampung yang terpaksa mencuri karena kelaparan.
Bahkan kita tahu uang haram yang dimakan dan diberikan ke anak dan istri akan dimintai pertanggung jawaban di pengadilan Yang Maha Adil yang tak bisa dibeli oleh apapun. Kenapa mereka yang korupsi masih lupa dengan pengadilan Tuhan yang jujur akan akan dirasakan tak lama lagi.
Selama ini pegawai yang sudah terbiasa melakukan korupsi kini mulai takut. Untuk menjadi pimpinan proyek pun harus mikir.
Dulu, menjadi pimpro, jabatan favorite.
Karena gencarnya penegakkan hukum, kekhawatiran tersandung hukum membuat jabatan tersebut ditakuti.Ketakutan itu berbuah
penyerapan kue APBD di seluruh Indonesia menjadi relatif kecil berkisar 70 persen. Di Batam saja, masih tersisa 100 miliar
dari APBD tahun 2008.
Harusnya dana Rp100 miliar itu bisa dinikmati masyarakat.Tetapi, entah kenapa menghabiskan anggaran saja, sudah sulitnya
bukan main.Inilah salah satu ketakutan pejabat untuk mengelola kue manis APBD. Kita tunggu saja drama yang dimainkan korupsi
di Kepri yang disutradarai oleh KPK dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan uang rakyat. Tentu kita tak asing lagi, pegawai pemda dengan gaji pas pasan bisa memiliki mobil dan rumah mewah.
Dari mana mereka mendapatkan uang, padahal jika ditotal gaji per bulan tak cukup untuk membeli rumah yang mewah. Ada
pendapatan lain yang tak terlihat yang menyebabkan mereka kaya.Kita menginginkan uang rakyat itu dikelola dengan transparan untuk kepentingan rakyat.Bukankah rakyat sudah membayar besar pejabat publik itu agar mereka berbakti kepada rakyat. Bukan
sebaliknya merampok uang rakyat yang bukan haknya. Bukankah di Kepri masih ada 73 ribu rumah tangga miskin yang harus
diperhatikan. Sedangkan di Indonesia ada 17 juta kepala keluarga yang tergolong susah dan laik diberikan bantuan.
Kecurangan dan kebaikkan itu berjalan bersama.Jika kebaikkan itu yang sampai pertama kali, maka keburukkan akan terkubur.
Abdi rakyat itu akan tenang menghabiskan massa tuanya. Tetapi jika keburukan yang tiba pertama, maka bukan tak mungkin mereka
menghabiskan massa tua di balik jeruli besi. (robby patria)
Rabu, 11 Februari 2009
Menanti
Berhayal setiap aku terbaring di ranjang, wajahku menatap wajahnya yang penuh harapan. Membelai tubunya yang masih berwarna kemerahan. Mencium aroma tubuhnya yang khas. Menjaga dari gigitan nyamuk yang bisa menyebabkan kulitnya tergores. Di
sampingnya ada istriku.
Tangisan bayi tentunya akan membahana di rumah kami yang sederhana itu menjadi warna warni kehidupan mahligai rumah tangga. Ya, selepas pemilu tanggal 9 April 2009, putra Ku insya Allah lahir di bumi yang panas ini. Dia meninggalkan alam rahim yang kokoh diciptakan Allah SWT.
Segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan baby mulai dipersiapkan. Mulai dari kain, baju, sampul tangan, lemari, minyak kayu putih, sabun mandi, sampo, kelambu, ayunan, sampai perlengkapan lainnya harus dipersiapkan dari sekarang.
Dalam waktu dekat, direncanakan kami akan melakukan mandi tujuh bulanan yang sudah menjadi kebiasaan adat. Saat acara itu nantinya akan diadakan syukuran keluarga.
Rencana kelahirannya di klinik Muhibah Pamedan, Tanjungpinang. Semoga dia lahir dalam kedaan sehat. Begitu juga dengan ibunya nanti.Amin. Penantian itu penuh harapan. Ayah sedang menyiapkan nama yang bagus untuk Mu Nak. Nama itu, doaku untuk Mu. (robby patria)
sampingnya ada istriku.
Tangisan bayi tentunya akan membahana di rumah kami yang sederhana itu menjadi warna warni kehidupan mahligai rumah tangga. Ya, selepas pemilu tanggal 9 April 2009, putra Ku insya Allah lahir di bumi yang panas ini. Dia meninggalkan alam rahim yang kokoh diciptakan Allah SWT.
Segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan baby mulai dipersiapkan. Mulai dari kain, baju, sampul tangan, lemari, minyak kayu putih, sabun mandi, sampo, kelambu, ayunan, sampai perlengkapan lainnya harus dipersiapkan dari sekarang.
Dalam waktu dekat, direncanakan kami akan melakukan mandi tujuh bulanan yang sudah menjadi kebiasaan adat. Saat acara itu nantinya akan diadakan syukuran keluarga.
Rencana kelahirannya di klinik Muhibah Pamedan, Tanjungpinang. Semoga dia lahir dalam kedaan sehat. Begitu juga dengan ibunya nanti.Amin. Penantian itu penuh harapan. Ayah sedang menyiapkan nama yang bagus untuk Mu Nak. Nama itu, doaku untuk Mu. (robby patria)
Senin, 09 Februari 2009
Punya Mimpi Singapura Melihat Batam
Irwan Lubis, Tak Lagi Kepala BI Batam
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Batam Irwan Lubis punya mimpi
Singapura mencontoh Batam dikemudian hari. Paling tidak Batam
menjadi kota moderen yang dibalut dengan budaya Melayu.
Sejak 30 Januari 2007 menginjakan kaki di Kota Batam, bertugas
menjadi Kepala Bank Indonesia Batam yang mengawas perbankan di
Provinsi Kepulauan Riau menjadi kesan tersendiri bagi Irwan Lubis.
"Batam sangat istimewa dibandingkan dengan kota lain yang pernah
saya kunjungi mulai dari Indonesia bagian timur, Sumatera, Jawa,"
ujar Irwan Lubis, Senin (9/2) di Kantor Bank Indonesia, di Batam
Centre.
