2025 menurut survei yang dibahas khusus World Economic Forum, dunia akan melahirkan titik kritis misalnya bisa jadi mesin dengan kecerdasan buatan pertama yang menjabat sebagai direktur perusahaan, 10 persen pakaian manusia di dunia terkoneksi dengan internet, 10 persen mobil yang lalu lalang di Amerika tanpa supir. Dan 30 persen hasil audit perusahaan dengan menggunakan kecerdasan buatan. Dan apoteker robot pertama dimulai di Amerika.
Kamis, 15 Agustus 2019
Beda Kampanye Pemilu AS dan Indonesia
Debat utama dari calon presiden dari Demokrat pertanyaan pertama diajukan bagaimana respon mereka terhadap persoalan jaminan kesehatan yang ada saat ini. Mereka menganggap jaminan kesehatan AS masih kalah dibanding dengan Kanada.
Di Kanada baik laki, perempuan, anak anak masuk rumah sakit, sembuh dan keluar rumah sakit tanpa membayar sepeserpun.Tentu beda dengan BPJS kita yang harus membayar sendiri kalau obat tidak ada di apotik rumah sakit. Atau tak bayar iuran, anda tidak dilayani.
Keberanian Politik Ibrahim dan Kerelaan Sarah
Nabi Ibrahim merupakan Nabi Allah yang cerdas baik dalam politik dakwah.Nabi kekasih Allah yang rela menyerahkan semua yang dimilikinya termasuk anak kesayangannya tunduk kepada perintah Allah.
Siapa yang rela menyembelih putra satu satunya yang dinantikan selama puluhan tahun? Ya, hanya Nabi Ibrahim yang mampu melakukan itu. Walaupun akhirnya Allah ganti anaknya Ismail dengan seekor kibas atau kambing. Sampai saat ini menjadi kegiatan rutin seluruh umat Islam di dunia untuk mencontoh Nabi Ibrahim melakukan kurban dan dibagikan kepada khalayak ramai.
Jumat, 31 Mei 2019
Puasa dan Sabar di Tahun Politik
Islam mengajarkan kesabaran baik dalam dakwah maupun menjalani ujian kehidupan di dunia. Apapun hasil dari sebuah kompetisi, maka hasilnya harus bersabar dengan aturan yang sudah disepakati bersama.
Puasa yang kita lakukan saat ini adalah latihan maha sempurna melatih kesabaran.Karena bukan hanya puasa menahan lapar dan dahaga, juga puasa hubungan biologis suami istri pada siang hari, puasa berkata kata kotor, puasa mata melihat yang haram, dan tentunya puasa kemaksiatan.
Berebut Kuasa
Pemilu di India dengan jumlah pemilih hampir 900 juta sudah berlangsung. Kemenangan diraih Narendra Modi (68) kembali terpilih sebagai perdana menteri India setelah partai pengusungnya, Bharatiya Janata (BJP), meraih lebih banyak kursi parlemen dari kemenangan pertamanya pada 2014 lalu.
Partai penguasa di Australia juga menang dari partai oposisi. Kemenangan itu kembali mengantarkan Scot Morrison menduduki kursi empuk perdana menteri. Walaupun sebelum pemilihan banyak lembaga survei memprediksi Partai Buruh menang. Ternyata lembaga survei salah. Sepertinya harus belajar dengan lembaga survei Indonesia yang agak tepat memprediksi.
Kamis, 23 Mei 2019
Berpolitik dengan Bahagia
Hasil kajian The Spectator Index menyimpulkan Indonesia tak masuk 20 besar negara yang paling bahagia. Kita kalah dibandingkan dengan Costa Rica dari Benua Afrika. Selebihnya memang negara yang penduduknya bahagia dari negara negara kategori maju.
Tidak masuknya Indonesia ke semoga saja bukan karena kita sedang masuk dalam tahun politik. Atau memang laman media sosial kita dipenuhi dengan caci maki sumpah serapah karena perbedaan pilihan siapa yang mau dipilih pada pilpres tahun depan.
16 Tahun Provinsi Kepri
Usia 16 tahun bagi perkembangan manusia sudah bisa menentukan mana yang baik dan tak baik.Di usia 16 tahun umur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun menggagas proyek mercusuar ketika ekonomi Indonesia dan dunia dalam kondisi lesu.
Ya, Proyek Gurindam dinamakan menelan dana Rp500 miliar. Digunakan untuk membangun jalan lingkar yang sebenarnya belum terlalu penting untuk disediakan saat ini.
Karena masih ada jalan yang laik untuk dipakai lalu lintas sehingga warga pun belum merasa perlu untuk memerlukan jalan tambahan. Belakangan muncul dari orang dalam Gubernur bahwa ada keganjilan dalam proyek tersebut. Dan akan mengancam membawa ke ranah hukum.
