<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087</id><updated>2012-01-27T02:12:22.278+09:00</updated><category term='cinta'/><title type='text'>Robby Patria</title><subtitle type='html'>hidup dan matiku hanya untuk Mu</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>91</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-5095120314893716220</id><published>2012-01-27T01:40:00.002+09:00</published><updated>2012-01-27T01:50:14.142+09:00</updated><title type='text'>Maya dipersiapkan atau dipaksa siap?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-emqO8XVEpfA/TyGBv1yWePI/AAAAAAAAAR4/5ySFlol3LUI/s1600/maya.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://2.bp.blogspot.com/-emqO8XVEpfA/TyGBv1yWePI/AAAAAAAAAR4/5ySFlol3LUI/s640/maya.JPG" width="248" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Lazimnya pemimpin di manapun di belahan bumi ini kenyang pengalaman politik yang nantinya membuatnya mapan. Ia bukan seperti mie instan dalam waktu beberapa menit bisa dinikmati&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya seorang pemimpin titiannya dimulai menjadi Ketua LSM, anggota DPRD, akademisi, aktivis, pejabat pemerintahan, bahkan organisasi nonprofit tengah masyarakat. Dari pengalaman organisasi calon pemimpin menampakkan jiwa kepemimpinannya. Bahkan ketika menjadi mahasiswa, kepemimpinan sudah terasa menonjol ketika memimpin organisasi mahasiswa baik internal kampus maupun eksternal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah seorang pemimpin di muka bumi di mana jiwa kepemimpinan sudah ada sejak kecil. Nabi dikenal dengan pribadi yang jujur. Kemudian menjadi pemimpin terbesar umat manusia di muka bumi. Nabi Muhammad adalah pemimpin besar yang sudah disiapkan Allah untuk umat manusia di bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan Abu Bakar Siddik, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali yang menjadi khalifah sepeninggal Nabi. Umar dikenal dan disegani musuh karena Umar memang sudah teruji kemampuannya di medan perang. Sosok paling ditakuti. Bukan hanya manusia, bahkan Iblis pun lari terbirit-birit ketika melihat bayangan Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman modern, pemimpin besar seperti Napoloen di Prancis, Hitler di Jerman, Abraham Lincon, Barack obama di Amerika hingga Soekarno di Indonesia sudah melalui pelbagai proses untuk menjadi pemimpin. Betapa beratnya hidup bapak Bangsa Indonesia Soekarno keluar masuk penjara karena memperjuangkan kebabasan Indonesia dari penjajahan Belanda. Sama halnya Hitler. Seorang berpangkat kopral yang kemudian dipenjara dan akhirnya di dalam penjara melahirkan buku yang dikenal Main Camp yang kemudian jadi pemimpin Jerman yang keras sepanjang zaman. Obama pun sebelum menjadi Presiden AS pertama dari kulit hitam pertama Amerika terlebih dahulu sudah berkiprah. Kecerdasannya sudah diakui ketika menjadi mahasiswa hukum di Harvard. Dan ia terus populer ketika menjadi senator dengan program-program yang ia usulkan. Semuanya lagi-lagi melalui proses hidup yang nantinya melahirkan pengalaman hidup. Dari proses pembelajaran itulah menjadi pegangan yang berharga dalam menjalankan roda pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada pepatah yang menyebutkan pemimpin dilahirkan. Sehingga calon pemimpin memiliki bakat kepemimpinan. Namun, pemimpin yang disiapkan untuk menjadi pemimpinlah biasanya lebih baik. Tentu mereka melalui proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri komunis China pun mempersiapkan pemimpin mereka jauh-jauh hari. Setelah memimpin selama sepuluh tahun, Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao serta sejumlah petinggi lainnya akan pensiun di akhir tahun ini. Mereka akan diganti dengan generasi baru, yang diwakili oleh Xi Jinping dan Li Keqiang, yang kemungkinan besar disiapkan sebagai perdana menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun di Korea Utara. Sepeninggalan Kim Jong-il, maka yang dipersiapkan melanjutkan politik dinasti negara komunis itu anaknya Kim Jong Un. Selama bertahun-tahun, Kim Jong Un mendampingi mendiang ayahnya dan membantu mengambil keputusan-keputusan penting dalam soal militer dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Jong Il secara terbuka memperkenalkan putra bungsunya sebagai putra mahkota pada September 2010. Tak lama setelah diperkenalkan ke publik, Kim muda langsung berpangkat jenderal bintang empat dan menduduki posisi wakil ketua Komite Pusat Militer di Partai Pekerja Korea, partai yang berkuasa di Korut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jung Un membantu ayahnya dalam banyak aspek, tak hanya dalam urusan militer, tetapi juga ekonomi dan area-area lain. Kendati demikian, Jong Il pun mendapatkan serangan dari saudara tuanya Kim Kong Nam. Kong Nam mengatakan, "Orang yang berpikir normal tidak akan mungkin mau menerima pewarisan kekuasaan sampai tiga generasi," katanya dalam surat elektronik yang disebut Komi bertanggal 3 Januari 2012. "Pertanyaan saya, bagaimana ahli waris yang hanya dua tahun belajar bisa mewarisi sebuah kekuasaan absolut," kata lelaki yang diyakini berusia sekitar 40 tahun.(Kompas (18/1/2012). Seorang Kim Jong Nam pun masih ragu dengan adiknya walaupun Jong Il sudah mempersiapkan jauh-jauh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan suksesi kepemimpinan di Tanjungpinang mendatang?&lt;br /&gt;Apakah Suryatati jauh-jauh hari mempersiapkan anak sulungnya menjadi pengganti setelah berkuasa lebih dari 13 tahun. Yang jadi persoalan, Maya, anak pertama Suryatati belum memiliki track record atau jejak rakam dalam politik dan organisasi kemasyarakatan. Tentu wajar muncul opini Maya dipersiapkan atau dipaksa siap? Tapi bisa juga penilaian itu salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya bisa dibilang hadir di kancah politik datang dengan tiba-tiba. Belum melalui proses tahapan yang lazim. Misalnya di bidang politik dimulai dari anggota legislatif terlebih dahulu. Baru naik ke jenjang yang lebih tinggi jadi wali kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 10 tahun belakangan ini, kita belum pernah menyaksikan Maya tampil di depan umum umum memperjuangkan aspirasi masyarakat. Setelah mendapatkan gelar dokter umum, ia membuka usaha kecantikan. Selain itu juga membuka Green Radio. Selebihnya tidak ada nama Maya muncul di permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, Maya muncul ketika terjadi perpecahan Suryatati dengan PDIP di 2011. Maya selalu tampil mulai dari kegiatan lomba menulis hingga pembagian hadiah untuk anak SMA hampir bersama dengan ibundanya. Itulah politik pencitraan untuk mengangkat pamor Maya sebagai kandidat calon wali kota yang diusung oleh PKS dan PPP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pemimpin mengandung risiko yang berat yang nantinya dimintai pertanggungjawaban dunia dan di akherat oleh Allah Azza Wajalla. Rasulullah pun sejak ribuan tahun yang lalu sudah mewanti-wanti, "Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya; 'bagaimana maksud amanat disia-siakan? ' Nabi menjawab; "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu." (Bukhari- 6015).&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;*terbit di &lt;i&gt;KORAN PEDULI&lt;/i&gt; 27/1/2012&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-5095120314893716220?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/5095120314893716220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=5095120314893716220&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5095120314893716220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5095120314893716220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2012/01/maya-dipersiapkan-atau-dipaksa-siap.html' title='Maya dipersiapkan atau dipaksa siap?'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-emqO8XVEpfA/TyGBv1yWePI/AAAAAAAAAR4/5ySFlol3LUI/s72-c/maya.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-2103759442321381341</id><published>2012-01-24T00:58:00.000+09:00</published><updated>2012-01-27T01:52:01.693+09:00</updated><title type='text'>Tanjungpinang Ibu Kota yang Mengecewakan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terus terang, kami tercengang membaca tulisan anak SMA di kota ini yang mengikuti lomba menulis digelar oleh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Tanjungpinang pada beberapa hari yang lalu. Judul tulisan tersebut " Tanjungpinang, Pusat Pemerintahan yang Mengecewakan. &amp;nbsp;Tiara nama anak itu. Siswa SMKN 3. &amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat judul yang memiliki kekuatan kata-kata, isinya lebih menyoroti pelayanan publik yang ada di Tanjungpinang. Bagi penulis yang masih belia itu, kota ini belum memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Tiara memang masih SMA, namun daya kritisnya sepertinya mendahului jenjang pendidikannya. Ia bagaikan aktivis di bangku kuliah. Tak ada perdebatan bagi kami yang jadi juri saat itu memilih naskah tersebut jadi juara dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah, apa yang menjadi buah pikir Tiara bagaikan gunung es yang tersembunyi di luas samudera. Tiara menampakkan kekecewaan dengan kondisi Tanjungpinang saat ini sepertinya mewakili hampir 200 ribu jumlah penduduk Kota Gurindam yang sudah berusia 228 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat yang menikmati hidup di Kota Gurindam, julukan diberi, mereka mulai merasakan kota ini terasa tua. Kota yang terkenal karena melahirkan sastrawan hebat itu terasa tak bisa mengikuti cepatnya perubahan zaman yang memerlukan pemimpin kreatif, inovatif, visionir dan transparan dalam melaksanakan pemerintahan. Masalah-masalah sosial yang nyata di depan mata lamban diatasi pemerintah. Contohnya, pertama persoalan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem banjir di Jalan Pemuda berlangsung lama. Namun selama itu juga tidak bisa tuntas diselesaikan oleh pemerintah. Padahal, Jalan Pemuda terbilang dekat dengan laut, seharusnya dengan kebijakan yang tepat sasaran, masyarakat di Perumnas tak menggurutu ketika hujan lebat karena rumah mereka digenangi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, masalah kemiskinan. Di 2011 jumlah kepala keluarga tercatat masih miskin sebanyak 9.365 KK. Artinya ada 9 ribu lebih keluarga miskin. Mereka yang tergolong miskin menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau dengan pendapatan per bulan tak lebih Rp 353 ribu. Artinya dengan pendapatan per bulan sebesar angka tersebut, maka sehari maksimal menghabiskan uang tidak lebih dari Rp11.766.&lt;br /&gt;Ternyata di Tanjungpinang sebagai pusat pemerintahan, dengan jumlah APBD Tanjungpinang mencapai Rp700 miliar di tahun 2011, dan jumlah APBD kota yang menembus lebih dari Rp2 triliun selama menjadi kota otonom belum mampu menekan signifikan angka kemiskinan di kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan wali kota, dan DPRD lebih cendrung membangun menumen Raja Haji yang tidak bersentuhan langsung dengan pengentasan kemiskinan. Pemko juga lebih suka membangun rumah dinas wali kota, Ketua DPRD yang menelan dana belasan miliar. Membeli mobil mewah untuk kendaraan dinas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah ketiga yang akan menghantui daerah ini adalah lambatnya pembangunan infrastruktur. Sejak pindahnya pusat pemerintahan Provinsi Kepri, mulai terasa ruas jalan dari Km &amp;nbsp;1-15 terasa kecil. Apalagi di saat waktu pagi, siang dan sore. Ketika pegawai pulang kantor. Dari catatan kepolisian, nyawa melayang akibat tabrakan selama 2010 mencapai 28 orang. 2011 puluhan orang mati sia-sia di jalan raya. Dan yang lebih parah, setiap bulan terjadi pertumbuhan 800-1000 kendaraan, per tahun 10.000 kendaraan, tanpa diikuti dengan pembangunan jalan baru. Bisa dipastikan, 5-10 tahun yang akan datang, mungkin akan terjadi kemacetan yang luar biasa hebat karena terbatasnya infrastruktur jalan raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun pemerintah melakukan perluasan jalan, &amp;nbsp;masalah yang dihadapi, menjamurnya rumah toko yang jaraknya terlalu dekat dengan bibir jalan. Akibatnya pemerintah akan kesulitan melakukan pelebaran jalan. Izin mendirikan ruko yang mudah diberikan pemerintah menyebabkan Tanjungpinang menjadi 'hutan ruko'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya persoalan keempat yang lambat diatasi pemerintah tingkat pengangguran dan ketersedian lapangan kerja bagi masyarakat. Menurut data Dinas Tenaga Kerja Tanjungpinang, jumlah pengangguran sampai Agustus 2011 tercatat sebanyak 7.352 orang. &amp;nbsp;Jumlah angkatan kerja yang tercacat mulai dari umur 15 sampai 59 tahun sebanyak 166.387 orang. Jumlah tersebut dirilis Disnaker berdasarkan laporan masyarakat yang mencari kerja menggunakan kartu kuning. Padahal jumlah pengangguran bisa saja lebih besar dari jumlah itu karena banyak tenaga kerja produktif yang tidak bisa berkerja karena minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Pemuda menyalurkan bakat mereka melalui pegawai tidak tetap di pemda dengan gaji yang tak seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status Tanjungpinang sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (FTZ) sampai saat ini tidak bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menarik investor menanamkan modal. Soal investasi, kota Raja Haji memang harus belajar keras dengan Kabupaten Bintan yang lebih sukses menggait investasi asing masuk daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhnya perekonomian Tanjungpinang 7,08 &amp;nbsp;persen lebih banyak digerakkan sektor properti, perdagangan serta belanja pemerintah daerah. Maklum saja, daerah ini pusat Pemerintahan Provinsi Kepri dengan jumlah APBD mencapai Rp2 triliun selama 2011. Belum lagi APBD Bintan Rp700 miliar, dan APBD Tanjungpinang Rp700 miliar lebih. Bahkan dana APBN untuk instansi vertikal yang ada di kota ini Rp5,8 triliun selama 2011. Jika ditotal, hampir Rp9 &amp;nbsp;triliun anggaran yang berputar di Tanjungpinang. Wajar saja, jika ekonomi lebih bergeliat. Sebenarnya jika melihat besarnya jumlah APBN, dan APBD yang beredar di sini, maka pemerintah tidak perlu kerja keras. Karena tanpa intervensi pemerintah, roda perekonomian akan berputar sedemikian rupa. Dan itu yang terjadi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan kepala daerah dan pejabat yang berwenang di Pemko sedikit lebih kreatif memoles roda perekonomian, maka anggaran sebesar itu bisa saja membuat daerah ini lebih bergairah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kelima menjadi catatan penting, adalah tidak berpihaknya Pemko untuk menjaga kelestarian lingkungan. Demi kepentingan pertambangan bauksit, maka perizinan perusahaan bauksit bebas mengeruk lahan yang menyebabkan Tanjungpinang yang dulunya hijau kini menjadi gersang dan gundul. Mulai dari dekat kantor pemerintahan sampai ke areal pemukiman warga pun izin bauksit tetap diberikan dengan berdalih mengejar pendapatan retribusi daerah. Kebijakan tersebut tidak sesuai dengan visi pemerintah pusat yang mengedepankan pembangunan yang berkelanjutan dengan menjaga kelestarian alam. Mudah mudahan Tanjungpinang masuk dalam 6000 perizinan pertambangan yang diminta Presiden untuk dibatalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima catatan ini merupakan bahan masalah kita bersama yang harus dicarikan solusi. Sehingga ke depan Pemko pro lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, prolingkungan dan stabilitas daerah. Semoga lima tahun ke depan, Tanjungpinang diberikan pemimpin yang mampu membawa daerah ini nyaman bagi penghuninya. Pemimpin yang memiliki visi dan misi mengembalikan daerah ini pusat perdagangan di Selat Malaka. Di kala Kejayaan Riau Lingga. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-2103759442321381341?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/2103759442321381341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=2103759442321381341&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/2103759442321381341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/2103759442321381341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2012/01/tanjungpinang-ibu-kota-yang.html' title='Tanjungpinang Ibu Kota yang Mengecewakan'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-3025512572906647614</id><published>2011-12-24T01:52:00.000+09:00</published><updated>2012-01-27T01:56:34.303+09:00</updated><title type='text'>Memutus politik dinasti</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;"&gt;Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merancang aturan agar politik dinasti di Indonesia tidak terjadi lagi seperti sekarang. Aturan itu dituangkan dalam revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, yang menghasilkan RUU Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Artinya jika Rancangan Undang-Undang tersebut disahkan, maka tak ada satupun keluarga penguasa yang melanjut politik dinasti. Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan mengatakan, keluarga inti kepala daerah tidak bisa mencalonkan diri sebagai calon gubernur, maupun bupati atau wali kota. Keluarga inti yang dimaksud adalah suami atau istri, dan anak. Banyak daerah di Indonesia mencalonkan keluarga sendiri.Misalnya &amp;nbsp;di Riau, istri Gubernur Riau &amp;nbsp;Rusli Zainal mencalonkan diri jadi wali kota Pekanbaru. Di Kediri, dua istri bupatinya berebut kekuasaan menggantikan suami. Di Tanjungpinang, anak pertama dari wali kota juga ingin menggantikan ibunya yang sudah 13 tahun jadi wali kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam draf RUU itu disebutkan, bila ada salah satu anggota keluarga masih menjabat kepala daerah, maka butuh satu periode lagi untuk bisa maju sebagai calon kepala daerah. Alasan yang dikemukakan untuk penghapusan dinasti politik agar sistem pemerintahan d tidak dikuasai kelompok atau keluarga tertentu. Nampaknya DPR besar kemungkinan menyetujui draf yang diusulkan pemerintah dengan pertimbangan yang cukup rasional yakni memutuskan politik dinasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effek positif dari RUU itu pertama, menyebabkan pemutusan hubungan kepala daerah yang satu dengan pengganti. Dengan demikian, terciptalah harmonisasi pemerintahan dan mencegah kepala daerah berikutnya melindungi kepala daerah sebelumnya yang terlibat kasus hukum. Sehingga pejabat yang dipilih jadi kepala dinas memang figur yang berbobot. Bukan figur yang penjilat. Atau karena keluarga kepala daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, tidak majunya keluarga incumbent diharapkan bisa mencegah penggunaan dana APBD untuk kampanye melalui bantuan sosial dan pos hibah bisa dikurangi. Kita lihat saat ini di Indonesia seakan tidak ada habisnya mempertontonkan dinamika politik yang menampilkan kekuatan status quo melalui familinya. Politik dinasti menujukan bahwa disentralisasi kekuasaan belum terdestribusi secara meratakepada semua pihak. Dengan kata lain harapan untuk menciptakan Indonesia yang demokrasi makin jauh di depan mata. Dalam keadaaan seperti ini politik dinasti semakin menegaskan bahwa sentralisasi kekuasaan pelan tapi pasti akan tetap menjamur. Dari pernyataan tersebut dapat kita simpulkan bahwa politik dinasti dapat mengacaukan sistim demokrasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatkhuri, seorang pemerhati politik, alumni Australia National University Canberra mengungkapkan bahwa sebuah politik dinasti mengandaikan kepemimpinan berada pada tangan segelintir orang yang masih mempunyai hubungan kekerabatan. Biasanya ini adalah cara agar sanak famili &amp;nbsp;bisa dengan mudah meraih jabatan publik. Politik dinasti juga ditandai dengan adanya sanak saudara yang menduduki posisistrategis dalam dalam lembaga politik. Tujuannya adalah agar sanak saudaranya dengan mudah mendapatkan jabatan tinggi dalam organisasi politik. Namun, Fatkhuri juga mengungkapkan bahwa tidak semuapolitik dinasti didasari atas upaya untuk meleggangkan kekuasaan keluarga. Dalam beberapa hal politik dinasti dijalankan dalam rangka melanjutkan estafet kepengurusan sebelumnya, tanpa menggunakan label´keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu suramnya politik dinasti, akankah kita masih memberikan kepercayaan kepada figur yang berasal dari pihak yang ingin membangun dinasti model kerajaan? Masihkah kita menerima apa saja yang diberikan pemimpin? Padahal yang ditawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ingin cepat berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari poin ini, pemerintah yang menelurkan regulasi saja sudah mafhum betapa bahayanya politik dinasti karena bisa menyebkan kemunduran demokrasi yang sedang dibangun setelah dibelenggu oleh sistem yang otoriter. Harusnya sebagai parpol yang sadar dan tentunya pemilih yang rasional tak memberikan dukungan kepada upaya sistematis untuk mendewakan politik dinasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya berharap supaya DPR cepat mengesahkan RUU itu untuk dijadikan pedoman dalam pesta demokrasi yang sebenarnya tidak betul-betul demokrasi. Karena di saat uang masih menjadi mesin penggerak dan menentukan kemenangan, maka tidak ada demokrasi yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbit 24/12/2011 di KP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-3025512572906647614?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/3025512572906647614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=3025512572906647614&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/3025512572906647614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/3025512572906647614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2011/12/memutus-politik-dinasti.html' title='Memutus politik dinasti'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-1141123446357106616</id><published>2011-10-15T00:58:00.001+09:00</published><updated>2012-01-27T01:58:41.402+09:00</updated><title type='text'>Membaca politik Suryatati   Jaga Kekuasaan dan Politik Dinasti</title><content type='html'>&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-o6qwufaXfZM/Tphaz2fFp0I/AAAAAAAAARs/8udKWOtmGTo/s1600/DSC_0018.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://3.bp.blogspot.com/-o6qwufaXfZM/Tphaz2fFp0I/AAAAAAAAARs/8udKWOtmGTo/s400/DSC_0018.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Halal bihalal Kerukunan Keluarga Tambelan (KKT) Tanjungpinang 2010 di aula SMPN 4 Tanjungpinang berlangsung meriah. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau Lis Darmansyah yang saat itu menjadi ketua panitia, berduet dengan Wali Kota Suryatati A Manan menyanyikan lagu romantis.&lt;/i&gt;Hampir seribu warga Tambelan yang hadir menyaksikan kemesraan dua pejabat daerah yang sudah lama menjalin komunikasi tersebut. Keduanya menebar senyum. Ya, itu setahun lalu ketika konstalasi politik di Tanjungpinang belum memanas seperti saat ini.10 September 2011, setahun setelah kejadian itu kondisi sudah berubah 100 persen.&lt;div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Ratusan warga Tambelan yang hadir saat halal bihalal pun sepertinya tahu karena Suryatati yang datang sebagai wali kota membawa anaknya Maya Suryanti. Tujuannya mungkin mengenalkan Maya kepada warga Tambelan. Bukan hanya di acara halal bi halal, di tempat lain pun hal yang sama juga dilakukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Kemesraan Suryatati A Manan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mulai retak ketika Lis Darmansyah dipastikan akan mengikuti pemilukada Tanjungpinang yang berlangsung 2012 mendatang. Suryatati yang telah diantar PDIP menuju tampuk pimpinan tertinggi Tanjungpinang selama dua periode pemilihan kepala daerah disebut banyak kalangan mulai menjauh dari PDIP ketika belum ada kata sepakat kalau PDIP akan mengusung anaknya.Semua masyarakat Tanjungpinang mafhum, Tatik dengan PDIP memiliki hubungan yang mesra. PDIP berjasa menjadikan Tatik wali kota selama dua periode. Dan Tatik dianggap memberikan perhatian yang cukup kepada PDIP. Tatik dan PDIP diibaratkan dua sahabat yang saling membutuhkan. Kebijakan wali kota selalu didukung Fraksi PDIP di DPRD Kota Tanjungpinang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apalagi partai moncong putih selalu tampil sebagai pemenang di kota Gurimdam.Suryatati menyadari PDIP akan mengusung Lis sebagai calon wali kota dari partai pemenang pemilu di Tanjungpinang itu. Tanpa berpikir panjang, Tatik harus mencari alternatif partai lain jadi perahu anak sulungnya Maya Suryanti. Bukan hanya ingin meneruskan dinasti politik, Wali kota terlama di Kepri itu juga mungkin saja  sedang mengincar posisi calon gubernur Kepri pada periode 2015-2020. Ataupun menjadi anggota DPR-RI atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Bagi tokoh yang ngetop seperti Tatik, menuju DPR, DPD merupakan keinginan yang logis.Tentu langkah Surtatati tak mulus jika Maya gagal jadi wali kota. Pasalnya, basis Suryatati terbesar di Tanjungpinang. Andaikata Maya menang, maka langkah Tatik akan mulus ke Senayan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan pengalaman yang sudah mumpuni, 13 tahun jadi wali kota, rasanya bukan hal yang aneh jika Tatik bercita-cita lebih besar menjadi gubernur.Tatik yang sudah berpengalaman di pemerintahan dan politik pun harus mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Ia terpaksa mencari partai lain dari PDIP yang ke depannya memiliki potensi untuk dijadikan kendaraan.Karena jika terus bertahan di PDIP, maka peluang dicalonkan pasti kecil. Mengingat PDIP pasti mengusung Ketua DPD PDIP Kepri Soerya Respationo jadi gubernur ke depan.Sedangkan dari Golkar, Ansar Ahmad bisa saja dipastikan ikut meramaikan calon gubernur. Sama dengan halnya Demokrat. Ahmad Dahlan yang kini didapuk jadi Dewan Pembina DPD Demokrat Kepri besar kemungkinan akan digadang-gadangkan menjadi calon gubernur dari partai tersebut. Hal itulah menyebabkan Dahlan melepas ketua DPD Demokrat Batam dan memilih loncat ke DPD Demokrat untuk mengamankan posisi lima tahun mendatang.Hitungan politik, peluang Tatik dicalonkan bisa melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Pada saat halal bihalal belum lama ini, Maya Suryanti dan Suryatati&amp;nbsp;menyempatkan hadir kegiatan PPP. Selentingan beredar, PPP besar kemungkinan akan mendukung Maya bersama partai Islam lainnya. Artinya jika wacana ini terwujud, Tatik mendapatkan perahu untuk anaknya mencalonkan wali kota bahkan memuluskan langkahnya ke provinsi?Pekerjaan yang berat selama setahun ini, bagaimana memoles Maya supaya dikenal masyarakat. Bahkan yang penting bagaimana Maya meyakinkan masyarakat dia mampu jadi pemimpin Tanjungpinang. Tatik sadar betul kandidat lainnya yang dihadapi Maya bukan sembarang figur. Di sana ada Lis Darmansyah yang sudah malang melintang menjadi anggota DPRD Tanjungpinang sampai provinsi. Juga dikenal bermayarakat. Dari strata lapisan bawah pun kenal dengan Lis. Selain itu, ada Husnizar Hood, wakil ketua DPRD Tanjungpinang. Dukungan keluarga Huzrin Hood terhadap Nizar juga akan jadi lawan berat Maya. Kalau Bobby Jayanto atau Rudy Chua mencalonkan, maka lawan Maya kian tangguh.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan Maya sendiri hanya mengandalkan popularitas Tatik. Maya belum memiliki pengalaman di dunia politik. Kemampuan Maya sebagai pemimpin belum pernah teruji untuk kepentingan publik? Suryatati memang harus mengeluarkan anggaran besar untuk memoles Maya supaya dikenal publik Tanjungpinang. Tentu mengurus 200 ribu penduduk Tanjungpinang tidak semudah memoles wajah manusia terlihat cantik seperti yang dilakoni Maya saat ini: Dokter kecantikan. Presiden Amerika Serikat yang terkenal tegas seperti Abraham Lincon percaya betul dengan pepatah, siapa yang meraih kekuasaan tanpa bersusah payah akan terjatuh tanpa kehormatan! Ujungnya, dinasti politik memiliki efek negatif. *** *&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Terbit di Koran Peduli Sabtu,15 Oktober 2011&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-1141123446357106616?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/1141123446357106616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=1141123446357106616&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1141123446357106616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1141123446357106616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2011/10/membaca-politik-suryatati-jaga.html' title='Membaca politik Suryatati   Jaga Kekuasaan dan Politik Dinasti'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-o6qwufaXfZM/Tphaz2fFp0I/AAAAAAAAARs/8udKWOtmGTo/s72-c/DSC_0018.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-269106056605423984</id><published>2011-10-01T01:50:00.002+09:00</published><updated>2012-01-27T02:00:30.428+09:00</updated><title type='text'>Masjid dan Halal bi halal politik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Selama Syawal, banyak gedung-gedung pertemuan laris manis disewa untuk kegiatan halal bi halal. Acara tersebut dimanfaatkan oleh calon peserta pemilukada Tanjungpinang untuk memperkenalkan diri saat acara silaturahim itu berlangsung. Terkadang ketika mereka berjumpa, masing-masing mengeluarkan senyuman palsu.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Bahkan, pejabat yang tidak ada hubungannya dengan pihak penyelenggara halal bi halal tetap menampakkan muka untuk mencuri simpati. Bahkan dalam sebuah rapat panitia halal bi halal, munculnya kandidat peserta pemilukada di kegiatan sosial seperti itu jadi masalah tersendiri. Hal itu lambat laun bisa menyebabkan terjadinya perpecahan kelompok sosial. Mengapa hal itu bisa terjadi. Karena dalam satu kelompok besar, baik itu berasal dari  daerah yang sama sekalipun tidak semua sepakat mendukung si A. Tentu masing-masing memiliki jagoan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Ketika masalah ini dibawa ke dalam ranah organisasi, maka bukan tidak mungkin itu akan menjadi masalah baru dalam organisasi sosial. Banyak pihak yang mengkhawatirkan acara halal bi halal yang seharusnya menjadi ajang membina hubungan baik dengan sesama manusia, malah berubah menjadi kegiatan tebar pesona. Bukan hanya kegiatan halal bi halal di gedung sebagai sarana tebar pesona, di dalam masjid pun digunakan untuk tebar pesona.   Dulu, memang masjid bagi Nabi bukan hanya sekedar tempat sholat saja tapi merupakan pusat semua kegiatan dakwah rasul termasuk sebagai pusat pemerintahan, pusat komando jihad bahkan termasuk tempat klinik darurat setelah perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Namun politik masa kini tidak seperti politik zaman Rasul. Masa kini banyak menggunakan cara-cara yang kotor sehingga sangat berisiko jika harus dibawa ke dalam rumah ibadah. Selain itu, pemerintah melarang masjid atau rumah ibadah digunakan sarana kampanye. Dan itu  tertuang dalam UU No 12/2003 tentang Pemilu Pasal 74 huruf g bahwa dalam kampanye Pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintahan, tempat ibadah, dan tempat pendidikan. Kegiatan kampanye di tempat ibadah dapat melanggar fungsi dan konteks tempat ibadah itu sendiri. Syawal 1432 H pun masih sehari, kegiatan silaturahim dimanfaatkan  calon wali kota dengan maksimal. Mendatangi kegiatan halal bi halal guna memperkenalkan diri di depan pelbagai suku dengan tujuan, supaya dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;*Terbit di Koran Peduli 30/09/2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-269106056605423984?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/269106056605423984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=269106056605423984&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/269106056605423984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/269106056605423984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2011/10/masjid-dan-halal-bi-halal-politik.html' title='Masjid dan Halal bi halal politik'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-9055248153321094517</id><published>2011-09-22T00:51:00.001+09:00</published><updated>2012-01-27T02:02:55.148+09:00</updated><title type='text'>Rindu pemimpin sederhana</title><content type='html'>S&lt;i&gt;uatu hari Khalifah Umar Abdul Aziz berpidato di hadapan kaum muslimin. Sebagaimana biasa, pidato beliau sangat menarik dan memikat para pendengar. Akan tetapi pada kali ini, selain daripada kandungan pidatonya, gerak-geri Khalifah pula turut menjadi perhatian&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Khalifah sering memegang dan mengibas-ngibaskan bajunya ketika berpidato, sesekali sebelah kanan dan sesekali di sebelah kiri. Dengan demikian orang ramai menyadari bahwa gerakan tangan Khalifah tidak ada kena mengena dengan kandungan pidato.Setelah Khalifah turun daripada tempat berpidato, mereka bertanya sesama sendiri dan akhirnya diketahui rahasianya. Dikatakan bahawa baju yang dipakai Khalifah baru saja dibasuh dan belum kering. Kerana ketiadaan baju lagi, maka baju itu dipakainya juga. Oleh itu beliau selalu mengerak-gerakkan bajunya ketika berpidato agar cepat kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Ketika Khalifah Umar sakit, pakaian yang dipakainya telah kotor. Muslimah Abdul Aziz kakak Fatimah Abul Malik datang menemui adiknya dan melihat Khalifah yang sedang sakit. “Fatimah, basuhlah pakaian Khalifah itu. Sekejap lagi orang ramai akan masuk menemuinya”, tegur Muslimah. “Demi Allah, beliau tidak punya pakaian lagi kecuali yang dipakai itu,” jawab FatimahSeorang perempuan Mesir telah datang ke Damsyik kerana ingin bertemu dengan Amirul Mukminin Khalifah Umar Abdul Aziz. Dia bertanya-tanya di mana istana Khalifah? Dan orang ramai menunjukkannya. Sampai saja di rumah yang dimaksudkan, perempuan Mesir itu bertemu dengan seorang perempuan yang memakai pakaian yang sudah lusuh dan buruk dan seorang lelaki sedang bergelimang dengan tanah kerana memperbaiki rumahnya.Tamu tadi terkejut luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Kerena mana ada seorang permaisuri raja yang berkuasa memakai baju buruk seperti itu. Dia merasa takut dan kagum. Akan tetapi Fatimah pandai melayan, sehingga tetamu itu berasa suka dan tenang hatinya.Sepenggal kisah Umar Abdul Aziz ini begitu indah jika diteladani oleh pemimpin di negeri ini. Pemimpin seperti Umar menjadi impian semua rakyat. Sayangnya keinginan untuk mendapatkan pemimpin seperti itu masih jauh dari kenyataan. Mirip seperti pepatah, jauh panggang dari api. Kisah Umar yang sederhana hanya menjadi bahan bacaan saja oleh para pemimpin di negeri ini. Atau mereka belum mau mencontoh kisah Umar yang agung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sulit menemukan kisah-kisah tauladan yang sudah diberikan Umar kepada rakyatnya dapat dipraktikkan di Kepri maupun di Indonesia. Misalnya kita lihat contoh masalah mobil dinas gubernur sampai wali kota. Untuk di Kepri, Gubernur Kepri menggunakan sedan mewah Toyota Camry seri 3.5  yang harganya ratusan juta. Wali Kota Tanjungpinang juga disediakan dengan mobil Toyota Camry dengan seri 2.4 yang nilainya di atas Rp300 juta . Pimpinan DPRD Kepri, kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan pun tidak mau kalah. Mereka disediakan mobil Camry pabrikan Jepang tersebut supaya terkesan elit.Memang tak seimbang memperbandingkan kesederhaan Umar dengan pemimpin yang ada di Tanah Melayu saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bergelimang dengan fasilitas yang mewah sebagai kepala daerah. DPRD sebagai wakil rakyat menilai fasilitas yang diberikan masih dalam batas kewajaran sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, sehingga mereka  menyetujui anggaran untuk bermewah-mewah dengan uang keringat rakyat.Jika kita bandingkan dengan Malaysia, kendaraan dinas di Malaysia hanya menggunakan Proton yang merupakan buatan Malaysia. Mereka bangga kendaraan dinas menggunakan produk Malaysia. Tentulah harga Proton jauh di bawah Camry yang tergolong mobil mewah.Jika pejabat Malaysia sekelas menteri masih menggunakan mobil yang sederhana, tentunya jika pemimpin di negeri ini ada memiliki keinginan, maka pemakaian mobil mewah untuk pejabat bisa diganti misalnya dengan menggunakan Toyota Avanza. Tentu bukan hal yang aneh jika gubernur atau wali kota menggunakan Avanza sebagai kendaraan dinas. Semua itu hanya masalah niat baik saja untuk melakukannya. Kita memang dahaga dengan pemimpin yang sederhana.&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Terbit di Koran Peduli 22 September 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-9055248153321094517?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/9055248153321094517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=9055248153321094517&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/9055248153321094517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/9055248153321094517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2011/09/rindu-pemimpin-sederhana.html' title='Rindu pemimpin sederhana'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-5118751553660054639</id><published>2011-08-06T17:16:00.002+09:00</published><updated>2012-01-27T02:05:30.735+09:00</updated><title type='text'>Ironi Pusat Pemerintahan Dompak</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Harusnya kita sudah pindah kantor baru di Dompak. Pemerintah Provinsi Kepri jelas dirugikan akibat tidak selesainya pusat pemerintahan ini.