Irwan akan mengakhiri masa tugasnya di Batam sampai dengan 13
Februari 2009. Dia akan diganti oleh Elang Tri Tripraptomo yang
sebelumnya menjabat Kepala BI Pontianak.
Irwan sendiri kembali ke Kantor Bank Indonesia Pusat di Direktorat
Pengawasan.
Selama di Batam Irwan berhasil menambah jumlah perbankan di Kepri
dan Batam. Sebelum dia bertugas jumlah Bank Perkreditan Rakyat
(BPR) di Batam hanya delapan. Selama dua tahun, jumlah BPR
bertambah menjadi 15 unit. Sedangkan di Kepri bertambah menjadi 23
dari 11 unit.
Prinsipnya, biarkan BPR itu tumbuh. Masyarakat akan mendapatkan
banyak keuntungan dengan banyaknya lembaga perbankan di Batam atau
Kepri pada umumnya. Pilihan menggunakan jasa perbankan menjadi
banyak. Tetapi untuk 2009, BI Batam tidak akan memberikan izin
baru.
Dana investor itu akan terserap oleh masyarakat Batam. Belum lagi
dana dari pihak lainnya.
Selama di Batam, Irwan mengagumi sumber daya manusia di Batam yang
termasuk berkualitas dibandingkan dengan daerah lain. Dengan SDM
yang bagus, setiap kebijakan dari BI sebagai lembaga pengawasan
perbankan bisa berjalan dengan maksimal.
"Kita tak mendapatkan masalah dalam menjalankan kebijakan. Ini
keunggulan Batam yang didukung dengan SDM yang berkualitas,"
imbuhnya.
Selain itu, pejabat publik di Kepri, mulai dari gubernur,
walikota, sampai kepala dinas sangat terbuka. Sehingga mudah
melakukan komunikasi dalam membahas masalah perekonomian.
Jika disuruh kembali ke Batam, Irwan merasa senang. "Tetapi BI
Batam harus naik tingkat menjadi kelas II. Saat ini BI Batam masih
kelas III. Untuk naik status itu, harus ada kantor pusat perbankan di Batam.
Untuk itu, katanya, harus berjuang bersama-sama agar kantor pusat
perbankan buka di Batam.
"Bisa saja bank pembangunan daerah. Kesannya akan beda jika di
Batam ada kantor pusat perbankan," imbuh bapak tiga anak ini.
Selama 2 tahun 12 hari di Batam, Irwan memiliki tempat favorit
dikunjungi yakni di Tanjungpinggir, Sekupang.
"Di sana kita bisa melihat kemajuan negara tetangga yang sudah
modern dan letaknya tak jauh dari Batam. Seharusnya Batam bisa
seperti Singapura. Bahkan mengalahkan Singapura ke depannya. Ini
ilusi atau mimpi saya," ucap Irwan.
Bertugas di Batam yang berbatasan dengan negara tetangga membuat
Irwan harus menambah pengetahuannya jangan sampai ketinggalan
informasi. Kalau di daerah lain, cukup menguasai perkembangan
perekonomian regional saja, tetapi ketika bertugas di Batam
dituntut menguasai persoalan perekonomian daerah, regional, dan
global.
"Apa yang terjadi di Singapura, kita harus tahu karena erat
hubungannya dengan Batam. Ini yang berkesan saat tugas di Batam.
Kita harus mencari informasi terbaru supaya tak ketinggalan,"
tuturnya.
Untuk sementara Irwan di Jakarta akan menjadi "bujang lokal".
Sebab, istri dan anaknya masih tinggal di Batam sampai anak
pertamanya menamatkan pendidikan di SMAN 1 Batam.
"Saya jadi bujang lokal dulu, tunggu anak selesai ujian nasional
(UN)," katanya tersenyum.
Selamat jalan Pak Irwan, semoga karir bapak terus meroket, bukan
tidak mungkin menjadi Gubernur Bank Indonesia. (robby patria)
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Batam Irwan Lubis punya mimpi
Singapura mencontoh Batam dikemudian hari. Paling tidak Batam
menjadi kota moderen yang dibalut dengan budaya Melayu.
Sejak 30 Januari 2007 menginjakan kaki di Kota Batam, bertugas
menjadi Kepala Bank Indonesia Batam yang mengawas perbankan di
Provinsi Kepulauan Riau menjadi kesan tersendiri bagi Irwan Lubis.
"Batam sangat istimewa dibandingkan dengan kota lain yang pernah
saya kunjungi mulai dari Indonesia bagian timur, Sumatera, Jawa,"
ujar Irwan Lubis, Senin (9/2) di Kantor Bank Indonesia, di Batam
Centre.
Irwan akan mengakhiri masa tugasnya di Batam sampai dengan 13
Februari 2009. Dia akan diganti oleh Elang Tri Tripraptomo yang
sebelumnya menjabat Kepala BI Pontianak.
Irwan sendiri kembali ke Kantor Bank Indonesia Pusat di Direktorat
Pengawasan.
Selama di Batam Irwan berhasil menambah jumlah perbankan di Kepri
dan Batam. Sebelum dia bertugas jumlah Bank Perkreditan Rakyat
(BPR) di Batam hanya delapan. Selama dua tahun, jumlah BPR
bertambah menjadi 15 unit. Sedangkan di Kepri bertambah menjadi 23
dari 11 unit.
Prinsipnya, biarkan BPR itu tumbuh. Masyarakat akan mendapatkan
banyak keuntungan dengan banyaknya lembaga perbankan di Batam atau
Kepri pada umumnya. Pilihan menggunakan jasa perbankan menjadi
banyak. Tetapi untuk 2009, BI Batam tidak akan memberikan izin
baru.
Dana investor itu akan terserap oleh masyarakat Batam. Belum lagi
dana dari pihak lainnya.
Selama di Batam, Irwan mengagumi sumber daya manusia di Batam yang
termasuk berkualitas dibandingkan dengan daerah lain. Dengan SDM
yang bagus, setiap kebijakan dari BI sebagai lembaga pengawasan
perbankan bisa berjalan dengan maksimal.
"Kita tak mendapatkan masalah dalam menjalankan kebijakan. Ini
keunggulan Batam yang didukung dengan SDM yang berkualitas,"
imbuhnya.