Menentukan Pilihan
Pemilu yang tinggal beberapa hari lagi akan menentukan siapa presiden terpilih, dan wakil rakyat terbaik dari yang berkompetisi saat ini. Inilah pemilu kelima pasca reformasi yang seharusnya kita lebih dewasa berdemokrasi. Bukan malah sebaliknya.
Banyak contoh di belahan dunia lainnya, hasil pemilu menyebabkan negara tersebut menjadi konflik tanpa berkesudahan.Venezuela misalnya sampai saat ini masih dilanda konflik. Begitu juga di Afganistan, dan beberapa negara di Timur Tengah.
Selingkuhan, Seks dan Poligami
Akhir-akhir ini kata selingkuh banyak dicari di mesin pencari Google. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan arti kata selingkuh memiliki banyak makna.
Contohnya; selingkuh/se·ling·kuh/ arti pertama bisa diartikan suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong;
Kedua diartikan suka menggelapkan uang; korup; dan ketiga suka menyeleweng.
Kedua diartikan suka menggelapkan uang; korup; dan ketiga suka menyeleweng.
Maka tak heran jika sejarawan Inggris Lord Acton menggunakan kata corrupt yang bermakna korup, jahat, buruk,
rusak, menyuap, merusak, dan mengubah.
Selengkapnya kata Acton sebagai berikut “Power tends to corrupt; absolute power corrupts absolutely.”
rusak, menyuap, merusak, dan mengubah.
Selengkapnya kata Acton sebagai berikut “Power tends to corrupt; absolute power corrupts absolutely.”
Memimpin Itu Menderita
Kita merindukan pemimpin seperti Natsir yang menyerahkan kursi menteri ke Presiden Sukarno lalu pulang ke rumahnya dengan naik sepeda bersama ajudannya.Sang ajudan bertanya, mengapa tidak naik mobil? Natsir menjawab," Biar saya terbiasa.Sang ajudan pun meneteskan air mata. Bagaimana pula mantan pejabat tinggi Indonesia pulang naik sepeda.
Kemudian Agus Salim, sang singa podium.Penulis barat menyebutnya pemilik segalanya.Tapi dia tak mampu untuk membuat hidupnya nyaman.
Pilihan Itu pun Sudah Dijatuhkan
Komisi Pemilihan Umum akan akan menentukan siapa presiden terpilih, dan wakil rakyat terbaik dari yang berkompetisi saat ini. Inilah pemilu kelima pasca reformasi yang seharusnya kita lebih dewasa berdemokrasi. Bukan malah sebaliknya.
Banyak contoh di belahan dunia lainnya, hasil pemilu menyebabkan negara tersebut menjadi konflik tanpa berkesudahan. Venezuela misalnya sampai saat ini masih dilanda konflik. Begitu juga di Afganistan, dan beberapa negara di Timur Tengah.
Mereka yang kalah tidak siap menerima kekalahan dan yang menang pun terlalu eforia dengan kemenangan sehingga lupa tugas berat mensejahterakan rakyat menjadi abai.
Senin, 28 Januari 2019
Era Pemilu Paling Rumit di Dunia
Banyak hal yang baru ditemukan dalam pemilu serentak 2019 nanti yang kita laksanakan 17 April 2019. Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga setelah Amerika, India, Indonesia akan memecahkan rekor baru di dalam sistem pemilu.
Yang tentu akan menjadi percontohan kalau berhasil adalah menyatukan pemilihan legislatif dan presiden secara serentak. Amerika Serikat dalam pemilu sela tidak menyatukan seluruh pemilihan presiden dengan pemilihan DPRD mereka. Di sana hanya memilih senat dan beberapa gubernur dalam pemilihan sela.
Ketika Media Terbelah Saat Pemilu
Pemilu bukan hanya membuat masyarakat terpolarisasi mendukung si A dan si B, media massa yang dianggap guru publik dalam menentukan sikap pun mengalami sikap terbelah. Mengutamakan kepentingan redaksi jangka pendek atau kepentingan jangka panjang? Menjaga peradaban demokrasi tetap di rel atau menghilangkan rasionalitas akal pikiran?
Tertuju kepada politik identitas. Antara membenci berita hoaks, fakenews dan ujaran kebencian. Media dituntut berdiri di garis netral. Tantangan yang tak mudah di era liberalisasi ekonomi dan ketatnya persaingan media di era media cetak menuju senjakala. Bahkan Eric Thohir, penguasa koran harian Republika harus membuat tulisan di harian itu bagaimana posisi dia sebagai ketua tim sukses dan juga pemilik Republika yang agak bernuansa Islami.
Langganan:
Postingan (Atom)