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu muncul dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri Iskandarsyah. Ia belum genap dua tahun menjadi wakil rakyat yang duduk di Dewan Kepri. Dalam Perda Tahun Jamak yang disahkan DPRD Kepri periode 2004-2009, proyek multy years di  Dompak yang menelan dana Rp1,9 triliun itu dikerjakan selama tiga tahun dari 2007 hingga Juni 2010. Sesuai dengan habisnya masa jabatan kepala daerah Ismeth-Sani. Namun, sampai dengan Agustus 2011, proyek mewah tersebut tak kunjung rampung walaupun sudah diperpanjang sampai terjadi pergantian tongkat kepemimpinan dari Ismeth ke Sani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat  molornya proyek tersebut,  uang rakyat yang harusnya bisa dipakai untuk keperluan berobat gratis, beasiswa, bantuan sosial kepada duafa harus digunakan biaya sewa kantor DPRD, sewa ruko di Bintan Centre, dan kawasan lainnya untuk perkantoran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi  Kepri yang tersebar di Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh saja, biaya sewa kantor DPRD Kepri kepada kepada pihak ketika per tahun menembus Rp3,7 miliar. Dari 2006 akhir, sudah hampir belasan miliar uang rakyat hanya untuk biaya sewa. Andaikan dulu DPRD mau membeli Gedung Day Club yang dijadikan kantor sementara itu, maka bangunan yang sudah direnovasi tersebut menjadi aset daerah. Tapi, yang terjadi, kini gedung tersebut tetap milik pihak ketiga jika Pemprov Kepri tidak mau menyewa kembali. Bahkan, di samping kantor DPRD Kepri itu berdiri sebuah hotel bintang empat. Bukan hanya kantor DPRD saja, lebih dari 20 kantor di jajaran pemerintahan masih menyewa. Dan itu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Bayangkan, berapa miliar setiap tahun uang rakyat tersebut bisa dihemat andai saja pengambil kebijakan di “Bumi Melayu” ini bisa bersikap tegas kepada pelaksana proyek Dompak peninggalan mantan Gubernur Ismeth Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerugian yang menyedot anggaran daerah tak cukup sampai biaya sewa kantor. Uang APBD juga tak jarang dikuras untuk biaya makan, hotel, perjalanan dinas. Hal ini terjadi karena tak jarang DPRD dan aparatur pemerintah membahas APBD, dan rapat-rapat lainnya di luar Tanjungpinang. Tak heran, dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2009, biaya perjalanan dinas mencapai Rp84,3 miliar, biaya makan dan minum Rp51,7miliar. Tentu setiap tahun biaya tersebut setiap tahun akan bertambah berbanding lurus dengan kenaikan APBD Kepri. Alasannya yang dikemukakan dari tahun ke tahun tetap sama. Kantor DPRD Kepri tidak representatif jika digunakan untuk rapat-rapat yang diikuti puluhan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana kami bisa berpikir jika suasana di ruangan panas. Dan peserta duduk berhimpitan.” Kalimat itu seolah-olah menjadi alasan pembenaran mereka melakukan rapat di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi rapat di Batam tidak menyewa hotel. Karena sudah menggunakan kantor Dispenda Kepri di Batam Centre. Padahal tetap saja, jika rapat tersebut diikuti pejabat eselon dan staf, maka mereka akan meminta biaya perjalanan dinas ke Batam. Belum lagi biaya hiburan, dan makan-makan. Semua itu adalah biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dikaitkan dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Pasalnya, dengan kondisi duduk di ruang kantor yang kurang memenuhi syarat untuk suasana kantor, pasti ada tekanan batin yang dirasakan pegawai yang tak lain pelayan masyarakat. Tentu bukan aneh lagi, jika mulai pukul 09.00 WIB, ada pegawai Provinsi Kepri yang keluyuran di kedai kopi hingga pusat perbelanjaan. Mereka keluar kantor tanpa ada rasa bersalah. Bisa saja keluar kantor karena iklim kerja di kantor tidak kondusif. Mulai dari tidak tersedianya kursi untuk duduk, hingga terbatasnya fasilitas kantor mulai dari kumputer yang masih minim.Sedangkan jumlah honor yang tidak jelas cara seleksinya masuk hampir setiap saat masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pada pegawai honorer, dan pegawai golongan rendah  ini bengong di kantor, lebih baik mereka keluar. Toh, tiap awal bulan mereka tetap menerima gaji sama besarnya tiap bulan. Tak cukup sampai di situ, lebih dari 5.000 mahasiswa UMRAH sampai saat ini harus rela menumpang sementara di Politeknik Senggarang, dan SMAN 4 karena kampus mereka belum siap dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tentulah besar harapan kita, pengorbanan uang rakyat selama hampir empat tahun jangan disia-siakan. Andai saja, Rp1,9 triliun tidak dipakai untuk pembangunan Dompak, mungkin, tidak ada lagi siswa yang putus sekolah, gizi guruk, angka kemiskinan yang mencapai 129 ribu jiwa bisa berkurang, tak ada lagi sekolah yang roboh, pelabuhan yang kurang laik, dan tak ada lagi jalan raya di Kepri  yang berlubang. Memang itu bukanlah jaminan. Ya, semua sudah terjadi. Triliunan uang rakyat itu sudah dikucurkan untuk proyek kebanggaan pemimpin. Kini tinggal kita menunggu proyek tersebut dinikmati. Hanya saja, masyarakat harus bersabar karena proyek-proyek pusat pemerintahan senilai 1,9 triliun rupiah di Pulau Dompak yang belum siap. Lihat saja seperti pembangunan jembatan menghubungkan Jalan Wiratno dengan Pulau Dompak yang menelan dana Rp236,637 miliar, pembangunan jalan utama dikerjakan oleh senilai Rp187,099 miliar, pembangunan jalan penghubung Pulau Dompak senilai Rp48,388 miliar rupiah, pembangunan jalan lokal di Dompak senilai Rp54,706 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kantor gubernur dan dinas, nilai proyek R258,380 miliar rupiah, pembangunan gedung DPRD senilai Rp64,144 miliar, kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sebesar Rp45,165 miliar, pembangunan masjid raya dan Islamic Centre menelan Rp102,030 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek yang sudah hampir selesai baru kantor gubernur, masjid, jalan lingkar, RSUD, dan jembatan dua dan tiga. Sedangkan bangunan LAM, kantor DPRD, serta kampus UMRAH belum mencapai 90 persen. Artinya Pemprov Kepri harus mengeluarkan biaya lagi untuk menyelesaikan pembangunan gedung-gedung megah tersebut. Padahal, dari awal, anggaran yang sudah  diplot sebesar Rp1,9 triliun mencukupi untuk penyelesaian pembangunan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat nasi sudah menjadi bubur, maka tidak ada pilihan lain. Proyek Dompak akan dilanjutkan pada APBD 2012. “Kita tak ingin pusat pemerintahan yang hampir selesai terbengkalai begitu saja," begitulah kata Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi, selesai buka puasa awal Agustus lalu. Memang ada dua faksi di DPRD Kepri. Faksi yang satu menolak dianggarkan pembangunan Dompak jika Pemerintah tidak menjelaskan secara rinci penyebab keterlambatan yang disertai audit investigasi lembaga yang independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faksi ini beranggapan, segala keterlambatan pengerjaan proyek tersebut harus ada yang bertanggungjawab. Apakah itu kontraktor ataupun pihak lain. Lazimnya dalam sistem proyek pemerintah, maka keterlambatan bisa dikenakan sanksi denda, pemutusan kontrak dan yang paling berat pihak yang terlibat diadili di pengadilan. Sedangkan faksi yang kedua, menilai keterlambatan tersebut disebabkan masalah alam. Misalnya banyaknya tenaga kerja yang terkena wabah malaria. Sehingga kekurangan tenaga kerja. Namun tidak semua kalangan menerima alasan menyalahkan alam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi politis, bisa saja ada yang beranggapan, biarkan saja Dompak tetap seperti sekarang. Biarlah nanti gubernur yang baru, DPRD yang baru yang akan menyelesaikan kantor baru. Sehingga terkesan membawa suasana baru. Biarlah pemimpin yang lama hanya menjadi peletak pembangunan. Bukan penikmat pembangunan? Dan itu akan menjadi  jualan politik pada pemilukada Kepri 2015? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mahasiswa Pascasarjana Universitas Kanjuruhan Malang (UKM)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-5118751553660054639?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/5118751553660054639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=5118751553660054639&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5118751553660054639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5118751553660054639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2011/08/ironi-pusat-pemerintahan-dompak.html' title='Ironi Pusat Pemerintahan Dompak'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-4719670127716069376</id><published>2011-02-10T23:36:00.001+08:00</published><updated>2012-01-27T02:06:01.155+09:00</updated><title type='text'>Juara II Nasional</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TVQGopwV5HI/AAAAAAAAARI/D05RcpT7WPs/s1600/IMG_4105.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572085934437295218" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TVQGopwV5HI/AAAAAAAAARI/D05RcpT7WPs/s400/IMG_4105.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 221px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-oTyiWItC-2I/TVQGoRlmAxI/AAAAAAAAARA/xGIFe-ay480/s1600/bersama%2Bmenteri.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572085927949763346" src="http://2.bp.blogspot.com/-oTyiWItC-2I/TVQGoRlmAxI/AAAAAAAAARA/xGIFe-ay480/s400/bersama%2Bmenteri.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 400px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 245px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba Karya Tulis Kementerian Daerah Tertinggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan Tanjungpinang Pos Robby Patria keluar&lt;br /&gt;sebagai pemenang lomba karya tulis Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT)&lt;br /&gt;yang dilaksanakan oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal.&lt;br /&gt;Kepastian itu diperoleh setelah Humas Kementerian PDT menghubungi&lt;br /&gt;redaksi Tanjungpinang Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerahan hadiah akan diberikan oleh Menteri PDT Helmy Faishal Zaini&lt;br /&gt;di Hotel Kartika Chandra Jakarta. Robby jurnalis yang masih berumur 27&lt;br /&gt;tahun itu berhasil keluar sebagai juara II setelah ia mengangkat&lt;br /&gt;tulisan tentang kehidupan masyarakat terpencil di Tambelan. Tulisan&lt;br /&gt;tersebut diterbitkan Tanjungpinang Pos pada 19 November 2010 dengan&lt;br /&gt;memberikan ruang khusus satu halaman. "Tulisan ini memang layak&lt;br /&gt;juara," kata Pimpinan Redaksi Tanjungpinang Pos Rizal Saputra,&lt;br /&gt;kemarin. Kemenangan ini menjadi motivasi Tanjungpinang Pos untuk&lt;br /&gt;melahirkan karya tulis yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robby sendiri mengatakan, tulisan itu terilham ketika ia ke Tambelan&lt;br /&gt;belum lama ini. Ternyata di Tambelan, penghasilan nelayan terbilang&lt;br /&gt;tinggi. "Satu hari ke laut terkadang mereka bisa mendapatkan pendapatan Rp1 juta&lt;br /&gt;per orang. Saya kira ini sudah melebihi pendapatan warga kota. Upah&lt;br /&gt;Minimum Provinsi (UPM) Kepri saja sebelan Rp975 ribu per bulan.&lt;br /&gt;Terkadang memang tidak setiap hari nelayan itu dapat rizki Rp1 juta&lt;br /&gt;per hari. Adakalanya mereka hanya dapat ongkos minyak saja," ujar&lt;br /&gt;Robby, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Tanjungpinang Pos, wartawan Kompas yang berhasil juara I&lt;br /&gt;mengangkat tema “Menuju Desa Tumbuh Sejahtera”. Sedangkan juara I&lt;br /&gt;kategori umum,  Viryan Aziz,  Pendiri dan Direktur Dompet Umat,&lt;br /&gt;Pontianak, Kalimantan Barat, dengan naskah ”Entrepreneur&lt;br /&gt;Desa”dipublikasikan di Harian Jurnal Nasional. Juara II Awan Santosa,&lt;br /&gt;dosen Fakultas Ekonomi Mercu Buana, Yogyakarta, dengan naskah “Ayo&lt;br /&gt;Bangun PTDes” dipublikasikan di Harian Yogya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bertindak sebagai dewan juri dalam perlombaan itu adalah Dr.&lt;br /&gt;Ermiel Thabrani, Praktisi Humas&lt;br /&gt;Prof. Dr. Lijan Sinambela, Akademisi Bambang Sarwono Ar. M.C Eng,&lt;br /&gt;Perwakilan KPDT&lt;br /&gt;Dr. Lili Romli, Perwakilan KPDT Wahyu Kristianto, Wartawan Senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, tahun 2008 Robby Patria pernah juara I lomba karya tulis&lt;br /&gt;yang digelar Telkomsel untuk kawasan Sumatera, tahun 2009 ia berhasil&lt;br /&gt;mendapatkan juara III Anugrah Jurnalistik yang diadakan Pemerintah&lt;br /&gt;Kota Tanjungpinang. Dan di tahun 2010 tulisan Robby juga masuk dalam&lt;br /&gt;nominasi Penghargaan Rida Award untuk kawasan Sumatera.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-4719670127716069376?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/4719670127716069376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=4719670127716069376&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4719670127716069376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4719670127716069376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2011/02/juara-ii-nasional.html' title='Juara II Nasional'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TVQGopwV5HI/AAAAAAAAARI/D05RcpT7WPs/s72-c/IMG_4105.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-4714328651227293771</id><published>2010-10-06T23:49:00.003+09:00</published><updated>2010-10-06T23:56:42.335+09:00</updated><title type='text'>Tugas Saya Bersuara untuk Kemajuan Kepri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TKyNqdiovwI/AAAAAAAAAQw/5ajuTBJ1qR4/s1600/gal-15.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TKyNqdiovwI/AAAAAAAAAQw/5ajuTBJ1qR4/s400/gal-15.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524946603500683010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DR Harry Azhar Azis MA, Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir tiga bulan menjadi Wakil Ketua Komisi XI Dewan&lt;br /&gt;Perwakilan Rakyat (DPR) - RI, Harry Azhar Azis berharap, dengan posisi&lt;br /&gt;tersebut bisa berperan penting menyukseskan pelaksanaan Perdagangan&lt;br /&gt;Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan,&lt;br /&gt;dan Karimun (BBK).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR daerah pemilihan Kepri ini mengakui, sebagai pimpinan di&lt;br /&gt;komisi yang membidangi masalah keuangan, perencanaan pembangunan&lt;br /&gt;nasional, perbankan, dan anggaran, dirinya banyak berhubunga&lt;br /&gt;n Menteri Keuangan, yang membawahi Direktorat Pajak dan Bea Cukai. Dua&lt;br /&gt;lembaga inilah yang  memiliki peran penting dalam melaksanaan FTZ di&lt;br /&gt;BBK bahkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilahirkan di Tanjungpinang  25 April 1956, Harry memiliki peran&lt;br /&gt;penting dalam memperjuangkan asprasi rakyat Kepri di tingkat pusat.&lt;br /&gt;Selama menjadi Ketua Badan Anggaran (Bangar) hampir 11 bulan, Harry&lt;br /&gt;berhasil memperjuangkan dana ratusan miliar untuk Kepri. Terutama dana&lt;br /&gt;bagi hasil yang sempat tertunda pembayaraannya. Nilainya mencapai&lt;br /&gt;Rp681,6 miliar. Pemprov Kepri mendapat alokasi Rp156,2M, Pemerintah Kabupaten Natuna dapat Rp 229,6 miliar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kabupaten/kota di Kepri lainnya dapat Rp59,4 miliar. Selain itu, program stimulus pembangunan untuk &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengatasi krisis ekonomi yang terjadi tahun 2008 mengalir ke Kepri. Semua itu&lt;br /&gt;perjuangan Harry selama menjadi Wakil Ketua Badan Anggaran dan Ketua&lt;br /&gt;Banggar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sempat bertengkar dengan Menteri Keuangan mengenai dana&lt;br /&gt;sisa bagi hasil itu. Saya bilang, ini hak daerah yang harus&lt;br /&gt;dibayarkan. Tak boleh kita mempersulit. Selepas itu, Menkeu langsung&lt;br /&gt;perintahkan bawahannya bayar," kata Harry kepada Tanjungpinang Pos,&lt;br /&gt;belum lama ini di Hotel Bintan Beach Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya peran Harry mendorong APBD mengalir ke Kepri diakui Kepala&lt;br /&gt;Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Kepri Amhar Ismail. "Selama ini Pak&lt;br /&gt;Harry duduk di Badan Anggaran, kita memang banyak mendapat bantuan&lt;br /&gt;dalam memperjuangkan anggaran," kata Amhar menanggapi peran doktor&lt;br /&gt;ekonomi lulusan Oklahoma State University, Amerika Serikat itu.&lt;br /&gt;Setelah Harry tidak lagi di Badan Anggaran, Amhar berharap Harry bisa&lt;br /&gt;memperjuangkan Kepri dari pelbagai bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Harry yang menamatkan pendidikan dasar di SD 02 dekat masjid raya Tanjungpinang, demi Kepri, ia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berusaha maksimal memperjuangkan anggaran. Misalnya anggaran yang sedang dia perjuangkan saat ini biaya&lt;br /&gt;subsidi untuk keluarga yang tidak mampu yang disalurkan kepada ibu-ibu&lt;br /&gt;yang mengandung dan memiliki balita. Setiap bulannya, ibu-ibu dari&lt;br /&gt;keluarga yang tak mampu di Kepri akan mendapatkan bantuan dari&lt;br /&gt;pemerintah melalui Dinas Sosial. "Sayangnya anggaran ini belum&lt;br /&gt;dilaksanakan karena masih dalam proses di Kementerian Sosial. Tetapi&lt;br /&gt;saya minta mereka bisa segera mencairkan karena sudah dianggarkan,"&lt;br /&gt;ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Harry, dengan adanya bantuan susu untuk bayi, serta makanan&lt;br /&gt;pendamping, pemerintah membantu rakyat terutama ibu-ibu yang tak mampu&lt;br /&gt;dalam memenuhi kebutuhan gizi. Harry pernah merasakan bantuan dari&lt;br /&gt;Pemerintah Amerika Serikat saat istrinya melahirkan anaknya di&lt;br /&gt;Amerika. Ketika itu, Harry bersama istrinya Amanah sedang&lt;br /&gt;menyelesaikan program doktor di negeri Paman Sam. Mereka berdua&lt;br /&gt;sama-sama mendapat beasiswa untuk menyelesaikan program doktor. Dengan&lt;br /&gt;keterbatasan anggaran, tak mungkin Harry dan Amanah kembali ke&lt;br /&gt;Indonesia. Karena waktu sudah mendesak, Harry mencari cara agar dia&lt;br /&gt;mendapatkan solusi mengatasi kekurangan dana yang dia butuhkan untuk&lt;br /&gt;melahirkan anak di AS. Biaya yang diperlukan mencapai ratusan juta.&lt;br /&gt;Sedangkan uang beasiswa yang diperoleh Harry tiap bulan tak mencukupi&lt;br /&gt;untuk biaya bersalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Harry mendapatkan informasi di internet, ada peluang&lt;br /&gt;mendapatkan biaya melahirkan gratis dari pemerintah. Asalnya Harry&lt;br /&gt;memenuhi syarat. Harry mendaftar ke badan khusus seperti&lt;br /&gt;Kementerian Sosial di Indonesia. Tak sulit untuk mendapatkan bantuan&lt;br /&gt;dari pemerintah AS asalkan memenuhi syarat. Harry pun lega karena&lt;br /&gt;dirinya bisa memperoleh bantuan sebesar 15 ribu dolar AS. Biaya&lt;br /&gt;tersebut untuk biaya melahirkan. Biaya melahirkan di AS mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry mengenang, setiap bulan dia mendapatkan bantuan dari pemerintah&lt;br /&gt;AS . "Bantuannya berupa uang dan susu. Saking banyaknya susu di rumah,&lt;br /&gt;selain anak, saya menikmati susu dari diberikan pemerintah. Badan saya&lt;br /&gt;sempat gemuk hingga lebih dari 120 kg. Sejak di DPR, badan saya mulai&lt;br /&gt;kurus menjadi 75 kg," kata mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB)&lt;br /&gt;Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang pernah masuk penjara gara-gara&lt;br /&gt;memprostes kebijakan Presiden Soerhato. Saat masuk  penjara berat&lt;br /&gt;badannya cuma 45 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari pengalaman yang didapat di AS, Harry mencoba&lt;br /&gt;memperjuangkan  agar ibu-ibu di Indonesia yang sedang menyenyusui&lt;br /&gt;diberikan bantuan hingga anaknya masuk SD. "Saya kira, jika Rp1,5 juta&lt;br /&gt;setahun tidak berat. Harusnya lebih dari itu. Dengan terpenuhnya&lt;br /&gt;kebutuhan gizi anak Indonesia, maka generasi mendatang menjadi&lt;br /&gt;cerdas," kata Harry. Daerah di Kepri yang jadi percobaan mendapatkan&lt;br /&gt;bantuan tersebut Kabupaten Bintan. Harry menggesa, program tersebut&lt;br /&gt;cepat terlaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemikiran Harry, kemiskinan di Indonesia harus diperangi. Dengan&lt;br /&gt;jumlah kemiskinan mencapai 32 juta di Indonesia, dan di Kepri 200 ribu&lt;br /&gt;lebih, maka tugas pemerintahlah  menguranginya. Jika di Indonesia&lt;br /&gt;masih besar angka kemiskinan, maka proses demokrasi yang diharapkan&lt;br /&gt;tidak sesuai harapan. Pemerintah dianggap berhasil jika jumlah angka&lt;br /&gt;kemiskinan berkurang. Dia menilai, tak ada demokrasi kalau negara&lt;br /&gt;masih lautan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya, demokrasi akan menjadi milik oleh elit poltik yang&lt;br /&gt;memiliki uang. Misalnya, suara rakyat yang seharusnya menjadi suara&lt;br /&gt;Tuhan tidak berarti. Upaya pemenangan dalam pemilu tak jarang&lt;br /&gt;menggunakan politik uang. Inilah yang menyebabkan biaya politik untuk&lt;br /&gt;menjadi anggota DPR dan kepala daerah menjadi lebih besar. Masih ada&lt;br /&gt;pemilih mengutamakan uang. Mereka memilih figur karena sudah diberikan&lt;br /&gt;uang Rp100 ribu. Sedangkan calon yang memiliki kemampuan tak terpilih&lt;br /&gt;karena tidak memiliki uang. "Sangat mungkin calon kepala daerah yang&lt;br /&gt;memiliki pemikiran yang brilian tak dipilih rakyat karena tak&lt;br /&gt;memberikan bantuan."  Sedangkan calon yang kemampuannya terbatas bisa&lt;br /&gt;menang disebabkan banyak memberikan bantuan. Di Amerika contoh&lt;br /&gt;demokrasi yang sudah berjalan baik, Presiden Obama ketika mencalonkan&lt;br /&gt;diri banyak mendapat sumbangan sehingga dana kampanye Obama berlebih.&lt;br /&gt;Di AS, pemilih menentukan pilihan berdasarkan kemampuan dan program&lt;br /&gt;yang ditawarkan kepada rakyat. Jika program yang ditawarkan tidak&lt;br /&gt;populis, maka tidak akan menang dalam pemilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utamakan Sektor Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari masalah pengentasan kemiskinan, Harry juga mengingatkan&lt;br /&gt;agar pemerintah daerah di Kepri memperhatikan peningkatan kualitas&lt;br /&gt;pendidikan masyarakat. Anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari&lt;br /&gt;Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) harus digunakan maksimal&lt;br /&gt;untuk penyelenggaran pendidikan. "Pemda melanggar Undang-Undang&lt;br /&gt;Pendidikan jika tidak mengalokasikan biaya pendidikan tak cukup 20&lt;br /&gt;persen. Konstitusi menjamin semua warga negara berhak mendapatkan&lt;br /&gt;pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyarankan agar pemerintah daerah baik itu Pemerintah Provinsi&lt;br /&gt;Kepri, Pemko dan Pemerintah Kabupaten di Kepri hendaknya&lt;br /&gt;mengalokasikan beasiswa untuk masyarakat yang ingin menyelesaikan&lt;br /&gt;pendidikan S1, S2 hingga S3. Bayangkan misalnya setiap tahun Pemko&lt;br /&gt;Tanjungpinang mengirim 10 mahasiswa sekolah doktor, maka lima lima&lt;br /&gt;tahun ke depan, akan ada 10 doktor baru masuk ke Tanjunginang. Mereka&lt;br /&gt;bisa menjadi Kepala Dinas PU, Kepala Bappeda bahkan dosen maupun&lt;br /&gt;peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tujuh kabupaten setiap tahun mengirim 10 mahasiswa menyelesaikan&lt;br /&gt;doktor, maka lima tahun ke depan, 70 orang masyarakat di Kepri yang&lt;br /&gt;menyandang gelar doktor. Jika program ini berlanjut terus, maka akan&lt;br /&gt;ada ratusan doktor di Kepri yang akan memikirkan pembangunan Kepri.&lt;br /&gt;"Tentu ke depannya, bupati dan wali kota bahkan gubernur di Kepri&lt;br /&gt;nantinya seorang doktor."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah bisa mengalokasikan Rp5 miliar untuk beasiswa S2 dan S3&lt;br /&gt;setiap tahun. Jumlah tersebut bukan nilai yang besar. Jika Rp5 miliar,&lt;br /&gt;maka tak sampai satu persen dari nilai APBD di daerah yang sudah di&lt;br /&gt;atas Rp600 miliar per tahun.&lt;br /&gt; Peningkatan kualitas sumber daya manusia ini, kata Harry, banyak&lt;br /&gt;dilakukan oleh negara maju. Malaysia lebih maju saat ini dibandingkan&lt;br /&gt;Indonesia, karena mereka banyak mengirim warga mereka ke Amirika,&lt;br /&gt;Eropa bahkan Timur Tengah menuntut ilmu. Setelah selesai, mahasiswa&lt;br /&gt;tersebut kembali ke daerah masing-masing mengabdi. Harry prihatin, di&lt;br /&gt;Indonesia&lt;br /&gt; jumlah penduduk yang berpendidi&lt;br /&gt;kan S2 dan S3 masih 0,03 persen dibandingkan jumlah penduduk.&lt;br /&gt;Bandingkan dengan Korea Selatan yang sudah mencapai 10 persen dari&lt;br /&gt;jumlah penduduk Korea.&lt;br /&gt; Salah satu anak Harry sedang menuntut ilmu di universitas terkemuka di Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun Kepri menjadi provinsi yang maju harus didukung dengan&lt;br /&gt;sumber daya manusia yang handal. Dengan sumber daya manusia yang&lt;br /&gt;berkualitas, lanjut Harry, sumber kekayaan alam di Kepri bisa diolah&lt;br /&gt;dan dimanfaatkan. Menurut Harry, setelah  tak lagi menjadi Ketua Badan&lt;br /&gt;Anggaran dan kini dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi XI, Harry bisa&lt;br /&gt;lebih fokus dalam memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat,&lt;br /&gt;pengusaha, dan pemerintah daerah di Kepri terutama menyangkut FTZ.  Di&lt;br /&gt;Komisi XI, Harry satu-satunya doktor ekonomi lulusan AS. Sehinga&lt;br /&gt;perannya di Komisi Keuangan tersebut sangat berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus Perjuangkan Kepri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dari Kepri ada tiga anggota DPR, namun yang memiliki pengaruh&lt;br /&gt;yang besar adalah Harry. Melihat dari catatan media massa, Harry-lah&lt;br /&gt;yang rutin datang ke Kepri, berjumpa dengan masyarakat Kepri dan&lt;br /&gt;perjuangannya terlihat dan dirasakan masyarakat. Bahkan di mata media&lt;br /&gt;nasional, Harry sosok yang sudah populer. Mulai dari media terkemuka&lt;br /&gt;di Indonesia seperti Kompas, Jawa Pos, Tempo, Media Indonesia, Antara,&lt;br /&gt;Koran Sindo, Republika, menjadikan Harry sebagai sumber jika&lt;br /&gt;menyangkut isu keuangan negara dan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai masalah tersebut Harry mengatakan, "Memang tugas saya&lt;br /&gt;menyuarakan suara masyarakat Kepri di pusat. Bahkan menyuarakan suara&lt;br /&gt;rakyat Indonesia," ujar Harry yang sering diminta pendapatnya oleh&lt;br /&gt;media asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama berbincang dengan Tanjungpinang Pos di Hotel Bintan Beach dan&lt;br /&gt;Hotel Sempurna Tanjungpinang belum lama ini, Harry menjelaskan soal ia&lt;br /&gt;dipindahkan dari Ketua Badan Anggaran DPR-RI kini menjadi Wakil Ketua&lt;br /&gt;Komisi XI DPR.  Harry yang pernah bersekolah di SMPN 2 Tanjungpinang&lt;br /&gt;itu mengatakan, proses mutasi tersebut sudah pernah dibicarakan dengan&lt;br /&gt;Ketua Umum Partai Golkar Aburizal  Bakrie. Aburizal meminta Harry&lt;br /&gt;berjuang di Komisi XI supaya sistem keuangan dan moneter Indonesia&lt;br /&gt;makin transparan dan terukur dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;Di pos yang baru, banyak peraturan di negara ini dirumuskan dan&lt;br /&gt;dibahas. Peran Harry sebagai doktor ekonomi yang sudah berpengalaman&lt;br /&gt;di Komisi tersebut diharapkan bisa memberikan kontribusi untuk&lt;br /&gt;kemakmuran rakyat Indonesia. Pengaruh Harry jelas lebih maksimal di&lt;br /&gt;Komisi XI dibandingkan di Banggar. Karena banyak permasalahan&lt;br /&gt;pembangunan dibahas di komisi lalu dibawa di Banggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry menceritakan, saat rapat Fraksi Golkar seusai pelantikan Ketua&lt;br /&gt;Badan Anggaran yang baru, Ketua Fraksi Golkar Setya  Novanto dan&lt;br /&gt;Sekjen Golkar Idrus Marham mengapresiasi apa yang sudah saya lakukan&lt;br /&gt;selama di  Badan Anggaran, terutama kebijakan saya membuat pembahasan&lt;br /&gt;anggaran negara menjadi makin  transparan, pro ke daerah dan mudah&lt;br /&gt;diakses oleh masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena saya tidak pernah menutup akses ke siapapun. Inilah yang&lt;br /&gt;menyebabkan ponsel saya selalu dihubungi bupati dan gubernur&lt;br /&gt;menanyakan masalah anggaran. Saya bilang secara terbuka ke mereka. Tak&lt;br /&gt;ada yang perlu ditutupi. Karena sudah saatnya uang rakyat berjumlah&lt;br /&gt;lebih dari seribu triliun rupiah dikelola dengan transparan," kata&lt;br /&gt;Harry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golkar ingin Harry mengawal kebijakan partai selama lima tahun&lt;br /&gt;mendatang. Semula kebijakan Golkar titik beratnya pada anggaran, kini&lt;br /&gt;penekanannya diperluas kepada sistem keuangan dan moneter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Fraksi Golkar yang berlatar pendidikan S3 ekonomi dari Amerika cuma&lt;br /&gt;Harry. Inilah yang menyebabkan  Aburizal memasang Harry sebagai&lt;br /&gt;penggawal membenahi  seluruh perangkat yang terkait dengan penggunaan&lt;br /&gt;anggaran negara. Perangkatnya tersebut meliputi undang- undang.&lt;br /&gt;"Misalnya, kita bisa mengubah undang-undang supaya anggaran ke daerah&lt;br /&gt;lebih besar. Nah, tugas tersebut ada di komisi, bukan di Badan&lt;br /&gt;Anggaran," Harry menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, sebutnya, Kepri sebagai provinsi Kepulauan bersama&lt;br /&gt;delapan provinsi lainnya bisa terbantu dalam pembagian dana alokasi&lt;br /&gt;umum dan dana alokasi khusus. Selama ini, pemerintah tak adil dalam&lt;br /&gt;membagi DAU dan DAK. Luas lautan yang ada di Kepri tidak dimasukan&lt;br /&gt;dalam variabel perhitungan DAU dan DAK. Andaikan luas laut Kepri&lt;br /&gt;dimasukkan dalam perhitungan, maka Kepri dan provinsi kepulauan&lt;br /&gt;lainnya akan mendapatkan keadilan dalam pembagian. APBD Kepri bisa di&lt;br /&gt;atas 2 triliunan. Perhitungan luas laut kini sudah mulai ada perbaikan dalam perhitungan DAK dan DAU, walaupun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Banyak yang harusnya diperbaiki. Misalnya daerah yang pendapatan&lt;br /&gt;aslinya meningkat harus diberikan penghargaan. Bukan dana DAU dan DAK&lt;br /&gt;dikurangi seperti yang terjadi saat ini. Permasalahan seperti itu&lt;br /&gt;menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan," kata Harry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu ke depan, ada beberapa rancangan undang-undang yang&lt;br /&gt;jadi fokus Komisi XI, seperti RUU OJK (Otoritas Jasa Keuangan), RUU&lt;br /&gt;Mata Uang, RUU Akuntan Publik, RUU JPSK (Jaring Pengaman Sistem&lt;br /&gt;Keuangan) dan rencana amandemen UU Bank Indonesia dan UU Keuangan&lt;br /&gt;Negara. Di sana, Partai Golkar mengharapkan saya berperan penting&lt;br /&gt;untuk membenahi transparansi sistem keuangan negara, pengelolaan&lt;br /&gt;moneter, memperbaiki pasal undang-undang yang multitafsir, misalnya,&lt;br /&gt;tentang  pengelolaan aset negara. Dan kedua tentunya dengan jabatan&lt;br /&gt;pimpinan di Komisi XI, bisa menata ukuran yang makin jelas antara&lt;br /&gt;penerimaan pajak dan  belanja negara dengan peningkatan kesejahteraan&lt;br /&gt;rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah FTZ, ujarnya, berada di Komisi XI membuat dirinya lebih&lt;br /&gt;efektif memperjuangkan aspirasi Kepri di DPR. Apalagi untuk isu FTZ.&lt;br /&gt;"Saya sudah sampaikan beberapa keluhan pengusaha dan masyarakat&lt;br /&gt;mengenai hambatan FTZ kepada Menkeu, Menko Perekonomian sebagai Ketua&lt;br /&gt;Dewan Kawasan Nasional, dan pejabat terkait  yang berhubungan dengan&lt;br /&gt;Komisi lain XI."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, FTZ di BBK harus sukses. Jangan ada hambatan pada&lt;br /&gt;pelaksanaannya. Bea Cukai harusnya cabut masterlist.  Kalau mau dicek,&lt;br /&gt;lakukan secara acak. "Kalau barang masuk di pelabuhan bebas tetapi&lt;br /&gt;ditahan, itu namanya melanggar prinsip perdagangan  bebas," ujarnya.&lt;br /&gt;FTZ Kepri harus sukses. Dengan demikian Kepri bisa menjadi daerah&lt;br /&gt;pertumbuhan baru di Indonesia. (robby patria)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIO DATA&lt;br /&gt;================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama                                   : Harry Azhar Azis&lt;br /&gt;Tempat &amp; tgl lahir               : Tanjungpinang, 25 April 1956&lt;br /&gt;Jabatan                              : Wakil Ketua Komisi XI DPR&lt;br /&gt;                            Wakil Sekjen DPP Partai Golkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                       Koordinator&lt;br /&gt;    Wilayah Kepri DPP Partai Golkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan                       : Oklahoma State University, Amerika Serikat (PhD)&lt;br /&gt;                           University of Oregon, Amerika Serikat (MA)&lt;br /&gt;                           Sekolah Tinggi Manajamen Industri, Departemen Perindustrian&lt;br /&gt;                           Akademi Pimpinan Perusahaan Departemen Perindustrian&lt;br /&gt;                           SMA Negeri 4 Jakarta&lt;br /&gt;                           SMP Negeri 74 Jakarta&lt;br /&gt;                           SMP Negeri 2 Tanjungpinang&lt;br /&gt;                           SD Negeri 2 Tanjungpinang&lt;br /&gt;                           TK Yalasenastri Tanjungpinang&lt;br /&gt;Penghargaan              : Scholarship Award for ASEAN Youth 1987 dan 1993&lt;br /&gt;                           Program Award for Young Leaders, USIA, Jakarta-Washington 1986&lt;br /&gt;                           Mahasiswa Teladan APP Departemen Perindustrian 1976&lt;br /&gt;Organisasi                       : Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) 1983-1986&lt;br /&gt;                           Sekretaris Jenderal PB HMI 1981-1983&lt;br /&gt;Istri                             : Dr. Amanah Abdulkadir, MA&lt;br /&gt;Anak                             : Mina Azhar, Hanifah Azhar, Ibrahim Azhar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-4714328651227293771?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/4714328651227293771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=4714328651227293771&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4714328651227293771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4714328651227293771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/10/tugas-saya-bersuara-untuk-kemajuan_06.html' title='Tugas Saya Bersuara untuk Kemajuan Kepri'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TKyNqdiovwI/AAAAAAAAAQw/5ajuTBJ1qR4/s72-c/gal-15.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-4132881981360710171</id><published>2010-08-08T02:09:00.001+09:00</published><updated>2010-08-08T02:11:09.927+09:00</updated><title type='text'>Hidup Berpindah-pindah, dan Minimnya Perhatian Pemerintah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;DULU mereka hidup tanpa panutan agama. Tatkala umat Budha hari raya, mereka ikut merayakan. Umat Islam Lebaran, mereka juga memeriahkan. Tahun 1972, baru ajaran Islam masuk di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampai di Desa Pulau Pinang memerlukan waktu 17 jam dari Tanjungpinang dengan menggunakan kapal laut. Jika kita dari Tanjungpinang, saat ini belum ada transportasi langsung ke desa tersebut. Jika ingin ke pulau itu harus singgah ke Tambelan. Dengan menggunakan kapal ikan dengan panjang 18 meter, lebar empat meter, Pulau Pinang bisa di jangkau enam jam perjalanan dari Tambelan. Di perairan ini juga sering memakan korban kapal kargo yang berlayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi gelombang di sekitar pulau tergolong ganas. Apalagi di Desember, tinggi&lt;br /&gt;gelombang bisa lima meter. Lautnya bergelombang, membuat penduduk di sana tak bisa jauh ke laut untuk mencari ikan. Bahkan, kapal nelayan asal Thailand sekitar tahun 2004 sering berhenti di sana untuk sekedar berlindung dari ganasnya ombak laut China Selatan. Tak jarang, penduduk mendapatkan barang hanyut yang dibawa gelombang. Barang-barang itu tak lain, sisa-sisa dari pecahnya kapal yang melalui perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak Pulau Pinang yang strategis berada di tengah-tengah jalur perairan internasional menjadi lintasan berbahaya. Tak jarang ada kapal yang tenggelam di sana. Asal muasal penghuni di pulau seluas Pulau Penyengat itu kebanyakan dari Lingga. Semula&lt;br /&gt;hanya empat kepala keluarga yang mendiami pulau laut yang banyak ditanami pohon kelapa. Karena terus berkembang, kini jumlah penduduk di sana sudah 150 kepala keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekeliling Pulau Pinang ada Pulau Mentebung, dengan jumlah penduduk 300 KK. Di samping&lt;br /&gt;Pulau Pinang ada Pulau Pengikik. Jumlah penghuni pulau tersebut lebih kurang 100 KK. Kemudian ada Pulau Kepayang. Letak pulau Pinang tepat di kawasan Laut China Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku kebudayaan di tiga kampung ini hampir mirip. Tapi asal mereka berbeda. Asal warga&lt;br /&gt;Mentebung kebanyakan didiami oleh warga dari Serasan, Kabupaten Natuna.&lt;br /&gt;Dialognya mirip seperti orang Serasan. Sedangkan di Pulau Pinang mereka berasal dari Daek&lt;br /&gt;Lingga. Bahasa Lingga dengan orang yang tinggal di Pulau Pinang, tak jauh berbeda. Menunjukkan kemiripan makna bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hamdi Atan, mantan kepala desa di Pulau Pinang, ajaran Islam masuk di Pulau Pinang sekitar tahun 1972. Penyebaran Islam dibawa oleh warga Tambelan yang sebelumnya sudah mendiami Tambelan. Sebelum warga memeluk agama Islam, setiap perayaan Tahun Baru China, penduduk setempat turut merayakan. Bahkan ada juga yang percaya kepada kekuatan alam misalnya batu, pohon, dan kekuatan mistik lainnya yang dianggap bisa memberikan pertolongan di saat mereka sedang sakit. Maklum, di pulau itu dulunya tidak ada dokter dan perawat. Jika sakit, mereka akan menyembuhkan dengan bantuan tenaga gaip. Tetapi, entah kebetulan atau tidak, warga yang sakit bisa disembuhkan biasanya oleh orang pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang juga oleh kepala adat di sana.Hamdi, diangkat menjadi Kepala Desa di Pulau Pinang 2 Februari 1996. Hamdi merupakan salah satu keturunan warga Pulau Pinang. Kini dia sudah pindah ke Tambelan. Masih banyak saudaranya yang tinggal di pulau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada adat istiadat yang unik dari warga Pulau Pinang. Saat melaksanakan pernikahan, mereka&lt;br /&gt;melakukan pesta adat selama tujuh hari tujuh malam tanpa henti. Untuk menghibur warga, ketua&lt;br /&gt;adat yang dipilih menggelar hiburan joget dan minum minuman alkohol. Sang pengantin&lt;br /&gt;mengelilingi tarup. Pengantin menjadi raja selama tujuh hari."Pesta pernikahan samalaman&lt;br /&gt;suntuk," kenang Hamdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang terbatas, menyebabkan pernikahan yang dilakukan masih ada hubungan saudara.&lt;br /&gt;"Dulu tak ada pendatang, sehingga mereka menikah sesame sedare," kata Hamdi menjelaskan&lt;br /&gt;mengenai prilaku kehidupan warga. Jangan dibayangkan setelah menikah, sang pengantin&lt;br /&gt;mendapatkan buku nikah merah dan hijau seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) tidak ada di sana. Yang biasanya menikahkan kedua mempelai&lt;br /&gt;melalui ketua adat. Ketua adat memegang kendali masyarakat. Ia laksana raja yang menjalankan&lt;br /&gt;roda pemerintahan. Ketua adat juga mengatur tatakrama pergaulan sehari-hari. Untuk jadi&lt;br /&gt;ketua adat bukan sembarangan orang. Minimal ketua adat memiliki ilmu kanuragan agar bisa&lt;br /&gt;melindungi warganya dari tindak kejahatan pendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu ada orang yang datang untuk merampok kelapa. Tetapi Batin atau ketua adat kita sakti,&lt;br /&gt;bajak laut itu langsung lari ketakutan dan pulang," kata Syafii, anak Batin, Sulaiman yang&lt;br /&gt;pernah disegani di Pulau Pinang kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pulau Pinang juga tidak ada polisi. Karena kehidupan mereka selalu damai. Kalaupun ada&lt;br /&gt;pertengkaran, yang akan menyelesaikan ketua adat bersama dengan anggotanya. Seiring kemajuan&lt;br /&gt;peradaban kehidupan, sekarang pernikahan di kalangan warga Pulau Pinang dan sekitarnya&lt;br /&gt;dilakukan di KUA di Tambelan. Pesta pernikahan juga sudah layaknya adat Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ketua adat memiliki anak buah. Yang dipercaya ketua adat yakni Ulu balang dengan&lt;br /&gt;jumlah anggota 20 orang. Mereka siap bekerja sesuai dengan keinginan ketua adat. Ketua&lt;br /&gt;adatlah orang yang paling dihargai di pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada warga yang sakit, Ketua adat melakukan pengobatan dengan menggunakan tenaga gaib.&lt;br /&gt;Mereka percaya dengan kekuatan gaib yang bisa menyembuhkan. Walaupun berbetuk pantun, tetapi&lt;br /&gt;obat megik sangat mujarap untuk menyembuhkan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat pendidikan di Pulau Pinang tak banyak yang tamat SD. Kebanyakan warga tidak&lt;br /&gt;bersekolah. Sejak kecil sudah dibawa orang tua mereka ke laut untuk memancing. Secara&lt;br /&gt;bertahap, di sana sudah dibangin sekolah dasar. Tamat SD, anak-anak melanjutkan pendidikan&lt;br /&gt;ke Tambelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber pendapatan warga mengandalkan hasil laut yang melimpah. Banyaknya hasil ikan, membuat&lt;br /&gt;nelayan asing dari Thailand banyak yang mencari ikan di sana. Ikan yang tersebut dikeringkan&lt;br /&gt;dan dijual di Tambelan. Kalau cuaca sedang baik, tak jarang ikan langsung dijual di&lt;br /&gt;Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hamdi, nelayan di Pulau Pinang lebih maju dibandingkan di Nelayan&lt;br /&gt;Tambelan sendiri. Sebab, saat nelayan di Pulau Pinang sudah menggunakan perahu bermesin, nelayan di Tambelan masih menggunakan perahu layar. Karena melihat nelayan di Pulau Pinang menggunakan perahu bermesin, secara berlahan nelayan di Tambelan menggunakan mesin diesel hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang unik dari prilaku kehidupan nelayan di Pulau Pinang yakni selalu berpindah pindah.&lt;br /&gt;Kalau musim utara, perumahan nelayan yang berada di pinggir pantai ditinggalkan. Mereka&lt;br /&gt;mengungsi di balik belakang pulau untuk berlindung di tempat yang aman dari bahaya cuaca.&lt;br /&gt;Kala musim barat tiba, mereka juga akan pindah ke tempat yang lebih aman bersama dengan&lt;br /&gt;perahu. "Dulu pemerintah membuat tempat untuk nelayan menambatkan kapal ikan, tetapi, karena ombak terlalu kuat, bendungan tersebut tidak bisa melawan derasnya gelombang," kata Hamdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melindungi kapal, maka mereka masih berpindah pindah sesuai dengan musim angin.&lt;br /&gt;Prilaku seperti ini tampaknya hanya terjadi di Pulau Pinang. Pejabat yang pernah singgah di Pulau itu Bupati Bintan Ansar Ahmad. Itupun saat Ansar melakukan kampanye pemilihan kepala daerah 2005. Anggota DPRD Bintan Rahmi Komalawati juga&lt;br /&gt;sempat ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Warga di Pulau Pinang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Kasihan mereka masih&lt;br /&gt;tertinggal dari segi pendidikan," kata Rahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan hidup lebih keras. Sumber air bersih sangat sulit. Warga membawa air bersih dari&lt;br /&gt;Tambelan. Kandungan kadar garam yang tinggi, membuat air minum terasa asin. Tapi karena&lt;br /&gt;sudah terbiasa, warga masih nyaman tinggal di Pulau Pinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga di sana memang mengharapkan pemerataan pembangunan infrastruktur laiknya desa-desa&lt;br /&gt;lain di Kabupaten Bintan. Misalnya pembangunan Puskesmas. Sekarang belum ada Puskesmas di&lt;br /&gt;sana. Yang ada hanya Puskesmas pembantu. Kalau sakitnya mulai kritis, baru di bawa ke&lt;br /&gt;Puskesmas Tambelan. Tenaga medis yang bertugas di sana sulit untuk bertahan karena&lt;br /&gt;lingkungan yang kurang bersabahat. Apalagi, belum ada jaringan telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, warga Tambelan yang hendak ke Pulau Pengikik harus ke Seu Durik, Kalimantan Barat. Transportasi dari Kalbar lebih banyak dibandingkan dari Tambelan. Pasalmya Desa Pengikik lebih dekat dengan Kalbar. Jarak dari Kalbar ke Pengikik cuma 4 jam dengan menggunakan pompong kayu. Sedangkan dari Tambelan, waktu yang dibutuhkan bisa 6 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mirda, salah satu warga Desa Hilir, Tambelan harus ke Sungai Durik, Kalbar. Dari Sungai Durik, baru Mirda melanjutkan perjalanan ke Pengikik. Sungguh eronis, Kabupaten Bintan belum bisa menyediakan transportasi untuk warga di desa terpencil di Tambelan. Jangan disalahkan, jika suatu waktu, Pengikik lepas dari Kepri. (robby patria/tgpinang pos)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-4132881981360710171?