Selain itu, pejabat publik di Kepri, mulai dari gubernur,
walikota, sampai kepala dinas sangat terbuka. Sehingga mudah
melakukan komunikasi dalam membahas masalah perekonomian.
Jika disuruh kembali ke Batam, Irwan merasa senang. "Tetapi BI
Batam harus naik tingkat menjadi kelas II. Saat ini BI Batam masih
kelas III. Untuk naik status itu, harus ada kantor pusat perbankan di Batam.
Untuk itu, katanya, harus berjuang bersama-sama agar kantor pusat
perbankan buka di Batam.
"Bisa saja bank pembangunan daerah. Kesannya akan beda jika di
Batam ada kantor pusat perbankan," imbuh bapak tiga anak ini.
Selama 2 tahun 12 hari di Batam, Irwan memiliki tempat favorit
dikunjungi yakni di Tanjungpinggir, Sekupang.
"Di sana kita bisa melihat kemajuan negara tetangga yang sudah
modern dan letaknya tak jauh dari Batam. Seharusnya Batam bisa
seperti Singapura. Bahkan mengalahkan Singapura ke depannya. Ini
ilusi atau mimpi saya," ucap Irwan.
Bertugas di Batam yang berbatasan dengan negara tetangga membuat
Irwan harus menambah pengetahuannya jangan sampai ketinggalan
informasi. Kalau di daerah lain, cukup menguasai perkembangan
perekonomian regional saja, tetapi ketika bertugas di Batam
dituntut menguasai persoalan perekonomian daerah, regional, dan
global.
"Apa yang terjadi di Singapura, kita harus tahu karena erat
hubungannya dengan Batam. Ini yang berkesan saat tugas di Batam.
Kita harus mencari informasi terbaru supaya tak ketinggalan,"
tuturnya.
Untuk sementara Irwan di Jakarta akan menjadi "bujang lokal".
Sebab, istri dan anaknya masih tinggal di Batam sampai anak
pertamanya menamatkan pendidikan di SMAN 1 Batam.
"Saya jadi bujang lokal dulu, tunggu anak selesai ujian nasional
(UN)," katanya tersenyum.
Selamat jalan Pak Irwan, semoga karir bapak terus meroket, bukan
tidak mungkin menjadi Gubernur Bank Indonesia. (robby patria)
Jumat, 30 Januari 2009
Tergadai Demi Mega Proyek Dompak
by pemprov.go.id gambar jembatan yang akan menghubungkan Dompak dengan Pantai Impian.Pekerjaan rumah Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) saat ini menyulap Pulau Dompak menjadi pusat pemerintahan Kepri. Menyukseskan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di Batam, Bintan dan Karimun, dan tentunya membangun Jembatan yang menghubungkan Batam dengan Pulau Bintan.
Tapi, dua program di atas sudah dalam proses. Walaupun proyek Dompak yang dikerjakan dengan sistem tahun jamak itu terkesan berat untuk selesai saat gubernur sekarang menjabat sebagai kepala daerah yang tak sampai dua tahun lagi akan berakhir.
Saat ini proyek tersebut masih terlihat tanah yang masih merah. Di tengah hutan-hutan yang gundul itu berdiri tiang beton sebagai pondasi kantor gubernur nantinya. Bakau sudah rata dengan air laut. Lalu lalang lori mengeruk tanah terlihat tiada henti. Pondasi tiang jembatan menghubungkan Dompak dengan Pantai Impian yang kelak menjadi jembatan terpanjang di Kepri juga sudah dibenamkan di dasar laut.
Kampung nelayan di Dompak itu mulai bersolek menjadi kota nan indah berada di atas bukit menghadap ke laut. Adakah nelayan di Dompak menjadi tuan tanah karena kampung mereka disulap menjadi kota. Nyatanya tidak. Yang akan kaya itu mereka yang memiliki tanah luas di Dompak sejumlah pengusaha. Ya, penikmat Dompak itu segelintir saja. "Kali ini pemerintah merubah pulau menjadi kota metropolis. Ini proyek gila,"ujar teman saya, saat kami melihat pulau itu dari Jalan Pramuka, Tanjungpinang, Sabtu (24/1/2009).
Pemprov Kepri merencanakan membangun 20 paket proyek pembangunan pusat pemerintahan di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang. Pemenang tender sebagian besar adalah kontraktor atau perusahaan asal Jakarta. Artinya kontraktor lokal belum mampu bersaing dengan kontraktor kelas atas dari di Jakarta.
Benarkah kontraktor lokal cocok untuk membangun proyek di bawah Rp10 miliar saja. Atau mereka tak diberikan kesempatan untuk bersaing dengan cara terhormat?
Merubah Dompak jadi kota, bukanlah pekerjaan ringan. Dana yang akan dihabiskan tak sedikit. Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Dompak lebih kurang Rp1,9 triliun. Jauh lebih besar dari APBD Kepri. Pembangunan pusat pemerintahan secara multiyears ini dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kepri Nomor 14 Tahun 2007. Berdasarkan pemberitaan media massa, proyek yang telah dilelang adalah pembangunan jembatan Tanjungpinang-Dompak) senilai Rp236,637 miliar. Proyek ini dimenangkan oleh PT Nindya Karya (Persero), Jakarta. Kemudian, pembangunan jalan utama senilai Rp187,099 miliar dimenangkan PT Duta Graha Indah, Jakarta.
Proyek pembangunan jalan penghubung Pulau Dompak senilai Rp48,388 miliar dimenangkan PT Tamako Raya Perdana, Pekanbaru, pembangunan jalan lokal di Pulau Dompak sebesar Rp54,706 miliar jatuh ke PT Propelat asal Bandung.
Selanjutnya, proyek paling besar yakni pembangunan kantor gubernur, dinas, badan dan kantor di lingkungan Pemprov Kepri dimenangkan oleh PT Jaya Konstruksi Manggala, Jakarta. Nilai proyek ini mencapai Rp258,380 miliar.
PT Pembangunan Perumahan (PP), Jakarta kebagian dua proyek, yaitu pembangunan gedung DPRD Provinsi Kepri senilai Rp64,144 miliar dan kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sebesar Rp45,165 miliar. Proyek pembangunan masjid raya dan Islamic Centre senilai Rp102,030 miliar dimenangkan oleh PT Waskita Karya, Jakarta.
