Air mata telah jatuh membasahi bumi
Takkan sanggup menghapus gelisah
Penyesalan yg kini ada
Jadi tak berarti
Karna waktu yg bengis terus pergi
Jumat, 30 Maret 2012
Jumat, 16 Maret 2012
Merasa Diawasi
Syahdan, seorang ulama besar memberikan perhatian lebih
kepada muridnya. Akibat perhatian berlebih itu, menyebabkan muncul kecemburuan
dari murid lain.
Pada suatu saat, murid yang tak mendapatkan perhatian
bertanya kepada sang guru. "Mengapa perhatian guru kepada kami tidak
sebanding dengan murid itu?" kata salah satu murid kepada gurunya.
Mendengar pertanyaan tersebut, sang guru langsung mengetes
seluruh muridnya. Ia meminta seluruh murid membawa burung dara dan sebilah
pisau. Mereka diminta memotong burung tersebut di tempat yang sepi sehingga tak
dilihat siapapun termasuk Allah Azza Wajjalla.
Selasa, 06 Maret 2012
Menanti Calon Independen
![]() |
Rivai Hamta, menunjukkan stiker mendukung calon independen di pemilukada Tanjungpinang pada November 2012 |
Hadirnya calon independen dalam pemilihan kepala daerah adalah praktik demokrasi modern. Sudah saatnya pemilukada di Tanjungpinang yang tahapannya dilaksanakan mulai 2012 diramaikan calon independen.
Riak-riak akan munculnya calon independen di Tanjungpinang sudah dipelopori oleh beberapa figur yang tidak asing lagi di negeri "Gurindam." Mereka sudah menyebarkan stiker ukuran mini yang ditempelkan di kendaraan mobil, sepeda motor maupun di kedai kopi tempat warga Tanjungpinang berkumpul.
Khuthbah Terakhir ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah
Wahai sekalian manusia,
“Sesungguhnya tidaklah kalian diciptakan dengan sia-sia, dan kalian tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan dilarang. Dan sesungguhnya bagi kalian ada perjanjian yang telah Allah ta’ala turunkan di dalamnya sebagai pemutus perkara dan pembeda di antara kalian. Sungguh telah celaka dan merugi seseorang yang telah keluar dari rahmat Allah yang (padahal) rahmat-Nya itu meliputi segala sesuatu, dan telah celaka dan merugi pula seseorang yang diharamkan baginya al-jannah (surga) yang (padahal) jannah Allah itu seluas langit dan bumi.
Soerya Bawa Tiga Mantan Sekwan Batam

Pelantikan pejabat eselon II di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pemerintahan Pemprov Kepri, Selasa (5/9), ada fonomena yang menarik untuk dicermati. Setelah pasangan suami istri Naharudin-Reni Yusneli yang selalu bertahan dari banyaknya wajah baru, tak kalah menarik masuknnya tiga mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Batam. Apa penyebab bekas tiga Sekwan Batam itu masuk dalam kabinet Sani-Soerya?
Adalah Wakil Gubernur Kepri Muhammad Soerya Respationo yang membawa tiga mantan Sekwan Batam itu masuk dalam jajaran pembantunya di Kepri. Soerya mengakui terang-terangan, memang dia yang mengusulkan nama mantan Sekwan Batam Said Agil, Martin Maramon, dan Guntur Sakti. Hanya saja, Guntur belum dilantik karena masih menunggu posisi Suhajar dilantik secara definitif menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri.
Senin, 05 Maret 2012
Peletak Pondasi Kepri
Sebelum 2004, Ismeth Abdullah tidak begitu populer di tengah
masyarakat Kabupaten Kepulauan Riau yang sekarang menjelma menjadi Provinsi Kepulauan
Riau. Ismeth terkenal hanya di Batam ketika ia menjadi Ketua Otorita Batam.
Adalah Presiden Megawati yang membuat kejutan. Tanpa pernah
diduga banyak kalangan, Ia menetapkan suami Aida Nasution itu menjadi carataker
Gubernur pertama Provinsi Kepulauan Riau.
Nama Ismeth di luar prediksi kalangan masyarakat bisa duduk
di kursi terhormat sebagai orang nomor satu di Kepri.
Jumat, 02 Maret 2012
No free lunch.
Pemilukada Tanjungpinang yang dilaksanakan 2012 ini merupakan ajang pemilihan kepala daerah yang pertama tanpa diikuti oleh penguasa. Lebih dari 14 tahun Wali Kota Suryatati berkuasa.
Hanya saja, Suryatati belum mau melepaskan kekuasaan itu begitu saja. Ia pun mencalonkan anaknya Maya Suryanti menjadi pengganti. Maya diusung oleh dua partai yang berbasis Islam. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang jauh-jauh hari sudah melakukan deklarasi mendukung Maya.
Hanya saja, Suryatati belum mau melepaskan kekuasaan itu begitu saja. Ia pun mencalonkan anaknya Maya Suryanti menjadi pengganti. Maya diusung oleh dua partai yang berbasis Islam. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang jauh-jauh hari sudah melakukan deklarasi mendukung Maya.
Langganan:
Postingan (Atom)