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/4132881981360710171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=4132881981360710171&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4132881981360710171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4132881981360710171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/08/hidup-berpindah-pindah-dan-minimnya.html' title='Hidup Berpindah-pindah, dan Minimnya Perhatian Pemerintah'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-1799858854854803524</id><published>2010-08-08T01:35:00.002+09:00</published><updated>2010-08-08T01:45:13.306+09:00</updated><title type='text'>Menilik Kejayaan Tambelan Timbalan Riau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TF2NY6p1p7I/AAAAAAAAAQg/eYvngzdYwCA/s1600/tambelan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TF2NY6p1p7I/AAAAAAAAAQg/eYvngzdYwCA/s400/tambelan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502709778917730226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan memiliki andil besar dalam sejarah Kerajaan Johor Riau. Kecamatan terpencil di Bintan itu pernah menjadi pusat pemerintahan Johor Riau di masa Sultan Johor VII Sultan Abdullah Ma'ayat Syah ketika dalam pelarian dari Lingga. Sultan mangkat di Tambelan dan dikebumikan di sana. Bagaimana-jejak-jejak sejarah itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mendengar nama Tambelan, tentu telingga tak asing lagi. Untuk sampai Tambelan saat ini masih terbilang sulit. Rute kapal perintis Km Gunung Bintan hanya 10 hari sekali ke Tambelan dari Tanjungpinang. Inilah salah satu transportasi warga yang hendak ke Tambelan. Sedangkan dari Tambelan ke Tanjungpinang, masyarakat di sana menggunakan Trigas, kapal kargo yang tidak laik untuk dijadikan kapal penumpang. Jadwalnya keberangkatan cuma 10 hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin menggunakan jalur alternatif selain Gunung Bintan, masyarakat Tambelan biasanya menumpang kapal ikan yang menampung ikan dari nelayan, kemudian dijual di Tanjungpinang, bahkan ikan dari Tambelan dijual sampai ke Singapura. Jauhnya Tambelan dari pusat pemerintahan, menyebabkan jarang dikunjungi pejabat. Bisa dikatakan, setahun sekali bupati berkunjung ke sana untuk menemui masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau masih terisolasi dari modernisasi zaman, masyarakat Tambelan tak protes kepada pemerintah daerah yang tak menyediakan transportasi yang manusiawi untuk warganya. Di Km Trigas misalnya, penumpang terkadang tidur bersebelahan dengan binatang seperti kambing, ayam, dan hewan peliharaan lainnya. Itulah realita hingga sekarang. Ketika pemda membangun fasilitas perkantoran yang megah, fasilitas umum masyarakat tak terpenuhi dengan fasilitas yang laik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis, letak Tambelan di Laut China Selatan, 210 mil dari Pulau Bintan. Waktu yang ditempuh untuk sampai di Tambelan sekitar 21 jam. Jika gelombang besar, waktu perjalanan bisa bertambah 10 jam. Dengan jumlah penduduk 5.000 jiwa, Tambelan memiliki 8 desa, satu kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan folk lore, nama Pulau Tambelan berasal dari Pulau Kandil Bahar yang artinya cahaya yang terlihat dari tengah laut. Hingga saat ini nama itu masih melekat dalam ingatan warga Tambelan. Kandil Bahar diabadikan sebagai tempat pertemuan.&lt;br /&gt;Nama Kandil Bahar hanya dikenal orang Tambelan. Sedangkan penduduk luar tidak mengenal nama tersebut. Bahkan ketika rombongan Sultan Johor VII Sultan Abdullah Ma'ayat Syah tiba di kecamatan yang memiliki 54 pulau besar dan kecil itu, mereka menyebut nama Tambelan dengan Pulau Sabda. Sabda diartikan perkataan atau perintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasalnya dari Tambelan, Sultan memimpin Kerajaan Johor ketika dalam pelarian. Sehingga seluruh sabda dan kebijakan kerajaan dikendalikan dari Tambelan,” kata Atmadinata, peneliti sejarah di Kepri, yang juga Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, kepada Tanjungpinang Pos, di kediamannya, Jalan Kuatan Tanjungpinang, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, saat Sultan menetap di Tambelan bersama Raja Bujang yang nantinya menjadi Sultan Johor menggantikan Ma'ayat Shah. Jumlah rombongan ketika itu diperkirakan ratusan orang. Buktinya dalam catatan Belanda dagh register 1624-1629 di buku King off Johor yang ditulis Leonard Y Andarya, ketika Sultan sudah wafat sekitar tahun 1623 dan dikebumikan di sana, rombongan yang ditinggal Sultan, termasuk di dalamnya Putri Jambi kembali ke Jambi dengan menggunakan  500 perahu. Jumlah 500 perahu bukan jumlah yang sedikit. Bisa mengangkut ribuan orang. Sayangnya tak ada literatur yang memastikan jumlah rombongan ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, peninggalan sejarah rombongan sultan masih ada yang terdiri dari  makam-makam rombongan Sultan yang mangkat di Tambelan. Makam-makam tersebut berada di atas kompek khusus yang ditembok dengan batu. Batu nisan terbuat dari batu yang diukir dengan tulisan arab. Tingginya nisan melebihi orang dewasa. Warnanya hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diamati dari batu nisan, yang meninggal di sana bukan orang sembarangan. "Pasti pejabat tinggi di kerajaan,” ujar Atmadinata yakin. Kini makam Sultan Johor yang berada di komplek pemakaman Desa Batulepuk itu terlihat megah karena sudah dilakukan pemugaran. Sedangkan makam di dekat Bentayan, kurang terawat. Batu nisan terlihat tak terurus. Warga banyak berkebun di sekitar lokasi makam. Hanya makam Sultan yang terlihat terawat. Makam dominan dengan warna kuning.&lt;br /&gt;                    &lt;br /&gt;Menurut Atmadinata, perubahan nama Pulau Sabda jadi Timbalan terjadi tahun 1784 ketika terjadi Perang Riau (1782-1784) yang lebih dikenal Perang Bahari. Dalam perang itu, tak boleh dilupakan, peran besar yang diberikan oleh datuk-datuk asal Pulau Tujuh, yaitu Datuk Jemaja, Datuk Siantan, Datuk Pulau Laut, Datuk Serasan, Datuk Subi dan Datuk Pulau Sabda atau Tambelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini, kata Atmadinata, diperkuat dengan laporan Kontelir A.W.L. Vogelesang dalam “Gegeven Betreffende den Tambelan en den Watas Archiep” (1921). Dalam Adat Rechtbundels 26 halaman 12 disebutkan, Datuk Pulau Sabda berhasil merebut meriam-meriam dari kapal perang Belanda. Sebagai imbalan, Sultan Mahmud Syah III memberikan gelar Datuk Petinggi Timbalan Riau Maharaja Lela Setia kepada Datuk Pulau Sabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti lela adalah meriam. Timbalan artinya wakil, suatu kedudukan sangat istimewa. Saking istimewanya, sebelum datuk di Pulau Tujuh itu bisa menghadap Sultan, mereka berkumpul dulu di Pulau Sabda sebagai penghormatan kepada Datuk Pulau Sabda. Setelah menghadap Datuk Pulau Sabda, baru mereka bisa menjumpai Sultan. Bisa dikatakan, Datuk Tambelan ketika itu jadi wakil sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejak saat itu tak disebut lagi Datuk Pulau Sabda, tetapi Datuk Timbalan. Dan nama Pulau Sabda jadi Pulau Timbalan. Lidah Belanda melafalkan Tambelan berlangsung hingga detik ini,” kata Atmadinata, yang pernah menulis buku sejarah Kerajaan Johor Riau Pahang bersama dengan tokoh sejarah Kepri Aswandi Syahri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmadinata mengatakan, jika dianalisa, tentang anugrah gelar Datuk Petinggi Timbalan Riau Maharaja Lela Setia, kepada Datuk Pulau Sabda, maka dalam tradisi peanugrahan gelar Kerajaan Riau, gelar tak diberikan kepada seseorang apabila tak ada sesuatu prestasi yang luar biasa yang diraih penerima gelar. Saat itu Sultan Mahmud tak pernah memberikan gelar kepada siapapun kecuali kepada Datuk Pulau Sabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu- satunya yang dapat gelar ini Datuk Pulau Sabda. Hal ini dikarenakan peran Datuk Pulau Sabda sangat besar dalam Perang Riau yang menyebabkan Belanda mengundurkan diri dari medan perang perairan Riau ke Malaka. Belanda mundur karena kapal perang mereka Malaka’s Walvaren dihancur,” ujar Atma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Belanda pun Beri Otonomis Khusus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, diberikan otonomo khusus di zaman Belanda. Dan Tambelan mendapat pilihan pertama sebagai daerah otonom di seluruh Keresidenan Riau, sebagai ujicoba yang nantinya diterapkan juga ke daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan penghargaan dari Belanda, maka dibentuklah Negeri Tambelan dengan cara diberi nama gemeinshaaft atau masyarakat adat yang dibentuk berdasarkan kemauan bersama dan diatur dengan adatnya. Masyarakat ini diketuai  atau dipimpin oleh seorang yang diberi gelar Datuk Kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kesaksian Ramli Ismail, kata peneliti sejarah Kepri Atmadinata, pada waktu itu, masyarakat Tambelan dikumpulkan di lapangan bola untuk memilih Datuk Kaya. Orang yang dipilih dari keturunan yakni orang yang masih berhubungan dengan Datuk Kaya dulu. Dan akhirnya masyarakat sepakat memilih Hasnan bin Yahya sebagai Datuk Kaya yang memimpin masyarakat adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan setelah peristiwa itu, keluarlah surat keputusan dari Belanda Resident Riouw No 221 tertanggal 28 Mei 1929 dengan lampiran berisikan tatacara kerja masyarakat adat sesuai dengan Indische Staatsregelling (IS) atau UU Belanda tentang pengaturan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status otonomi Tambelan hingga saat ini, kata Atmadinata, tak pernah dicabut secara tertulis. Hanya saja tidak berlaku dengan sendirinya karena telah lahir beberapa kali peraturan perundangan  yang mengatur tentang pemerintah daerah dan otonomi daerah. Selama Tambelan dijadikan daerah khusus, ada beberapa keberhasilan yang dilakukan masyarakat Tambelan. Misalnya  di Tambelan dibangun rumah jabatan Asisten Wedana yang sekarang jadi rumah dinas camat. Kemudian dibangun juga balai pengobatan, kantor Lembaga Adat Tambelan, sekolah PGA, kantor sosial, balai desa, Masjid Raya Tambelan, dan yang paling jauh dari Tambelan yakni dibangunnya Rumah Adat Tambelan di Belakang Gedung Daerah Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Rumah Adat itu saat ini tidak dimanfaatkan optimal oleh warga Tambelan yang berada di Tanjungpinang. Rumah Adat yang dibangun zaman Belanda itu hanya disewakan kepada pihak lain. Atmadinata menambahkan, otonomi khusus ini merupakan penghargaan khusus kepada Tambelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irwandi, Ketua Himpunan Mahasiswa Tambelan di Tanjungpinang kecewa dengan Kerukunan Keluarga Tambelan di Tanjungpinang karena Rumah Adat Tambelan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan warga Tambelan. "Malah warga Tambelan sendiri marasa asing pergi ke sana," kata Irwandi, seraya mengatakan, Rumah Adat itu disewakan kepada pihak ketiga. Sampai sekarang, tidak diketahui uang sewa itu dikelola siapa dan untuk apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmadinata menambahkan, bisa saja, Otonomi Khusus Tambelan dikembalikan seperti masyarakat adat di Yogyakarta, dan daerah lainnya di Indonesia. "Tetapi memang perlu kajian lebih dalam  lagi," kata Kepala Bidang Pendidikan Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, menilik sejarah Kecamatan Tambelan, daerah itu memainkan peran yang sangat penting sejak abad 16 di kawasan Sumatera. Tetapi, kini, Tambelan hanya sebuah kecamatan kecil dari Kabupaten Bintan yang terlupakan. Daerah yang melahirkan banyak profesor itu masih tertinggal dan terus tertinggal dari daerah lain. Tambelan tenggelam dari zaman kejayaannya hanya meninggalkan kenangan sejarah untuk kita berkaca menatap masa depan. (tanjungpinangpos/robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-1799858854854803524?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/1799858854854803524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=1799858854854803524&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1799858854854803524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1799858854854803524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/08/menilik-kejayaan-tambelan-timbalan-riau.html' title='Menilik Kejayaan Tambelan Timbalan Riau'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TF2NY6p1p7I/AAAAAAAAAQg/eYvngzdYwCA/s72-c/tambelan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-718654964647820825</id><published>2010-08-08T01:24:00.002+09:00</published><updated>2010-08-08T01:31:03.005+09:00</updated><title type='text'>Dan, Sejarah Bintan pun Harus Ditulis Ulang…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TF2KJtU0rII/AAAAAAAAAQQ/MKWTJGCfBzM/s1600/bukkit+krang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TF2KJtU0rII/AAAAAAAAAQQ/MKWTJGCfBzM/s400/bukkit+krang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502706219107003522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;JALAN setapak itu begitu panjang dan berliku. Lepas dari kampung terakhir, hanya ada rerimbunan pepohonan sawit. Menelusuri jalan setapak membelah perkebunan sawit itu, ternyata mengantarkan kita menguak jejak sejarah manusia Bintan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SEMUA bermula pada tahun 2005. Ketika itu, Aswandi Syahri, seorang penulis buku-buku sejarah di Kepri tengah melakukan penggalian data-data tentang cerita rakyat di Kepri. Satu di antara lokasi penelitiannya adalah di kawasan Kawal, sebuah desa di tepi Pantai Trikora, sekitar 40 kilometer dari pusat kota Tanjungpinang. Secara administratif, kawasan ini masuk wilayah Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.&lt;br /&gt;    Kawal adalah kampung tua yang banyak menyimpan kisah masa lalu. Dalam pembicaraan singkat dengan Lurah Kawal, saat itu Aswandi mendapat informasi tentang adanya peninggalan sejarah yang berbentuk benteng. Orang kampung menamainya dengan sebutan “Benteng Batak”. Naluri Aswandi pun cepat bergerak. Setelah mengumpulkan berbagai serpihan informasi awal, ia langsung melakukan pelacakan. Tidak mudah menemukan tempat yang dimaksud, sebab, kisah tentang Benteng Batak itu lebih mirip dongeng. Bisa saja memang ada tempat yang dimaksud pada zaman dahulu, namun apakah ia benar-bena berwujud seperti benteng, atau ada kisah lain yang melatarbelakanginya, sulit terlacak.&lt;br /&gt;    Tapi dari pencarian Benteng Batak itulah, Aswandi justru mendapatkan hal lain yang bisa jadi akan mengubah pandangan orang tentang sejarah Bintan. "Waktu itu jalannya kecil. Saya menggunakan mobil untuk menerobos lokasi," ujar Aswandi, kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Ia saat itu memang tidak menemukan Benteng Batak, melainkan sebuah tumpukan kerang di perbatasan perkebunan sawit. Kerang adalah sejenis hewan laut yang memang digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Lokasi penemuan tumpukan kerang itu berada di Kawal Darat.&lt;br /&gt;    Sekilas, tidak ada yang menarik dari tumpukan sampah kerang itu. Memang ada yang mengundang tanya, yakni mengapa kulit kerang dalam jumlah besar ditumpuk di suatu tempat hingga membentuk sebuah gundukan tanah. Dan berdasarkan informasi yang berhasil digali Tanjungpinang Pos dari warga di kawasan Kawal, ada sisi lain yang menarik dari tumpukan kulit kerang itu. “Pernah juga beberapa orang datang ke sini. Mereka menginap dan seperti bersemadi. Entah apa yang mereka cari, kami tidak tahu,” ujar seorang warga.&lt;br /&gt;    Tapi bagi Aswandi yang sempat mendalami sejarah, tumpukan kerang itu bukan sekedar tempat yang memiliki aura mistis saja, melainkan juga sebuah jejak peninggalan sejarah yang nyaris terkubur seiring berjalannya waktu. &lt;br /&gt;    Tumpukan kerang itu dalam istilah sejarah dikenal dengan sebutan kjokkenmoddinger. Kjokkenmoddinger sendiri berasal dari bahasa Denmark, yang berarti bukit kerang, atau sampah dapur. Bukan sekedar sampah dapur biasa, tapi kjokkenmoddinger adalah jejak peninggalan manusia purba di zaman prasejarah. "Tumpukan kerang itu merupakan sampah dapur pada masa prasejarah," kata Aswandi.  Kemudian ia menginformasikan temuan itu ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bintan. Disparbud pun langsung meminta Pusat Penelitian Arkeologi Nasional untuk menyelidiki temuan tersebut. Selang beberapa waktu, temuan ini juga dipublikasikan di media massa. Akhirnya Pusat Peneliti Kebudayaan Arkelogi Nasional melakukan penelitian.&lt;br /&gt;Dengan dilatarbelakangi rasa ingin tahu yang kuat, Aswandi juga sempat mengirimkan foto penemuan tersebut ke Arkeolog di National University Singapura (NUS) Professor Jhon Micsick. Jhon sendiri menyarankan kepada Aswandi agar menjaga lokasi penemuan, mengingat tingginya kandungan sejarahnya. Bisa jadi Aswandi bukanlah orang yang pertama menemukan tumpukan kerang yang memiliki nilai sejarah yang kuat itu. Sebab sebelumnya, selain warga kampung yang sering lalu lalang untuk mencari rumput di kebun, juga ada sejumlah orang yang tertarik dengan persoalan mistis mengunjungi tempat tersebut. Namun apa yang dilakukan oleh Aswandi adalah merupakan bagian dari upaya menguak jejak sejarah Bintan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teka-Teki Sejarah&lt;br /&gt;PENDULUM waktu terus bergerak cepat. Sejak Aswandi mengunjungi tempat tersebut pada tahun 2005, informasi pun tersebar cepat. Sejumlah kalangan pun berdatangan ingin melihat dengan mata-kepala sendiri, seperti apa bentuk tumpukan kerang itu. Di penghujung tahun 2008,  sejumlah arkeolog Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Batu Sangkar, Sumatera Barat mengunjungi tempat tersebut. Kemudian Balai Arkeologi Medan juga melakukan penelitian di tempat yang sama.&lt;br /&gt;    Dari titik inlah, sejumlah pertanyaan muncul ke permukaan. Kalaulah benar tumpukan kerang yang ditemukan di Kawal Darat itu adalah peninggalan manusia prasejarah di Bintan, berarti ada sebuah kehidupan panjang yang telah berlangsung di tempat ini, bahkan sejak sebelum dimulainya penghitungan tahun masehi. Apalagi saat melakukan penggalian di sekitar lokasi bukit kerang itu, para arkeolog dari BP3 Batu Sangkar juga menemukan fosil kapak genggam (pabble), atau lebih spesifik lagi adalah kapak sumatera (sumateralith). Hasil penemuan itu sempat beberapa bulan dibawa ke laboratorium.&lt;br /&gt;    Penemuan fosil kapak genggam ini kemudian akan memperkuat bukti sejarah di kawasan Kawal tersebut. Setidaknya bagi buku sejarah di Tanah Melayu, dapat ditambah satu bab lagi, yang khusus mengupas tentang kehidupan di rentang waktu prasejarah. Sebab, sejarah Bintan yang sampai ke masyarakat pada saat ini baru terlacak pada pendulum waktu sekitar 900 masehi sampai 1100 masehi, di mana pernah berdiri sebuah kerajaan di kaki Gunung Bintan. Dalam sejumlah buku sejarah, termasuk di antaranya&lt;br /&gt;“Hikayat Hang Tuah: Analisa Struktur dan Fungsi” yang ditulis oleh Guru Besar UGM Sulastin Sutrisno memang menguatkan bahwa di kaki gunung itu pernah berdiri sebuah kerajaan.&lt;br /&gt;    Lantas bila menilik lagi satu buku “Kota Kara dan Situs-Situs Sejarah Bintan Lama” yang ditulis oleh Aswandi Syahri, pada sekitar tahun 1512-1513 masehi di kaki Guunung Bintan, atau di kawasan yang dikenal sebagai Kota Kara, juga pernah menjadi pusat pemerintahan Sultan Mahmud. Jatuhnya Kota Melaka ke tangan Portugis pada 1511 membuat Sultan Mahmud dan rombongan menyingkir ke selatan. Diperkirakan, ia dan rombongan sampai ke Bintan setahun setelah Melaka jatuh. Kemudian Sultan Mahmud pun membangun basis pertahanan di sekitar kaki Gunung Bintan. Keberadaan bukti sejarah di kaki gunung itu juga kemudian dikuatkan oleh adanya sejumlah makam tua.&lt;br /&gt;    Bila melihat dari dua data di atas, artinya titik sejarah Bintan terjauh yang bisa ditarik adalah pada pendulum waktu sekitar 900 masehi. Sementara sebelum itu, semua masih merupakan sebuah teka-teki sejarah yang gelap. Nah, dengan penemuan bukit kerang di Kawal tersebut, maka bisa sedikit menguak jejak masa lalu manusia Bintan. &lt;br /&gt;Bukit Kerang&lt;br /&gt;MAKNA keberadaan tumpukan kerang di Kawal itulah yang telah menjadi magnet para pencinta sejarah untuk melakukan kajian lebih dalam. Dahsyat Gafnesia, seorang peminat masalah sejarah Melayu yang sebelumnya pernah bekerja sebagai peneliti sejarah di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Tanjungpinang mengatakan bahwa kjokkenmoddinger bukanlah barang baru di pesisir timur Pantai Sumatera. Di Aceh dan Medan, para peneliti juga sudah pernah menemukannya.&lt;br /&gt;Namun satu misteri besar yang belum terpecahkan adalah, bila di Aceh bukit kerang itu ditemukan dengan jarak 130 kilometer dari bibir pantai, maka di Kampung Hulu Kawal, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, bukit kerang itu hanya berjarak 700 meter dari bibir pantai. Lantas apakah bukit kerang itu?&lt;br /&gt;Dahsyat menjelaskan bahwa bukit kerang bisa jadi adalah tumpukan sampah dapur. Waktu itu, bisa jadi manusia purba memakan kerang sebagai santapan keseharian, mengingat sampai saat ini saja, kerang masih banyak ditemukan di bibir Pantai Trikora. Saat itu, menurut Dahsyat, bisa jadi ada semacam kepercayaan mereka bahwa setelah memakan isinya, maka kulit kerang tak boleh dibuang sembarangan, melainkan harus ditumpuk di satu tempat. Selain itu, juga mungkin waktu itu ada konsepsi manusia prasejarah yang memandang kerang sebagai hewan suci, yang akan kualat bila membuang sembarangan.&lt;br /&gt;Bukit kerang yang ditemukan di kawasan Kawal itu sendiri memang tidak terlalu tinggi. Bentuknya tidak sampai menjadi bukit, melainkan hanya sebatas tumpukan kerang saja. Tingginya saat ini dari permukaan tanah sekitar empat meter, atau 12 meter di atas permukan laut. Lebar gundukan bukit kerang mencapai 18 kali 24 meter. Bisa jadi pada masa lalu, tinggi tumpukan kerang itu di atas empat meter. Namun karena berjalannya waktu, tinggi tumpukan kerang semakin berkurang. Apalagi di bagian tengah tumpukan kerang itu kini sudah ada lubang. Kemunculan lubang itu jauh terjadi sebelum para arkeolog melakukan penelitian. Diperkirakan warga setempat, ada orang yang menggalinya untuk keperluan mengambil benda tertentu. Warga kampung sekitar tempat tersebut sendiri sudah menemukan keberadaan bukit kerang sekitar tahun 1960-an, seiring pembukaan hutan menjadi kebun-kebun warga. Sebelumnya ada dua tumpukan kerang, namun yang satu kini sudah nyaris rata dengan tanah.&lt;br /&gt;Dalam penelitiannya, tim arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Batu Sangkar, selain menemukan gundukan kerang setinggi empat meter, juga masih ada batu yang diduga sebagai kapak genggam manusia purba, dan satu lagi, serpihan tulang kepala manusia purba.&lt;br /&gt;Jejak Pengembaraan Manusia Prasejarah Bintan&lt;br /&gt;DAN di awal 2009, hasil penelitian yang ditunggu itu pun dipublikasikan. Dan kemudian sejarah Pulau Bintan, tampaknya harus ditulis ulang menyusul hasil penggalian (ekskavasi) tim arkeologi dari Balai Arkeologi (Balar) Medan. Dan lokasi penemuan bukit kerang itu pun kemudian diberi nama situs Bukit Kerang Kawal Darat (BKKD). Para arkeolog menemukan bukti adanya kehidupan manusia prasejarah atau purba di situs tersebut. Manusia prasejarah di Bukit Kerang Kawal Darat ini diperkirakan hidup di zaman Mesolithikum (zaman batu pertengahan) atau sekitar 1500-1900 tahun sebelum masehi.&lt;br /&gt;Tim arkeolog dari Balai Arkeologi Medan tersebut turun langsung ke lapangan, dipimpin oleh Kepala Balai Arkeolog Medan Lukas Partanda Koestoro. Ia ditemani oleh Ketut Wiradnyana yang selama ini dikenal cukup ahli mendalami masalah situs bukit kerang di Indonesia. Dan hasil penelitian tersebut, seperti yang diduga sejak awal, membuktikan bahwa di situs BKKD itu, tumpukan kerang yang ditemukan adalah murni kjoekkenmoddinger, yang antara lain berupa kulit-kulit kerang, gerabah prasejarah dan serpihan alat pukul. Selain itu ditemukan juga perkakas dari tulang hewan, yang biasanya digunakan untuk mencungkil.&lt;br /&gt;Lucas Partanda Koestoro menjelaskan, terkait dengan persoalan penemuan bukit kerang itu, sebenarnya di Kawal bukanlah yang pertama. Peninggalan manusia prasejarah berbentuk bukit kerang ditemukan pertama kali di sekitar Pantai Timur Sumatera tahun 1925 oleh peneliti Dr PV Van Stein Callenfels. Di tempat itu dia juga menemukan kapak genggam, yang disebut dengan pebble atau kapak Sumatera (Sumatralith). Selain di Bintan, masih ada empat tempat lainnya ditemukan situs prasejarah seperti ini. Selain di kawasan pesisir Sumatera, seperti Aceh dan Sumatera Utara, di Sulawesi juga pernah ditemukan situs serupa. Karena itu, perlu ada penjagaan terhadap lokasi sekitar situs. Sebab bercermin pada Deli Serdang, lokasi situs saat ini sudah hilang. Di Deli Serdang, situs tersebut ditemukan tahun 1970. Namun untuk situs bukit kerang yang di Aaceh dan di Sumatera Utara, diperkirakan usianya lebih tua, yakni sekitar tujuh ribu tahun sebelum masehi. &lt;br /&gt;    Para manusia prasejarah ini memiliki cirri hidup berkelompok. Umumnya mereka tinggal di sekitar muara sungai, tepi sungai dan di pinggir laut. Hal ini terbukti dengan penemuan bukit kerang di Kawal, yang jaraknya dari bibir pantai sekitar 4,7 kilometer. Dari lima situs bukit kerang yang ditemukan di Indonesia, semuanya berada di bibir pantai. Di Kawal sendiri, sebenarnya bukan hanya satu situs kjokkenmoddinger, melainkan tiga. Dan masing-masing digunakan tiga kelompok yang berbeda. Setiap kelompok beranggotakan sekitar 25 – 30 orang yang tinggal di rumah berbentuk panggung. Koondisi rumah berbentuk panggung ini juga mirip seperti yang ditemukan di Aceh. Namun seiring berlalunya waktu, bekas-bekas rumah sudah tidak bisa ditemukan lagi jejaknya di Kawal.&lt;br /&gt;Para manusia prasejarah yang pernah hidup di Kawal ini umumnya mencari makan dengan berburu. Kegiatan ini dilakukan oleh pria dewasa. Sedangkan, yang anak-anak, wanita dan orang tua mencari atau mengumpulkan makanan seperti kerang-kerangan serta umbi-umbian di sekitar tempat tinggal mereka. “Itu sebabnya, tulang manusia yang biasanya ditemukan di dalam tumpukan kjokkenmoddinger berasal dari anak-anak atau wanita,” lanjut Lucas. Namun dalam survei awal yang dilakukan arkeolog dari Balai Arkeologi Medan, di kjokkenmoddinger Kawal ini belum ditemukan adanya tulang manusia. Namun bisa jadi kalau dilakukan penelitian lanjutan, tulang belulang manusia purba itu bukan tidak mungkin dapat ditemukan.&lt;br /&gt;    Jejak pengembaraan manusia prasejarah Bintan sendiri terbilang panjang. Berdasarkan analisa dan kajian mendalam, Lucas sampai pada kesimpulan bahwa jejak pengembaraan manusia prasejarah di Bintan itu dimulai dari daratan kawasan Asia Tenggara, tepatnya di Thailand. Mereka terus menuju arah selatan, hingga sampai di Bintan. Dari Thailand, mereka menuju arah Pantai Timur Sumatera sebelum sampai di Pulau Bintan. Sebenarnya, jejak manusia prasejarah yang ada di kawasan Asia Tenggara ini tidak semuanya berasal dari Thailand. Ada juga yang berasal dari Filipina. Mereka diperkirakan menjadi bagian dari Kebudayaan Hoabinh yang bermula dari Vietnam Utara. Namun untuk kajian lanjutan serta pendalaman, Lucas mengatakan masih perlu dilakukan penelitian secara menyeluruh.&lt;br /&gt;    Satu hal lagi yang bisa ditarik dari penemuan situs bukit kerang di Kawal itu adalah pembuktian bahwa laut telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan orang-orang Bintan sejak sekitar empat ribu tahun yang lalu. “Bahwa kehidupan sebelum masehi sudah menggunakan kekayaan laut untuk kehidupan,” kata Lucas. “Sayangnya, zaman sekarang, kita belum memanfaatkan sumber daya laut untuk kehidupan.” Peninggalan bukit kerang di Kawal ini adalah bukti sejarah yang tak terbantahkan untuk diambil pelajaran bahwa laut sudah digunakan untuk kehidupan sejak zaman prasejarah. Harusnya kita bisa mulai mengoptimalkan menggunakan sumber daya laut untuk meningkatkan kehidupan.&lt;br /&gt;Temuan bukit kerang ini akan menjadi lokasi objek penelitian lanjutan para arkeolog Indonesia. “Kita harus melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui lebih jauh sisi lainnya dari peninggalan tersebut,” paparnya. Balai Arkeolog Medan sendiri sedang mengusulkan ke pemerintah pusat dana untuk penelitian lanjutan situs BKKD ini. “Kalau kita bisa bekerjasama dengan Pemda, itu lebih baik. Karena anggaran yang tersedia di pusat, masih kecil untuk penelitian,” kata Lucas. “Di zaman otonomi daerah, Pemda lebih banyak memiliki peran. Tentunya kalau ada kerjasama Pemda dengan Balai Arkeologi, tentu lebih baik untuk mengetahui hasil penelitian lanjutan. Kalau mengandalkan Balai Arkeologi saja, saya kira kita memiliki dana yang terbatas.”&lt;br /&gt;Selain untuk objek penelitian arkeolog Indonesia, kawasan BKKD juga bisa dijadikan objek wisata yang memungkikan untuk menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemda. Di sejumlah negara Eropa, kata Lucas, penemuan situs purbakala ini sendiri kemudian dikelola sebagai objek wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulap Jadi Kawasan Wisata&lt;br /&gt;PENEMUAN situs purbakala di Kawal tampaknya akan menjadi berkah tersendiri bagi warga Bintan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Bintan sudah merencanakan untuk menjadikan kawasan ini sebagai objek wisata baru di Bintan, melengkapi sejumlah objek lain yang sudah ada. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan Raja Akib Rachim menjelaskan saat ini Pemkab Bintan sudah berencana membebaskan lahan warga di sekitar lokasi penemuan situs purbakala tersebut. “Kita akan menjadikan sebagai objek pariwisata budaya di Bintan. Tahun 2010 akan dilakukan pembebasan lahan seluas dua hektare. Tahun ini belum bisa dilakukan pembebasan terhadap lahan karena tidak dianggarkan di APBD,” kata Raja Akib. Lantas apakah akan menarik untuk dijadikan objek wisata?&lt;br /&gt;    “Terus terang tidak banyak peninggalan sejarah itu di Indonesia,” paparnya. “Kita beruntung masih menjadi tempat persinggahan sejarah dan ini menambah objek wisata di Bintan.” Wisata budaya ini nantinya akan disejalankan dengan wisata hutan bakau di Bintan. Apalagi di jarak tak sampai sepuluh kilometer dari lokasi, Pemkab Bintan sudah merencanakan untuk membangun dermaga feri internasional di Tanjungberakit. Nantinya turis asing bisa masuk ke kawasan bukit kerang melalui dermaga feri yang akan membuka rute ke Singapura itu. Sementara waktu, sebelum pembebasan lahan dilakukan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan sudah bekerjasama dengan warga setempat untuk menjaga keamanan situs.&lt;br /&gt;    Terlepas dari potensi wisata yang tengah mengintai itu, masih ada satu lagi tugas besar yang harus diselesaikan oleh Bintan. Penemuan situs bukit kerang di Kawal ini sekaligus menjadi sebuah pintu masuk untuk kajian sejarah lebih mendalam. Setidaknya, dari penemuan ini, diperkirakan sudah ada penghuni Pulau Bintan pada kurun empat ribu tahun yang lampau. Penulis buku-buku sejarah Kepri, Aswandi Syahri punya padangan yang sama. Menurut Asswandi, dengan hasil temuan tersebut, sejarah Pulau Bintan harus ditulis ulang. Semula sejarah Bintan berasal dari Kerajaan Bentan. Sekarang ada penemuan terbaru menghapus penemuan bermula dari Kerajaan Bentan. “Harus dilakukan penulisan sejarah kembali dimulai babakan baru sejarah. Bukit Kerang penemuan besar dalam sejarah di Indonesia dan Kepri," katanya. Dan dalam penulisan sejarah ulang tersebut, sejarah Kepri tidak lagi dimulai dari Kerajaan Bentan, melainkan bukit kerang di Kawal. Dan dari sebuah hasil laporan di Belanda, Aswandi mengetahui bahwa bukit kerang tidak saja ditemukan di Kawal, tetapi diperkirakan juga ada di Tanjunguban dan Pulau Galang, Batam. “Tetapi kita belum bisa membuktikan kebenaran laporan tersebut. Perlu ada penelitian lanjutan,” paparnya.&lt;br /&gt;    Pada titik inilah, sejarah Bintan kemudian harus dipikirkan kembali. Apa kemudian makna dari penemuan situs prasejarah di Kawal itu. Satu di antaranya, tidak lain membuktikan bahwa kehidupan sudah bermula di Bintan pada sekitar 1900 tahun sebelum masehi. Bila ditambah dengan penanggalan masehi yang saat ini sudah memasuki angka tahun 2009, maka berarti kehidupan sudah bermula di Bintan pada hampir  empat ribu tahun yang lampau. Angka ini bisa menjadi lebih panjang lagi, bila suatu saat kembali ditemukan situs prasejarah lagi di Bintan, yang usianya lebih tua dari bukit kerang di Kawal tersebut. &lt;br /&gt;    Nah, dalam rentang waktu hampir empat ribu tahun itulah, tentu banyak kisah yang sempat berlangsung. Dan itu semua menjadi bagian dari sejarah orang-orang Bintan. Dan seperti kata pepatah, tidak boleh kita melupakan sejarah, sebab sejarah itu adalah kunci untuk mengetahui jati diri kita. Bagi orang-orang Bintan, penelusuran terhadap sejarah yang mungkin masih banyak tercecer itu akan membuka sebuah kotak pandora, bahwa ada banyak sisi kehidupan yang telah luput dari catatan pena dan kertas. Membuka masa lalu orang-orang Bintan, berarti juga adalah proses untuk menemukan jati diri orang-orang Bintan itu sendiri. (tanjungpinangpos/robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-718654964647820825?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/718654964647820825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=718654964647820825&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/718654964647820825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/718654964647820825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/08/dan-sejarah-bintan-pun-harus-ditulis.html' title='Dan, Sejarah Bintan pun Harus Ditulis Ulang…'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/TF2KJtU0rII/AAAAAAAAAQQ/MKWTJGCfBzM/s72-c/bukkit+krang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-4999784247657127275</id><published>2010-08-08T01:10:00.003+09:00</published><updated>2010-08-08T01:13:24.817+09:00</updated><title type='text'>Kota Kara dan Sebuah Misteri</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pulau Bintan kaya akan kisah sejarah. Salah satunya situs Kota Kara peninggalan sejarah di sekitar Gunung Bintan yang telah diketahui dan mendapat perhatian sejumlah kalangan sejak paruh kedua akhir abad ke-19.  Bagaimana kisah-kisah peninggalan sejarah yang pernah terjadi di Pulau Bintan itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak peneliti mengatakan Kota Kara berada di kaki Gunung Bintan. Dalam buku Kota Kara yang ditulis Aswandi Syahri, laporan pertama tentang sejumlah situs sejarah di sekitar Gunung Bintan telah dikemukakan oleh seorang ahli Botani Belanda dari Kenun Raya Bogor yang benama Johanes Elias Teijsmann. Salah satu peninggalan sejarah itu adanya lima makam perempuan, raja perempuan dan satu makam seorang laki laki di Bukit Batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah zaman kemerdekaan, situs sejarah di sekitar Gunung Bintan kembali mendapatkan perhatian  ketika sebuah tim IDAKEP Kabupaten Kepulauan Riau yang dipimpin M.A Effendi melakukan survei peninggalan sejarah di sekita Gunung Bintan tanggal 11-13 Juli 1964.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaaan situs sejarah Bintan Lama kembali mengemuka setelah seorang saudagar antik Singapura tahun 1974 mempublikasikan temuannya sejumlah keramik pada sisa perahu kuno di Sungai Jakas Pulau Bintan, yang sebelumnya pernah dilaporkan oleh J.Gb Schot tahun 1888 – dan surat kabar Straits Time Singapura Mei 1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan yang diterbitkan Straits Time inilah yang kemudian mengundang perhatian seorang arkeolog Prancis yang bernama P.Y manguin yang kemudian bekerjasama dengan PUSLIT Arkeologi Nasional melakukan ekskavasi dan penelitian terhadap situs Jung Bekas dan situs lainnya seperti Bukit Batu, Kota Lam Bujok, Bintan Kopak, dan Bintan Kubu tahun 1981. Walaupun menyebutkan sebaran sejumlah situs sejarah di sekitar Gunung Bintan, mulai dari Pulau Pengujan, Sungai Bangsa, Bukit Batu, Sungai Jakas, hingga Tanah Merah, dan Tembeling, dua laporan pertama yang ditulis oleh orang Belanda pada abad ke 19 (Teijsman dan Schot) tak menyebutkan keberadaan situs Kota Kara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di manakah leta Kota Kara dalam hubungan dengan sejarah Bintah? Apakah yang disebut Kota Kara? Di mana lokasi Kota Kara? Dan apakah hubungannya dengan sejarah di kawasan Bintan Lama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aswandi, berdasarkan cerita pusaka (sumber lisan) yang diwariskan masyarakat di sekitar Kawasan Bukit Batu, dan Sekuning menyebutkan Kota Kara sebagai tempat raja. Terletak di kawasan di kaki sebelah utara Gunung Bintan di mana sekarang terdapat komplek makam Datuk Bujuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masyarakat pewaris cerita pusaka tersebut meyakini Kota Kara di Bujok adalah kerajaan yang pertama di Bintan dan lebih tua dari Bukit Batu. Sedangkan dari sumber tertulis berbahasa Melayu, yang paling penting tentang Kota Kara, nama Kota Kara ini baru muncul pada bab-bab terakahir, ketika Tun Sri Lanang menjelaskan kisah-kisah Sultan Mahmud Syah Malaka bertahan dari gempuran Portugis di Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode ini, Kota Kara disandingkan dengan Kopak sebagai pusat pemerintahan raja Malaka yang terakhir. Dalam definisi yang dikemukan oleh N Monier-Wiliam dalam kamus bahasa Sansekerta dan Inggris yang disusunnya, istilah kota atau kotta berarti bahasa Sansekerta yang juga berarti benteng (the fort).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga istilah kottara yang berasal dari perkataan kota, juga menunjuk pada  makna benteng. Tetapi berdasarkan sumvber dari Portugis yang digunakan sejarawan Winstedt, dia berkeimpulan, Kota Kara bukanlah subuah nama tempat. Akan tetapi nama bagi sebuah sistem perbentengan yang posisinya berada paling depan atau letaknya paling luar dari sebuah ibu kota kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Spanyol, Kara berarti hadapan bagian terluar sebuh istilah teknis yang terpakai dalam system perbentengan terluar di Portugis dan Spanyol. Menurut Winsted, ada dua Kota Kara yang erat kaitannya dengan sejarah fase-fase akhir pemerintah Malaka yang pindah ke Bintan, dan fase awal Kerajaan Johor yang lama sebagai penerus Malaka yang bertapak di Johor. Kota Kara ada di Johor dan sebuah  lagi terletak di Bintan. Sebagai benteng terluar Kota Kara di Sungai Bintan berfungsi untuk melindungi Kopak, Bukit Batu, Pantar, dll. Kota Kara juga dikatakan sebagai sistem pertahanan terluar yang sangat tangguh dalam menghadapi gempuran Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Armada Portugis yang dipimpin Admiral Mascarenhas, kata Aswandi, dengan dukungan 20 buah kapal yang membawa 550 orang Portugis dan 600 orang Melayu baru berhasil membungkam Kota Kara yang dipertahankan oleh Sultan Mahmud di bawah Sang Setia dan  Laksanama Hang Nadim 23 Oktober 1526.