Ada yang mengatakan, jika proyek Dompak jadi, sebuah kebanggan untuk rakyat Kepri. Karenanya, dengan keterbatasan APBD Kepri tak lebih dari Rp1,6 T, proyek itu tetap dilaksanakan walaupun dengan tertatih-tatih untuk menggapainya.
Kenapa proyek ini tidak didanai oleh APBN saja? Bukankah terkesan mamaksa jika proyek ini dikerjakan dengan keterbasan APBD Kepri.
Rakyat masih membutuhkan peran serta pemerintah guna mendapatkan sembako yang murah, bibit sapi murah, bantuan modal mengembangkan usaha. Sudah cukupkah pemerintah berbuat memenuhi kebutuhan publik itu.
Adakah proyek pembangunan ini suara rakyat yang diwakili melalui DPRD. Kenapa pemerintah belum memberikan masyarakat untuk menikmati pengobatan gratis? Kenapa pemerintah masih mengabaikan ribuan tenaga guru yang digaji per bulan di bawah Rp500 ribu per bulan. Bagaimana dengan beasiswa untuk pemuda Kepri. Apa yang menyebabkan pemerintah membiarkan biaya pendidikan di Kepri masih mahal?
Mereka yang berkuasa masih mengutamakan gedung yang mewah demi melambangkan keberhasilan. Adakah kantor gubernur saat ini buruk, sehingga tak layak sebagai kantor pemerintah dalam memberikan layanan kepada masyarakat? Kenapa mereka tidak mau bertahan menikmati berkantor di ruko di Tanjungpinang?
Memang infrastruktur yang megah melambangkan keberhasilan. Sehingga mereka berlomba-lomba membangun untuk kepentingan popularitas. Padahal, masih banyak penduduk ini menanti proyek massal agar mereka bisa merasakan renyahnya APBD Kepri.
Bagikanlah uang pajak rakyat itu untuk rakyat yang menanti belas kasihan pemerintah. Kepri belum semapan Jakarta yang membutuhkan kantor gubernur dan DPRD yang megah. APBD Kepri belum sebesar Kalimantan Timur yang menembus Rp3 triliun per tahun untuk menyulap Pulau dalam waktu lima tahun.
Bukan berarti penulis tak setuju pembangunan Dompak. Ada saatnya pemerintah mempertimbangkan dengan bijak apakah sudah saatnya memiliki kantor yang megah. Padahal provinsi ini baru seumur jagung. Apalagi kantor gubernur sekarang masih representatif untuk berkantor dan melayani masyarakat.
Yang jelas, sejumlah kebijakan untuk kepentingan publik harus sedikit tergadai karena dana dialihkan untuk pembangunan Dompak yang menyerap ratusan miliar APBD.
Tak heran lagi jika tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepri Huzrin Hood dan koleganya bersikeras menentang mega proyek Dompak dikerjakan saat ini karena dianggap belum saatnya. robby patria
Selasa, 27 Januari 2009
Demam BlackBerry

Beberapa bulan belakangan ini ponsel BlackBerry sedang naik daun, karena tidak hanya para artis dan tokoh ternama, tetapi para netter (pengunjung Internet) dan blogger (penyaji informasi) sudah mulai terkena demam BlackBerry (atau sering disingkat dengan BB). Milis ataupun blog khusus para “BlackBerryans” (saya sebut begitu) sudah banyak bermunculan, bahkan klubnya pun juga sudah mulai terlihat geliatnya, termasuk di Yogyakarta. Sebenarnya, apa keunggulan BlackBerry, sampai mampu memunculkan demam atau mode baru di dunia komunikasi? Apa bedanya dengan ponsel biasa? Haruskah Anda menggunakannya sebagai solusi berbagai masalah komunikasi bisnis, atau hanya sekadar mode?
BlackBerry sebenarnya adalah sebuah telpon seluler dengan sistem operasi khusus yang disebut dengan BlackBerry. Baik ponsel maupun sistem operasi ini dibuat oleh RIM (Research in Motion), sebuah perusahaan berkedudukan di Kanada yang mengkhususkan pada penyediaan layanan komunikasi nirkabel. Di antara berbagai produknya, yang sekarang sedang menjadi mode di Indonesia adalah ponsel (dan sistem operasi) BlackBerry.
BlackBerry sendiri sudah mulai diedarkan di Indonesia sekitar tahun 2004 yang lalu, tetapi belum mendapat tanggapan yang baik dari pasar (penggunanya). Maklum, saat itu bentuk perangkatnya kurang modis, harganya relatif mahal, dan biaya langganannya pun sulit dijangkau (sekitar Rp600.000 per bulan!). Kalau toh ada pemakai BB saat itu, hanya orang yang benar-benar maniak dengan BB dan “turah duit” saja yang bisa memilikinya. Atau paling tidak, perorangan yang dibayari oleh perusahaannya.
Namun seiring berjalannya waktu, BlackBerry mulai menawarkan bentuk-bentuk yang semakin stylish (meskipun tetap saja seluas PDA dan belum ada yang tipis!). Harga perangkatnya memang masih tergolong pada ponsel kelas mewah, meskipun biaya berlangganannya sudah relatif terjangkau, karena saat ini sudah di bawah Rp200 ribu per bulan.
Bahkan bila Anda tidak ingin membeli handset BlackBerry namun ingin menikmati layanannya saja, juga dimungkinkan, asal ponsel Anda sudah mendukung layanan BB. Rata-rata smartphones seperti Nokia seri E dan N (N9300 dan N9300i, E61 dan E61i, N9500), Sony Ericsson (seri M600, P990, W950), dan Dopod (seri D810 dan 838pro) sudah dapat ditanami program BlackBerry Connect (BBC). Anda hanya perlu membayar biaya langganan saja, yang besarnya sekitar Rp150-190 ribuan dan bisa diperoleh di tiga operator seluler, yaitu XL, Telkomsel, dan Indosat.
Manfaat BlackBerry
Apa manfaat utama ponsel BlackBerry? Sebenarnya tidak berbeda dengan ponsel eksekutif (ponsel dengan harga mahal) lainnya. Ponsel BlackBerry terdiri atas berbagai seri, mulai dari seri 7xxx, 8xxx, hingga 9xxx, dan masing-masing seri memiliki kemampuan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Seri yang baru beberapa bulan ini beredar, yaitu BlackBerry Bold (seri 9000) misalnya, memiliki kemampuan komunikasi, multimedia, petunjuk arah (GPS), dan beberapa kemampuan lain yang biasa dijumpai di ponsel-ponsel high-end. Demikian juga dengan seri Curve dan Storm.
Kemampuan komunikasi yang ada di BlackBerry di antaranya adalah telpon dan SMS, yang memerlukan layanan operator seluler GSM (BlackBerry belum menyediakan layanan melalui jalur CDMA). Selain itu juga ada kemampuan koneksi melalui GPRS, 3G, HSDPA, dan koneksi nirkabel (wireless a/b/g). Dengan kemampuan ini, ponsel BB dapat digunakan untuk chatting dan browsing situs Internet dengan leluasa, serta kemampuan push-email yang mirip dengan SMS, yaitu begitu ada e-mail masuk, ponsel akan memberi tahu melalui nada dering yang bisa diatur. Bahkan dengan kompresi hingga 1/100, pemakai dapat membuka email dan lampirannya dengan cepat. Kemampuan inilah yang menjadi andalan BlackBerry. Selain e-mail yang disediakan oleh BlackBerry, pengguna juga dapat menggunakan e-mail gratisan seperti dari Yahoo dan Gmail, e-mail POP3/IMAP4, serta e-mail kantor atau perusahaan (bila ada).
Kemampuan multimedia, terdiri atas pemutar musik (namun belum ada pemutar radio seperti pada ponsel-ponsel sekarang) dan pemutar video klip. Kamera bisa digunakan untuk merekam foto maupun video klip, meskipun belum ada kemampuan upload cepat seperti pada ponsel digital jaman sekarang. Fitur multimedia ini dapat dinikmati dengan layar yang lumayan lebar, seperti yang ada pada ponsel-PDA. Kualitas suara relatif standar, kalah bagus bila dibanding dengan ponsel yang memang ditujukan untuk menikmati musik.
Seri tertentu, misalnya 8300, 8320, 8707v dan 9000, sudah mengusung fasilitas GPS lengkap dengan peta Jawa Bali yang lumayan lengkap, sehingga memudahkan pemakainya untuk mencari lokasi tertentu. Ini juga merupakan keunggulan BlackBerry dibanding perangkat GPS lainnya yang memerlukan memori eksternal dengan kapasitas besar. Bandingkan dengan BlackBerry yang memiliki memori eksternal standar 1GB, namun tidak berkurang meskipun Anda menerima banyak e-mail maupun membuka peta untuk mencari lokasi.
Selain untuk menentukan lokasi, layanan GPS berguna untuk menghitung kecepatan perjalanan Anda dan untuk meminta petunjuk perjalanan. Lokasi-lokasi penting seperti pompa bensin (SPBU), rumah sakit, kantor polisi, dan tempat-tempat wisata, dapat Anda temukan dengan mudah melalui GPS. Penulis mencoba meminta petunjuk jalan dari kampus STIE YKPN di Jalan Seturan hingga kantor pos besar Yogyakarta, ternyata GPS di perangkat BlackBerry mampu menunjukkan jalan dengan cukup akurat. Namun kalau Anda membawa GPS, Anda tidak dapat dilacak oleh orang lain. Saya masih sering menerima pertanyaan seperti ini.
Satu hal yang agak mengherankan adalah tidak disediakan aplikasi sekelas Office secara penuh seperti pada ponsel-ponsel eksekutif lainnya. Anda cuma diberi aplikasi contoh, yang dapat Anda pakai untuk membuka data yang sudah dibuat di komputer, baik berformat Excel, PowerPoint, maupun Word. Bila Anda mendapat email dengan lampiran file-file jenis tersebut, dapat dibuka dengan baik. Namun bila Anda ingin membuat file baru, Anda harus membeli program tersebut.
Hal lain yang agak merepotkan adalah ketika Anda ingin melakukan sinkronisasi data kontak dari komputer (misalnya dari MS Outlook), Anda harus terhubung ke Internet, padahal sebenarnya proses ini tidak memerlukan koneksi ke Internet sama sekali.
Adakah Alternatif Lain?
Salah satu penyebab BlackBerry kini menjadi mode bagi para pecinta gadget mungkin karena kemampuannya untuk menampilkan user dalam kondisi online pada fasilitas instant messenger seperti Yahoo Messenger, MSN, maupun BlackBerry Messenger dan kemampuannya untuk menerima e-mail secara instan (disebut push e-mail). BlackBerry Messenger adalah layanan chatting khusus untuk sesama pengguna BB, karena memerlukan identitas khusus yang disebut dengan PIN. Belum lagi kemampuannya untuk memanfaatkan berbagai fasilitas koneksi, mulai dari GPRS, 3G, hingga nirkabel yang biasa pada hotspot di area publik.
Namun apakah berbagai fasilitas yang telah diuraikan di atas harus dinikmati dengan ponsel BlackBerry? Bisakah Anda menikmatinya dengan ponsel lain? Sebenarnya ada alternatif yang lebih murah, apalagi kalau Anda sudah memiliki ponsel yang tergolong ke dalam smartphones (misalnya Nokia seri E dan N). Anda dapat langsung berlangganan layanan BlackBerry Connect (BBC) saja, yang saat ini hanya tiga operator yang menawarkannya, yaitu XL, Telkomsel, atau Indosat. Anda cukup membayar langganannya. Bila di ponsel Anda belum ada program BBC, Anda dapat mengunduhnya dari Internet secara gratis. Biaya langganan antara Rp150-200 ribu per bulan. Sepanjang Anda menggunakan fasilitas chat atau menerima lampiran e-mail, Anda tidak dikenai biaya lagi. Tapi pengunduhan data melalui browser, biasanya akan dihitung besar filenya, oleh karenanya Anda harus mempelajari dengan baik.
Apabila dirasa masih mahal (biaya langganan tidak termasuk biaya telpon dan SMS), Anda dapat memakai program aplikasi yang memiliki kemampuan sejenis, salah satu yang terkenal adalah Morange. (robbypatria/pak wing)
Jumat, 23 Januari 2009
Pidato Obama

Rekan-rekan sebangsa dan setanah air.