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, barulah Kopak dikuasai. Menurut catatan R.O Winsteds, armada Portugis membutuhkan waktu 14 hari untuk melumpuhkan Kota Kara. Masyarakat Bintan yakin, Kota Kara adalah  tempat raja dan erat kaitannya dengan sejarah Kerajaan Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasinya berada di Bujok yang sekarang terletak di dalam wilayah administratif Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Dari pantaun Tanjungpinang Pos yang melakukan kunjungan ke Bintan Buyu, sekarang desa yang disebut termasuk salah satu peninggalan sejarah Kota Kara itu sedang disiapkan sebagai pusat pemerintah Kabupaten Bintan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada enam bangunan besar di sana. Ada kantor bupati, DPRD, dinas dan badan. Setidaknya dana yang dianggarkan untuk melakukan pembangunan pusat pemerintan di sana ratusan miliar rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paling cepat 2011 kita bisa pindah ke sana,” kata Wakil Bupati Kabupaten Bintan Mastur Taher kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini. Kasus pembebasan lahan hutan lindung di Bintan Buyu juga sempat menyeret mantan Sekretaris Daerah Bintan ke ranah hukum. Azirwan harus membayar mahal dengan mendekam dipenjara selama 2 tahun. Ini termasuk resiko yang ditanggung proses pembangunan pusat pemerintahan yang sejatinya di Bintan Buyu masih menyimpan mistri yang belum terpecahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan tahun yang lalu, sebuah penelitian dilakukan antropolog Vivienne Wee juga menjelaskan pendapat yang sama seperti cerita yang diperoleh dari informan hari ini.&lt;br /&gt;Kini, kawasan Bujok diyakini sebagai lokasi Kota Kara menurut cerita pusaka yang diwariskan secara turun menurun, terdapat empat buah makam yang terletak dalam sebuah komplek dipagari tembok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aswandi menyatakan, keempat makam yang ada dalam komplek itu berkaitan dengan Datuk Bujok. Batu nisan salah satu makam tersebut besar, buatanya kasar dan tak beraturan. Kemudian terbuat dari batu granit. Tak seperti batu nisan makam lama di Bukit Batu dan kebanyakan batu nisan makam lama di Kepulauan Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita pusaka tersebut juga mengatakan Kota Kara yang terletak di Bujok asalnya dianggap sebagai Mekah. Namun kemudian dating seorang said dan memindahkan Mekah ke tanah Arab. Tetapi dalam kontek Agama Islam, Vivien Wee membantah cerita pusaka tersebut. “Namun dalam kontek analisa semantik, mungkin kita dapat melihat dengan jelas arti penting tertentu pemnggunaan kata Mekah yang diterjemahkan sebagai pusat dan kata kiblat sebagai arah atau orientasi,” kata Aswandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka dapat kita interprestasikan pernyataan itu sebagai berikut Kota Kara di Pulau Bintan pada mulanya adalah pusat orientasi penduduk dalam Kerajaan Bintan. Kemudian setelah datangnya orang-orang Arab, penduduk Bintan berorientasi ke Mekah di tanah Arab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh karena ungkapan ini berasal daru sudut pandang orang Bintan, tampaknya ia mengacu kepada sebuah perubahan oreintasi dalam sejarah masyarakat Kerajaan Bintan, yakni dari sebuah orientasi ke dalam masyarakat Bintan sendiri beralih kepada sebuah orientasi keluar, ke arah sebuah lokasi pusat yang jauh dari Pulau Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vivien Wee juga menyebutkan tak adanya bukti arkeologis sulit untuk mengatakan apakah terdapat sebuah kerajaan kuno di Kota Kara dalam versi cerita pusaka ini. Namun pada posisi lain, cerita rakyat ini menunjukkan kemungkinan. Bukan hanya itu, Kora Kara yang dimaksud adalah sebuah kerajaan pra-Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang diperoleh Wee dari penghulu Bintan Abidin bin Haji Jaafar sekitar 1985 menyebutkan raja yang membangun Kota Kara dari Palembang. Dan penduduk Bintan hari ini adalah keturunan penduduk Kota Kara. Dia memperkirakan 12 generasi memisahkan penduduk Bintan sekarang dengan zaman Kota Kara menurut versi cerita pusaka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Bintan dengan Palembang juga, menurut Wee, dikaitkan dengan Keramat Datuk Bujok. Dalam kasus ini, perbedaannya adalah tiada apapun referensi yang berkaitan dengan lagenda penumbuhan dinasti Malaka. Sebagai gantinya, gambaran yang disuguhkan sangat sederhana yaitu seorang raja Palembang datang ke Bintan dengan para pengiringnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu membuat sebuah kawasan tinggal di Kota Kara. Dan masyarakat Bintan sekarang adalah keturunan penduduk yang datang dari Palembang. Hal ini mengisyaratkan Kota Kara dalam versi cerita pusaka pernah menjadi centrum politik yang perku dipertimbangkan untuk diungkap lebih jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini, menurut Aswandi, pernah ada seorang penulis Portugis bernama Fernao Lopes de Castanheda dalam sebuah buku mengatakan pada mulanya Sultan Malaka berundur bersama dengan pengikutinya ke sebuah kawasan pertanian di Malaka. Kemudian dia meninggalkan putranya Sultan Mahmud yang kemudian menanti kedatangan Portugis yang dipimpin Affonso. Dalam pertempuran, itu Portugis berhasil menaklukan Sultan Malaka. Kemudian Sultan Mahmud menyingkir ke Pagoh dan akhirnya ke Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan Portugis lainnya Koao de Baros mengungkapkan hal yang sama. Setelah penaklukan Malaka oleh Portugis membuat Sultan Malaka mengundur ke Pahang dan kemudian ke Pulau Bintan. Yang lebih penting adalah sebuah bukti dalam surat Fernao Peres kepada Albuquerque yang ditulis Cannanore di tahun 1513. Mengacu kepada laporan dari Andrade, Tome Pires, dan Castanheda, diperkirakan Sultan Mahmud berada di Muar 1512.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian pindah ke Bintan Januari 1513. Sultan Mahmud telah mengukuhkan tapak pemerintahannya yang baru di Pulau Bintan sejak Januari 1513 dengan membangun Kota Kara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kota tersebut berfungsi sebagai benteng dan untuk melindungi Kopak. Sultan Mahmud berada di Bintan selama empat tahun berikutnya. Lalu dia pindah ke Pagoh sekitar 1518 atau 1519. Kemudian 1520 Antonio Correa menyingkirkanya dari Pagoh. Sultan Mahmud kembali lagi ke Bintan 1526..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tak langsung bukti bukti dari dokumen Portugis tersebut Sultan Mahmud Syah berada di Bintan (Kopak) dan mengukuhkan Kota Kara sebagai benteng pertahanannya secara terus menerus antara tahun 1520 hingga 1526. Penulis Portugis Faria Souza menyebutkan Peter Mascarenhas baru berhasil menguasai Kota Kara setelah mengerahkan 21 kapal dan 400 orang tentara Portugis di bawah pimpinan Moehammad. Sultan Mahmud Syah kemudian mengembara di sekitar Kaki Gunung Bintan dan akhirnya meninggalkan Bintan menuju Kampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan meninggal di Kampar sekitar November 1527 sampai Juli 1528. Letakan Kota Kara menurut para penulis kronik Portugis tentang penyerangan armada Portugis terhadap Sultan Mahmud di Kapak, dan beberapa tempat di hulu Sungai Bintan, maka diperkirakan Kota Kara di Bintan berada di Sungai Bintan. Hal itu diperkuat dengan penelitian arkeologi Pulau Bintan 1981, yang melaporkan adanya tumpukan  batu yang disebut batukara di sekitar muara Sungai Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu terdapat toponim atau nama tempat seperti kubo. Dan juga terdapat benteng di sisi kiri Sungai Bintan yang memperkuat dugaan sebuah system pertahanan untuk melindungi Kopak dan tempat lainnya di hulu sungai ketika itu. Sedangkan bentuk fisik dari Kota Kara sulit untuk merekontruksi dengan tepat dan utuh karena ketiadaan sisa benteng.robby patria ( terbit di Tanjungpinang Pos Januari 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun sebagai pembanding, kita dapat melihat gambaran sebuah benteng dengan system yang sama dan juga bernama Kota Kara yang berada di Sungai Telor Johor,” kata Aswandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada,  sejarawan R.O Winstedt mengatakan kata Kota Kara mestinya berada berada di sebuah sungai yang besar memungkinkan galey Portugis dapat bergerak. Sampai saat ini belum ditemukan di mana Kota Kara itu sebenarnya. Perlukajian yang mendalam mengenai Kota Kara. Kotak Pendora belum terbuka hingga kini. Perlu kajian lanjutan untuk menemukan Kota Kara di mana?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-4999784247657127275?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/4999784247657127275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=4999784247657127275&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4999784247657127275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4999784247657127275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/08/kota-kara-dan-sebuah-misteri.html' title='Kota Kara dan Sebuah Misteri'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-5678945358184112222</id><published>2010-08-06T19:01:00.001+09:00</published><updated>2011-12-24T01:37:09.718+09:00</updated><title type='text'>Dan, Sejarah Bintan pun Harus Ditulis Ulang…</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan Situs Bukit Kerang di Kawal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JALAN setapak itu begitu panjang dan berliku. Lepas dari kampung terakhir, hanya ada rerimbunan pepohonan sawit. Menelusuri jalan setapak membelah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perkebunan sawit itu, ternyata mengantarkan kita menguak jejak sejarah manusia Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMUA bermula pada tahun 2005. Ketika itu, Aswandi Syahri, seorang penulis buku-buku sejarah di Kepri tengah melakukan penggalian data-data tentang cerita &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rakyat di Kepri. Satu di antara lokasi penelitiannya adalah di kawasan Kawal, sebuah desa di tepi Pantai Trikora, sekitar 40 kilometer dari pusat kota Tanjungpinang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara administratif, kawasan ini masuk wilayah Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.&lt;br /&gt;Kawal adalah kampung tua yang banyak menyimpan kisah masa lalu. Dalam pembicaraan singkat dengan Lurah Kawal, saat itu Aswandi mendapat informasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentang adanya peninggalan sejarah yang berbentuk benteng. Orang kampung menamainya dengan sebutan “Benteng Batak”. Naluri Aswandi pun cepat bergerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengumpulkan berbagai serpihan informasi awal, ia langsung melakukan pelacakan. Tidak mudah menemukan tempat yang dimaksud, sebab, kisah tentang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng Batak itu lebih mirip dongeng. Bisa saja memang ada tempat yang dimaksud pada zaman dahulu, namun apakah ia benar-bena berwujud seperti benteng, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau ada kisah lain yang melatarbelakanginya, sulit terlacak.&lt;br /&gt;Tapi dari pencarian Benteng Batak itulah, Aswandi justru mendapatkan hal lain yang bisa jadi akan mengubah pandangan orang tentang sejarah Bintan. "Waktu itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalannya kecil. Saya menggunakan mobil untuk menerobos lokasi," ujar Aswandi, kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia saat itu memang tidak menemukan Benteng Batak, melainkan sebuah tumpukan kerang di perbatasan perkebunan sawit. Kerang adalah sejenis hewan laut yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi. Lokasi penemuan tumpukan kerang itu berada di Kawal Darat.&lt;br /&gt;Sekilas, tidak ada yang menarik dari tumpukan sampah kerang itu. Memang ada yang mengundang tanya, yakni mengapa kulit kerang dalam jumlah besar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditumpuk di suatu tempat hingga membentuk sebuah gundukan tanah. Dan berdasarkan informasi yang berhasil digali Tanjungpinang Pos dari warga di kawasan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawal, ada sisi lain yang menarik dari tumpukan kulit kerang itu. “Pernah juga beberapa orang datang ke sini. Mereka menginap dan seperti bersemadi. Entah apa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mereka cari, kami tidak tahu,” ujar seorang warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi Aswandi yang sempat mendalami sejarah, tumpukan kerang itu bukan sekedar tempat yang memiliki aura mistis saja, melainkan juga sebuah jejak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peninggalan sejarah yang nyaris terkubur seiring berjalannya waktu. &lt;br /&gt;Tumpukan kerang itu dalam istilah sejarah dikenal dengan sebutan kjokkenmoddinger. Kjokkenmoddinger sendiri berasal dari bahasa Denmark, yang berarti bukit &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerang, atau sampah dapur. Bukan sekedar sampah dapur biasa, tapi kjokkenmoddinger adalah jejak peninggalan manusia purba di zaman prasejarah. "Tumpukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerang itu merupakan sampah dapur pada masa prasejarah," kata Aswandi.  Kemudian ia menginformasikan temuan itu ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disparbud) Kabupaten Bintan. Disparbud pun langsung meminta Pusat Penelitian Arkeologi Nasional untuk menyelidiki temuan tersebut. Selang beberapa waktu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temuan ini juga dipublikasikan di media massa. Akhirnya Pusat Peneliti Kebudayaan Arkelogi Nasional melakukan penelitian.&lt;br /&gt;Dengan dilatarbelakangi rasa ingin tahu yang kuat, Aswandi juga sempat mengirimkan foto penemuan tersebut ke Arkeolog di National University Singapura (NUS) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Jhon Micsick. Jhon sendiri menyarankan kepada Aswandi agar menjaga lokasi penemuan, mengingat tingginya kandungan sejarahnya. Bisa jadi Aswandi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukanlah orang yang pertama menemukan tumpukan kerang yang memiliki nilai sejarah yang kuat itu. Sebab sebelumnya, selain warga kampung yang sering lalu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalang untuk mencari rumput di kebun, juga ada sejumlah orang yang tertarik dengan persoalan mistis mengunjungi tempat tersebut. Namun apa yang dilakukan oleh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aswandi adalah merupakan bagian dari upaya menguak jejak sejarah Bintan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teka-Teki Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDULUM waktu terus bergerak cepat. Sejak Aswandi mengunjungi tempat tersebut pada tahun 2005, informasi pun tersebar cepat. Sejumlah kalangan pun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdatangan ingin melihat dengan mata-kepala sendiri, seperti apa bentuk tumpukan kerang itu. Di penghujung tahun 2008,  sejumlah arkeolog Balai Pelestarian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggalan Purbakala (BP3) Batu Sangkar, Sumatera Barat mengunjungi tempat tersebut. Kemudian Balai Arkeologi Medan juga melakukan penelitian di tempat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang sama.&lt;br /&gt;Dari titik inlah, sejumlah pertanyaan muncul ke permukaan. Kalaulah benar tumpukan kerang yang ditemukan di Kawal Darat itu adalah peninggalan manusia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prasejarah di Bintan, berarti ada sebuah kehidupan panjang yang telah berlangsung di tempat ini, bahkan sejak sebelum dimulainya penghitungan tahun masehi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi saat melakukan penggalian di sekitar lokasi bukit kerang itu, para arkeolog dari BP3 Batu Sangkar juga menemukan fosil kapak genggam (pabble), atau lebih &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;spesifik lagi adalah kapak sumatera (sumateralith). Hasil penemuan itu sempat beberapa bulan dibawa ke laboratorium.&lt;br /&gt;Penemuan fosil kapak genggam ini kemudian akan memperkuat bukti sejarah di kawasan Kawal tersebut. Setidaknya bagi buku sejarah di Tanah Melayu, dapat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditambah satu bab lagi, yang khusus mengupas tentang kehidupan di rentang waktu prasejarah. Sebab, sejarah Bintan yang sampai ke masyarakat pada saat ini baru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlacak pada pendulum waktu sekitar 900 masehi sampai 1100 masehi, di mana pernah berdiri sebuah kerajaan di kaki Gunung Bintan. Dalam sejumlah buku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejarah, termasuk di antaranya&lt;br /&gt;“Hikayat Hang Tuah: Analisa Struktur dan Fungsi” yang ditulis oleh Guru Besar UGM Sulastin Sutrisno memang menguatkan bahwa di kaki gunung itu pernah berdiri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah kerajaan.&lt;br /&gt;Lantas bila menilik lagi satu buku “Kota Kara dan Situs-Situs Sejarah Bintan Lama” yang ditulis oleh Aswandi Syahri, pada sekitar tahun 1512-1513 masehi di &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kaki Guunung Bintan, atau di kawasan yang dikenal sebagai Kota Kara, juga pernah menjadi pusat pemerintahan Sultan Mahmud. Jatuhnya Kota Melaka ke tangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portugis pada 1511 membuat Sultan Mahmud dan rombongan menyingkir ke selatan. Diperkirakan, ia dan rombongan sampai ke Bintan setahun setelah Melaka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jatuh. Kemudian Sultan Mahmud pun membangun basis pertahanan di sekitar kaki Gunung Bintan. Keberadaan bukti sejarah di kaki gunung itu juga kemudian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikuatkan oleh adanya sejumlah makam tua.&lt;br /&gt;Bila melihat dari dua data di atas, artinya titik sejarah Bintan terjauh yang bisa ditarik adalah pada pendulum waktu sekitar 900 masehi. Sementara sebelum itu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua masih merupakan sebuah teka-teki sejarah yang gelap. Nah, dengan penemuan bukit kerang di Kawal tersebut, maka bisa sedikit menguak jejak masa lalu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manusia Bintan. &lt;br /&gt;Bukit Kerang&lt;br /&gt;MAKNA keberadaan tumpukan kerang di Kawal itulah yang telah menjadi magnet para pencinta sejarah untuk melakukan kajian lebih dalam. Dahsyat Gafnesia, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang peminat masalah sejarah Melayu yang sebelumnya pernah bekerja sebagai peneliti sejarah di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanjungpinang mengatakan bahwa kjokkenmoddinger bukanlah barang baru di pesisir timur Pantai Sumatera. Di Aceh dan Medan, para peneliti juga sudah pernah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menemukannya.&lt;br /&gt;Namun satu misteri besar yang belum terpecahkan adalah, bila di Aceh bukit kerang itu ditemukan dengan jarak 130 kilometer dari bibir pantai, maka di Kampung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hulu Kawal, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, bukit kerang itu hanya berjarak 700 meter dari bibir pantai. Lantas apakah bukit &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerang itu?&lt;br /&gt;Dahsyat menjelaskan bahwa bukit kerang bisa jadi adalah tumpukan sampah dapur. Waktu itu, bisa jadi manusia purba memakan kerang sebagai santapan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keseharian, mengingat sampai saat ini saja, kerang masih banyak ditemukan di bibir Pantai Trikora. Saat itu, menurut Dahsyat, bisa jadi ada semacam kepercayaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka bahwa setelah memakan isinya, maka kulit kerang tak boleh dibuang sembarangan, melainkan harus ditumpuk di satu tempat. Selain itu, juga mungkin waktu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu ada konsepsi manusia prasejarah yang memandang kerang sebagai hewan suci, yang akan kualat bila membuang sembarangan.&lt;br /&gt;Bukit kerang yang ditemukan di kawasan Kawal itu sendiri memang tidak terlalu tinggi. Bentuknya tidak sampai menjadi bukit, melainkan hanya sebatas tumpukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerang saja. Tingginya saat ini dari permukaan tanah sekitar empat meter, atau 12 meter di atas permukan laut. Lebar gundukan bukit kerang mencapai 18 kali 24 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meter. Bisa jadi pada masa lalu, tinggi tumpukan kerang itu di atas empat meter. Namun karena berjalannya waktu, tinggi tumpukan kerang semakin berkurang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi di bagian tengah tumpukan kerang itu kini sudah ada lubang. Kemunculan lubang itu jauh terjadi sebelum para arkeolog melakukan penelitian. Diperkirakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;warga setempat, ada orang yang menggalinya untuk keperluan mengambil benda tertentu. Warga kampung sekitar tempat tersebut sendiri sudah menemukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keberadaan bukit kerang sekitar tahun 1960-an, seiring pembukaan hutan menjadi kebun-kebun warga. Sebelumnya ada dua tumpukan kerang, namun yang satu kini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah nyaris rata dengan tanah.&lt;br /&gt;Dalam penelitiannya, tim arkeolog dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Batu Sangkar, selain menemukan gundukan kerang setinggi empat meter, juga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih ada batu yang diduga sebagai kapak genggam manusia purba, dan satu lagi, serpihan tulang kepala manusia purba.&lt;br /&gt;Jejak Pengembaraan Manusia Prasejarah Bintan&lt;br /&gt;DAN di awal 2009, hasil penelitian yang ditunggu itu pun dipublikasikan. Dan kemudian sejarah Pulau Bintan, tampaknya harus ditulis ulang menyusul hasil penggalian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ekskavasi) tim arkeologi dari Balai Arkeologi (Balar) Medan. Dan lokasi penemuan bukit kerang itu pun kemudian diberi nama situs Bukit Kerang Kawal Darat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(BKKD). Para arkeolog menemukan bukti adanya kehidupan manusia prasejarah atau purba di situs tersebut. Manusia prasejarah di Bukit Kerang Kawal Darat ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diperkirakan hidup di zaman Mesolithikum (zaman batu pertengahan) atau sekitar 1500-1900 tahun sebelum masehi.&lt;br /&gt;Tim arkeolog dari Balai Arkeologi Medan tersebut turun langsung ke lapangan, dipimpin oleh Kepala Balai Arkeolog Medan Lukas Partanda Koestoro. Ia ditemani &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh Ketut Wiradnyana yang selama ini dikenal cukup ahli mendalami masalah situs bukit kerang di Indonesia. Dan hasil penelitian tersebut, seperti yang diduga sejak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awal, membuktikan bahwa di situs BKKD itu, tumpukan kerang yang ditemukan adalah murni kjoekkenmoddinger, yang antara lain berupa kulit-kulit kerang, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gerabah prasejarah dan serpihan alat pukul. Selain itu ditemukan juga perkakas dari tulang hewan, yang biasanya digunakan untuk mencungkil.&lt;br /&gt;Lucas Partanda Koestoro menjelaskan, terkait dengan persoalan penemuan bukit kerang itu, sebenarnya di Kawal bukanlah yang pertama. Peninggalan manusia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prasejarah berbentuk bukit kerang ditemukan pertama kali di sekitar Pantai Timur Sumatera tahun 1925 oleh peneliti Dr PV Van Stein Callenfels. Di tempat itu dia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga menemukan kapak genggam, yang disebut dengan pebble atau kapak Sumatera (Sumatralith). Selain di Bintan, masih ada empat tempat lainnya ditemukan situs &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prasejarah seperti ini. Selain di kawasan pesisir Sumatera, seperti Aceh dan Sumatera Utara, di Sulawesi juga pernah ditemukan situs serupa. Karena itu, perlu ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penjagaan terhadap lokasi sekitar situs. Sebab bercermin pada Deli Serdang, lokasi situs saat ini sudah hilang. Di Deli Serdang, situs tersebut ditemukan tahun 1970. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk situs bukit kerang yang di Aaceh dan di Sumatera Utara, diperkirakan usianya lebih tua, yakni sekitar tujuh ribu tahun sebelum masehi. &lt;br /&gt;Para manusia prasejarah ini memiliki cirri hidup berkelompok. Umumnya mereka tinggal di sekitar muara sungai, tepi sungai dan di pinggir laut. Hal ini terbukti &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan penemuan bukit kerang di Kawal, yang jaraknya dari bibir pantai sekitar 4,7 kilometer. Dari lima situs bukit kerang yang ditemukan di Indonesia, semuanya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berada di bibir pantai. Di Kawal sendiri, sebenarnya bukan hanya satu situs kjokkenmoddinger, melainkan tiga. Dan masing-masing digunakan tiga kelompok yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbeda. Setiap kelompok beranggotakan sekitar 25 – 30 orang yang tinggal di rumah berbentuk panggung. Koondisi rumah berbentuk panggung ini juga mirip &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti yang ditemukan di Aceh. Namun seiring berlalunya waktu, bekas-bekas rumah sudah tidak bisa ditemukan lagi jejaknya di Kawal.&lt;br /&gt;Para manusia prasejarah yang pernah hidup di Kawal ini umumnya mencari makan dengan berburu. Kegiatan ini dilakukan oleh pria dewasa. Sedangkan, yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak-anak, wanita dan orang tua mencari atau mengumpulkan makanan seperti kerang-kerangan serta umbi-umbian di sekitar tempat tinggal mereka. “Itu sebabnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulang manusia yang biasanya ditemukan di dalam tumpukan kjokkenmoddinger berasal dari anak-anak atau wanita,” lanjut Lucas. Namun dalam survei awal yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilakukan arkeolog dari Balai Arkeologi Medan, di kjokkenmoddinger Kawal ini belum ditemukan adanya tulang manusia. Namun bisa jadi kalau dilakukan penelitian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lanjutan, tulang belulang manusia purba itu bukan tidak mungkin dapat ditemukan.&lt;br /&gt;Jejak pengembaraan manusia prasejarah Bintan sendiri terbilang panjang. Berdasarkan analisa dan kajian mendalam, Lucas sampai pada kesimpulan bahwa jejak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengembaraan manusia prasejarah di Bintan itu dimulai dari daratan kawasan Asia Tenggara, tepatnya di Thailand. Mereka terus menuju arah selatan, hingga sampai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Bintan. Dari Thailand, mereka menuju arah Pantai Timur Sumatera sebelum sampai di Pulau Bintan. Sebenarnya, jejak manusia prasejarah yang ada di kawasan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asia Tenggara ini tidak semuanya berasal dari Thailand. Ada juga yang berasal dari Filipina. Mereka diperkirakan menjadi bagian dari Kebudayaan Hoabinh yang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bermula dari Vietnam Utara. Namun untuk kajian lanjutan serta pendalaman, Lucas mengatakan masih perlu dilakukan penelitian secara menyeluruh.&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang bisa ditarik dari penemuan situs bukit kerang di Kawal itu adalah pembuktian bahwa laut telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang Bintan sejak sekitar empat ribu tahun yang lalu. “Bahwa kehidupan sebelum masehi sudah menggunakan kekayaan laut untuk kehidupan,” kata Lucas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sayangnya, zaman sekarang, kita belum memanfaatkan sumber daya laut untuk kehidupan.” Peninggalan bukit kerang di Kawal ini adalah bukti sejarah yang tak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbantahkan untuk diambil pelajaran bahwa laut sudah digunakan untuk kehidupan sejak zaman prasejarah. Harusnya kita bisa mulai mengoptimalkan menggunakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber daya laut untuk meningkatkan kehidupan.&lt;br /&gt;Temuan bukit kerang ini akan menjadi lokasi objek penelitian lanjutan para arkeolog Indonesia. “Kita harus melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui lebih jauh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sisi lainnya dari peninggalan tersebut,” paparnya. Balai Arkeolog Medan sendiri sedang mengusulkan ke pemerintah pusat dana untuk penelitian lanjutan situs BKKD &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini. “Kalau kita bisa bekerjasama dengan Pemda, itu lebih baik. Karena anggaran yang tersedia di pusat, masih kecil untuk penelitian,” kata Lucas. “Di zaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;otonomi daerah, Pemda lebih banyak memiliki peran. Tentunya kalau ada kerjasama Pemda dengan Balai Arkeologi, tentu lebih baik untuk mengetahui hasil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penelitian lanjutan. Kalau mengandalkan Balai Arkeologi saja, saya kira kita memiliki dana yang terbatas.”&lt;br /&gt;Selain untuk objek penelitian arkeolog Indonesia, kawasan BKKD juga bisa dijadikan objek wisata yang memungkikan untuk menghasilkan pendapatan asli daerah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(PAD) bagi Pemda. Di sejumlah negara Eropa, kata Lucas, penemuan situs purbakala ini sendiri kemudian dikelola sebagai objek wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulap Jadi Kawasan Wisata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENEMUAN situs purbakala di Kawal tampaknya akan menjadi berkah tersendiri bagi warga Bintan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintan sudah merencanakan untuk menjadikan kawasan ini sebagai objek wisata baru di Bintan, melengkapi sejumlah objek lain yang sudah ada. Kepala Dinas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pariwisata Kabupaten Bintan Raja Akib Rachim menjelaskan saat ini Pemkab Bintan sudah berencana membebaskan lahan warga di sekitar lokasi penemuan situs &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;purbakala tersebut. “Kita akan menjadikan sebagai objek pariwisata budaya di Bintan. Tahun 2010 akan dilakukan pembebasan lahan seluas dua hektare. Tahun ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum bisa dilakukan pembebasan terhadap lahan karena tidak dianggarkan di APBD,” kata Raja Akib. Lantas apakah akan menarik untuk dijadikan objek wisata?&lt;br /&gt;“Terus terang tidak banyak peninggalan sejarah itu di Indonesia,” paparnya. “Kita beruntung masih menjadi tempat persinggahan sejarah dan ini menambah objek &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wisata di Bintan.” Wisata budaya ini nantinya akan disejalankan dengan wisata hutan bakau di Bintan. Apalagi di jarak tak sampai sepuluh kilometer dari lokasi, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemkab Bintan sudah merencanakan untuk membangun dermaga feri internasional di Tanjungberakit. Nantinya turis asing bisa masuk ke kawasan bukit kerang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melalui dermaga feri yang akan membuka rute ke Singapura itu. Sementara waktu, sebelum pembebasan lahan dilakukan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah bekerjasama dengan warga setempat untuk menjaga keamanan situs.&lt;br /&gt;Terlepas dari potensi wisata yang tengah mengintai itu, masih ada satu lagi tugas besar yang harus diselesaikan oleh Bintan. Penemuan situs bukit kerang di Kawal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini sekaligus menjadi sebuah pintu masuk untuk kajian sejarah lebih mendalam. Setidaknya, dari penemuan ini, diperkirakan sudah ada penghuni Pulau Bintan pada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kurun empat ribu tahun yang lampau. Penulis buku-buku sejarah Kepri, Aswandi Syahri punya padangan yang sama. Menurut Asswandi, dengan hasil temuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut, sejarah Pulau Bintan harus ditulis ulang. Semula sejarah Bintan berasal dari Kerajaan Bentan. Sekarang ada penemuan terbaru menghapus penemuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bermula dari Kerajaan Bentan. “Harus dilakukan penulisan sejarah kembali dimulai babakan baru sejarah. Bukit Kerang penemuan besar dalam sejarah di Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Kepri," katanya. Dan dalam penulisan sejarah ulang tersebut, sejarah Kepri tidak lagi dimulai dari Kerajaan Bentan, melainkan bukit kerang di Kawal. Dan dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah hasil laporan di Belanda, Aswandi mengetahui bahwa bukit kerang tidak saja ditemukan di Kawal, tetapi diperkirakan juga ada di Tanjunguban dan Pulau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galang, Batam. “Tetapi kita belum bisa membuktikan kebenaran laporan tersebut. Perlu ada penelitian lanjutan,” paparnya.&lt;br /&gt;Pada titik inilah, sejarah Bintan kemudian harus dipikirkan kembali. Apa kemudian makna dari penemuan situs prasejarah di Kawal itu. Satu di antaranya, tidak lain &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuktikan bahwa kehidupan sudah bermula di Bintan pada sekitar 1900 tahun sebelum masehi. Bila ditambah dengan penanggalan masehi yang saat ini sudah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memasuki angka tahun 2009, maka berarti kehidupan sudah bermula di Bintan pada hampir  empat ribu tahun yang lampau. Angka ini bisa menjadi lebih panjang lagi, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila suatu saat kembali ditemukan situs prasejarah lagi di Bintan, yang usianya lebih tua dari bukit kerang di Kawal tersebut. &lt;br /&gt;Nah, dalam rentang waktu hampir empat ribu tahun itulah, tentu banyak kisah yang sempat berlangsung. Dan itu semua menjadi bagian dari sejarah orang-orang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintan. Dan seperti kata pepatah, tidak boleh kita melupakan sejarah, sebab sejarah itu adalah kunci untuk mengetahui jati diri kita. Bagi orang-orang Bintan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penelusuran terhadap sejarah yang mungkin masih banyak tercecer itu akan membuka sebuah kotak pandora, bahwa ada banyak sisi kehidupan yang telah luput dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan pena dan kertas. Membuka masa lalu orang-orang Bintan, berarti juga adalah proses untuk menemukan jati diri orang-orang Bintan itu sendiri. (*)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-5678945358184112222?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/5678945358184112222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=5678945358184112222&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5678945358184112222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5678945358184112222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/08/dan-sejarah-bintan-pun-harus-ditulis_06.html' title='Dan, Sejarah Bintan pun Harus Ditulis Ulang…'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-5456324962444471890</id><published>2010-06-29T01:31:00.002+09:00</published><updated>2010-06-29T01:34:00.741+09:00</updated><title type='text'>Krisis Air di Ibu Kota Kepri</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lima tahun ke depan, Pulau Bintan masih kekurangan air baku sehingga&lt;br /&gt;layanan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Kepri tak maksimal. Waduk Sei Pulai yang selama ini jadi sumber baku tak bisa diandalkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;YANI (26), warga Perumahan Taman Harapan Indah (THI) Kelurahan&lt;br /&gt;Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang setiap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi mengambil air di sumur 20 meter di dekat rumahnya. Dengan&lt;br /&gt;menggunakan dua ember hitam, ibu rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beranak satu itu mengangkat air hingga bak penampungan di rumahnya&lt;br /&gt;penuh. Setidaknya 10 kali jalan, air di bak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penampungan bisa penuh. Padahal, Yani merupakan salah satu pelanggan&lt;br /&gt;PDAM Tirta Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pipa air dari PDAM masih terpasang di rumahnya. Namun air tak pernah&lt;br /&gt;mengalir. Satu minggu paling jalan satu jam air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengalir. Tentu saja tak bisa memenuhi bak penampungan air di rumah.&lt;br /&gt;Air tersebut tak cukup untuk memenuhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebutuhan air di rumahnya yang dihuni lima orang. “Untuk mandi saja,&lt;br /&gt;setiap sore kami harus mengambil air,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi, siang dan sore, anggota keluarga rumah tersebut harus bergantian&lt;br /&gt;mengambil air untuk memenuhi kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencuci piring dan memasak. “Mau beli air tanggung. Kita tak memiliki&lt;br /&gt;bak besar,” tutur mahasiswa semester delapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum Tanjungpinang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Yani sibuk mengangkat di perumahan itu, Iskandar, yang&lt;br /&gt;tinggal di Blok C Taman Harapan Indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terpaksa membeli air. Maklum bak penampungan di rumahnya besar. Setiap&lt;br /&gt;mengisi air bisa menelan Rp100 ribu lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air tersebut bisa bertahan dua hari. Warga memang mencari jalan untuk&lt;br /&gt;bisa memenuhi kebutuhan air dengan membeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;air yang dijual menggukan lori, dan membuat sumur. Untuk membuat sumur&lt;br /&gt;dibutuhkan anggaran minimal Rp3 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Minimal Rp3,5 juta, sudah sama cincin sumur. Zaman sekarang air PDAM&lt;br /&gt;tak bisa diharapkan. Banyak yang sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat sumur,” kata Saleh, ahli sumur yang bisa menerima order&lt;br /&gt;membuat sumur bor dan sumur galian biasa itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada Tanjungpinang Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yani mengharapkan PDAM cepat menyelesaikan persoalan air. Karena jika&lt;br /&gt;menggunakan air PDAM, per bulan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membayar Rp40-Rp80 ribu. Saat ini Yani sengaja tak membayar karena air&lt;br /&gt;PDAM tak mengalir. ”Untuk apa kita bayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kan airnya tak lancar. Masak kita membayar angin. PDAM juga harus&lt;br /&gt;menyadari itu.” Harapan Yani juga harapan 19.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelanggan PDAM lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDAM beralasan, sebenarnya pasokan air PDAM sudah mulai bagus. Tetapi&lt;br /&gt;untuk kawasan Batu 9-8, memang kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lancar. Pasalnya, jika air saluran di Batu 9 dibuka, maka pasokan air&lt;br /&gt;di kawasan Pasar, dan sekitarnya jadi terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Memang kita tidak bisa memberikan pelayanan optimal karena sumber air&lt;br /&gt;baku di Sei Pulai berkurang. Kita sedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melakukan pendalaman. Mudah-mudahan jika sudah selesai, tampungan air&lt;br /&gt;waduk optimal,” kata Direktur PDAM Tirta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepri, Abdul Kholik yang baru beberapa bulan dilantik menjadi direktur&lt;br /&gt;setelah melalui tes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Tim Pengawas PDAM Tirta Kepri Nuraida Mokhsen, waduk&lt;br /&gt;tersebut bocor. Walaupun hujan lebat, air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di waduk tak bertambah signifikan. ”Kita sedang berusaha mencari cara&lt;br /&gt;agar air hujan bisa ditampung dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya menggali waduk lebih dalam. Yang jadi masalah, daerah&lt;br /&gt;tangkapan air sudah rusak, tak banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memberikan pengaruh walaupun hujan,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                               []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan Waduk Sei Pulai seluas 34 haktere selesai dikerjakan 1971&lt;br /&gt;yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riau bersama Pemerintah pusat. Air baku di waduk yang berada di&lt;br /&gt;Kilometer 14, perbatasan Tanjungpinang dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten ini menjadi sumber utama bahan baku PDAM untuk melayani&lt;br /&gt;Sekitar 51 persen warga Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang untuk menambah debit air, dilakukan konstruksi peningkatan&lt;br /&gt;tampungan air baku Sei Pulai, Kamis 5 Mei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2010. Proyek tersebut dibiayai melalui APBN 2010 senilai Rp 7 milyar&lt;br /&gt;melalui Departermen Pekerjaan Umum Direktorat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai IV Kepri. Pelaksana Proyek PT.