Saya berdiri di sini hari ini terenyak oleh tugas di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang Anda berikan, dan teringat akan pengorbanan oleh leluhur kita. Saya berterima kasih kepada Presiden Bush atas jasanya pada bangsa kita, dan juga atas kemurahan hati dan kerjasama yang ditunjukkannya pada masa transisi ini.
Sudah 44 warga Amerika yang diambil sumpahnya sebagai presiden. Kata-kata dalam sumpah jabatan itu telah diucapkan dimasa kemakmuran dan dimasa damai. Namun, ada kalanya sumpah jabatan kepresidenan itu diambil di tengah-tengah situasi gawat dan badai yang berkecamuk.
Pada saat-saat demikian, Amerika terus melaksanakan tugasnya bukan hanya karena keterampilan atau visi mereka yang memegang jabatan tinggi, tetapi karena kita rakyat Amerika tetap setia pada cita-cita leluhur kita dan setia pada dokumen-dokumen yang dirumuskan oleh para pendiri negara kita.
Demikianlah adanya, dan memang selalu demikianlah yang harus dilakukan oleh generasi warga Amerika yang sekarang ini.
Memang sudah dipahami bahwa kita sedang berada di tengah krisis. Bangsa kita kini sedang terlibat perang, melawan jaringan kekerasan dan kebencian yang luas jangkauannya. Ekonomi kita sangat lemah, akibat ketamakan dan tindakan tidak bertanggung jawab oleh sebagian pihak, tetapi juga karena kegagalan kita secara kolektif untuk membuat pilihan-pilihan sulit, dan kegagalan kita mempersiapkan bangsa bagi abad baru. Banyak rumah yang disita, lapangan kerja menurun drastis, bisnis gulung tikar. Asuransi kesehatan kita terlalu mahal, murid-murid sekolah kita banyak yang gagal, dan setiap hari terlihat bukti bahwa cara-cara kita menggunakan energi justru memperkuat musuh-musuh kita dan mengancam planet kita.
Semua itu merupakan indikator krisis, yang didasarkan pada data dan statistik. Yang kurang bisa diukur tetapi tidak kurang pentingnya adalah melemahnya keyakinan di seluruh pelosok Amerika, kekhawatiran terus-menerus bahwa kemerosotan Amerika tak terelakkan lagi, dan bahwa generasi berikutnya harus mengurangi harapannya.
Hari ini saya katakan kepada kalian bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah nyata. Tantangan ini serius dan banyak sekali. Tidak akan mudah diatasi dan tidak bisa diatasi dalam jangka pendek. Tetapi ketahuilah ini, Amerika, semua tantangan ini akan kita hadapi.
Pada hari ini, kita berkumpul karena kita lebih memilih harapan daripada ketakutan, kesatuan tujuan daripada konflik dan pertentangan.
Pada hari ini, kita berkumpul untuk menyatakan berakhirnya keluhan-keluhan kecil dan janji-janji palsu, saling-tuduh dan berbagai dogma lusuh yang sudah terlalu lama mencekik politik kita.
Negara kita masih muda, dengan meminjam istilah dalam Kitab Suci, saatnya sudah tiba kita menepiskan sifat ke kanak-kanakan. Saatnya sudah tiba untuk menandaskan lagi semangat kita yang tegar, memilih jalan sejarah yang lebih baik, melanjutkan pemberian berharga, gagasan mulia yang diteruskan dari generasi ke generasi: yaitu janji yang diberikan Tuhan bahwa semua kita setara, kita semua bebas, dan semua layak memperoleh kesempatan untuk mengejar kebahagiaan sepenuhnya.
Dalam menandaskan kebesaran bangsa kita, kita memahami bahwa kebesaran tak pernah diberikan begitu saja. Mencapai kebesaran harus dengan kerja keras. Perjalanan yang kita tempuh tak pernah mengambil jalan pintas. Perjalanan kita bukan bagi mereka yang tidak tabah, bukan bagi mereka yang suka bermalas-malas daripada bekerja, atau bagi yang hanya mengejar kekayaan dan menjadi terkenal. Perjalanan kita adalah bagi mereka yang berani mengambil risiko, mereka yang melakukan hal-hal baru dan membuat terobosan baru. Sebagian mereka menjadi terkenal, tetapi acap kali laki-laki dan perempuan tak dikenal dalam pekerjaan mereka, yang telah mengusung kita di atas jalan berbatu-batu menuju kemakmuran dan kebebasan.
Demi kita, mereka mengemas harta milik mereka yang tak seberapa dan menyeberangi samudera untuk mencari kehidupan baru.
Demi kita, mereka banting-tulang dengan upah minim dan menetap di Pantai Barat, menahankan pukulan cambuk dan mencangkul tanah yang keras.
Demi kita, mereka bertempur dan mati, di tempat-tempat seperti Concord dan Gettysburg, Normandy dan Khe San.
Lelaki dan perempuan itu terus menerus berjuang dan berkorban dan bekerja hingga kulit tangan mereka mengelupas, agar kita bisa mengecap kehidupan yang lebih baik. Mereka melihat Amerika lebih besar dari jumlah ambisi kita secara perorangan, lebih besar daripada perbedaan status keluarga, atau kekayaan ataupun partai atau kelompok.
Perjalanan inilah yang kita teruskan hari ini. Kita masih merupakan negara paling makmur dan paling berpengaruh di Bumi. Para pekerja kita tidak kurang produktifnya dibandingkan dengan waktu ketika krisis ini dimulai. Otak kita masih seinventif seperti pada awal krisis ini, barang dan jasa kita masih diperlukan seperti pada minggu lalu atau bulan lalu, atau tahun lalu. Kapasitas kita tetap tak berkurang. Tetapi masa kita untuk berdiam diri, melindungi kepentingan sempit dan menunda keputusan-keputusan yang tak menyenangkan, sudah harus berlalu. Mulai hari ini, kita harus bangkit sendiri, membersihkan debu yang menempel, dan mulai lagi bekerja memperbaharui Amerika.