&lt;br /&gt;Gunakarya Nusantara dengan Konsultan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawas CV. Grahaditama Konsultan. Informasi yang diperoleh dari&lt;br /&gt;konsultan pengawas, ada sekitar 80.000 m3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanah/lumpur yang akan dikeruk dan dikeluarkan dari lokasi pekerjaan&lt;br /&gt;seluas 9 Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keseluruhan waduk yang mencapai 43 Ha, baru 21 persen dari luas&lt;br /&gt;genangan air yang ditingkatkan. Bila proyek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut selesai dan sesuai dengan rencana maka daya tampung air hujan&lt;br /&gt;dan air limpasan yang masuk ke dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wadukpun meningkat dan diperkirakan mampu menampung 80.000 m3 air.&lt;br /&gt;Namun demikian tentu tergantung intensitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan, tali-tali air dan daya dukung hutan disekitar cathment area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sekarang, kondisi air di sungai pulai berangsung ansur membaik.&lt;br /&gt;Hujan yang turun pertengahan Mei di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanjungpinang tiga hari belakangan ini membawa berkah tersendiri. Air&lt;br /&gt;di waduk mulai naik 20 centimeter. Menurut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manajemen PDAM, kondisi tersebut masih minus 40 centimeter. Kondisi&lt;br /&gt;normalnya air harusnya mencapai empat meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia waduk yang sudah berumur itu memang sempat terabaikan. Tahun 2004&lt;br /&gt;Kepulauan Riau berpisah dari provinsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;induk. Mulai saat itu, Riau mulai mengabaikan PDAM yang sebagian besar&lt;br /&gt;dikendalikan Pemerintah Kabupaten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepulauan Riau, kini Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan PDAM kepada pelanggan seadanya. PDAM Tak dikelola secara&lt;br /&gt;profesional. Hutang PDAM menembus Rp30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;miliar. Karena sudah berpisah dari Riau, PDAM juga akan diserahkan ke&lt;br /&gt;Kepri sekitar 2006. Tak serta merta, Pemerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintan mau menerima. Pasalnya, letak PDAM yang berada di Bintan dan&lt;br /&gt;Tanjungpinang. Bahkan pelanggan terbesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDAM berada di Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Bintan waktu itu, untuk apa  mereka menggelontorkan APBD tetapi&lt;br /&gt;yang menikmati warga kota. Akhirnya terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tarik menarik. Sedangkan bagi pemerintah kota Tanjungpinang, bisnis&lt;br /&gt;air tidak cocok. Apalagi, APBD Pemko tak besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk memberikan suntikan dana percuma guna menyehatkan kondisi PDAM&lt;br /&gt;yang sedang sakit akut itu. Karena letak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDAM di antara dua daerah, Pemerintah Provinsi Kepri akhirnya turun&lt;br /&gt;tangan. Walaupun penyerahan aset tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam keadaan merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Riau tidak fair. Menyerahkan aset dalam keadaan rugi. Akhirnya&lt;br /&gt;melalui Departemen Keuangan, Kepri mau menerima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aset. Prosesnya lama sampai dua tahun,” kata Nuraida Mokhsen di ruang&lt;br /&gt;kerjanya belum lama ini di kantor Gubernur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepri, Jalan Basuki Rahmad Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Departemen Keuangan, hutang PDAM sebesar Rp30 miliar&lt;br /&gt;ditanggung Kepri dan Riau. ”2008 kita baru sepakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepri mendapat 30 persen. Sedangkan Riau 70 persen membayar hutang&lt;br /&gt;kepada Pusat dan pihak swasta,” ujarnya.&lt;br /&gt;Karena sudah mendapat titik terang pengelolaan PDAM, DPRD Kepri&lt;br /&gt;bersama dengan pemerintah Kepri mulai membuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peraturan daerah untuk mengelola PDAM menjadi perusahaan daerah yang&lt;br /&gt;bonafit ke depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nuraida, sebelum dilakukan penyerahan aset, Pemprov Kepri tak&lt;br /&gt;bisa memberikan anggaran. ”Kita bisa masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penjara walaupun itu untuk kepentingan orang ramai. Setelah ada Perda&lt;br /&gt;baru kita suntikan dana,” imbuhnya. PDAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selama tiga tahun PDAM tak bertuan. Pasalnya, Juni 2009, baru resmi&lt;br /&gt;Tirta Kepri dikelola provinsi. Dari 2006, tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jelas status PDAM. Selama masa transisi itulah perangkat PDAM banyak&lt;br /&gt;yang rusak. Misalnya pompa air tak berfungsi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bocor, meteran rusak, banyak penyambungan ilegal dilakukan pegawai PDAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lain yang dihadapi PDAM adalah masalah penyehatan keuangan&lt;br /&gt;PDAM. Perusahaan daerah ini tergolong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perusahaan 'sakit'. Sudah lama gaji pegawai tidak naik. Sampai&lt;br /&gt;Februari 2010, pendapatan rata-rata PDAM per bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencapai Rp700 juta. Dari pendapatan itulah, biaya operasional PDAM,&lt;br /&gt;termasuk gaji pegawai yang berjumlah 124&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang dibayar. Rendahnya tarif penjualan air, juga jadi alasan&lt;br /&gt;keuangan perusahaan tidak kunjung membaik. Tarif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang, tak sesuai lagi dengan kondisi saat terkini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kita hitung rata-rata, maka per liter tarif PDAM cuma Rp1,2.&lt;br /&gt;Tarif ini sangat murah tidak menutupi biaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;operasional perusahaan," ujar Syahrial, Humas PDAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menolong keuangan PDAM, lanjut Syahrial, diharapkan Pemda Kepri&lt;br /&gt;memberikan subsidi seperti yang dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di PDAM lainnya di Indonesia. Dia menyebutkan, dengan pengalaman&lt;br /&gt;Kholik waktu menjabat direksi PDAM di Bengkalis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diharapkan bisa membawa perubahan di internal PDAM. Kholik merupakan&lt;br /&gt;bekas direktur PDAM di Bengkalis yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memiliki 5.000 pelanggan. Sedangkan pelanggan PDAM Tirta Kepri 19.000.&lt;br /&gt;"Tapi dia menguasai masalah PDAM," ujar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahrial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat masa transisi, PDAM memang sangat kritis. Pemprov Kepri sempat&lt;br /&gt;memberikan bantuan dana segar Rp2,5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;miliar agar PDAM tak kian terperosok terlalu dalam. Suntikan dana itu&lt;br /&gt;untuk memperbaiki fasilitas pipa, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;infrastruktur bak penampungan air yang kerap bermasalah. Bantuan yang&lt;br /&gt;diberikan Kepri tak banyak mengubah wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Nuraida, di mana-mana di Indonesia, tidak ada PDAM dikelola&lt;br /&gt;oleh provinsi. Baru di Tanjungpinang PDAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil alih provinsi. Misalnya di Batam, pengelolaan PDAM dilakukan&lt;br /&gt;swasta. Nasi sudah menjadi bubur, PDAM pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah menjadi tanggungjawab Pemprov Kepri. Untuk mempercepat&lt;br /&gt;pembenahan PDAM, Pemprov membentuk badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengawas PDAM yang diketuai mantan anggota DPRD Kepri Andi Anhar&lt;br /&gt;Khalid, mantan Ketua Komisi II DPRD Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andi tak terpilih lagi jadi anggota Dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewan Pengawas inilah yang kerjanya melakukan pengawasan terhadap&lt;br /&gt;pelaksanaan kinerja direksi PDAM dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melayani pelanggan. Abdul Kholik yang baru beberapa bulan menjadi&lt;br /&gt;direksi, dianggap suda berhasil melakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pembenahan PDAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator keberhasilnya terlihat dari berkurangnya tingkat kebocoran&lt;br /&gt;air. Misalnya, waktu dia pertama masuk kantor,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebocoran air mencapai 57 persen.”Sekarang sudah turun menjadi 10&lt;br /&gt;persen. Aliran uang PDAM juga mulai positif dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya negatif,” kata Nuraida tanpa menyebutkan nilai keuntungan&lt;br /&gt;yang diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”PDAM sudah membagikan bonus kepada karyawan. Walaupun jumlahnya tidak&lt;br /&gt;besar. Ini menunjukkan PDAM mulai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sembuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuraida menjelaskan, yang sudah dilakukan Kholik selaku direktur yakni&lt;br /&gt;menertibkan sambungan ilegal, menyelesaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hutang piutang PDAM kepada pihak ketiga dan tagihan pelanggan. Dia&lt;br /&gt;juga sudah membuat peta jaringan PDAM ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;depan. Selama ini, peta tersebut belum pernah ada. Masalah internal&lt;br /&gt;yang dalam waktu singkat sudah bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diselesaikan. Mengenai masalah faktor pendukung seperti kondisi waduk&lt;br /&gt;yang mengering memang memerlukan kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keras untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi terkini, kata dia, pipa penyedot air di DAM itu terbatas&lt;br /&gt;disebabkan debit air di waduk berkurang. Kalau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipaksakan menyedot memenuhi kebutuhan pelanggan, maka air baku cepat habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang dilakukan PDAM hanya mengaktifkan beberapa pipa saja.&lt;br /&gt;Misalnya jalur pipa distribusi kilometer 9 dan 8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terpaksa dibatasi. Pasalnya, jika pipa distribusi jalur ini dibuka,&lt;br /&gt;maka pasokan air untuk kawasan pasar, pelantar, batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua akan terhambat. Tekanan air dari DAM  untuk sampai di penampungan&lt;br /&gt;air di Bukit tidak kuat. Bisa dipastikan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak akan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada kesalahan teknis dalam pembuatan pipa distribusi air dari&lt;br /&gt;waduk ke bak penampungan di Kampung Bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya, pipa utama air sampai ke Bukit dijebol dan dialiri untuk&lt;br /&gt;konsumen di Batu 9. Seharusnya bukan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pipa utama tak bisa dijebol di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyandang gelar doktor dari Australia itu mengatakan, dengan keadaan&lt;br /&gt;Sei Pulai saat ini, yang semakin kering,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelayanan PDAM tidak akan maksimal. Kecuali ditemukan sumber air baku&lt;br /&gt;baru. Persoalan serius yang dihadapi PDAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah, air hujan yang diharapkan bisa menambah debit air, kini tak&lt;br /&gt;banyak memberikan andil. Hal itu disebabkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kawasan tangakap air rusak. Adalah perkebunan sawit yang berada tak&lt;br /&gt;jauh dari kawasan tangkapan air menyebabkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangkapan air jadi tak normal. Walaupun Dinas Kehutanan sudah menebang&lt;br /&gt;sawit yang dekat dengan kawasan, namun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum memberikan effek positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, sungai-sungai kecil yang ada di sekitar waduk kini tak masuk&lt;br /&gt;ke kawasan utama karena tertimbun lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran sungai itu malah keluar ke kawasan lain. Ada dugaan, di waduk&lt;br /&gt;bocor. ”Air yang masuk tidak sebanding dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;air keluar. Sebenarnya, kita pernah memproduksi 300 liter per detik.&lt;br /&gt;Tetapi sekarang di bawah itu,” kata Nuraida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa dilakukan provinsi, katanya, mencari sumber kebocoran air.&lt;br /&gt;Juga dilakukan program penguatan dinding waduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang menyebabkan beberapa hari lalu air baku keruh. Kebijakan ini&lt;br /&gt;membuat lumpur di waduk naik, dan pelayanan pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi terganggu. Tapi jangka panjang akan membantu mempertahankan air&lt;br /&gt;tetap berada di dalam waduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provinsi bersama dengan PDAM juga melakukan perbaikan aliran sungair&lt;br /&gt;kecil menuju waduk. Sungai kecil yang selama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini alirannya tak lurus, harus diluruskan. Hal ini membantu supaya&lt;br /&gt;pasokan air di Sei Pulai tetap ada. Dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menambahkan, melihat realita yang ada sekarang, sudah saatnya mencari&lt;br /&gt;sumber air baku baru untuk memenuhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebutuhan air di Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi perkembangan jumlah penduduk sangat cepat. Jika tidak diiringi&lt;br /&gt;dengan antisipasi pencarian sumber air baru,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke depannya akan menimbulkan persoalan baru. Nuradai menolak jika&lt;br /&gt;dikatakan pemerintah lambat mengantisipasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalah ketersedian air. “Karena waktu itu PDAM ini dikelola Riau.&lt;br /&gt;Kepri kan baru saat ini mengelola,” elaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, pemerintah sudah melakukan survei mencari sumber air baku&lt;br /&gt;lain. Studi 2007 misalnya menggunakan dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APBN. Di Kabupaten Bintan, kawasan yang tepat untuk dijadikan sumber&lt;br /&gt;air baku terdapat di Sei Galang Batang, Nyirih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Sei Timun. Dari tiga lokasi itu, yang dipilih untuk dilakukan&lt;br /&gt;studi kelayakan adalah Galang Batang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2011, akan dilakukan pembangunan fisik. Nantinya, pipa air dipasang&lt;br /&gt;dari Galang Batang sampai ke Sei Pulai. ”Sebelum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pembangunan tuntas, kita tentu masih mengandalkan air hujan untuk&lt;br /&gt;mengisi Waduk Sei Pulai.” Selain memanfaatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber air baku di Sei Pulai, PDAM juga akan memanfaatkan  sumber air&lt;br /&gt;baku di Sei Gesek. Walaupun debit air tak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;besar, namun air di sini akan digunakan untuk mensuplai air baku di&lt;br /&gt;produksi PDAM Air Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, produksi di Air Raja ini yang nantinya mensuplai kawasan Batu 8&lt;br /&gt;dan 9 yang saat ini aliran air tak lancar. ”Usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini sifatnya jangka pendek,” katanya. "Ini yang bisa kita lakukan&lt;br /&gt;mengatasi krisis air di Tanjungpinang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk program jangka panjang, PDAM dan Pemprov Kepri mengusulkan&lt;br /&gt;pembangunan DAM baru di Bintan. Tentu semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komponen harus mendukung. Tak bisa hanya bertumpu kepada PDAM saja.&lt;br /&gt;Selama lima tahun ke depan, ujarnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kondisi air PDAM Kepri masih kekurangan air baku. Kondisi mulai&lt;br /&gt;membaik, jika proyek di Galang Batang sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beroperasi. Untuk itu Dinas PU ambil bagian dalam menyelesaikan masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”2011 mulai studi pembangunan DAM. Dan 2014 baru dibangun. Mengenai di&lt;br /&gt;mana DAM tersebut, kita serahkan kepada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hasil studi dari tim yang mengerti masalah air. Dulu pernah ada di&lt;br /&gt;Teluk Bintan. Tetapi dengan kondisi saat ini tak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesuai lagi,” imbuh dia. Jika tetap dibangun, bisa akan mengancam&lt;br /&gt;kawasan pusat pemerintahan Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pembangunan DAM memakan waktu tiga tahun, sebaiknya&lt;br /&gt;persiapan bisa dilakukan dari sekarang. Jika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah selesai dibangun, maka ke depannya sampai 20 tahun ke depan,&lt;br /&gt;persedian air baku tetap terjamin.&lt;br /&gt;Menurutnya, menyediakan air baku merupakan kewajiban pemerintah.&lt;br /&gt;Sedangkan PDAM itu memproduksi air, sampai ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Pusat tak bisa lepas dalam masalah ini terutama dalam hal&lt;br /&gt;pembangunan bendungan baru.  ”Bagi daerah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita melakukan koordinasi saja, mana yang ditanggung APBN dan mana&lt;br /&gt;yang dibiayai APBD,” kata Nuraida. Tak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin seluruh pembiayaan DAM baru menggunakan APBD Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuraida menyebutkan, usulan menggunakan menggunakan teknologi mengubah&lt;br /&gt;air laut menjadi air tawar kurang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk mengtasi krisis air. Teknologi tersebut membutuhkan anggaran&lt;br /&gt;yang besar. Tak efisien untuk pelanggan dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PDAM sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Nanti PDAM tak bisa menjual air kepada konsumen. Bahkan di negara&lt;br /&gt;maju saja, mereka melakukan kombinasi air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;darat dan air laut,” jelas Nuraida. Kalau menggunakan teknologi&lt;br /&gt;mengubah air laut, bisa saja, katanya, air yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dihasilkan jauh lebih mahal dibandingkan minuman coca cola.&lt;br /&gt;”Teknologinya sama dengan air galon yang kita minum,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tutur Nuraida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Nuraida, menurut Wakil Ketua DPRD Kepri Iskandarsyah,&lt;br /&gt;pemerintah harus berani mencari terobosan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memanfaatkan bahan baku air laut atau air payau menjadi air bersih.&lt;br /&gt;”Pulau Bintan dikelilingi laut dan pantai, tinggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kreatif memanfaat potensi alam yang sudah disediakan Tuhan. Kenapa tak&lt;br /&gt;memanfaatkan bahan baku air laut jadi air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersih,” ungkap politisi asal Partai Keadilan Sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, ada dua permasalahan utama Air PDAM di Tanjungpinang, yang&lt;br /&gt;pertama adalah sumber air baku yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terus menerus berkurang. Dan yang kedua adalah kualitas air yang tidak&lt;br /&gt;memenuhi standar kesehatan. Apakah bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjamin solusi yang dilakukan PDAM sekarang adalah solusi yang bisa&lt;br /&gt;menjamin kesedian sumber air baku ke depan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut UNESCO (Tahun 2003) melalui badan air dunianya (WWAP)&lt;br /&gt;menyatakan ketersediaan air tawar dunia hannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2,5 persen sedangkan 97,5 persen adalah air laut, sehingga tidak bijak&lt;br /&gt;jika manusia hanya bertumpu pada air tawar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang jumlahnya sangat sedikit tersebut. "Saatnyalah kita beralih pada&lt;br /&gt;pemanfaatan air laut yang ketersediaannya&lt;br /&gt;sangat besar itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, belum lagi terjadinya pencemaran hebat akibat pembuangan&lt;br /&gt;limbah oleh pabrik, rumah tangga, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kegiatan penambangan, dengan kondisi ini ketersediaan air bersih akan&lt;br /&gt;semakin terbatas. Ditambah lagi kondisi global&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;warming (pemanasan global) telah menambah krisis air 20 persen dari&lt;br /&gt;krisis sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Iskandar, Arab Saudi membuat instalasi untuk mengubah air laut&lt;br /&gt;menjadi air bersih dari Laut Merah yang dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disuplai ke Mekah dan Madinah yang jaraknya ratusan kilometer dari Laut Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengelola air laut jadi air baku, PDAM dan pemerintah tak harus&lt;br /&gt;bergantung dengan APBD tapi bisa minta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bantuan dana APBN. Kemudian berani melakukan kerjasama dengan swasta&lt;br /&gt;sebagai mitra. Dalam memanfaatkan air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;laut sebagai air bersih adalah memisahkan garam, sebagai unsur utama&lt;br /&gt;yang harus dihilangkan atau dikurangi hingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memenuhi standarisasi sebagai air bersih, selain itu unsur-unsur&lt;br /&gt;lainnya yang terdapat dalam air laut yang dapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mempengaruhi kualitas air bersih tersebut. Untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;tersebut, bisa dilakukan dengan menggunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teknologi desalinasi (Desalination) atau biasa disebut juga dengan&lt;br /&gt;teknologi pemurnian air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, telah dipopulerkan dua cara proses desalinasi, melalui&lt;br /&gt;membrane technique, yaitu menggunakan sistem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membrane yang dikombinasikan dengan berbagai metode baik pressure&lt;br /&gt;maupun electrical, adapun metode yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;termasuk dalam kategori ini adalah reverse osmosis(RO),&lt;br /&gt;electrodialysis (ED), capacitative deionization (CDI),&lt;br /&gt;mikrofiltration (MF), ultrafiltration (UF), nanofiltration (NF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dengan distillation technique, yaitu menggunakan tenaga thermal&lt;br /&gt;(panas) dengan proses evaporasi ataupun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kondensasi, adapun metode yang termasuk dalam kategori ini adalah&lt;br /&gt;multistage flash evaporation (MSF),&lt;br /&gt;multieffect distillation (MED atau MEE), vapor compression&lt;br /&gt;distillation, solar thermal distillation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua teknologi desalinasi, teknologi dengan sistem membran&lt;br /&gt;dirasa paling efektif dan efisien, dan dari metode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sistem membran maka metode reverse osmosis (RO) yang paling banyak&lt;br /&gt;digunakan, karena mampu&lt;br /&gt;mengkonversi air laut menjadi air bersih jauh lebih besar yaitu 20 –&lt;br /&gt;50 persen. Sedangkan metode yang lain dibawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya ingin kita berpikir kreatif tentang persoalan ini, terserahlah&lt;br /&gt;sumber airnya dari mana yang penting ada sebuah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jaminan pemerintah daerah menyediakan air bersih untuk rakyat. Tentang&lt;br /&gt;biaya semuanya adalah relatif, semahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apapun akan kita usaha dapatkan jika menyangkut kepentingan kebutuhan&lt;br /&gt;dasar manusia dan  bisa dinikmati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masyarakat luas," kata jebolan universitas di Belanda ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khirjuli dari LSM Alim yang giat terlibat dalam masalah air di Kepri&lt;br /&gt;itu mengingatkan air baku yang dikelola PDAM Tirta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepri wajib memenuhi baku mutu dan syarat kesehatan sesuai dengan&lt;br /&gt;ketentuan peraturan perundang-undangan yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu LSM Alim meminta kepada Pemprov Kepri melalui Dinas&lt;br /&gt;Kesehatan ikut turun tangan melakukan penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terhadap kwalitas air baku maupun kwalitas air yang didistribusikan&lt;br /&gt;PDAM. Secara kasat mata memang kelihatan keruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan menimbulkan bau. Oleh karena itu sesuai ketentuan yang berlaku,&lt;br /&gt;air baku tersebut harus diteliti lagi untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat seberapa besar unsur fisika, kimia maupun biologi yang&lt;br /&gt;terkandung didalam partikel air dan pengaruhnya bagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesehatan bila dikonsumsi. Apakah air baku waduk Sungai Pulai itu&lt;br /&gt;masih memenuhi baku mutu atau berada di atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ambang batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya kemudian diumumkan kepada publik, apakah masih layak&lt;br /&gt;dikonsumsi atau tidak. Bilamana tidak layak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikonsumsi, maka sebaiknya tidak lagi diproduksi. Atas dasar&lt;br /&gt;rekomendasi dari Dinas Kesehatan itulah kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemprov Kepri melalui PDAM Tirta Kepri melakukan tindakan menghentikan&lt;br /&gt;pendistribusian air, baik secara berkala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sembari PDAM melakukan proses pengimbuhan kimia (chemical) atau mati&lt;br /&gt;total sambil menunggu kwalitas air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berangsur-angsur membaik secara alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                       ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi saat ini, Nuraida memprediksi, selama 2010,  kondisi&lt;br /&gt;pelayanan PDAM belum optimal. ”Air tetap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengalir. Tetapi tak bisa 24 jam sepertu dulu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuraida mengakui, membenahi PDAM saat ini bukan perakara mudah. Digaji&lt;br /&gt;Rp50 juta pun tak mau. ”Secara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;infrastruktur rumit, secara politis juga rumit. Tak gampang menertikan&lt;br /&gt;sambungan ilegal yang melibatkan banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karyawan. Jika kita putuskan pasti konsumen marah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kita berharap masyarakat bisa mengerti keadaan sebenarnya dari PDAM.&lt;br /&gt;Kita minta sabar,  dan membiarkan direksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat ini bekerja. Kalau di cari yang baru, direksi yang S3 pun belum&lt;br /&gt;tentu bisa memperbaiki PDAM dalam waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;singkat,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang ada dalam PDAM sangat rumit. Nuraida menaruh kepercayaan&lt;br /&gt;dengan bos PDAM yang baru. Hasilnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata dia, sudah ada. Misalnya tingkat kebocoran sudah turun.  Yang&lt;br /&gt;diharapkan maksimal kebocoran 25 persen dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;produksi. “Sekarang membeli bahan kimia tidak berhutang. Ini salah&lt;br /&gt;satu langkah maju,” katanya. Ya, kinirja Kholik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diharapkan bisa membawa PDAM lebih baik.(*).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-5456324962444471890?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/5456324962444471890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=5456324962444471890&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5456324962444471890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5456324962444471890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/06/krisis-air-di-ibu-kota-kepri.html' title='Krisis Air di Ibu Kota Kepri'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-8428115592359004754</id><published>2010-02-22T10:05:00.001+08:00</published><updated>2010-02-22T10:11:16.327+08:00</updated><title type='text'>Menilik Kejayaan Tambelan Timbalan Riau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/S4Hnpt4X_NI/AAAAAAAAAQA/3yrKPawmwag/s1600-h/18+-+F+-+KEPRi+-+kaki+Makam+sejarah+(2).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/S4Hnpt4X_NI/AAAAAAAAAQA/3yrKPawmwag/s400/18+-+F+-+KEPRi+-+kaki+Makam+sejarah+(2).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440884528716971218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan memiliki andil besar dalam sejarah Kerajaan Johor Riau. Kecamatan terpencil di Bintan itu pernah menjadi pusat pemerintahan Johor Riau di masa Sultan Johor VII Sultan Abdullah Ma'ayat Syah ketika dalam pelarian dari Lingga. Sultan mangkat di Tambelan dan dikebumikan di sana. Bagaimana-jejak-jejak sejarah itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mendengar nama Tambelan, tentu telingga tak asing lagi. Untuk sampai Tambelan saat ini masih terbilang sulit. Rute kapal perintis Km Gunung Bintan hanya 10 hari sekali ke Tambelan dari Tanjungpinang. Inilah salah satu transportasi warga yang hendak ke Tambelan. Sedangkan dari Tambelan ke Tanjungpinang, masyarakat di sana menggunakan Trigas, kapal kargo yang tidak laik untuk dijadikan kapal penumpang. Jadwalnya keberangkatan cuma 10 hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin menggunakan jalur alternatif selain Gunung Bintan, masyarakat Tambelan biasanya menumpang kapal ikan yang menampung ikan dari nelayan, kemudian dijual di Tanjungpinang, bahkan ikan dari Tambelan dijual sampai ke Singapura. Jauhnya Tambelan dari pusat pemerintahan, menyebabkan jarang dikunjungi pejabat. Bisa dikatakan, setahun sekali bupati berkunjung ke sana untuk menemui masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau masih terisolasi dari modernisasi zaman, masyarakat Tambelan tak protes kepada pemerintah daerah yang tak menyediakan transportasi yang manusiawi untuk warganya. Di Km Trigas misalnya, penumpang terkadang tidur bersebelahan dengan binatang seperti kambing, ayam, dan hewan peliharaan lainnya. Itulah realita hingga sekarang. Ketika pemda membangun fasilitas perkantoran yang megah, fasilitas umum masyarakat tak terpenuhi dengan fasilitas yang laik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara geografis, letak Tambelan di Laut China Selatan, 210 mil dari Pulau Bintan. Waktu yang ditempuh untuk sampai di Tambelan sekitar 21 jam. Jika gelombang besar, waktu perjalanan bisa bertambah 10 jam. Dengan jumlah penduduk 5.000 jiwa, Tambelan memiliki 8 desa, satu kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan folk lore, nama Pulau Tambelan berasal dari Pulau Kandil Bahar yang artinya cahaya yang terlihat dari tengah laut. Hingga saat ini nama itu masih melekat dalam ingatan warga Tambelan. Kandil Bahar diabadikan sebagai tempat pertemuan.&lt;br /&gt;Nama Kandil Bahar hanya dikenal orang Tambelan. Sedangkan penduduk luar tidak mengenal nama tersebut. Bahkan ketika rombongan Sultan Johor VII Sultan Abdullah Ma'ayat Syah tiba di kecamatan yang memiliki 54 pulau besar dan kecil itu, mereka menyebut nama Tambelan dengan Pulau Sabda. Sabda diartikan perkataan atau perintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasalnya dari Tambelan, Sultan memimpin Kerajaan Johor ketika dalam pelarian. Sehingga seluruh sabda dan kebijakan kerajaan dikendalikan dari Tambelan,” kata Atmadinata, peneliti sejarah di Kepri, yang juga Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, kepada Tanjungpinang Pos, di kediamannya, Jalan Kuatan Tanjungpinang, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, saat Sultan menetap di Tambelan bersama Raja Bujang yang nantinya menjadi Sultan Johor menggantikan Ma'ayat Shah. Jumlah rombongan ketika itu diperkirakan ratusan orang. Buktinya dalam catatan Belanda dagh register 1624-1629 di buku King off Johor yang ditulis Leonard Y Andarya, ketika Sultan sudah wafat sekitar tahun 1623 dan dikebumikan di sana, rombongan yang ditinggal Sultan, termasuk di dalamnya Putri Jambi kembali ke Jambi dengan menggunakan  500 perahu. Jumlah 500 perahu bukan jumlah yang sedikit. Bisa mengangkut ribuan orang. Sayangnya tak ada literatur yang memastikan jumlah rombongan ketika itu.&lt;br /&gt;      []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, peninggalan sejarah rombongan sultan masih ada yang terdiri dari  makam-makam rombongan Sultan yang mangkat di Tambelan. Makam-makam tersebut berada di atas kompek khusus yang ditembok dengan batu. Batu nisan terbuat dari batu yang diukir dengan tulisan arab. Tingginya nisan melebihi orang dewasa. Warnanya hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diamati dari batu nisan, yang meninggal di sana bukan orang sembarangan. "Pasti pejabat tinggi di kerajaan,” ujar Atmadinata yakin. Kini makam Sultan Johor yang berada di komplek pemakaman Desa Batulepuk itu terlihat megah karena sudah dilakukan pemugaran. Sedangkan makam di dekat Bentayan, kurang terawat. Batu nisan terlihat tak terurus. Warga banyak berkebun di sekitar lokasi makam. Hanya makam Sultan yang terlihat terawat. Makam dominan dengan warna kuning.&lt;br /&gt;                     &lt;br /&gt;Menurut Atmadinata, perubahan nama Pulau Sabda jadi Timbalan terjadi tahun 1784 ketika terjadi Perang Riau (1782-1784) yang lebih dikenal Perang Bahari. Dalam perang itu, tak boleh dilupakan, peran besar yang diberikan oleh datuk-datuk asal Pulau Tujuh, yaitu Datuk Jemaja, Datuk Siantan, Datuk Pulau Laut, Datuk Serasan, Datuk Subi dan Datuk Pulau Sabda atau Tambelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini, kata Atmadinata, diperkuat dengan laporan Kontelir A.W.L. Vogelesang dalam “Gegeven Betreffende den Tambelan en den Watas Archiep” (1921). Dalam Adat Rechtbundels 26 halaman 12 disebutkan, Datuk Pulau Sabda berhasil merebut meriam-meriam dari kapal perang Belanda. Sebagai imbalan, Sultan Mahmud Syah III memberikan gelar Datuk Petinggi Timbalan Riau Maharaja Lela Setia kepada Datuk Pulau Sabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti lela adalah meriam. Timbalan artinya wakil, suatu kedudukan sangat istimewa. Saking istimewanya, sebelum datuk di Pulau Tujuh itu bisa menghadap Sultan, mereka berkumpul dulu di Pulau Sabda sebagai penghormatan kepada Datuk Pulau Sabda. Setelah menghadap Datuk Pulau Sabda, baru mereka bisa menjumpai Sultan. Bisa dikatakan, Datuk Tambelan ketika itu jadi wakil sultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejak saat itu tak disebut lagi Datuk Pulau Sabda, tetapi Datuk Timbalan. Dan nama Pulau Sabda jadi Pulau Timbalan. Lidah Belanda melafalkan Tambelan berlangsung hingga detik ini,” kata Atmadinata, yang pernah menulis buku sejarah Kerajaan Johor Riau Pahang bersama dengan tokoh sejarah Kepri Aswandi Syahri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmadinata mengatakan, jika dianalisa, tentang anugrah gelar Datuk Petinggi Timbalan Riau Maharaja Lela Setia, kepada Datuk Pulau Sabda, maka dalam tradisi peanugrahan gelar Kerajaan Riau, gelar tak diberikan kepada seseorang apabila tak ada sesuatu prestasi yang luar biasa yang diraih penerima gelar. Saat itu Sultan Mahmud tak pernah memberikan gelar kepada siapapun kecuali kepada Datuk Pulau Sabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu- satunya yang dapat gelar ini Datuk Pulau Sabda. Hal ini dikarenakan peran Datuk Pulau Sabda sangat besar dalam Perang Riau yang menyebabkan Belanda mengundurkan diri dari medan perang perairan Riau ke Malaka. Belanda mundur karena kapal perang mereka Malaka’s Walvaren dihancur,” ujar Atma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu Belanda pun Beri Otonomis Khusus&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, diberikan otonomo khusus di zaman Belanda. Dan Tambelan mendapat pilihan pertama sebagai daerah otonom di seluruh Keresidenan Riau, sebagai ujicoba yang nantinya diterapkan juga ke daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melaksanakan penghargaan dari Belanda, maka dibentuklah Negeri Tambelan dengan cara diberi nama gemeinshaaft atau masyarakat adat yang dibentuk berdasarkan kemauan bersama dan diatur dengan adatnya. Masyarakat ini diketuai  atau dipimpin oleh seorang yang diberi gelar Datuk Kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kesaksian Ramli Ismail, kata peneliti sejarah Kepri Atmadinata, pada waktu itu, masyarakat Tambelan dikumpulkan di lapangan bola untuk memilih Datuk Kaya. Orang yang dipilih dari keturunan yakni orang yang masih berhubungan dengan Datuk Kaya dulu. Dan akhirnya masyarakat sepakat memilih Hasnan bin Yahya sebagai Datuk Kaya yang memimpin masyarakat adat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan setelah peristiwa itu, keluarlah surat keputusan dari Belanda Resident Riouw No 221 tertanggal 28 Mei 1929 dengan lampiran berisikan tatacara kerja masyarakat adat sesuai dengan Indische Staatsregelling (IS) atau UU Belanda tentang pengaturan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status otonomi Tambelan hingga saat ini, kata Atmadinata, tak pernah dicabut secara tertulis. Hanya saja tidak berlaku dengan sendirinya karena telah lahir beberapa kali peraturan perundangan  yang mengatur tentang pemerintah daerah dan otonomi daerah. Selama Tambelan dijadikan daerah khusus, ada beberapa keberhasilan yang dilakukan masyarakat Tambelan. Misalnya  di Tambelan dibangun rumah jabatan Asisten Wedana yang sekarang jadi rumah dinas camat. Kemudian dibangun juga balai pengobatan, kantor Lembaga Adat Tambelan, sekolah PGA, kantor sosial, balai desa, Masjid Raya Tambelan, dan yang paling jauh dari Tambelan yakni dibangunnya Rumah Adat Tambelan di Belakang Gedung Daerah Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Rumah Adat itu saat ini tidak dimanfaatkan optimal oleh warga Tambelan yang berada di Tanjungpinang. Rumah Adat yang dibangun zaman Belanda itu hanya disewakan kepada pihak lain. Atmadinata menambahkan, otonomi khusus ini merupakan penghargaan khusus kepada Tambelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irwandi, Ketua Himpunan Mahasiswa Tambelan di Tanjungpinang kecewa dengan Kerukunan Keluarga Tambelan di Tanjungpinang karena Rumah Adat Tambelan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan warga Tambelan. "Malah warga Tambelan sendiri marasa asing pergi ke sana," kata Irwandi, seraya mengatakan, Rumah Adat itu disewakan kepada pihak ketiga. Sampai sekarang, tidak diketahui uang sewa itu dikelola siapa dan untuk apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmadinata menambahkan, bisa saja, Otonomi Khusus Tambelan dikembalikan seperti masyarakat adat di Yogyakarta, dan daerah lainnya di Indonesia. "Tetapi memang perlu kajian lebih dalam  lagi," kata Kepala Bidang Pendidikan Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, menilik sejarah Kecamatan Tambelan, daerah itu memainkan peran yang sangat penting sejak abad 16 di kawasan Sumatera. Tetapi, kini, Tambelan hanya sebuah kecamatan kecil dari Kabupaten Bintan yang terlupakan. Daerah yang melahirkan banyak profesor itu masih tertinggal dan terus tertinggal dari daerah lain. Tambelan tenggelam dari zaman kejayaannya hanya meninggalkan kenangan sejarah untuk kita berkaca menatap masa depan. (tanjungpinangpos/robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-8428115592359004754?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/8428115592359004754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=8428115592359004754&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/8428115592359004754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/8428115592359004754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/02/menilik-kejayaan-tambelan-timbalan-riau.html' title='Menilik Kejayaan Tambelan Timbalan Riau'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/S4Hnpt4X_NI/AAAAAAAAAQA/3yrKPawmwag/s72-c/18+-+F+-+KEPRi+-+kaki+Makam+sejarah+(2).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-7493997480015635948</id><published>2010-02-08T16:56:00.002+08:00</published><updated>2010-02-22T10:12:23.922+08:00</updated><title type='text'>Ketika Ismeth Ragu Menyatakan Ya</title><content type='html'>Setelah Ismeth Abdullah ditetapkan jadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), peta politik di Kepri berubah. Ismeth  pun ragu menyatakan akan mengikuti pilkada Kepri. Sedangkan orang dekatnya mulai mencari ancang-ancang mendukung calon lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari mobil dinas Toyota Camry, Ismeth disambut ibu-ibu dengan memukul gendang. Dentuman suara kompang itu menjadi ciri khas di Tanjungpinang, jika ada pejabat yang datang menghadiri acara. Ketika itu Ismeth menggunakan batik kecoklatan terlihat tenang memasuki ruangan Hotel Laguna untuk menghadiri acara pelantikan pengurus lembaga swadaya masyarakat, belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari pintu masuk, Ismeth terus menyalami puluhan orang yang ada di hotel hingga dia duduk di kursi barisan terdepan. Di sampingnya ada Abdul Razak, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri yang sebelumnya getol mendukung Ismeth kembali menjadi gubernur. Ismeth terus tersenyum mengamati prosesi pelaksanaan pelantikan pengurus LSM itu. Sesekali kepalanya mengangguk mendengar kata sambutan. &lt;br /&gt;Ketika ditanya apakah ingin maju menjadi calon gubernur? Ismeth dengan cepat menjawab, "Nanti ya. Ada waktunya. Atau saya berpasangan dengan kamu," kata Ismeth sambil menunjuk salah satu wartawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, belum bisa dipastikan apakah Ismeth akan maju atau tidak. Tetapi dari internal Golkar menganggap Ismeth tidak berpeluang untuk dicalonkan kembali. Sehingga Partai Beringin yang sudah menjagokan Ismeth jauh-jauh hari terlihat berpaling. Tetapi, DPP Golkar tetap memberikan bantuan hukum kepada kadernya yang terjerat masalah hukum. Apalagi Ismeth kader Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak intervensi masalah hukumnya. Karena banyak kepala daerah di  Indonesia yang terlibat dalam kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran sudah masuk penjara," kata salah satu pengurus DPP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah Ismeth tetap dicalonkan dari Golkar? Belum ada yang berani memastikan. Namun Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie mengatakan Golkar bisa saja mencalonkan figur yang jadi tersangka. "Selagi belum terdakwa tak masalah," kata Aburizal di Lagoi belum lama ini. "Kita tetap menunggu hasil survei LSI," kata Aburizal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ansar Ahmad sebelumnya menyebutkan selain Ismeth, masih banyak kader Golkar yang bisa dicalonkan menjadi gubernur. Dia menyebutkan nama Muhammad Sani, Aida Ismeth, termasuk nama yang diajukan Golkar dalam survei yang dilakukan lembaga survei terkemuka di Indonesia mengenai siapa calon yang paling populer di tengah-tengah masyarakat. Bagitu juga dengan pernyataan pengurus DPP Golkar Sudirman Almoen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita cukup kehilangan sosok Ismeth. Tetapi menghadapi pilkada Golkar masih banyak stok," kata Almoen yang memperkuat kata Ansar. Partai pemenang pemilu di Kepri ini akan mencari figur pengganti Ismeth yang memiliki nilai jual supaya bisa menang di pilkada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sejauh ini, sejak ditetapkan KPK tersangka, Ismeth belum menyatakan akan ikut pilkada.&lt;br /&gt; Sadar dengan posisinya yang rawan, Ismeth berpesan kepada kalangan pemuda untuk melanjutkan pembangunan Kepri ke depan. Dia menginginkan pemuda di Kepri tetapi kompak dalam melaksanakan pembangunan. Tentunya di tangan generasi muda, Kepri ke depan dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin, katanya, Kepri dibangun oleh pemerintah saja. Semua komponen masyarakat harus dilibatkan agar Kepri menjadi provinsi yang membanggakan. Dalam lima tahun, dia mengakui, di Kepri masih banyak persoalan yang belum bisa diselesaikan. Misalnya tingkat kemiskinan, kebodohan dan pembangunan lainnya. Tetapi itulah proses yang harus dilalui. Pemerintah harus bisa membangun sumber daya manusia dari bodoh menjadi pintar, dari masyarakat miskin menjadi kaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita juga harus mengejar ketertinggalan dari tetangga. Baik itu masalah anak-anak yang tak mampu mengikuti pendidikan. Seluruh masyarakat harus bersatu membangun Kepri," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Ketua Otorita Batam ini juga sudah meletakkan pondasi yang kuat pembangunan ekonomi di Kepri. Ismeth mengakui, free trade zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun memang belum optimal. Tetapi, setelah dilakukan revisi oleh pemerintah, FTZ akan berjalan mulus. Hampir 61 persen, persoalan FTZ di Kepri sudah baik. Tidak ada hambatan yang mendasar dalam pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 8 bulan FTZ di Kepri, masalah yang dihadapi mulai membaik. Struktur impor dan industri tidak ada hambatan lagi," kata Ismeth. Dulu peraturan belum lengkap, sekarang sudah dibereskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri Abdullah Gosse, Ismeth sudah berjasa melaksana&lt;br /&gt;kan pembangunan di Kepri. "Banyak yang sudah dia perbuat untuk Kepri. Tapi jika dia tersangkut masalah hukum, itu sudah menjadi resiko. Kita kasihan juga," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Burnanuddin Nur, Lembaga Kesatuan Aksi Anak Negeri Batam, menilai penetapan Ismeth sebagai tersangka  merupakan murni kasus hukum yang seharusnya sudah tuntas 2008 lalu. Pasalnya gubernur dan wali kota daerah yang terlibat dalam kasus pengadaan damkar sudah masuk penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita melihat kasus ini sempat diendapkan sehingga baru saat ini ditetapkan jadi tersangka. Jadi tidak benar kasus ini ada aroma politik. Ini murni hukum," kata Burnanuddin Nur kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti, katanya, dengan Ismeth jadi tersangka, maka peluang putra daerah besar menjadi gubernur. "Itu salah. Peluang Ismeth dan calon lainnya tetap memiliki kesempatan yang sama," kata Burhanuddin yang sempat melaporkan pejabat KPK ke Mabes Polri terkait pernyataan bohong. Kemudian laporan itu  dicabut kembali setelah KPK menetapkan Ismeth resmi jadi tersangka.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Burhanuddin bertolak belakang dengan Generasi Muda Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepri (GM-BP3KR) Basyaruddin Idris. Dia melihat Ismeth ditetapkan tersangka kental dengan nuansa politik.&lt;br /&gt; "Banyak musuh Ismeth menginginkan beliau tidak ikut pilkada. Sehingga dengan pelbagai cara mereka lakukan untuk menjerat Ismeth," kata Basyaruddin Idris. "Kita tetap mengharapkan Ismeth maju mengandeng tokoh Sudirman Almoen yang menjadi tokoh utama lahirnya Kepri. Andai nanti Ismeth terpilih dan ditahan KPK, maka wakilnya bisa menggantikan. Tapi kita tak berharap Ismeth ditahan," kata Basyaruddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Juru Bicara KPK Johan Budi membantah anggapaan Ismeth dijadikan tersangka karena pesanan. " Ah, tidak ada hubungan dengan pilkada." Lantas apakah Ismeth tetap maju dalam pilkada yang tahapannya dimulai akhir Desember ini? " Nanti saja, ya," kata Ismeth lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzrin Hood, tidak mempersoalkan siapa saja yang menang dalam pilkada Kepri nanti. Asalkan yang menang itu anak Kepri. Sudah saatnya Kepri dipimpin anak daerah. Huzrin mencontoh daerah lain di Indonesia yang semua kepala daerah dipimpin anak daerah bukan dari daerah lain seperti yang terjadi di Kepri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tetap mencalonkan diri menjadi gubernur. Jika nanti tidak bisa karena masalah teknis, maka suara dukungan saya juga akan dilimpahkan kepada calon lain. Tetapi sebelum itu saya akan maju dulu," kata Huzrin. Jikapun Ismeth tetap maju, maka Huzrin tak gentar melawannya di pilkada. "Saya lebih suka Ismeth maju. Karena ingin menang secara  terbuka. Bukan karena Ismeth tak ikut pilkada."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-7493997480015635948?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='' href='http://robbyi.multiply.com' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/7493997480015635948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=7493997480015635948&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7493997480015635948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7493997480015635948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/02/ketika-ismeth-ragu-menyatakan-iya.html' title='Ketika Ismeth Ragu Menyatakan Ya'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-4977569439824793203</id><published>2010-01-03T23:57:00.004+08:00</published><updated>2010-01-04T00:06:41.906+08:00</updated><title type='text'>Tak Lagi Wapres, Jusuf Kalla ke Lagoi Khusus Bermain Golf</title><content type='html'>Hampir dua bulan Jusuf Kalla (JK) melakoni hidup sebagai warga negara biasa, Jumat dan Sabtu (26/12/2009), JK ke Lagoi, Bintan bersama 43 orang rombongan orang dekatnya termasuk istri dan anaknya. Selama dua hari, Kalla menghabiskan waktu bermain golf di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat pribadi Kalla, Atirah mendarat mulus di Bandara Tanjungpinang pukul 09.00 wib. Di belakang pesawat yang dinominasi warna putih itu masih ada tulisan JK-WIN. Mungkin itu logo kenangan Kalla yang pernah mencalonkan diri menjadi presiden bersama dengan Ketua Partai Hanura Wiranto. Tulisan warna hitam itu belum dihapus hingga kemarin. Dengan pesawat ini biasanya Kalla berkeliling Indonesia. Bahkan Kalla punya pesawat khusus untuk keliling dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan orang nomor dua di Indonesia ini dijemput Gubernur Kepri Ismeth Abdullah. Sejurus rombongan besar Kalla melanjutkan perjalanan ke Hotel Nirwana, Lagoi untuk menikmati lapangan golf yang termasuk paling baik di Indonesia itu. Kalla didampingi istri Mutfidah Kalla dan tiga orang anaknya. Tak ketinggalan orang dekatnya seperti Aksa Mahmud, kemudian mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Soemarsono, mantan Ketua DPP Golkar Syamsul Muarif, mantan Ketua DPP Iskandar Manji. Mantan Menteri Sosial dari PPP Bachtiar Chamsah. Terlihat juga pengusaha asal Sulawesi yang selalu mendampinginya Alwi Hamu. Bos media dari Sulawesi itu selalu mendampingi JK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di Lagoi, rombongan langsung menikmati indahnya lapangan Golf Nirwana. Semua biaya menyewa lapangan golf untuk 33 pemain dari rombongan Kalla menggunakan uang JK sendiri. Pemerintah Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepri hanya memberikan layanan makan malam gratis di Kelong Lagoi. Selebihnya semua biaya ditanggung JK. Habis dari Lagoi, Ahad (27/12), rombongan yang sama juga akan ke Australia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai tuan rumah kita wajib melayani tamu," kata Raja Muhammad, Kepala Bagian Umum Pemkab Bintan yang selalu siap memenuhi kebutuhan rombongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak JK menikmati setelah pensiun dari wakil presiden. Dia banyak duit, sehingga tak masalah dengan dana ketika keliling dunia." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tak perlu repot menyediakan fasilitas. Karena mereka semua yang menanggung," kata salah satu pejabat dari Bintan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JK bisa jadi mendapat undangan dari Gubernur Kepri Ismeth Abdullah ke Lagoi ketika sudah pensiun. Maklum di kawasan wisata itu, Ibu Mutfidah JK pernah punya kesan tersendiri. Mutfidah sekali merayakan ulang tahun di Lagoi. Waktu kunjungan beberapa tahun lalu ke Bintan, JK tak lama menikmati indahnya Lagoi. Calon presiden dari Golkar itu justru baru kali ini selama dua hari menikmati Lagoi sebagai warga biasa. Bukan sebagai pejabat negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Bintan Ansar Ahmad yang dikenal dekat dengan Kalla mengakui, JK ke Lagoi khusus bermain golf. "Tidak ada urusan lain," kata Ansar yang masih menggunakan kaos biru dari lambang salah satu hotel di Lagoi, menandakan Ansar baru usai menemani mantan bosnya di Golkar itu bermain golf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ansar juga bersama dengan Wakil Gubernur Muhammad Sani, Kapolda Kepri Pudji, anggota DPD Aida Nasution mengantar Kalla sampai ke lapangan bandara. Kalla punya kesan tersendiri terhadap kawasan industri di Bintan. sehingga, kawasan industri Lobam dimasukkan ke dalam kawasan perdagangan bebas yang saat ini pelaksanaannya masih setengah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Free Trade Zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas memang lahir dari tangan dingin Kalla waktu menjabat wakil presiden. Dia ingin Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) menjadi segitiga emas yang bisa menangkap peluang dari perluasan usaha dan pesatnya perkembangan bisnis di Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak daerah di China, Malaysia bisa berkembang pesat setelah ditetapkan yang sudah ditetapkan kawsan FTZ. Kalla ingin melanjutkan konsep mantan Presiden Habibie membangun Batam di era bonded zone plus diterapkan dua pulau Bintan dan Karimun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapannya jika FTZ sudah berjalan mulus, investasi asing berbondong bondong masuk ke BBK. Tenaga kerja banyak terserap. Multiplier effect-nya signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kesejahteraan masyarakat pun meningkat. Namun upaya Kalla belum berjalan mulus. Krisis ekonomi yang menghantam dunia membuat investasi di BBK tidak mengembirakan setelah BBK ditetapkan sebagai kawasan FTZ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura yang diharapkan jadi bapak yang baik waktu itu sedang sakit keras. Limpahan proyek dari Singapura minim. Kepri kena dampak negatif. Ditambah dengan aturan di lapangan FTZ membingungkan pengusaha seperti masterlist dan persoalan lainnya membuat dunia usaha di BBK mengeluh. Akhirnya pemerintah melakukan revisi kembali Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai teknis di lapangan supaya FTZ di BBK sesuai dengan harapan untuk menggerakkan roda perekonomian di Kepri dan nasional tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalla mengatakan, dia tetap optimistis pelaksanaan FTZ di BBK. "Kan sekarang tidak ada lagi hambatan. Apa yang jadi hambatan saat ini? Masalah itu akan diselesaikan Dewan Kawasan dan Otorita Batam," kata Kalla menjelaskan, ketika hendak meninggalkan bandara Tanjungpinang yang saat ini sedang dilakukan perluasan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalla terkesan hati-hati berbicara kepada media sejak dia tak lagi jadi orang nomor dua di Indonesia. Tentu beda saat dia masih menjadi Wapres saat ditanya mengenai FTZ, Kalla pasti semangat menjawab pertanyaan. Ketika Tanjungpinang Pos tanya apakah masih memantau pelaksanaan FTZ di BBK? Kalla bilang tidak. "Tidak lagi sekarang. Kan sudah ada yang mengurus," katanya sambil berjalan menuju pesawat pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan Tanjungpinang Pos, sejumlah pasukan pengaman presiden tidak banyak mendampinginya. Kalla mudah untuk diwawancara karena tidak ada pengawalan yang ketat. Muhammad Sani juga mengatakan kunjungan JK kali ini hanya untuk bermain golf. Kemudian, sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), JK menyempatkan  mengunjungi PMI Kepri di Tugu Pahlawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana JK meninjau dan melihat secara langsung kantor PMI Kepri yang sederhana itu. Kalla berpesan PMI jangan jadi “drakula” makan darah manusia. "Saya juga pengen seperti Pak Kalla jika sudah pensiun," kat Sani yang masih menggunakan pakain kaos golf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak ada pembahasan serius dengan JK. Kami juga tak melakukan pembahasan mengenai pilkada Kepri," ujar Sani yang mengantarkan JK hingga pesawat meninggalkan bandara, baru Sani beranjak meninggalkan bandara.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-4977569439824793203?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/4977569439824793203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=4977569439824793203&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4977569439824793203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4977569439824793203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/01/tak-lagi-wapres-jusuf-kalla-ke-lagoi.html' title='Tak Lagi Wapres, Jusuf Kalla ke Lagoi Khusus Bermain Golf'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-6185514792920350649</id><published>2010-01-03T23:47:00.002+08:00</published><updated>2010-01-03T23:54:13.713+08:00</updated><title type='text'>Ketika APBD Kepri Tersedot Pusat Pemerintahan di Dompak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/S0C9gDmJJ3I/AAAAAAAAAP4/FEVGPjHzw5s/s1600-h/Kantor+Gubernur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/S0C9gDmJJ3I/AAAAAAAAAP4/FEVGPjHzw5s/s320/Kantor+Gubernur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422542309772830578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismeth Bangun Masjid yang Bisa Menampung 4.000 Jamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau di Dompak, Tanjungpinang diperkirakan selesai Juni 2010, bertepatan habisnya masa jabatan Gubernur Ismeth Abdullah. Tetapi banyak pihak meragukan mega proyek yang menelan Rp1,9 triliun itu selesai tepat waktu. Di antara bangunan megah yang sedang dikerjakan, ada masjid yang menjadi maskot kebesaran Islam di Tanjungpinang nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jauh, bangunan besar itu berdiri kokoh. di sanalah pusat pemerintahan Kepri nantinya berada. Untuk sampai ke Dompak bisa menggunakan pompong nelayan. Waktu yang dibutuhkan relatif singkat. Saat Tanjungpinang Pos ke sana, Kamis (31/12), bersama dengan anggota DPRD Kepri dari daerah pemilihan Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Surya Makmur Nasution, dan Muhammad Sadar, waktu tempuh cuma 5 menit dengan menggunakan speed milik Dinas Perhubungan kota Tanjungpinang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru 2010, masyarakat Tanjunginang bisa ke Dompak dengan menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Itupun jika jembatan selesai dikerjakan. Saat ini pemerintah sedang membangun jembatan utama yang menghubungkan Jalan Wiratno, depan Ramayana dengan  Dompak. Panjang jembatan sekitar 900 meter. Diperkirakan Juni 2010,  jembatan tersebut bisa selesai dan dibuka untuk umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain jembatan utama, Pemprov juga membangun jembatan kedua, yang menghubungkan Dompak Darat dengan Dompak Laut. Jembatan  ini bisa dilalui dari Stisipol Tanjungpinang. Dari jembatan utama, dari kejauhan sudah terlihat kubah masjid besar Dompak. Pembangunan masjid yang menelan dana Rp105 miliar itu dikerjakan PT Waskita Karya. Perusahaan yang sudah berpengalaman di dunia kontruksi Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan menuju masjid juga dibuat lebar hingga 60 meter, dengan dua jalur. Jalan-jalan utama di sana semuanya dibuat lebar. Sayangnya belum diapal. Di pinggir jalan sejumlah pekerja sedang mengerjakan taman-taman kota yang nantinya menambah daya tarik Dompak sebagai kota baru yang disulap jadi pusat pemerintahan. Dulu daerah ini hanya tempat pengusaha menambang bauksit. Entah siapa yang mempunyai ide, sehingga DPRD Kepri menyetujui Dompak laut menjadi pusat pemerintahan Kepri. Sebelumnya Pemprov merencanakan Dompak darat untuk dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak bekas bauksit di sana. Hutan bakau yang seharusnya hijau di sekitar Dompak kini sudah mengering. Hanya ranting bakau tersisa. Jangan bayangkan daerah ini hijau. Yang ada tanah menguning. Ya, bekas galian bauksit yang dominan. "Limbah bauksit yang menyebabkan bakau itu mati," kata Ketua Komisi III DPRD Kepri Lis Darmansyah, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid yang dibangun provinsi itu berada di atas lahan seluas 7 hektare. Luas bangunan mencapai 1.600 meter per segi. Masjid itu juga dilengkapi dengan menara setinggi 70 meter. Nantinya masjid ini tak hanya digunakan untuk salat semata. Warga yang berkunjung ke masjid bisa menikmati indahnya pemandangan Pulau  Bintan. Karena letak bangunan berada di bukit tertinggi di Dompak. Sebelah kiri, kita akan melihat laut lepas dan pulau-pulau kecil yang mengelilingi Bintan. Sebelah kanan masjid, terlihat pemandangan kota Tanjungpinang yang mulai sesak dengan bangunan perumahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, usia Tanjungpinang sudah 200 tahun lebih. Tak heran lagi, kota ini seperti sesak akan bangunan. Rusaknya tata kota, menyebabkan kurang indah untuk dilihat. Pembangunan mendatang memang harus mencari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lahan baru seperti di Dompak.&lt;br /&gt;Masjid yang belum bernama itu akan dilengkapi lift. Di menara, disediakan satu lift. Sedangkan di masjid  juga disediakan lift. Hal itu dilakukan untuk memudahkan orang yang cacat menunaikan salat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Afrizal, petinggi PT Waskita yang mengerjakan proyek tersebut, masjid nantinya bisa menjadi maskot Kepri. "Bisa menjadi tempat wisata nantinya," kata Afrizal menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan Masjid Raya Batam, masjid di Dompak terlihat lebih besar. Di bawah masjid tersedia bangunan serbaguna yang bisa menampung ribuan orang. Ruangan itu persis di bawah masjid. Ruangan pertemuan itu bisa dikelola untuk pertemuan, pernikahan, dan pusat kajian Islam. Dari penjelasan Afrizal, masjid ini bisa menampung 4.000-an jamaah saat salat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika satu meter luas digunakan tiga orang, maka luas masjid 1.600 meter bisa menampung 4.000-an jamaah. Di lantai dua juga bisa disediakan untuk salat jika dilantai satu sudah sesak. Dalam masjid memang tidak seperti Masjid Raya Batam yang bebas dari tiang. Bagian tengah masjid Dompak terdiri diperkuat empat tiang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Desain utamanya masih ada kemiripan dengan masjid Batam," kata Surya Makmur, Sekretaris Komisi I DPRD Kepri menambahkan. "Enaknya di sini pemandangannya bagus."  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak kontraktor berjanji, masjid selesai dikerjakan Juni mendatang. Sekarang proses pengerjaannya sudah 60 persen. Bangunan utama masjid sudah berdiri tegak. Rumah Allah itu dikerjakan 120 orang.  Mereka berusaha &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memasang kubah masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraktor memang dikejar waktu. Masalah utama yang mereka hadapi, banyak pekerja masuk rumah sakit karena serangan wabah malaria. "Tapi kita selalu mencari pekerja baru untuk mengejar waktu yang sudah ditetapkan. Insya Allah Juni, masjid sudah bisa digunakan untuk salat," kata Afrizal. Sayangnya, letak masjid tersebut berjarak ratusan meter dari kantor gubernur dan perkantoran provinsi lainnya. Dari kantor DPRD Kepri lebih dari 1 kilometer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPRD pun Pesimisitis Siap Diakhir Jabatan Ismeth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan pusat pemerintah di Dompak merupakan proyek prestisius yang dipaksakan. Dimulai tahun 2007 dan berakhir Juni 2010, proyek multiyeas ini menyedot Rp1,9 triliun uang rakyat. Ketika DPRD Kepri meninjau langsung proyek yang sedang dikerjakan itu, rasa pesimistis pun muncul proyek di sana siap tepat waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) yang dikerjakan PT Superita saat ini baru membangun pondasi bangunan. Belum berdiri tiang bangunan. Kontraktor baru mengerjakan sekitar 21 persen dari total kontruksi yang ada. Padahal proyek tersebut harus siap dikerjakan Juni mendatang. "Jika tidak siap, maka &lt;br /&gt;kontraktornya bisa diganti," kata Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau Lis Darmansyah, Kamis (31/12), kepada Tanjungpinang Pos, di lokasi bangunan yang menjadi kebanggan adat nantinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak kontraktor beralasan, lambannya pengerjaan proyek LAM karena sudah lima kali pindah lokasi. Menurut salah satu pekerja, dengan kondisi tersebut menghambat pembangunan. Lagi pula pemerintah baru melaksanakan lelang proyek 2008. Proyek bisa dikerjakan 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lis mengatakan, jika proyek tersebut tidak siap, maka akan dicari jalan keluarnya. Bisa saja kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut diganti dengan kontraktor baru. Ataupun tetap memberikan kesempatan kepada kontraktor, tetapi mereka didenda sesuai dengan perjanjian awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tetap yakin, proyek ini tidak akan siap sesuai jadwal. Kecuali mereka menggunakan jin," kata Lis politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, dilihat dari jumlah pekerja yang mengerjakan bangunan itu tidak sebanding dengan jumlah pekerja yang mengerjakan proyek lainnya di Dompak. Hanya belasan orang yang terlihat bekerja di sana saat Tanjungpinang Pos meninjau lokasi pembangunan. Sedangkan bahan bangunan seperti pasir, batu granit, terlihat masih menumpuk di samping pondasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam daftar proyek pembangunan pusat pemerintahan, pembangunan gedung LAM ini ditangani oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepri. Proyek itu tak masuk dalam  pos anggaran Dinas Pekerjaan Umum yang biasanya melaksanakan pembangunan proyek fisik.&lt;br /&gt;Bangunan LAM, merupakan salah satu proyek yang tidak akan selesai tepat waktu. Tak jelas alasan yang dikemukakan kontraktor penyebab lambannya proyek tersebut dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seharusnya pemerintah tegas dalam melakukan pengawasan semua proyek. Jangan sampai lengah mengawas. Akibatnya kan bisa fatal. Proyek tak siap. Padahal sudah kita dianggarkan," kata Lis. Gedung LAM termasuk bangunan yang paling dekat dengan kantor Gubernur Kepri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 10 proyek di Dompak, yang dianggarkan dengan tahun jamak, kantor gubernur termasuk proyek yang paling cepat pengerjaannya. Nilai proyek yang dikerjakan PT Jaya Kontruksi itu sebesar Rp258 miliar. Sekarang rialisasinya 60 persen. Kontraktor juga yakin, Juni bangunan sudah siap dikerjakan. Dari pantauan Tanjungpinang Pos, pekerja sedang melakukan pemasangan kramik warna kecoklatan di lantai dua bangunan yang sudah diatap itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emil Mirza, bagian keselamatan bangunanan mengatakan, pada Mei pengerjaan bangunan sudah tuntas. Kantor Gubernur empat lantai dilengkapi dengan tiga lift. Dua lift untuk umum. Sedangkan satu lift khusus untuk gubernur. Lift tersebut hanya bisa digunakan dari lantai satu ke lantai empat. Hal ini memang diciptakan supaya gubernur terpilih di pilkada Kepri Juni mendatang lebih cepat bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantai empat khusus untuk ruangan gubernur dan wakil. Sedangkan lantai tiga bangunan tersebut untuk sekretariat daerah. Lantai berikutnya untuk asisten dan kepala biro. Sedangkan untuk kepala dinas dan badan sudah disiapkan bangunan tersendiri. Letaknya di samping kantor gubernur. "Semua kepala dinas dan badan berkantor di sana," kata Emil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belakang kantor gubernur dibangun aula yang nantinya dijadikan kawasan pertemuan. Setidaknya ada empat bangunan utama yang mendampingi kantor gubernur.&lt;br /&gt; Menurut Emil, bangunan itu bisa digunakan 2010. Tetapi menurut Surya Makmur, bangunan itu secara kasar memang siap Juni. Tetapi apakah mau pegawai Pemprov pindah dengan kondisi belum tersedianya listrik. Jembatan saja belum ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira, 2011 baru Pemprov pindah ke Dompak," kata Surya. Kantor Gubernur Kepri, kata Emil, memiliki ciri khusus bernuansa Melayu."Inilah yang membedakan bangunan yang pernah mereka kerjakan di daerah lainnya di Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-6185514792920350649?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/6185514792920350649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=6185514792920350649&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6185514792920350649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6185514792920350649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/01/ketika-apbd-kepri-tersedot-pusat.html' title='Ketika APBD Kepri Tersedot Pusat Pemerintahan di Dompak'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/S0C9gDmJJ3I/AAAAAAAAAP4/FEVGPjHzw5s/s72-c/Kantor+Gubernur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-138463858832682061</id><published>2010-01-03T23:37:00.002+08:00</published><updated>2010-01-03T23:42:02.077+08:00</updated><title type='text'>Coremap Bintan yang Gagal</title><content type='html'>Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir&lt;br /&gt; jadi Angan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bukan hanya di Desa Kawal, Coremap (Coral Reef Rehabilitation and Management Program), atau Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang yang mengalami kegagalan. Di Kecamatan Tambelan, berada 210 mil dari Pulau Bintan yang dijadikan kawasan Coremap juga nyaris gagal ! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Razali Muhammad, Ketua Lembaga Pengelola Terumbu Karang (LPTK) Desa Hilir, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan terus melakukan kontrol terhadap kinerja bengkel dan budidaya ikan kerapu yang diberikan modal oleh Coremap tahun lalu. 2008, Desa Hilir mendapatkan tiga program bantuan Coremap yakni program budidaya ikan kerapu, pemeliharaan penyu, dan usaha perbengkelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap program dikelola oleh satu kelompok dengan jumlah 10 orang. Minimal 30 orang sudah terlibat aktif dalam program itu. Besar dana yang dianggarkan mencapai Rp90 juta untuk per program. Sebagai ketua LPTK, dia optimis program itu berhasil. Hanya saja ada masalah pokok yang mengganjalnya, hasil budidaya ikan terbentur pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok masyarakat Desa Hilir mendapatkan bantuan seribu lebih bibit ikan kerapu untuk dibudidayakan. Sampai November 2009 bibit kerapu itu berkurang menjadi 800 ekor dengan umur sekitar 8 bulan. Penyebab matinya bibit bermacam-macam. Berat ikan kerapu ini pun pelbagai ukuran. Ada 8- 9 ons. “Kita belum mau menjual karena harga masih murah. Nanti kalau beratnya 1 kilogram dan harga ikan tinggi baru kita jual. Sehingga modal tersebut bisa digulirkan ke kelompok lain,” katanya. Di desa lain, malah sudah menjual, walaupun rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dijual saat ini, dipastikan rugi. Pasalnya biaya operasional sehari hari sangat besar. Tidak seimbang dengan modal yang diberikan pemerintah.&lt;br /&gt;Razali mengakui, program Coremap jika dilaksanakan dengan baik akan meningkatkan perekonomian warga pesisir. Sayangnya, gairah masyarakat untuk mengikuti program ini tak banyak. Bahkan, ada beberapa kampung anggotanya kelompok tinggal 10 orang. Yang tersisa koordinatornya saja. Kejadian ini terjadi di Desa Batulepuk, Tambelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diperlukan program tepat sasaran agar warga betah bergabung. Kalau program Coremap ini ditekuni, bukan tidak mungkin, nelayan Tambelan sejahtera. Tapi kalau sekarang ini saya melihat belum optimal karena ikan banyak yang mati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tambelan, baru program pemberdayaan masyarakat yang berjalan. Sedangkan program pemeliharaan terumbu karang belum optimal. Menurut dia, setiap kampung sudah ditetapkan kawasan terumbu karang yang dilindungi. Sehingga Nelayan Tambelan yang jumlahnya 65 persen dari jumlah penduduk Tambelan tak diperkenankan mencari ikan di kawasan konservasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus Desa Hilir ditetapkan kawasan konservasi di Pulau Wie. Harapannya, dalam masa konservasi, ikan berkembang biak. Ekosistem laut bertambah. &lt;br /&gt;Efeknya ribuan nelayan tak perlu jauh meninggalkan darat untuk mecari ikan karena populasi ikan bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jadi persoalan, katanya, siapa yang menjaga kawasan konservasi. Inilah jadi kendala suksesnya program. Sebenarnya, masyarakat Tambelan sudah sadar tak menggunakan bahan peledak dan obat bius untuk mengkap ikan setelah program Coremap masuk ke Tambelan. ”Sayang konservasi belum dijaga. Kesannya tak efektif. Masih ada nelayan yang nekad mencari ikan di kawasan yang dilindungi itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Razali mengharapkan program Coremap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tambelan. Tapi, hingga kini belum menunjukan efek positif. “Kita berusaha agar program ini tak ditutup tahun 2010. Tetapi jika  dalam penilaian tim di Tambelan dianggap gagal, maka bisa saja Coremap di Tambelan dihentikan. Tapi kita bekerja keras supaya amanah ini   berhasil dan kelompok yang lain mendapatkan dana bergulir,” katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Razali, agar program ini berhasil, pemerintah mencarikan tempat pemasaran produk yang dihasilkan dari Tambelan seperti kerupuk, rumput laut, dan ikan kerapu. Alasannya, untuk apa masyarakat melakukan usaha budidaya rumput laut, tapi tak ada yang menampung hasilnya. Akhirnya mereka meninggalkan budidaya rumput laut dan kembali menjadi nelayan tradisional yang menangkap ikan berdasarkan naluri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di Tanjungpinang, harga rumput laut per kilo mencapai Rp 20 ribu. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri Lamidi mengatakan usaha rumput laut berpotensi dikembangkan. Salah satu lokasi yang tepat di Tambelan. DKP Kepri memberikan bantuan Rp3 juta per nelayan untuk mengembangkan usaha itu, awal November lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Razali, sudah lama mengusulkan pemerintah mencarikan tempat pemasaran. Tapi belum ada respon. Selama ini, ikan tangkapan nelayan dijual ke tauke yang menampung di Tambelan. Lalu ikan itu dibawa ke Tanjungpinang dan diekspor ke Singapura. Masyarakat banyak terjebak oleh tauke. Apalagi tauke membeli ikan jauh dari harga harapan nelayan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Andai di Tambelan ada pabrik pengolahan ikan, maka nelayan pasti sejahtera, Apalagi, di  sini dibangun tempat pelelangan ikan.”&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, banyak nelayan di Tambelan yang terbelit hutang dengan tengkulak itu. Sehingga berapapun harga yang ditetapkan, nelayan tidak memiliki nilai tawar. Ikan yang mereka cari dengan susah payah terpaksa dijual dengan murah.  “Ikan dibeli murah karena tauke monopoli. Masalah Ini yang harusnya dipecahkan pemerintah, baru nelayan sejahtera,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Coremap II diluncurkan di Kecamatan Tambelan setahun lalu, program tersebut sebenarnya mendapatkan tanggapan positif dari warga Tambelan yang berjumlah 5.000 jiwa. Wan Topan, tokoh pemuda Desa Batulepuk mengakui Coremap memberikan manfaat terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Tambelan yang kebanyakan nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma belum ada indikator yang jelas, ukuran keberhasilan program yang sedang mendapatkan perhatian dunia itu. Menurut Wan Topan, program Coremap yang memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat Tambelan yakni program budi daya.  Sedangkan program konservasi terumbu karang tak maksimal dilaksanakan. Padahal, keberhasilan &lt;br /&gt;Coremap pada program konservasi terumbu karang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada aggapan bantuan yang diberikan pemerintah masih dianggap pemberian sehingga tak perlu dikembalikan. Bantuan tersebut belum dianggap sebagai sarana untuk perbaikan perekonomian. Hal ini yang menyebabkan program tersebut jalan di tempat," kata Wan Topan yang sering mengikuti pelatihan Coremap utusan Tambelan di Tanjungpinang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Bintan Ansar Ahmad mengingatkan agar program ini berhasil, maka kelompok kerja masyarakat yang sudah diberikan bantuan oleh pemerintah bekerja maksimal. &lt;br /&gt;Sedangkan menurut Ketua Kelompok Pengawasan Masyarakat, Desa Hilir, Syamsudin, Coremap sempat tersendat beberapa tahun. Banyak aset Coremap di Tambelan kurang bermanfaat. Kebangkitan Coremap di Tambelan, ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang diberikan bantuan dari Pemda Bintan untuk memulai usaha setahun yang lalu. Di Desa Hilir misalnya, saat ini program tersebut belum bisa sukses. Karena masih dalam proses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pola pikir nelayan sekarang sedikit berubah tak lagi menangkap ikan dengan bahan peledak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya program Coremap yang diharapkan ini berakhir dengan tercipta masyarakat pesisir mencapai keseimbangan antara lingkungan hidup dan kesejahteraan mereka tampaknya belum terwujud. Perkerjaan rumah Coremap masih panjang agar  masyarakat Tambelan pesisir tak lagi terasing dari pembangunan terumbu karang, dan ekosistem terkait dapat dilestarikan. ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-138463858832682061?