Karena kemana saja kita melihat, ada yang harus kita lakukan. Keadaan ekonomi mengharuskan tindakan yang berani dan segera, dan kita akan bertindak bukan hanya untuk menciptakan lapangan kerja baru, tetapi untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan. Kita akan membangun jalan dan jembatan, jaringan listrik dan jaringan digital yang menyuburkan perdagangan dan mengikat kita bersama. Kita akan memulihkan sains ke tempat yang selayaknya, dan menggunakan kehebatan teknologi untuk meningkatkan mutu perawatan kesehatan dan menurunkan biayanya. Kita akan memanfaatkan tenaga matahari, tenaga angin dan lainnya untuk menjalankan mobil-mobil dan pabrik-pabrik kita. Dan kita akan mengubah sekolah dan perguruan tinggi dan universitas untuk memenuhi tuntutan era baru. Semua ini bisa kita lakukan. Dan semua ini akan kita lakukan.
Tentu, ada orang yang meragukan skala ambisi kita—dengan mengatakan sistem ekonomi kita tidak bisa mentolerir terlalu banyak rencana besar. Daya ingat mereka tidak cukup lama. Mereka telah melupakan apa yang dilakukan negara ini, apa yang bisa dicapai oleh laki-laki dan perempuan yang hidup bebas, apabila imajinasi digabung demi tujuan bersama, dan kebutuhan digabung dengan ketabahan.
Yang tidak dipahami oleh mereka yang sinis adalah tanah tempat mereka berpijak telah bergeser, bahwa argumen basi dalam politik yang telah begitu lama menyita waktu kita— tidak lagi berlaku. Pertanyaan yang kita ajukan sekarang bukan apakah pemerintah kita terlalu besar atau terlalu kecil, tetapi apakah pemerintah kita bisa berfungsi, apakah pemerintah bisa menolong para keluarga mencari pekerjaan dengan upah yang layak, asuransi kesehatan yang terjangkau, dan pensiun yang berarti. Apabila jawabannya ya, kita berniat untuk terus bergerak maju. Apabila jawabannya tidak, programnya akan dihentikan. Dan mereka yang mengatur uang rakyat akan dimintai pertanggung-jawabannya—supaya mengeluarkan uang secara bijaksana, mengubah kebiasaan buruk, dan melakukan bisnis kita dengan jujur—karena hanya dengan demikian kita bisa memulihkan kepercayaan penting antara rakyat dan pemerintah.
Kita juga tidak mempertanyakan apakah kekuatan pasar bebas itu baik atau buruk. Kekuatan pasar bisa membina kekayaan dan memperluas kebebasan kita. Tetapi krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat, kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya. Keberhasilan ekonomi kita tidak hanya tergantung pada besarnya Produk Domestik Bruto, tapi seberapa jauh meluasnya kemakmuran itu, pada kemampuan kita memberikan kesempatan kepada tiap orang yang mau bekerja, dan bukan karena belas kasihan karena itulah jalan yang paling pasti guna mencapai kemakmuran bersama.
Mengenai pertahanan kita bersama, kita menolak dan menganggap palsu pilihan antara keselamatan dan idaman atau cita-cita kita. Para Pendiri Negara ini dihadapkan pada bahaya yang tak terbayangkan, menyusun sebuah piagam untuk menjamin supremasi hukum dan hak setiap orang, sebuah piagam yang diperkuat oleh perjuangan generasi demi generasi. Semua cita-cita ini masih menerangi dunia, dan kita tidak akan meninggalkannya demi mencapai penyelesaian yang cepat. Karena itu, bagi semua orang dan pemerintahan yang menyaksikan pelantikan hari ini, mulai dari kota-kota yang termegah sampai ke desa kecil di mana ayah saya dilahirkan, ketahuilah bahwa Amerika adalah sahabat setia negara dan sahabat setiap lelaki, setiap perempuan, dan setiap anak yang menghendaki masa depan yang damai dan bermartabat, dan bahwa kita siap untuk memimpin lagi.
Ingatlah bahwa generasi-generasi sebelumnya menundukkan fasisme dan komunisme bukan hanya dengan misil dan tank, tetapi dengan aliansi yang kokoh dan keyakinan besar. Mereka memahami bahwa kekuatan saja tidak bisa melindungi kita, dan bahwa kekuatan itu tidak memberi kita hak berbuat sekehendak hati kita. Sebaliknya mereka tahu bahwa kekuatan kita tumbuh melalui penggunaan yang bijaksana, keamanan kita berasal dari adilnya tujuan kita, kekuatan contoh yang kita berikan, dan kerendahan hati serta kesanggupan menahan diri.
Kita adalah penjaga warisan ini. Dibimbing oleh prinsip-prinsip ini, sekali lagi kita bisa menghadapi ancaman-ancaman baru itu yang menuntut upaya lebih besar, bahkan kerja-sama dan pemahaman lebih besar antar-negara. Kita akan mulai secara bertanggung jawab meninggalkan Irak kepada bangsa Irak, dan menempa perdamaian di Afghanistan. Bersama teman-teman lama dan bekas saingan kita, Amerika akan bekerja tanpa lelah untuk mengurangi ancaman nuklir, dan mengurangi bahaya pemanasan bumi. Kita tidak akan minta maaf atas cara kehidupan Amerika, tidak akan goyah dalam mempertahankannya, dan bagi mereka yang hendak mendorong tujuan mereka dengan terror dan membantai orang-orang tak bersalah, kami katakan kepada mereka, semangat kita lebih kuat dan tidak terpatahkan, kalian tidak akan unggul dari kami, dan kalian akan kami kalahkan.
Kami sadar bahwa warisan bangsa yang beraneka warna adalah suatu kekuatan, dan bukannya sebuah kelemahan. Bangsa kita terdiri dari orang Kristen dan Islam, Yahudi dan Hindu, dan bahkan orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Kita telah dibentuk oleh campuran berbagai bahasa dan kebudayaan, yang berasal dari segala pelosok dunia. Dan karena kita telah merasakan pahitnya perang saudara dan segregasi rasial, dan keluar dari masa kegelapan menjadi sebuah bangsa yang lebih kuat dan lebih bersatu, kita yakin bahwa pada suatu hari nanti semua rasa kebencian akan hilang, bahwa semua garis-garis pembatas antar suku bangsa akan luluh, dan bahwa dunia ini akan menjadi semakin kecil. Kerendahan hati kita akan tampak dengan sendirinya, dan Amerika harus memainkan perannya dalam menyongsong era perdamaian yang baru.
Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati. Bagi para pemimpin dunia yang berusaha menanam bibit konflik, atau menyalahkan dunia Barat atas kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakatnya, ketahuilah bahwa rakyat Anda akan menilai Anda pada apa yang Anda bangun, bukan pada apa yang Anda musnahkan. Bagi mereka yang hendak menggenggam kekuasaan melalui korupsi dan kekejian dan membungkam orang yang tidak setuju pada kebijakan mereka, yakinlah bahwa kalian berada pada sisi yang keliru, tapi kami akan mengulurkan tangan jika kalian tidak lagi mengepalkan tinju.
Bagi rakyat negara-negara miskin, kami berjanji akan bekerja bersama kalian untuk membuat ladang kalian subur dan membuat air bersih mengalir, untuk memberi makan tubuh yang kelaparan, dan memenuhi kebutuhan mental. Dan kepada negara-negara seperti negara kita yang relatif menikmati kemakmuran, kita tidak bisa lagi bersikap tidak peduli pada kesengsaraan di luar perbatasan kita, dan kita tidak bisa menghabiskan sumber-sumber dunia tanpa mempedulikan dampaknya. Karena dunia sudah berubah dan kita harus berubah dengannya.
Sambil kita mempertimbangkan jalan yang terbentang di depan kita, kita mengingat dengan rasa terima kasih orang-orang Amerika yang gagah berani, yang pada saat ini, berpatroli di gurun dan gunung yang sangat jauh. Ada sesuatu yang hendak mereka katakan pada kita hari ini, seperti yang dibisikkan sepanjang masa oleh para pahlawan kita yang kini dimakamkan di Arlington. Kita menghormati mereka bukan hanya karena mereka menjaga kebebasan kita tetapi karena mereka menunjukkan arti pengorbanan, kesediaan untuk mencari arti yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Dan pada saat ini, saat yang akan tercatat dalam sejarah generasi—semangat inilah yang harus ada pada kita semua.
Sebanyak apapun yang bisa dan harus dilakukan pemerintah, pada akhirnya kepercayaan dan tekad rakyat Amerika-lah yang diandalkan negara ini. Misalnya kebaikan hati untuk menampung orang yang kena musibah walaupun tidak kita kenal, atau pekerja yang tanpa pamrih rela mengurangi jam kerja mereka daripada melihat seorang teman di-PHK, yang membuat kita keluar dari kegelapan. Adalah keberanian para pemadam kebakaran untuk menerobos masuk ke rumah yang penuh asap, dan juga kesediaan orang tua untuk membesarkan anak, yang kelak akan menentukan nasib kita.
Tantangan kita mungkin baru. Alat-alat yang kita gunakan untuk mengatasinya mungkin baru. Tetapi pada nilai-nilai itulah keberhasilan kita bergantung—yaitu kerja keras dan kejujuran, ketabahan dan berlaku secara adil, toleransi dan rasa ingin tahu, kesetiaan dan patriotisme—semua itu sudah lama ada. Semua itu memang benar. Semua itu telah menjadi kekuatan kemajuan sepanjang sejarah. Jadi yang dituntut sekarang adalah kembalinya kepada nilai-nilai ini. Apa yang diperlukan dari kita sekarang ini adalah era pertanggungjawaban yang baru—suatu pengakuan, dari tiap orang Amerika, bahwa kita mempunyai kewajiban bagi diri kita sendiri, bagi negara kita dan bagi dunia, kewajiban yang kita lakukan dengan senang hati, bukan dengan bersungut-sungut, karena kita tahu tidak ada yang lebih memuaskan bagi jiwa kita, yang merupakan definisi karakter kita, daripada memberikan segalanya untuk menyelesaikan tugas yang sulit.
Inilah pengorbanan dan janji kewarganegaraan.
Inilah yang menjadi sumber keyakinan kita—pengetahuan bahwa Tuhan meminta kita untuk memperbaiki keadaan yang tidak pasti.
Inilah arti kebebasan dan kepercayaan kita—mengapa laki-laki dan perempuan dan anak-anak dari tiap ras dan tiap keyakinan bisa ikut dalam perayaan di lapangan yang indah ini, dan mengapa seorang lelaki yang ayahnya lebih 60 tahun lalu mungkin tidak dilayani di restoran, sekarang bisa berdiri di depan anda untuk diambil sumpahnya sebagai presiden.
Jadi marilah kita hari ini mengenang siapa kita dan sejauh mana jalan yang kita tempuh. Pada tahun kelahiran Amerika, pada bulan yang terdingin, sekelompok patriot berkumpul di depan api unggun yang mulai padam di bantaran sungai yang beku. Ibukota telah ditinggalkan, musuh terus maju, salju tampak berlumuran darah. Pada saat itu, ketika nasib revolusi kita sangat diragukan, bapak bangsa kita memerintahkan supaya kalimat berikut dibacakan kepada semua rakyat Amerika:
“Beritahukanlah pada dunia masa depan, bahwa di tengah musim dingin, saat apapun tiada kecuali harapan dan kebajikan—bahwa kota dan negara, waspada akan bahaya bersama, akhirnya bersatu untuk menghadapinya.”
Amerika; Dalam menghadapi musuh bersama, dalam masa sulit kita ini, mari kita ingat kata-kata emas itu. Dengan harapan dan kebajikan, mari kita hadapi bersama sekali lagi sungai beku ini, dan bertahan dari badai apapun yang akan tiba. Biarkan cucu-cucu kita berkata bahwa kita telah diuji dan kita menolak untuk mengakhiri perjalanan ini, bahwa kita tidak mundur dan mata kita terpaku ke ufuk fajar dan dengan berkat Tuhan, kita meneruskan anugerah kebebasan dan mengantarkannya dengan selamat bagi generasi masa depan.
Thank you. God bless you. And God bless the United States of America.
[Selasa, 20 Januari 2009. Capitol Hill - Washington, D.C.]
Sumber : Omnilogos
Langganan:
Postingan (Atom)