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/138463858832682061/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=138463858832682061&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/138463858832682061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/138463858832682061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/01/coremap-bintan-yang-gagal.html' title='Coremap Bintan yang Gagal'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-6363134526902546392</id><published>2010-01-03T23:34:00.000+08:00</published><updated>2010-01-03T23:35:17.124+08:00</updated><title type='text'>Ketika Penerimaan CPNS Jadi Idola Masyarakat</title><content type='html'>Ingin Merubah Nasib,  Menapaki Masa Tua dengan Tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terik panas matahari tak menyurutkan langkah Yenny, 25, memandang papan pengumuman formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di halaman kantor Pos Tanjungpinang, Km3. Butiran keringatnya terlihat menetes ke lantai. Sesekali dia mengusap wajahnya dengan menggunakan tisu warna putih. Jika lulus seleksi administrasi tahun ini, sudah dua kali dia mengikuti tes menjadi CPNS setelah diwisuda program sarjana Sebtember 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;"Saya ingin merubah nasib, mudah mudahan lulus jadi PNS," kata-kata itu meluncur manis dari bibir Yenny yang sedikit basah dengan olesan lipstik tipis ketika berjumpa dengan Tanjungpinang Pos di kantor Pos Tanjungpinang, kemarin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mungkin itulah motivasi ribuan masyarakat di Kepri yang akan mengikuti tes CPNS kabupaten/kota dan provinsi tahun ini. Mereka berdatangan dari pelosok desa. Mulai daerah terpencil seperti dari Kecamatan Tambelan yang jaraknya 210 mil dari Pulau Bintan sampai dari Tanah Jawa pun akan mengikuti tes yang akan digelar akhir November. Padahal kursi yang diperebutkan jumlahnya atusan,  sedangkan  jumlah peserta tes mencapai ribuan orang. Tak salah jika ada yang berani memberikan uang sampai ratusan juta jika ada jaminan diterima jadi CPNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita harapkan prosesnya transparan," kata lulusan jurusan manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YKPN Yogyakarta itu,  sambil mencatat syarat yang dibutuhkan hingga contoh amplop lamaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan Sabtu (7/11), jumlah pelamar untuk di Pemprov Kepri mencapai 576 pelamar. Diperkirakan, untuk Pemprov Kepri akan diikuti ribuan pelamar. Daerah se Kepri, membutuhkan 3.000 CPNS. Tenaga guru, kesehatan, dan tenaga teknis merupakan jurusan formasi yang paling banyak dibutuhkan di tingkat kota. Sedangkan di level provinsi, jumlah tenaga teknis yang paling banyak dibutuhkan. Maklum provinsi ini masih membutuhkan banyak pegawai untuk mengurus masalah teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita membutuhkan banyak tenaga teknis karena pegawai yang ada saat ini masih kurang," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri, Muhammad Nur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, Yenny baru mengantarkan berkas lamarannya. Sebenarnya, Rabu (11/11), berkasnya lamarannya sudah siap untuk dimasukkan ke kantor Pos. Ketika tiba di kantor Pos, dia melihat papan pengumuman di sana. Timbul tanda tanya, ketika melihat pengumuman di kantor Pos. Jabatan yang dia lamar tidak cocok dengan pengumuman. Pengumuman di koran tidak sama dengan formasi yang sedang di baca di kantor Pos. Misalnya, di koran diumumkan, jurusan manajemen diterima 22 orang untuk bidang arsiparis. Padahal di papan pengumuman di kantor Pos , tidak ada jurusan manajemen untuk arsiparis. Yang ada, jurusan manajemen diterima hanya untuk jurusan perecanaan dan evaluasi, serta analisis tata praja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengumuman di koran itu sepertinya salah. Karena kode arsiparis digabungkan dengan analisis tata praja. Mungkin banyak pelamar yang salah kalau tak membaca pengumuman di kantor Pos. Saya terpaksa menulis ulang lamaran. Kamis baru diantar lagi ke kantor Pos," ujar wanita kulit putih yang masih lajang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya Yenni yang tak beranjak memandang papan pengumuman. Yoyok juga serius melihat papan pengumuman takut berkasnya salah. Kalau tak sesuai dengan kode jurusan dan formasi, bisa-bisa harapan untuk menjadi CPNS tertutup. Lulus administrasi baru mereka bisa mengikuti tes tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yenny menambahkan, harapannya berkasnya bisa lolos administrasi. Sehingga masalah sekecil apapun diteliti supaya tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan. Dari bentuk legalisir dari kampus hingga letak alamat lamaran pun diperhatikan sesuai dengan contoh yang sudah dikeluarkan Pemprov Kepri. Contoh surat lamaran itu dipajang di papan pengumuman kantor Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Yenni tak ingin seperti Pramono, salah satu karyawan perbankan di Batam gagal mengikuti tes tahun lalu akibat&lt;br /&gt; berkas legalisir dari kampusnya dianggap tidak sah oleh panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya terpaksa ke Bandung untuk legalisir kembali agar tahun ini bisa lolos administrasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Pramono ikut tes karena ingin aman tak khawatir akan PHK atau kontrak tak diperpanjang. "Apalagi di bank sekarang banyak menggunakan sistem outsourcing. Status kita jadi tak jelas. Padahal umur terus bertambah," ujar Pramono mengikuti tes CPNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yenni sendirinya sudah siaga belajar soal dari buku yang banyak dijual di toko buku. Dari pengalaman, bahan soal biasanya ada yang  membahas tentang Kepri dan masalah umum tentang pemerintahan. "&lt;br /&gt;Saya akan fokus belajar psikotes," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Yenni. Yani, Ibu satu anak itu mengikuti tes untuk membantu keuangan keluarga. Karena pendapatan suaminya  yang berkerja di perusahaan tidak mencukupi untuk kebutuhan&lt;br /&gt; keluarga yang kian besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Yahya Zailani, warga Km9 Tanjungpinang, tiga orang anaknya akan mengikuti tes tahun ini. Anaknya sudah memasukkan lamaran. Ada yang memasuki dua lamaran di Pemkab Bintan dan di provinsi. Jika lolos keduanya, tentu akan dilihat  peluang yang paling besar untuk lolos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Yahya menyuruh anaknya mengikuti tes agar anaknya hidup sejahtera bisa memenuhi kebutuhan hidup. Ketiga anak Yahya Zailani memiliki kualifikasi pendidikan yang berbeda. Dua orang sarjana ekonomi lulusan universitas terkemuka di Yogyakarta. Sedangkan satu lagi lulusan Akademi Perawat di Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahya mengatakan, satu anaknya bekerja di perusahaan, sedangkan dua lagi menjadi pegawai honorer. Menurutnya, jika anaknya sudah menjadi PNS, mereka siap mengarungi hari tua. Tapi yang lebih penting, kata dia, sebagai anak daerah, harusnya mereka bisa menjadi abdi masyarakat dan bisa memberikan sumbangsih pemikiran untuk mengisi pembangunan di daerahnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita prihatin jika anak daerah malah jadi penonton di negeri sendiri. Seperti tahun sebelumnya lulusan CPNS itu diisi oleh dari daerah lain. Padahal tujuan dari pembentukan provinsi ini untuk kesejahteraan masyarakat Kepri," katanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, dengan menjadi PNS, hari tua anaknya lebih terjamin karena ada pensiun. Sedangkan swasta tidak ada uang pensiun. "Apalagi gaji yang diterima PNS cukup besar, tidak seperti kami dulu. Gaji masih kecil,"  kata Yahya, yang langsung mengantarkan dua berkas lamaran anaknya ke kantor Pos Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, dia khawatir, penerimaan PNS kali ini tidak transparan.&lt;br /&gt; "Jika anak-anak pejabat sudah punya jatah, maka peluang yang tak punya bekingan pun tipis untuk lolos. Semoga penerimaan CPNS tahun ini bersih dan jujur," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan Yahya, Huzrin Hood, tokoh utama pembentukan Provinsi Kepri meminta agar pemerintah memperhatikan anak daerah dalam penerimaan CPNS. "Saya mengusulkan, jika nilai mereka sama, maka anak daerahlah yang diutamakan. Jangan orang luar yang diterima sedangkan anak daerah yang memiliki kemampaun malah diabaikan.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-6363134526902546392?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/6363134526902546392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=6363134526902546392&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6363134526902546392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6363134526902546392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/01/ketika-penerimaan-cpns-jadi-idola.html' title='Ketika Penerimaan CPNS Jadi Idola Masyarakat'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-1249531168125956359</id><published>2010-01-03T23:27:00.001+08:00</published><updated>2010-01-03T23:31:04.136+08:00</updated><title type='text'>Demi Marwah</title><content type='html'>Ketua Umum Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) Huzrin Hood menyatakan akan mengikuti pimilihan gubernur Kepulauan Riau yang akan dilaksanakan Juni 2010. Majunya tokoh penting terbentuknya Provinsi Kepri tak lain dan tak bukan untuk menegakkan marwah anak jati Melayu di negeri sendiri yang selama ini terlihat belum terwakilkan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseriusan Huzrin untuk mencalonkan diri menjadi calon gubernur akan dideklarasikan dalam waktu dekat. Tokoh pejuang BP3KR seperti Muhammad Buang dan dedengkot BP3KR lainnya memberikan dukungan kepada Pemangku Kerajaan Bentan itu. Bukan tanpa alasan mereka memberikan dukungan kepada Huzrin. Dialah bersama tokoh masyarakat berjuang sekuta tenaga menjadikan daerah ini dulunya kabupaten menjadi sebuah provinsi termuda di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Huzrin serius maju mengikuti pilkada gubernur, maka dia berhadapan dengan Gubernur Kepri saat ini Ismeth Abdullah. Itupun jika Ismeth kembali maju untuk periode kedua. Jika Ismeth tak maju, maka Huzrin dipastikan calon terkuat dibandingkan dengan calon lainnya yang belum berani muncul ke permukaan. Sesungguhnya majunya Huzrin dan Ismeth di pilkada Kepri merupakan pertarungan yang seimbang antara perjuang dan penguasa saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularitas Ismeth sebagai kepala daerah diuji dengan ketokohan Huzrin sebagai pejuang yang sudah mendekap di penjara demi memperjuangkan hadirnya provinsi baru di Nusantara. Lantas siapa yang akan mendampingi Huzrin? Partai mana yang akan digunakannya sebagai perahu politik? Huzrin belum menyebutkan secara gamblang siapa yang akan jadi wakilnya untuk merebut kekuasaan. Dan partai mana yang akan dia gunakan pun belum diberitahu. Yang jelas, jikalau mantan bupati Kepri ini tak mendapatkan perahu, maka ia menggunakan jalur independen yang masih bisa mengantarkannya bersaing dengan calon lainnya. Peluang untuk mendapatkan kursi parpol masih terbuka. Bisa saja ia menggunakan jalur Partai Demokrat melalui adiknya kandungnya Husnizar Hood yang juga ketua DPC Demokrat Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzrin memang tak bingung mencari parpol. Sedangkan Ismeth yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Golkar pasti menggunakan partai itu jadi tiket ke Kepri satu. Jauh-jauh hari, salah satu pengurus DPD Golkar Kepri menyatakan Partai Beringin kembali mencalonkan Ismeth sebagai cagub untuk kedua kalinya. Lalu siapa yang akan digunakan Ismeth jadi wakilnya. Apakah masih HM Sani. Sangat logis Ismeth akan mencari wakil yang bisa memecah suara Huzrin di pedesaan. Mungkin Ismeth berpikir dua kali kembali menggunakan Sani. Pasalnya, pilkada lima tahun lalu, Sani yang diharapkan meraup suara di Karimun ternyata gagal. Pasangan Ismeth-Sani waktu itu kalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismeth yang sudah ngetop di perkotaan tidak terlalu banyak bekerja keras. Nama- nama yang berasal dari melayu yang diharapkan memiliki nilai jual di golongan masyarakat hinterland menjadi pertimbangan Ismeth untuk memecah kantong suara Huzrin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagitu juga Huzrin. Dia kemungkinan besar akan menggunaakan wakil dari Batam. Apalagi Batam sebagai kota penentu pemenang pilkada di Kepri. Dengan jumlah penduduk 915 ribu, dari 1, 8 juta penduduk Kepri, sudah tentu Batam yang paling strategis untuk dikuasai setelah Pulau Bintan. Untuk itu, Huzrin akan memilih wakilnya dari Batam dengan harapan bisa meraup suara menandingi Ismeth yang tak asing lagi di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta dua kubu sebenarnya sudah mulai terlihat dari pemilu legislatif. Di mana, suara aggota DPD Aida Ismeth, istri Ismeth Abdullah meraup sekitar 125 ribu pemilih. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan suara Aida pada pemilu 2004 berjumlah 250 ribu. Sedangkan suara Hardi Hood yang juga adik kandung Huzrin mendapat suara sekitar 36 ribu. Walaupun jauh tertinggal dari Aida, Hardi setidaknya memilik massa yang cukup mumpuni. Bisa saja, suara Hardi adalah perwakilan dari suara Huzrin. Sedangkan suara Aida, representasi suara Ismeth di pilkada nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah Ismeth bisa menang melawan Huzrin? Belum tentu. Bisa jadi, Huzrin diuntungkan dengan figur pejuang provinsi. Ada yang beranggapan, biarkan Huzrin diberikan waktu untuk memimpin Kepri yang juga hasil perjuangan dia bersama dengan kawan-kawan. Huzrin juga bisa menjual isu putra daerah harus jadi tuan di negeri sendiri. Langkah nekad Ismeth menggganti Kepala PU Ismanulah dengan pegawai Departemen PU &lt;br /&gt;menunjukkan Ismeth tak pro anak daerah bisa menjadi senjata Huzrin untuk meraih pemilih. PIlkada Kepri nanti diperkirakan sekitar lima pasang cagub. Sedangkan pasangan yang bertempur keras antara Ismeth dan Huzrin. Sedangkan pasangan lain bisa jadi boneka untuk memecah suara  di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Figur seperti Nyat Kadir, Asman Abnur, Harry Azhar Azis, Gempur Adnan, Idris Zaini, Ria Saptarika, Soerya Respationo, HM Sani, Nurdin Basirun, Syamsul Bahrum, Ansar Ahmad, Andi Masmiyat, dan Ahmad Dahlan bisa diandalkan untuk menjadi wakil Ismeth dan Huzrin pada pilkada nanti. Tetapi semuanya  berpulang kepada pemilih di Kepri. walaupun jumlah penduduk di Kepri&lt;br /&gt; terdiri dari beragam etnis, bukan mustahil negeri Melayu dipimpin anak Melayu sendiri. Kita tidak perlu mengimpor kepala daerah dinas dan pejabat tinggi lainnya dari daerah lain. Kita bisa mencontohkan Gubernur Jakarta dari putra Betawi, walaupun sumber daya di luar Betawi lebih banyak. Bagitu juga di Sumatera Barat, Pulau Sulawesi, Aceh, Bali dan daerah lainnya. Sudah saatnya, anak daerah bangkit untuk mewujudkan pemerintahaan yang bersih dan membawa amanah perjuangan provinsi termuda ini. Ya, semua itu demi marwah.****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-1249531168125956359?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/1249531168125956359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=1249531168125956359&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1249531168125956359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1249531168125956359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/01/demi-marwah.html' title='Demi Marwah'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-7581060104539123883</id><published>2010-01-03T23:22:00.001+08:00</published><updated>2010-01-03T23:26:36.023+08:00</updated><title type='text'>Melihat Pustaka Islam Pertama di Tanjungpinang</title><content type='html'>Karena Lengkap, Warga Singapura pun Berburu Buku di Sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka Islam Bayan, di Jalan Buguran, Perumnas menjadi salah satu pustaka Islam terbesar di Kepulauan Riau. Pustaka tersebut menyediakan ribuan judul buku yang diterbitkan lebih dari 72 penerbit. Saking lengkapnya akan buku-buku Islam, warga Singapura pun berburu buku Islam di sana. Pustaka Bayan seolah-olah mengembalikan kejayaan Tanjungpinang di dunia sastra Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan yang mengguyur Tanjungpinang, Sabtu (19 lalu, tidak menyurutkan langkah Ruddy Firmansyah, manager program Bayan FM dan Pustaka Bayan menerima kami untuk wawancara mengenai program pustaka Islam yang pertama di Tanjungpinang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Silakan masuk. Sekarang kita sedang menyiapkan segala perlengkapan sebelum pustaka ini kita buka untuk umum," kata Ruddy meyambut. Di depan pustaka tersebut dua orang pekerja sedang memasang keramik. Nantinya, di teras rumah di Perumnas, Jalan Buguran itulah, pusat dakwah radio dan pustaka Islam digerakkan. Di ruangan depan rumah yang disulap jadi perpustakaan itu, ribuan buku tersusun rapi di rak-rak  besar. Ada juga buku yang dibiarkan begitu saja karena belum ada rak buku. Ruangan pustaka berbentuk hurup u. Saat ini, pengelola sedaqng menata teras rumah untuk rak-rak  buku. Sehingga warga yang bertamu di sana bisa duduk santai di teras membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruddy bersama dengan rekannya sedang menyiapkan studio radio dakwah, hingga sistem perpustakaan. Jika perpustakaan buku tersebut sudah siap terpajang, mereka akan mengatur sistem peminjaman buku, jadwal laki-laki dan wanita berkunjung, dan tentunya disertai kajian ilmiah bersama ustad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kan aneh, jika pustaka Islam, tapi pria dan wanita saling bertemu. Sehingga kita buat jadwal khusus untuk hari wanita dan hari pria," kata dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pustaka Bayan, saat ini jumlah buku yang tersedia ribuan judul buku yang sudah dikumpulkan sejak lima tahun lalu. Masih ada buku tersisa di Batam. Jika lokasi sudah siap, maka buku-buku di Batam akan dibawa ke Tanjungpinang. Yang jelas, buku yang dipajang di sana sudah disortir sehingga laik baca. Tak ada buku yang dilarang pemerintah ataupun ulama ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memiliki slogan, mengutamakan ilmu. Karena dengan ilmu, bisa melakukan apa saja. Ibadah tanpa ilmu sepertinya percuma. Itulah pentingnya ilmu.  "Kan tidak mungkin berenang tanpa mengetahui teknik. Kalau langsung menceburkan diri ke laut, pasti tenggelam," kata Ruddy memberikan analogi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan Islam ini satu bendera dengan radio Bayan FM, di gelombang 96,0 FM.  Radio dan pustaka ini memiliki misi pendidikan dakwah melalui radio dan pustaka. Untuk radio, sekarang masih uji siaran. Jika sudah  optimal, maka warga dibelahan dunia manapun bisa mendengarkan radio Bayan melalui internet. Walaupun masih uji, warga Tanjungpinang bisa mendengarkan siaran Hang FM Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu peresmian pustaka dan, Bayan FM, Ruddy bersama dengan rekannya melakukan kajian ilmu dengan mendatangkan ustad dari luar kota. Mereka sudah melakukan kajian tentang perdukunan, dan teroris. Hal itu sebagai upaya untuk memperkenalkan Bayan kepada warga Tanjungpinang.  Setidaknya kajian itu menambah ilmu masyarakat yang masih awam tentang ilmu Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya Ruddy, dengan tersedianya buku tentang Islam di pustaka Islam, masyarakat bisa datang ke sana untuk mencari ilmu tentang apa saja. Mulai dari ilmu fikih, jual beli, dan lainnya. Mereka juga menyediakan kipa asli dari pengarang dari Arab Saudi yang masih menggunakan tulisan arab. Biasanya, banyak ustad menggunakan kitab asli dari Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh buku yang tersedia antara lain: kumpulan hadits Bukhari, Muslim, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Abu Daud, Nasa'i, Tirmidzi, Ad Darimi, Addaruqutni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kitap-kitap mashur Iman as Syafi'i seperti  Al Umm, Al Risalah, Musnad Imam Syafi'i, Manhaj Aqidah Imam Syafi'i, Musnad Imam Ahmad, tafsir Ibnu Katsir, Al Aisar, Alqurtubi, Aththabari, Fathul baari, Fathul Majid, Fathul Qadir, Al Mughni, Bidayatul Mujtahid, Riyadush Shalihin, Al i'tisham, Al muwatha', Adwaul Bayan, Al lu'lu'wal Marjan, Nailul Authar, Zadul Ma'ad, Subulus Salam, Bulughul Maram. Kemudian tersedia juga fatwa-fatwa terkini ulama Saudi, tentang Aqidah Ahlussunnah Wal jama'ah, Ahkamul Janaiz, dan Sirah Nabawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ruddy, masalah ibadah terkadang ada yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi. Sehingga masalah-masalah tersebut bisa diselesaikan dengan mencari buku-buku rujukan. Selisih tentang apa yang dikatakan salah satu ustad misalnya bisa dicari sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka Bayan menyediakan kitap Al Um, karangan Syafii. Buku tersebut merupakan inti sari pemikiran Syafii yang banyak digunakan di Indonesia. Kitab tersebut terbilang langka. Sebaiknya, kata Ruddy, tak salah kitap Al Um, dijadikan koleksi pribadi sehingga bisa memahami buku tersebut. Kemudian, mereka juga menyediakan kumpulan hadist lemah karangan Nasyaruddin Albani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depanya, pustaka itu juga melayani jual dan beli. "Siapa yang tertarik memiliki buku setelah berkunjung ke perpustakaan kita layani," kata Ruddy yang memiliki jenggot segenggaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ruddy, ribuan buku-buku yang tersedia saat ini dipesan secara khusus dari daerah Jawa dan Arab Saudi. Ada juga sumbangan dari warga. Walaupun sudah terbilang banyak, Pustaka Bayan tetap mencari buku-buku baru. "Dengan banyaknya jumlah buku, kita tertantang terus menambah judul buku lewat teman-teman dari Jakarta, Solo, Surabaya, dan daerah lainnya," ujarnya.&lt;br /&gt;Yang pasti, buku-buku di Paustaka Bayan tidak terkontaminasi dengan ajaran sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sembarang buku yang bisa masuk ke sini. Kita tidak mau menampilkan buku-buku yang lemah hadistnya. Kalau kita menyediakan buku yang lemah hadistnya, maka kita juga bertanggungjawab kepada Allah akibat buku yang kita sediakan menyesatkan umat," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang ada di pustaka tersebut tidak ada sumbangan dari pemerintah. "Biarlah pustaka miliki Pemprov Kepri menyediakan buku-buku umum, sedangkan pustaka kita menyediakan buku tentang Islam. Wargakan jadi banyak pilihan. Kita berupaya pustaka ini tempat mencari ilmu untuk warga Tanjungpinang." ***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-7581060104539123883?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/7581060104539123883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=7581060104539123883&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7581060104539123883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7581060104539123883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2010/01/melihat-pustaka-islam-pertama-di.html' title='Melihat Pustaka Islam Pertama di Tanjungpinang'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-8735893629617163611</id><published>2009-04-29T22:42:00.000+09:00</published><updated>2009-04-29T22:43:21.866+09:00</updated><title type='text'>Penantian Itu</title><content type='html'>Malam yang hening dengan hiasan kilauan gemerlap bintang jadi saksi bisu. Di bantal yang lusuh, kamar yang dingin oleh semilir angin malam, air mata mengalir deras. Aku galau. Badan Ku gemetar. Pikiranku kalut. Aku bimbang. Kenapa kehadirannya Aku tak ada di samping orang yang Aku cintai. Mengapa Aku membiarkan dia sendiri saat perjuangan pertaruhan hidup dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada perasaan apapun Minggu (5/4/09). Tanpa beban Aku meninggalkan rumah untuk kembali bekerja setelah menghabiskan libur akhir pekan di Tanjungpinang. Kembali ke Batam memang selalu diselimuti kesedihan. Tetapi itulah perjuangan kecil yang dilalui untuk sementara waktu. Dia sudah mengingatkan supaya jangan pulang hari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Aku merasa bersalah jika lari tanggung jawab sebagai karyawan yang harus memenuhi kewajiban setiap hari kerja. Sebagai suami Aku juga harus menjaga perasaan istriku agar selalu bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari rumah, Aku menggunakan angkutan umum pergi ke pelabuhan Sri Bintan Pura yang agak nyebelin karena tak jarang, penerangan di sana gelap. Istriku tak sampai di pintu mengantar seperti biasanya. Dia hanya di kamar menahan berat beban anak yang dikandungnya selama sembilan bulan. Dan tentunya rasa sedih yang hinggap di pikirannya. Setelah 20 menit menempuh perjalanan, sampailah di pelabuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, aku menggunakan feri Mutiara Emas yang terkenal bagus. Sampai di kapal, ponselku berbunyi, tanda ada SMS. Ketika dibuka, dari istri." Bang, jangan balik. Pinggang adek sakit ni." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, kalau tulang belakang terasa sakit, salah satu pertanda  wanita yang hamil akan melahirkan. Tetapi berharap semoga dia belum melahirkan saat Aku ada di Batam. Kapal pun berangkat. Sampai di Batam, ponselku kembali berdering. Ternyata SMS darinya. "Bang, pakaian anak kite sudah adek masukkan di tas. Tinggal dibawa ke tempat dokter. Nanti biar tak repot."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mengiyakan apa yang dia tulis. Sekali lagi, Aku tak yakin kalau itu tanda - tanda yang dialami seorang ibu dari sesoarang wanita yang mengandung buah cinta kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 23.00, baru Aku dikejutkan dengan telepon darinya. Di balik ponsel itu terdengar suara yang agak lemas," Bang, air ketuban adek sudah keluar.". "Adek ke Klinik Pamedan sekarang dengan Apak. Pakai mobil pak Edy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, aku langsung lemas. Air mataku menetes membasahi kelopak mata. Bagaimanapun, sebagai seorang suami aku harus mendampinginya saat dia berjuang melahirkan anak kami. Aku merasa bersalah seumur hidup jika waktu itu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku langsung sholat dan berdoa kepada Allah semoga kedua orang yang aku cintai selamat. Ayahanda ku minta, ponsel ku tak usah dimatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, air ketuban istri sudah pecah. Dan dia harus diimpus supaya kuat. Malam itu Maryani ditemani ayahku, pamanku dan istrinya yang menjaga Maryani.Malam yang membuat aku termenung dan galau. Aku minta dia mengambil kamar VIP. Aku sudah menyiapkan anggaran khusus untuk dia melahirkan. Di ruangan yang ber AC itulah dia terbaring lemas menanti waktu melahirkan. Sekitar pukul 12.00 baru terjadi buka satu. Di Batam, aku gelisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai shalat, aku ke warnet untuk menghilangkan kepanikan yang tiada tara. Belum aku alami kejadian seperti itu. Harry Azhar Azis waktu itu mengatakan berdoalah, permintaan yang tulus akan dikabulkan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah  jarum pendek jam dinding di warnet di Green Land menunjukkan pukul 02.00. Akupun pulang ke rumah disertai perasaan harap harap cemas. Sampai di kos pun, kelopak mata ini sulit untuk dipejamkan. Aku selalu terbayang wajah istriku yang agak bulat itu. Di atas kasur yang tipis itulah lagi lagi air mataku kembali menetes. Malam itu aku merasa bersalah sebagai suami yang tidak menemani saat dia berjuang sendirian untuk melahirkan hasil buah cinta kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak sabar menunggu pagi untuk segera ke Tanjungpinang. Pukul 05.00, aku langsung mandi dan shalat subuh. Selesai itu, aku dapat telpon dari bapak, kalau dia sudah buka 7. Artinya tak lama lagi akan melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pajar yang masih bersembunyi itu, aku menghidupkan motor Thunder menuju Pelabuhan Telaga Punggur. Sampai di sana sekitar pukul 06.00. Sarana transportasi pertama cuma speed. Aku pun menggunakan speed. Satu jam waktu yang diperlukan untuk sampai di Tanjungpinang. Duduk di bagian paling belakang, kembali akan terbayang wajahnya. Diperkirakan pukul 07.30 baru aku sampai di Tanjungpinang. Setelah speed berjalan 30 menit dari Punggur, mendadak kaptennya menurunkan kecepatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ada puluhan orang sedang berkumpul tengah laut mencari mayat yang hilang saat mancing.Setelah melewati rombongan suku laut tersebut, speed yang saya tumpangi kembali melaju dengan kecepatan normal. Ketika berada di laut Lobam, telepon dari ayah ku masuk ke ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Nak, Alhamdulillah Yani lah melahirkan. Keduanya selamat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah bahagianya aku saat itu. Umurku yang baru memasuki 26 tahun sudah jadi ayah. Bapakku juga sudah jadi kakek.Rasanya tak sabar lagi  untuk melihat wajahnya mirip siapa. Tak lama kemudian ibu ku dari Tambelan, Kabupaten Bintan menelpon. Selamat ya nak. &lt;br /&gt;Sekarang jadi ayah. Bagitu juga dari adek ku di kampung. Sampai di Pelabuhan Sri Bintan Pura, saya berkegas mencari ojek menuju ke Poliklinik Pamedan yang merupakan klinik terbaik yang ada di Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di klinik, aku sempat salah ruangan. Mereka berada di lantai dasar. Sedangkan aku mencari di lantai dua. Setelah bertanya ke suster, baru aku tahu ruangan yang jadi sejarah lahirnya Addaruqutni Patria tepatnya pukul 07 tanggal 6 April, 2009, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assamualaikum. Saat aku membuka pintu, terlihat di atas kotak kaca persegi empat itu, bayi laki laki yang diselimuti kain. Panjangnya 52 centimeter, beratnya 3.3 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum merekah dari kedua bibir istriku yang terbaring lemas di ranjang. Tangannya masih ada impus. Mataku tertuju wajah bayi yang ada di dalam kotak kaca yang diterangi dua lampu warna kuning. Lampu itu untuk memanaskan suhu agar bayi tak kedinginan. Tanpa basa basi- aku langsung mengendong anakku untuk pertama kalinya. Akupun langsung mengazankan di telingga bagian kanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, satu jam paska kelahirannya aku baru datang. Dari keterangan tante Sri, Maryani melahirkan dengan mudah. Tak ditemukan kesulitan yang berarti. Selama dia hamil, lebih tiga kali dia khatam membaca Quran. Beberapa jam sebelum melahirkan Maryani tamat membaca Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum melahirkan, dia masih menyempatkan kuliah di STAI Tanjungpinang. Hampir tiga minggu kelahirannya, Qutni mulai berkembang. Berat badannya sudah naik. Mudah mudahan kamu jadi mutiara ayah dan ibu mu nak. Kau jadi harapan kami di masa yang akan datang. AMIN ya Allah. (robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-8735893629617163611?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/8735893629617163611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=8735893629617163611&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/8735893629617163611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/8735893629617163611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/04/penantian-itu.html' title='Penantian Itu'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-4956701725393749321</id><published>2009-03-04T21:03:00.002+08:00</published><updated>2009-03-04T21:05:41.892+08:00</updated><title type='text'>Ketika KPK Merisaukan Pejabat</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Kalau teman diperiksa Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) sekarang tak lagi jadi tabu dibicarakan," kata salah satu pegawai di Tanjungpinang di sebuah kedai kopi akhir pekan lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sibuk membicarakan masalah KPK mengobok-obok Kantor Pemko Batam dan pemberitaan media massa tentang Ismeth Abdullah &lt;br /&gt;yang kembali diperiksa KPK dalam kasus pengadaan mobil kebakaran. Ismeth memang hanya jadi saksi dalam kasus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan tak mungkin dia senasib dengan kepala daerah lain yang sudah menjalani hukuman. Masyarakat Kepri, sempat dihentakkan kasus yang menjadi seantero negeri ini karena tertangkapnya Sekda Bintan Azirwan oleh KPK dalam kasus penyuapan anggota DPR M Amin Nasutiun saat peralihan lahan di Bintan Bunyu yang saat ini dijadikan pusat &lt;br /&gt;pemerintahan Kabupaten Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kasus itu  putus dan Azirwan dihukum 2.5 tahun penjara, publik hanya disodorkan kasus kecil di Kepri. Ketika KPK mulai &lt;br /&gt;menyita dokumen Pemko Batam dan memeriksa  Ismeth, akhir pekan lalu, seolah kebobrokan birokrasi itu jelas ada. Media pun &lt;br /&gt;menjadikan  isu ini jadi laporan utama.Masyarakat jadi  tahu jika selama ini,pejabat yang mereka percayakan mengelola hasil &lt;br /&gt;pajak yang mereka bayar ke negara ternyata ada yang tak beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentulah KPK tidak akan melakukan pemeriksaan jika pemerintah daerah menjalankan proses pemerintahan dengan tertip dan &lt;br /&gt;transparan. Ya, pejabat di Kepri yang melakukan kejahatan korupsi tak akan tidur tenang.Karena KPK sudah menyentuh kulit luar &lt;br /&gt;dari sebuah bola emas yang terus menggelinding sampai titik nadir dan bola itu akan sampai ke titik sasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada salah satu pejabat di Kepri sampai operasi jantung. Humas salah satu pemerintah juga mencoba membujuk wartawan agar tidak terlalu &lt;br /&gt;keras bertanya kepada pejabat yang menderita penyakit jantung itu.&lt;br /&gt;Bisa jadi si pejabat sibuk memikirkan nasibnya, jika komisi berhasil menemukan bukti korupsi. Ibarat pepatah sepandai-pandai &lt;br /&gt;topai melompat jatuh juga ke tanah, bisa jadi akan menjadi kenyataan. Lamban laun, kasus korupsi penjarahan uang rakyat akan &lt;br /&gt;dibongkar KPK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejap populeritas yang dibangun begitu lama hilang tak berbekas.&lt;br /&gt;Keluarga pejabat yang melakukan korupsi kena sanksi moral dari lingkungan yang parah dibandingkan lama mendekam di bali jeruji besi.Cap sebagai koruptor dan perampok uang rakyat sepertinya akan disandang sampai mati. Gelar itu juga lebih buruk &lt;br /&gt;dari seorang maling ayam di kampung yang terpaksa mencuri karena kelaparan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kita tahu uang haram yang dimakan dan diberikan ke anak dan istri akan dimintai pertanggung jawaban di pengadilan Yang Maha Adil yang tak bisa dibeli oleh apapun. Kenapa mereka yang korupsi masih lupa dengan pengadilan Tuhan yang jujur akan akan dirasakan tak lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini pegawai yang sudah terbiasa melakukan korupsi kini mulai takut. Untuk menjadi pimpinan proyek pun harus mikir. &lt;br /&gt;Dulu, menjadi pimpro, jabatan favorite.&lt;br /&gt;Karena gencarnya penegakkan hukum, kekhawatiran tersandung hukum membuat  jabatan tersebut ditakuti.Ketakutan itu berbuah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penyerapan kue APBD di seluruh Indonesia menjadi relatif kecil berkisar 70 persen. Di Batam saja, masih tersisa 100 miliar &lt;br /&gt;dari APBD tahun 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya dana Rp100 miliar itu bisa dinikmati masyarakat.Tetapi, entah kenapa menghabiskan anggaran saja, sudah sulitnya &lt;br /&gt;bukan main.Inilah salah satu ketakutan pejabat untuk mengelola kue manis APBD. Kita tunggu saja drama yang dimainkan korupsi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Kepri yang disutradarai oleh KPK dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan uang rakyat. Tentu kita tak asing lagi, pegawai pemda dengan gaji pas pasan bisa memiliki mobil dan rumah mewah. &lt;br /&gt;Dari mana mereka mendapatkan uang, padahal jika ditotal gaji per bulan tak cukup untuk membeli rumah yang mewah. Ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pendapatan lain yang tak terlihat yang menyebabkan mereka kaya.Kita menginginkan uang rakyat itu dikelola dengan transparan untuk kepentingan rakyat.Bukankah rakyat sudah membayar besar pejabat publik itu agar mereka berbakti kepada rakyat. Bukan &lt;br /&gt;sebaliknya merampok uang rakyat yang bukan haknya. Bukankah di Kepri masih ada 73 ribu rumah tangga miskin yang harus &lt;br /&gt;diperhatikan. Sedangkan di Indonesia ada 17 juta kepala keluarga yang tergolong susah dan laik diberikan bantuan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurangan dan kebaikkan itu berjalan bersama.Jika kebaikkan itu  yang sampai pertama kali, maka keburukkan akan terkubur. &lt;br /&gt;Abdi rakyat itu akan tenang menghabiskan massa tuanya. Tetapi jika keburukan yang tiba pertama, maka bukan tak mungkin mereka &lt;br /&gt;menghabiskan massa tua di balik jeruli besi. (robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-4956701725393749321?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/4956701725393749321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=4956701725393749321&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4956701725393749321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4956701725393749321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/03/ketika-kpk-merisaukan-pejabat.html' title='Ketika KPK Merisaukan Pejabat'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-4294225182490774860</id><published>2009-02-11T20:50:00.000+08:00</published><updated>2009-02-11T20:53:07.026+08:00</updated><title type='text'>Menanti</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berhayal setiap aku terbaring di ranjang, wajahku menatap wajahnya yang penuh harapan. Membelai tubunya yang masih berwarna kemerahan. Mencium aroma tubuhnya yang khas. Menjaga dari gigitan nyamuk yang bisa menyebabkan kulitnya tergores. Di &lt;br /&gt;sampingnya ada istriku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisan bayi tentunya akan membahana di rumah kami yang sederhana itu menjadi warna warni kehidupan mahligai rumah tangga. Ya, selepas pemilu tanggal 9 April 2009, putra Ku insya Allah lahir di bumi yang panas ini. Dia meninggalkan alam rahim yang kokoh diciptakan Allah SWT.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan baby mulai dipersiapkan. Mulai dari kain, baju, sampul tangan, lemari, minyak kayu putih, sabun mandi, sampo, kelambu, ayunan, sampai perlengkapan lainnya harus dipersiapkan dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu dekat, direncanakan kami akan melakukan mandi tujuh bulanan yang sudah menjadi kebiasaan adat. Saat acara itu nantinya akan diadakan syukuran keluarga.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana kelahirannya di klinik Muhibah Pamedan, Tanjungpinang. Semoga dia lahir dalam kedaan sehat. Begitu juga dengan ibunya nanti.Amin. Penantian itu penuh harapan. Ayah sedang menyiapkan nama yang bagus untuk Mu Nak. Nama itu, doaku untuk Mu. (robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-4294225182490774860?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/4294225182490774860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=4294225182490774860&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4294225182490774860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4294225182490774860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/02/menanti.html' title='Menanti'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-5026275848388924808</id><published>2009-02-09T20:19:00.001+08:00</published><updated>2009-02-09T20:33:25.640+08:00</updated><title type='text'>Punya Mimpi Singapura Melihat Batam</title><content type='html'>Irwan Lubis, Tak Lagi Kepala BI Batam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Bank Indonesia Perwakilan Batam Irwan Lubis punya mimpi &lt;br /&gt;Singapura mencontoh Batam dikemudian hari. Paling tidak Batam &lt;br /&gt;menjadi kota moderen yang dibalut dengan budaya Melayu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 30 Januari 2007 menginjakan kaki di Kota Batam, bertugas  &lt;br /&gt;menjadi Kepala Bank Indonesia Batam yang mengawas perbankan di &lt;br /&gt;Provinsi Kepulauan Riau menjadi kesan tersendiri bagi Irwan Lubis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Batam sangat istimewa dibandingkan dengan kota lain yang pernah &lt;br /&gt;saya kunjungi mulai dari Indonesia bagian timur, Sumatera, Jawa," &lt;br /&gt;ujar Irwan Lubis, Senin (9/2) di Kantor Bank Indonesia, di Batam &lt;br /&gt;Centre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irwan akan mengakhiri masa tugasnya di Batam sampai dengan 13 &lt;br /&gt;Februari 2009. Dia akan diganti oleh Elang Tri Tripraptomo yang &lt;br /&gt;sebelumnya menjabat Kepala BI Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irwan sendiri kembali ke Kantor Bank Indonesia Pusat di Direktorat &lt;br /&gt;Pengawasan.&lt;br /&gt;Selama di Batam Irwan berhasil menambah jumlah perbankan di Kepri &lt;br /&gt;dan Batam. Sebelum dia bertugas jumlah Bank Perkreditan Rakyat &lt;br /&gt;(BPR) di Batam hanya delapan. Selama dua tahun, jumlah BPR &lt;br /&gt;bertambah menjadi 15 unit. Sedangkan di Kepri bertambah menjadi 23 &lt;br /&gt;dari 11 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya, biarkan BPR itu tumbuh. Masyarakat akan mendapatkan &lt;br /&gt;banyak keuntungan dengan banyaknya lembaga perbankan di Batam atau &lt;br /&gt;Kepri pada umumnya. Pilihan menggunakan jasa perbankan menjadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak. Tetapi untuk 2009, BI Batam tidak akan memberikan izin &lt;br /&gt;baru.&lt;br /&gt;Dana investor itu akan terserap oleh masyarakat Batam. Belum lagi &lt;br /&gt;dana dari pihak lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di Batam, Irwan mengagumi sumber daya manusia di Batam yang &lt;br /&gt;termasuk berkualitas dibandingkan dengan daerah lain. Dengan SDM &lt;br /&gt;yang bagus, setiap kebijakan dari BI sebagai lembaga pengawasan &lt;br /&gt;perbankan bisa berjalan dengan maksimal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tak mendapatkan masalah dalam menjalankan kebijakan. Ini &lt;br /&gt;keunggulan Batam yang didukung dengan SDM yang berkualitas," &lt;br /&gt;imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pejabat publik di Kepri, mulai dari gubernur, &lt;br /&gt;walikota, sampai kepala dinas sangat terbuka. Sehingga mudah &lt;br /&gt;melakukan komunikasi dalam membahas masalah perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika disuruh kembali ke Batam, Irwan merasa senang. "Tetapi BI &lt;br /&gt;Batam harus naik tingkat menjadi kelas II. Saat ini BI Batam masih &lt;br /&gt;kelas III. Untuk naik status itu, harus ada kantor pusat perbankan di Batam. &lt;br /&gt;Untuk itu, katanya, harus berjuang bersama-sama agar kantor pusat &lt;br /&gt;perbankan buka di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa saja bank pembangunan daerah. Kesannya akan beda jika di &lt;br /&gt;Batam ada kantor pusat perbankan," imbuh bapak tiga anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 2 tahun 12 hari di Batam, Irwan memiliki tempat favorit &lt;br /&gt;dikunjungi yakni di Tanjungpinggir, Sekupang.&lt;br /&gt;"Di sana kita bisa melihat kemajuan negara tetangga yang sudah &lt;br /&gt;modern dan letaknya tak jauh dari Batam. Seharusnya Batam bisa &lt;br /&gt;seperti Singapura. Bahkan mengalahkan Singapura ke depannya. Ini &lt;br /&gt;ilusi atau mimpi saya," ucap Irwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertugas di Batam yang berbatasan dengan negara tetangga membuat &lt;br /&gt;Irwan harus menambah pengetahuannya jangan sampai ketinggalan &lt;br /&gt;informasi. Kalau di daerah lain, cukup menguasai perkembangan &lt;br /&gt;perekonomian regional saja, tetapi ketika bertugas di Batam &lt;br /&gt;dituntut menguasai persoalan perekonomian daerah, regional, dan &lt;br /&gt;global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang terjadi di Singapura, kita harus tahu karena erat &lt;br /&gt;hubungannya dengan Batam. Ini yang berkesan saat tugas di Batam. &lt;br /&gt;Kita harus mencari informasi terbaru supaya tak ketinggalan," &lt;br /&gt;tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara Irwan di Jakarta akan menjadi "bujang lokal". &lt;br /&gt;Sebab, istri dan anaknya masih tinggal di Batam sampai anak &lt;br /&gt;pertamanya menamatkan pendidikan di SMAN 1 Batam.&lt;br /&gt;"Saya jadi bujang lokal dulu, tunggu anak selesai ujian nasional &lt;br /&gt;(UN)," katanya tersenyum. &lt;br /&gt;Selamat jalan Pak Irwan, semoga karir bapak terus meroket, bukan &lt;br /&gt;tidak mungkin menjadi Gubernur Bank Indonesia. (robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-5026275848388924808?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/5026275848388924808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=5026275848388924808&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5026275848388924808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5026275848388924808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/02/punya-mimpi-singapura-melihat-batam.html' title='Punya Mimpi Singapura Melihat Batam'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-5364155852407068341</id><published>2009-01-30T15:34:00.003+08:00</published><updated>2009-01-30T15:46:43.491+08:00</updated><title type='text'>Tergadai Demi Mega Proyek Dompak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SYKvrHP1uxI/AAAAAAAAAPQ/WcdzoN_7VwA/s1600-h/jembatan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 522px; height: 177px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SYKvrHP1uxI/AAAAAAAAAPQ/WcdzoN_7VwA/s400/jembatan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296989266955844370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;by pemprov.go.id gambar jembatan yang akan menghubungkan Dompak dengan Pantai Impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan rumah Gubernur Kepulauan Riau (Kepri)  saat ini menyulap Pulau Dompak menjadi pusat pemerintahan Kepri. Menyukseskan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di Batam, Bintan dan Karimun, dan tentunya membangun Jembatan yang menghubungkan Batam dengan Pulau Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, dua program di atas sudah dalam proses. Walaupun proyek Dompak yang dikerjakan dengan sistem tahun jamak itu terkesan berat untuk selesai saat gubernur sekarang menjabat sebagai kepala daerah yang tak sampai dua tahun lagi akan berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini proyek tersebut masih terlihat tanah yang masih merah. Di tengah hutan-hutan yang gundul itu berdiri tiang beton sebagai pondasi kantor gubernur nantinya. Bakau sudah rata dengan air laut. Lalu lalang lori mengeruk tanah terlihat tiada henti. Pondasi tiang jembatan menghubungkan Dompak dengan Pantai Impian yang kelak menjadi jembatan terpanjang di Kepri juga sudah dibenamkan di dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung nelayan di Dompak itu mulai bersolek menjadi kota nan indah berada di atas bukit menghadap ke laut. Adakah nelayan di Dompak menjadi tuan tanah karena kampung mereka disulap menjadi kota. Nyatanya tidak. Yang akan kaya itu mereka yang memiliki tanah luas di Dompak sejumlah pengusaha. Ya, penikmat Dompak itu segelintir saja.  "Kali ini pemerintah merubah pulau menjadi kota metropolis.  Ini proyek gila,"ujar teman saya, saat kami melihat pulau itu dari Jalan Pramuka, Tanjungpinang, Sabtu (24/1/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemprov Kepri merencanakan membangun 20 paket proyek pembangunan pusat pemerintahan di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang. Pemenang tender sebagian besar adalah kontraktor atau perusahaan asal Jakarta. Artinya kontraktor lokal belum mampu bersaing dengan kontraktor kelas atas dari di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah kontraktor lokal cocok untuk membangun proyek di bawah Rp10 miliar saja. Atau mereka tak diberikan kesempatan untuk bersaing dengan cara terhormat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merubah Dompak jadi kota,  bukanlah pekerjaan ringan. Dana yang akan dihabiskan tak sedikit. Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Dompak lebih kurang Rp1,9 triliun.  Jauh lebih besar dari APBD Kepri. Pembangunan pusat pemerintahan secara multiyears ini dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kepri Nomor 14 Tahun 2007.  Berdasarkan pemberitaan media massa, proyek yang telah dilelang adalah pembangunan  jembatan Tanjungpinang-Dompak) senilai Rp236,637 miliar. Proyek ini dimenangkan oleh PT Nindya Karya (Persero), Jakarta. Kemudian, pembangunan jalan utama senilai Rp187,099 miliar dimenangkan PT Duta Graha Indah, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek pembangunan jalan penghubung Pulau Dompak senilai Rp48,388 miliar dimenangkan PT Tamako Raya Perdana, Pekanbaru, pembangunan jalan lokal di Pulau Dompak sebesar Rp54,706 miliar jatuh ke PT Propelat asal Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, proyek paling besar yakni pembangunan kantor gubernur, dinas, badan dan kantor di lingkungan Pemprov Kepri dimenangkan oleh PT Jaya Konstruksi Manggala, Jakarta. Nilai proyek ini mencapai Rp258,380 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Pembangunan Perumahan (PP), Jakarta kebagian dua proyek, yaitu pembangunan gedung DPRD Provinsi Kepri senilai Rp64,144 miliar dan kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sebesar Rp45,165 miliar. Proyek pembangunan masjid raya dan Islamic Centre senilai Rp102,030 miliar dimenangkan oleh PT Waskita Karya, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan, jika proyek Dompak jadi, sebuah kebanggan untuk rakyat Kepri. Karenanya, dengan keterbatasan APBD Kepri tak lebih dari Rp1,6 T, proyek itu tetap dilaksanakan walaupun dengan tertatih-tatih untuk menggapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa proyek ini tidak didanai oleh APBN saja? Bukankah terkesan mamaksa jika proyek ini dikerjakan dengan keterbasan APBD Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat masih membutuhkan peran serta pemerintah guna mendapatkan sembako yang murah, bibit sapi murah, bantuan modal mengembangkan usaha. Sudah cukupkah pemerintah berbuat memenuhi kebutuhan publik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah proyek pembangunan ini suara rakyat yang diwakili melalui DPRD. Kenapa pemerintah belum memberikan masyarakat untuk menikmati pengobatan gratis? Kenapa pemerintah masih mengabaikan ribuan tenaga guru yang digaji per bulan di bawah Rp500 ribu per bulan. Bagaimana dengan beasiswa untuk pemuda Kepri. Apa yang menyebabkan pemerintah membiarkan biaya pendidikan di Kepri masih mahal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berkuasa masih mengutamakan gedung yang mewah demi melambangkan keberhasilan. Adakah kantor gubernur saat ini buruk, sehingga tak layak sebagai kantor pemerintah dalam memberikan layanan kepada masyarakat? Kenapa mereka tidak mau bertahan menikmati berkantor di ruko di Tanjungpinang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang infrastruktur yang megah melambangkan keberhasilan. Sehingga mereka berlomba-lomba membangun untuk kepentingan popularitas. Padahal, masih banyak penduduk ini menanti proyek massal agar mereka bisa merasakan renyahnya APBD Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagikanlah uang pajak rakyat itu untuk rakyat yang menanti belas kasihan pemerintah. Kepri belum semapan Jakarta yang membutuhkan kantor gubernur dan DPRD yang megah.  APBD Kepri belum sebesar Kalimantan Timur yang menembus Rp3 triliun per tahun untuk menyulap Pulau dalam waktu lima tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti penulis tak setuju pembangunan Dompak. Ada saatnya pemerintah mempertimbangkan dengan bijak apakah sudah saatnya memiliki kantor yang megah. Padahal provinsi ini baru seumur jagung. Apalagi kantor gubernur  sekarang masih representatif untuk berkantor dan melayani masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, sejumlah kebijakan untuk kepentingan publik harus sedikit tergadai karena dana dialihkan untuk pembangunan Dompak yang menyerap ratusan miliar APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran lagi jika tokoh pejuang pembentukan Provinsi Kepri Huzrin Hood dan koleganya bersikeras menentang mega proyek Dompak dikerjakan saat ini karena dianggap belum saatnya. robby patria&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-5364155852407068341?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/5364155852407068341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=5364155852407068341&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5364155852407068341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5364155852407068341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/01/tergadai-demi-mega-proyek-dompak.html' title='Tergadai Demi Mega Proyek Dompak'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SYKvrHP1uxI/AAAAAAAAAPQ/WcdzoN_7VwA/s72-c/jembatan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-6077558004024777678</id><published>2009-01-27T19:31:00.001+08:00</published><updated>2009-01-27T19:36:36.448+08:00</updated><title type='text'>Demam BlackBerry</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SX7xho7U6uI/AAAAAAAAAPI/3oyWOSOyglM/s1600-h/rim-blackberry-bold-smartphone.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 395px; height: 387px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SX7xho7U6uI/AAAAAAAAAPI/3oyWOSOyglM/s400/rim-blackberry-bold-smartphone.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295935772058512098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan belakangan ini ponsel BlackBerry sedang naik daun, karena tidak hanya para artis dan tokoh ternama, tetapi para netter (pengunjung Internet) dan blogger (penyaji informasi) sudah mulai terkena demam BlackBerry (atau sering disingkat dengan BB). Milis ataupun blog khusus para “BlackBerryans” (saya sebut begitu) sudah banyak bermunculan, bahkan klubnya pun juga sudah mulai terlihat geliatnya, termasuk di Yogyakarta. Sebenarnya, apa keunggulan BlackBerry, sampai mampu memunculkan demam atau mode baru di dunia komunikasi? Apa bedanya dengan ponsel biasa? Haruskah Anda menggunakannya sebagai solusi berbagai masalah komunikasi bisnis, atau hanya sekadar mode?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BlackBerry sebenarnya adalah sebuah telpon seluler dengan sistem operasi khusus yang disebut dengan BlackBerry. Baik ponsel maupun sistem operasi ini dibuat oleh RIM (Research in Motion), sebuah perusahaan berkedudukan di Kanada yang mengkhususkan pada penyediaan layanan komunikasi nirkabel. Di antara berbagai produknya, yang sekarang sedang menjadi mode di Indonesia adalah ponsel (dan sistem operasi) BlackBerry.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BlackBerry sendiri sudah mulai diedarkan di Indonesia sekitar tahun 2004 yang lalu, tetapi belum mendapat tanggapan yang baik dari pasar (penggunanya). Maklum, saat itu bentuk perangkatnya kurang modis, harganya relatif mahal, dan biaya langganannya pun sulit dijangkau (sekitar Rp600.000 per bulan!). Kalau toh ada pemakai BB saat itu, hanya orang yang benar-benar maniak dengan BB dan “turah duit” saja yang bisa memilikinya. Atau paling tidak, perorangan yang dibayari oleh perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun seiring berjalannya waktu, BlackBerry mulai menawarkan bentuk-bentuk yang semakin stylish (meskipun tetap saja seluas PDA dan belum ada yang tipis!). Harga perangkatnya memang masih tergolong pada ponsel kelas mewah, meskipun biaya berlangganannya sudah relatif terjangkau, karena saat ini sudah di bawah Rp200 ribu per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan bila Anda tidak ingin membeli handset BlackBerry namun ingin menikmati layanannya saja, juga dimungkinkan, asal ponsel Anda sudah mendukung layanan BB. Rata-rata smartphones seperti Nokia seri E dan N (N9300 dan N9300i, E61 dan E61i, N9500), Sony Ericsson (seri M600, P990, W950), dan Dopod (seri D810 dan 838pro) sudah dapat ditanami program BlackBerry Connect (BBC). Anda hanya perlu membayar biaya langganan saja, yang besarnya sekitar Rp150-190 ribuan dan bisa diperoleh di tiga operator seluler, yaitu XL, Telkomsel, dan Indosat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat BlackBerry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa manfaat utama ponsel BlackBerry? Sebenarnya tidak berbeda dengan ponsel eksekutif (ponsel dengan harga mahal) lainnya. Ponsel BlackBerry terdiri atas berbagai seri, mulai dari seri 7xxx, 8xxx, hingga 9xxx, dan masing-masing seri memiliki kemampuan yang berbeda antara satu dengan yang lain. Seri yang baru beberapa bulan ini beredar, yaitu BlackBerry Bold (seri 9000) misalnya, memiliki kemampuan komunikasi, multimedia, petunjuk arah (GPS), dan beberapa kemampuan lain yang biasa dijumpai di ponsel-ponsel high-end. Demikian juga dengan seri Curve dan Storm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan komunikasi yang ada di BlackBerry di antaranya adalah telpon dan SMS, yang memerlukan layanan operator seluler GSM (BlackBerry belum menyediakan layanan melalui jalur CDMA). Selain itu juga ada kemampuan koneksi melalui GPRS, 3G, HSDPA, dan koneksi nirkabel (wireless a/b/g). Dengan kemampuan ini, ponsel BB dapat digunakan untuk chatting dan browsing situs Internet dengan leluasa, serta kemampuan push-email yang mirip dengan SMS, yaitu begitu ada e-mail masuk, ponsel akan memberi tahu melalui nada dering yang bisa diatur. Bahkan dengan kompresi hingga 1/100, pemakai dapat membuka email dan lampirannya dengan cepat. Kemampuan inilah yang menjadi andalan BlackBerry. Selain e-mail yang disediakan oleh BlackBerry, pengguna juga dapat menggunakan e-mail gratisan seperti dari Yahoo dan Gmail, e-mail POP3/IMAP4, serta e-mail kantor atau perusahaan (bila ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan multimedia, terdiri atas pemutar musik (namun belum ada pemutar radio seperti pada ponsel-ponsel sekarang) dan pemutar video klip. Kamera bisa digunakan untuk merekam foto maupun video klip, meskipun belum ada kemampuan upload cepat seperti pada ponsel digital jaman sekarang. Fitur multimedia ini dapat dinikmati dengan layar yang lumayan lebar, seperti yang ada pada ponsel-PDA. Kualitas suara relatif standar, kalah bagus bila dibanding dengan ponsel yang memang ditujukan untuk menikmati musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seri tertentu, misalnya 8300, 8320, 8707v dan 9000, sudah mengusung fasilitas GPS lengkap dengan peta Jawa Bali yang lumayan lengkap, sehingga memudahkan pemakainya untuk mencari lokasi tertentu. Ini juga merupakan keunggulan BlackBerry dibanding perangkat GPS lainnya yang memerlukan memori eksternal dengan kapasitas besar. Bandingkan dengan BlackBerry yang memiliki memori eksternal standar 1GB, namun tidak berkurang meskipun Anda menerima banyak e-mail maupun membuka peta untuk mencari lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain untuk menentukan lokasi, layanan GPS berguna untuk menghitung kecepatan perjalanan Anda dan untuk meminta petunjuk perjalanan. Lokasi-lokasi penting seperti pompa bensin (SPBU), rumah sakit, kantor polisi, dan tempat-tempat wisata, dapat Anda temukan dengan mudah melalui GPS. Penulis mencoba meminta petunjuk jalan dari kampus STIE YKPN di Jalan Seturan hingga kantor pos besar Yogyakarta, ternyata GPS di perangkat BlackBerry mampu menunjukkan jalan dengan cukup akurat. Namun kalau Anda membawa GPS, Anda tidak dapat dilacak oleh orang lain. Saya masih sering menerima pertanyaan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang agak mengherankan adalah tidak disediakan aplikasi sekelas Office secara penuh seperti pada ponsel-ponsel eksekutif lainnya. Anda cuma diberi aplikasi contoh, yang dapat Anda pakai untuk membuka data yang sudah dibuat di komputer, baik berformat Excel, PowerPoint, maupun Word. Bila Anda mendapat email dengan lampiran file-file jenis tersebut, dapat dibuka dengan baik. Namun bila Anda ingin membuat file baru, Anda harus membeli program tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang agak merepotkan adalah ketika Anda ingin melakukan sinkronisasi data kontak dari komputer (misalnya dari MS Outlook), Anda harus terhubung ke Internet, padahal sebenarnya proses ini tidak memerlukan koneksi ke Internet sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah Alternatif Lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu penyebab BlackBerry kini menjadi mode bagi para pecinta gadget mungkin karena kemampuannya untuk menampilkan user dalam kondisi online pada fasilitas instant messenger seperti Yahoo Messenger, MSN, maupun BlackBerry Messenger dan kemampuannya untuk menerima e-mail secara instan (disebut push e-mail). BlackBerry Messenger adalah layanan chatting khusus untuk sesama pengguna BB, karena memerlukan identitas khusus yang disebut dengan PIN. Belum lagi kemampuannya untuk memanfaatkan berbagai fasilitas koneksi, mulai dari GPRS, 3G, hingga nirkabel yang biasa pada hotspot di area publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah berbagai fasilitas yang telah diuraikan di atas harus dinikmati dengan ponsel BlackBerry? Bisakah Anda menikmatinya dengan ponsel lain? Sebenarnya ada alternatif yang lebih murah, apalagi kalau Anda sudah memiliki ponsel yang tergolong ke dalam smartphones (misalnya Nokia seri E dan N). Anda dapat langsung berlangganan layanan BlackBerry Connect (BBC) saja, yang saat ini hanya tiga operator yang menawarkannya, yaitu XL, Telkomsel, atau Indosat. Anda cukup membayar langganannya. Bila di ponsel Anda belum ada program BBC, Anda dapat mengunduhnya dari Internet secara gratis. Biaya langganan antara Rp150-200 ribu per bulan. Sepanjang Anda menggunakan fasilitas chat atau menerima lampiran e-mail, Anda tidak dikenai biaya lagi. Tapi pengunduhan data melalui browser, biasanya akan dihitung besar filenya, oleh karenanya Anda harus mempelajari dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dirasa masih mahal (biaya langganan tidak termasuk biaya telpon dan SMS), Anda dapat memakai program aplikasi yang memiliki kemampuan sejenis, salah satu yang terkenal adalah Morange. (robbypatria/pak wing)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-6077558004024777678?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/6077558004024777678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=6077558004024777678&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6077558004024777678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6077558004024777678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/01/demam-blackberry.html' title='Demam BlackBerry'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SX7xho7U6uI/AAAAAAAAAPI/3oyWOSOyglM/s72-c/rim-blackberry-bold-smartphone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-7210834578339415051</id><published>2009-01-23T16:17:00.003+08:00</published><updated>2009-01-23T16:23:56.033+08:00</updated><title type='text'>Pidato Obama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXl9aH2ZlUI/AAAAAAAAAPA/TZ2koSkW7Ng/s1600-h/obama2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 282px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXl9aH2ZlUI/AAAAAAAAAPA/TZ2koSkW7Ng/s400/obama2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294400724688016706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan sebangsa dan setanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berdiri di sini hari ini terenyak oleh tugas di depan kita, berterima kasih atas kepercayaan yang Anda berikan, dan teringat akan pengorbanan oleh leluhur kita. Saya berterima kasih kepada Presiden Bush atas jasanya pada bangsa kita, dan juga atas kemurahan hati dan kerjasama yang ditunjukkannya pada masa transisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 44 warga Amerika yang diambil sumpahnya sebagai presiden. Kata-kata dalam sumpah jabatan itu telah diucapkan dimasa kemakmuran dan dimasa damai. Namun, ada kalanya sumpah jabatan kepresidenan itu diambil di tengah-tengah situasi gawat dan badai yang berkecamuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat-saat demikian, Amerika terus melaksanakan tugasnya bukan hanya karena keterampilan atau visi mereka yang memegang jabatan tinggi, tetapi karena kita rakyat Amerika tetap setia pada cita-cita leluhur kita dan setia pada dokumen-dokumen yang dirumuskan oleh para pendiri negara kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah adanya, dan memang selalu demikianlah yang harus dilakukan oleh generasi warga Amerika yang sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sudah dipahami bahwa kita sedang berada di tengah krisis. Bangsa kita kini sedang terlibat perang, melawan jaringan kekerasan dan kebencian yang luas jangkauannya. Ekonomi kita sangat lemah, akibat ketamakan dan tindakan tidak bertanggung jawab oleh sebagian pihak, tetapi juga karena kegagalan kita secara kolektif untuk membuat pilihan-pilihan sulit, dan kegagalan kita mempersiapkan bangsa bagi abad baru. Banyak rumah yang disita, lapangan kerja menurun drastis, bisnis gulung tikar. Asuransi kesehatan kita terlalu mahal, murid-murid sekolah kita banyak yang gagal, dan setiap hari terlihat bukti bahwa cara-cara kita menggunakan energi justru memperkuat musuh-musuh kita dan mengancam planet kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu merupakan indikator krisis, yang didasarkan pada data dan statistik. Yang kurang bisa diukur tetapi tidak kurang pentingnya adalah melemahnya keyakinan di seluruh pelosok Amerika, kekhawatiran terus-menerus bahwa kemerosotan Amerika tak terelakkan lagi, dan bahwa generasi berikutnya harus mengurangi harapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya katakan kepada kalian bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah nyata. Tantangan ini serius dan banyak sekali. Tidak akan mudah diatasi dan tidak bisa diatasi dalam jangka pendek. Tetapi ketahuilah ini, Amerika, semua tantangan ini akan kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini, kita berkumpul karena kita lebih memilih harapan daripada ketakutan, kesatuan tujuan daripada konflik dan pertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini, kita berkumpul untuk menyatakan berakhirnya keluhan-keluhan kecil dan janji-janji palsu, saling-tuduh dan berbagai dogma lusuh yang sudah terlalu lama mencekik politik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara kita masih muda, dengan meminjam istilah dalam Kitab Suci, saatnya sudah tiba kita menepiskan sifat ke kanak-kanakan. Saatnya sudah tiba untuk menandaskan lagi semangat kita yang tegar, memilih jalan sejarah yang lebih baik, melanjutkan pemberian berharga, gagasan mulia yang diteruskan dari generasi ke generasi: yaitu janji yang diberikan Tuhan bahwa semua kita setara, kita semua bebas, dan semua layak memperoleh kesempatan untuk mengejar kebahagiaan sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menandaskan kebesaran bangsa kita, kita memahami bahwa kebesaran tak pernah diberikan begitu saja. Mencapai kebesaran harus dengan kerja keras. Perjalanan yang kita tempuh tak pernah mengambil jalan pintas. Perjalanan kita bukan bagi mereka yang tidak tabah, bukan bagi mereka yang suka bermalas-malas daripada bekerja, atau bagi yang hanya mengejar kekayaan dan menjadi terkenal. Perjalanan kita adalah bagi mereka yang berani mengambil risiko, mereka yang melakukan hal-hal baru dan membuat terobosan baru. Sebagian mereka menjadi terkenal, tetapi acap kali laki-laki dan perempuan tak dikenal dalam pekerjaan mereka, yang telah mengusung kita di atas jalan berbatu-batu menuju kemakmuran dan kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kita, mereka mengemas harta milik mereka yang tak seberapa dan menyeberangi samudera untuk mencari kehidupan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kita, mereka banting-tulang dengan upah minim dan menetap di Pantai Barat, menahankan pukulan cambuk dan mencangkul tanah yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kita, mereka bertempur dan mati, di tempat-tempat seperti Concord dan Gettysburg, Normandy dan Khe San.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki dan perempuan itu terus menerus berjuang dan berkorban dan bekerja hingga kulit tangan mereka mengelupas, agar kita bisa mengecap kehidupan yang lebih baik. Mereka melihat Amerika lebih besar dari jumlah ambisi kita secara perorangan, lebih besar daripada perbedaan status keluarga, atau kekayaan ataupun partai atau kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan inilah yang kita teruskan hari ini. Kita masih merupakan negara paling makmur dan paling berpengaruh di Bumi. Para pekerja kita tidak kurang produktifnya dibandingkan dengan waktu ketika krisis ini dimulai. Otak kita masih seinventif seperti pada awal krisis ini, barang dan jasa kita masih diperlukan seperti pada minggu lalu atau bulan lalu, atau tahun lalu. Kapasitas kita tetap tak berkurang. Tetapi masa kita untuk berdiam diri, melindungi kepentingan sempit dan menunda keputusan-keputusan yang tak menyenangkan, sudah harus berlalu. Mulai hari ini, kita harus bangkit sendiri, membersihkan debu yang menempel, dan mulai lagi bekerja memperbaharui Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kemana saja kita melihat, ada yang harus kita lakukan. Keadaan ekonomi mengharuskan tindakan yang berani dan segera, dan kita akan bertindak bukan hanya untuk menciptakan lapangan kerja baru, tetapi untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan. Kita akan membangun jalan dan jembatan, jaringan listrik dan jaringan digital yang menyuburkan perdagangan dan mengikat kita bersama. Kita akan memulihkan sains ke tempat yang selayaknya, dan menggunakan kehebatan teknologi untuk meningkatkan mutu perawatan kesehatan dan menurunkan biayanya. Kita akan memanfaatkan tenaga matahari, tenaga angin dan lainnya untuk menjalankan mobil-mobil dan pabrik-pabrik kita. Dan kita akan mengubah sekolah dan perguruan tinggi dan universitas untuk memenuhi tuntutan era baru. Semua ini bisa kita lakukan. Dan semua ini akan kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu, ada orang yang meragukan skala ambisi kita—dengan mengatakan sistem ekonomi kita tidak bisa mentolerir terlalu banyak rencana besar. Daya ingat mereka tidak cukup lama. Mereka telah melupakan apa yang dilakukan negara ini, apa yang bisa dicapai oleh laki-laki dan perempuan yang hidup bebas, apabila imajinasi digabung demi tujuan bersama, dan kebutuhan digabung dengan ketabahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak dipahami oleh mereka yang sinis adalah tanah tempat mereka berpijak telah bergeser, bahwa argumen basi dalam politik yang telah begitu lama menyita waktu kita— tidak lagi berlaku. Pertanyaan yang kita ajukan sekarang bukan apakah pemerintah kita terlalu besar atau terlalu kecil, tetapi apakah pemerintah kita bisa berfungsi, apakah pemerintah bisa menolong para keluarga mencari pekerjaan dengan upah yang layak, asuransi kesehatan yang terjangkau, dan pensiun yang berarti. Apabila jawabannya ya, kita berniat untuk terus bergerak maju. Apabila jawabannya tidak, programnya akan dihentikan. Dan mereka yang mengatur uang rakyat akan dimintai pertanggung-jawabannya—supaya mengeluarkan uang secara bijaksana, mengubah kebiasaan buruk, dan melakukan bisnis kita dengan jujur—karena hanya dengan demikian kita bisa memulihkan kepercayaan penting antara rakyat dan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tidak mempertanyakan apakah kekuatan pasar bebas itu baik atau buruk. Kekuatan pasar bisa membina kekayaan dan memperluas kebebasan kita. Tetapi krisis ini telah mengingatkan kita bahwa tanpa pengawasan yang ketat, kekuatan pasar bebas itu bisa terlepas dari kontrol, dan suatu bangsa tidak bisa makmur untuk waktu lama apabila hanya mementingkan orang kaya. Keberhasilan ekonomi kita tidak hanya tergantung pada besarnya Produk Domestik Bruto, tapi seberapa jauh meluasnya kemakmuran itu, pada kemampuan kita memberikan kesempatan kepada tiap orang yang mau bekerja, dan bukan karena belas kasihan karena itulah jalan yang paling pasti guna mencapai kemakmuran bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pertahanan kita bersama, kita menolak dan menganggap palsu pilihan antara keselamatan dan idaman atau cita-cita kita. Para Pendiri Negara ini dihadapkan pada bahaya yang tak terbayangkan, menyusun sebuah piagam untuk menjamin supremasi hukum dan hak setiap orang, sebuah piagam yang diperkuat oleh perjuangan generasi demi generasi. Semua cita-cita ini masih menerangi dunia, dan kita tidak akan meninggalkannya demi mencapai penyelesaian yang cepat. Karena itu, bagi semua orang dan pemerintahan yang menyaksikan pelantikan hari ini, mulai dari kota-kota yang termegah sampai ke desa kecil di mana ayah saya dilahirkan, ketahuilah bahwa Amerika adalah sahabat setia negara dan sahabat setiap lelaki, setiap perempuan, dan setiap anak yang menghendaki masa depan yang damai dan bermartabat, dan bahwa kita siap untuk memimpin lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa generasi-generasi sebelumnya menundukkan fasisme dan komunisme bukan hanya dengan misil dan tank, tetapi dengan aliansi yang kokoh dan keyakinan besar. Mereka memahami bahwa kekuatan saja tidak bisa melindungi kita, dan bahwa kekuatan itu tidak memberi kita hak berbuat sekehendak hati kita. Sebaliknya mereka tahu bahwa kekuatan kita tumbuh melalui penggunaan yang bijaksana, keamanan kita berasal dari adilnya tujuan kita, kekuatan contoh yang kita berikan, dan kerendahan hati serta kesanggupan menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah penjaga warisan ini. Dibimbing oleh prinsip-prinsip ini, sekali lagi kita bisa menghadapi ancaman-ancaman baru itu yang menuntut upaya lebih besar, bahkan kerja-sama dan pemahaman lebih besar antar-negara. Kita akan mulai secara bertanggung jawab meninggalkan Irak kepada bangsa Irak, dan menempa perdamaian di Afghanistan. Bersama teman-teman lama dan bekas saingan kita, Amerika akan bekerja tanpa lelah untuk mengurangi ancaman nuklir, dan mengurangi bahaya pemanasan bumi. Kita tidak akan minta maaf atas cara kehidupan Amerika, tidak akan goyah dalam mempertahankannya, dan bagi mereka yang hendak mendorong tujuan mereka dengan terror dan membantai orang-orang tak bersalah, kami katakan kepada mereka, semangat kita lebih kuat dan tidak terpatahkan, kalian tidak akan unggul dari kami, dan kalian akan kami kalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sadar bahwa warisan bangsa yang beraneka warna adalah suatu kekuatan, dan bukannya sebuah kelemahan. Bangsa kita terdiri dari orang Kristen dan Islam, Yahudi dan Hindu, dan bahkan orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Kita telah dibentuk oleh campuran berbagai bahasa dan kebudayaan, yang berasal dari segala pelosok dunia. Dan karena kita telah merasakan pahitnya perang saudara dan segregasi rasial, dan keluar dari masa kegelapan menjadi sebuah bangsa yang lebih kuat dan lebih bersatu, kita yakin bahwa pada suatu hari nanti semua rasa kebencian akan hilang, bahwa semua garis-garis pembatas antar suku bangsa akan luluh, dan bahwa dunia ini akan menjadi semakin kecil. Kerendahan hati kita akan tampak dengan sendirinya, dan Amerika harus memainkan perannya dalam menyongsong era perdamaian yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi dunia Muslim, kami akan mencari cara baru ke depan berdasarkan pada kepentingan bersama dan saling menghormati. Bagi para pemimpin dunia yang berusaha menanam bibit konflik, atau menyalahkan dunia Barat atas kesulitan-kesulitan yang dialami masyarakatnya, ketahuilah bahwa rakyat Anda akan menilai Anda pada apa yang Anda bangun, bukan pada apa yang Anda musnahkan. Bagi mereka yang hendak menggenggam kekuasaan melalui korupsi dan kekejian dan membungkam orang yang tidak setuju pada kebijakan mereka, yakinlah bahwa kalian berada pada sisi yang keliru, tapi kami akan mengulurkan tangan jika kalian tidak lagi mengepalkan tinju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi rakyat negara-negara miskin, kami berjanji akan bekerja bersama kalian untuk membuat ladang kalian subur dan membuat air bersih mengalir, untuk memberi makan tubuh yang kelaparan, dan memenuhi kebutuhan mental. Dan kepada negara-negara seperti negara kita yang relatif menikmati kemakmuran, kita tidak bisa lagi bersikap tidak peduli pada kesengsaraan di luar perbatasan kita, dan kita tidak bisa menghabiskan sumber-sumber dunia tanpa mempedulikan dampaknya. Karena dunia sudah berubah dan kita harus berubah dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil kita mempertimbangkan jalan yang terbentang di depan kita, kita mengingat dengan rasa terima kasih orang-orang Amerika yang gagah berani, yang pada saat ini, berpatroli di gurun dan gunung yang sangat jauh. Ada sesuatu yang hendak mereka katakan pada kita hari ini, seperti yang dibisikkan sepanjang masa oleh para pahlawan kita yang kini dimakamkan di Arlington. Kita menghormati mereka bukan hanya karena mereka menjaga kebebasan kita tetapi karena mereka menunjukkan arti pengorbanan, kesediaan untuk mencari arti yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Dan pada saat ini, saat yang akan tercatat dalam sejarah generasi—semangat inilah yang harus ada pada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak apapun yang bisa dan harus dilakukan pemerintah, pada akhirnya kepercayaan dan tekad rakyat Amerika-lah yang diandalkan negara ini. Misalnya kebaikan hati untuk menampung orang yang kena musibah walaupun tidak kita kenal, atau pekerja yang tanpa pamrih rela mengurangi jam kerja mereka daripada melihat seorang teman di-PHK, yang membuat kita keluar dari kegelapan. Adalah keberanian para pemadam kebakaran untuk menerobos masuk ke rumah yang penuh asap, dan juga kesediaan orang tua untuk membesarkan anak, yang kelak akan menentukan nasib kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan kita mungkin baru. Alat-alat yang kita gunakan untuk mengatasinya mungkin baru. Tetapi pada nilai-nilai itulah keberhasilan kita bergantung—yaitu kerja keras dan kejujuran, ketabahan dan berlaku secara adil, toleransi dan rasa ingin tahu, kesetiaan dan patriotisme—semua itu sudah lama ada. Semua itu memang benar. Semua itu telah menjadi kekuatan kemajuan sepanjang sejarah. Jadi yang dituntut sekarang adalah kembalinya kepada nilai-nilai ini. Apa yang diperlukan dari kita sekarang ini adalah era pertanggungjawaban yang baru—suatu pengakuan, dari tiap orang Amerika, bahwa kita mempunyai kewajiban bagi diri kita sendiri, bagi negara kita dan bagi dunia, kewajiban yang kita lakukan dengan senang hati, bukan dengan bersungut-sungut, karena kita tahu tidak ada yang lebih memuaskan bagi jiwa kita, yang merupakan definisi karakter kita, daripada memberikan segalanya untuk menyelesaikan tugas yang sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pengorbanan dan janji kewarganegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang menjadi sumber keyakinan kita—pengetahuan bahwa Tuhan meminta kita untuk memperbaiki keadaan yang tidak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah arti kebebasan dan kepercayaan kita—mengapa laki-laki dan perempuan dan anak-anak dari tiap ras dan tiap keyakinan bisa ikut dalam perayaan di lapangan yang indah ini, dan mengapa seorang lelaki yang ayahnya lebih 60 tahun lalu mungkin tidak dilayani di restoran, sekarang bisa berdiri di depan anda untuk diambil sumpahnya sebagai presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi marilah kita hari ini mengenang siapa kita dan sejauh mana jalan yang kita tempuh. Pada tahun kelahiran Amerika, pada bulan yang terdingin, sekelompok patriot berkumpul di depan api unggun yang mulai padam di bantaran sungai yang beku. Ibukota telah ditinggalkan, musuh terus maju, salju tampak berlumuran darah. Pada saat itu, ketika nasib revolusi kita sangat diragukan, bapak bangsa kita memerintahkan supaya kalimat berikut dibacakan kepada semua rakyat Amerika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beritahukanlah pada dunia masa depan, bahwa di tengah musim dingin, saat apapun tiada kecuali harapan dan kebajikan—bahwa kota dan negara, waspada akan bahaya bersama, akhirnya bersatu untuk menghadapinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika; Dalam menghadapi musuh bersama, dalam masa sulit kita ini, mari kita ingat kata-kata emas itu. Dengan harapan dan kebajikan, mari kita hadapi bersama sekali lagi sungai beku ini, dan bertahan dari badai apapun yang akan tiba. Biarkan cucu-cucu kita berkata bahwa kita telah diuji dan kita menolak untuk mengakhiri perjalanan ini, bahwa kita tidak mundur dan mata kita terpaku ke ufuk fajar dan dengan berkat Tuhan, kita meneruskan anugerah kebebasan dan mengantarkannya dengan selamat bagi generasi masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thank you. God bless you. And God bless the United States of America.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Selasa, 20 Januari 2009. Capitol Hill - Washington, D.C.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Omnilogos&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-7210834578339415051?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/7210834578339415051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=7210834578339415051&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7210834578339415051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7210834578339415051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/01/rekan-rekan-sebangsa-dan-setanah-air.html' title='Pidato Obama'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXl9aH2ZlUI/AAAAAAAAAPA/TZ2koSkW7Ng/s72-c/obama2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-7997809349079367080</id><published>2009-01-23T15:01:00.002+08:00</published><updated>2009-01-23T15:09:46.388+08:00</updated><title type='text'>Berebut Blok Natuna D Alpha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXlsm23yIHI/AAAAAAAAAOw/fH8H5Hd5X4w/s1600-h/na.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 498px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXlsm23yIHI/AAAAAAAAAOw/fH8H5Hd5X4w/s400/na.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294382251771043954" border="0" /&gt; foto by inl&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;B&lt;/span&gt;lok Natuna D-Alpha merupakan aset sangat strategis bagi negara. Dengan cadangan gas D Alpha termasuk salah satu cadangan gas terbesar di dunia. Potensi gas mencapai 222 triliun kaki kubik (tcf). Dengan potensi sebesar itu, nilai Natuna diprediksi mencapai sekitar US$ 335,32 miliar atau sekitar Rp 3.350 triliun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Hasil studi salah satu perusahaan perminyakan dan petrokimia terbesar di dunia, ExxonMobil menyebutkan dari 222 triliun kubik itu, 30 persen di antaranya merupakan gas bumi, 70 persen CO2.  Meski mengandung cukup banyak CO2, namun Exxon Mobil menilai kualitas gas di Natuna sangat baik dan cukup berlimpah. Bahkan, jumlah 46 TCF gas itu, masih lebih tinggi ketimbang kandungan gas di Arun Nangroe Aceh Darusallam yang hanya 13 TCF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pemerintah bersikeras, Pertamina yang akan mengelola D Alpha dengan menujuk perusahaan lainnya. Keberhasilan pemerintah mengelola lapangan migas Blok Natuna ini akan menjadi investasi nasional terbesar sepanjang sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natuna D Alpha adalah lapangan migas yang sebelumnya dikelola ExxonMobil sejak 8 Januari 1980.  Exxon kemudian memperoleh perpanjangan kontrak selama 20 tahun pada 1985, sehingga Exxon diperkenankan mengelola blok ini sampai 2005. Namun, selama&lt;br /&gt;kurun itu, Exxon tak kunjung membuat Natuna berproduksi. Exxon bahkan tak mengajukan program pengembangan lapangan seperti diwajibkan kontrak (PSC Section II pasal 2.2 B), sehingga kontrak Exxon di Natuna dinyatakan sudah berakhir terhitung 9 Januari 2005.Selama ini, Exxon menerapkan bagi hasil 100:0 sebelum pajak sehingga pemerintah tidak mendapatkan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exxon sudah 21 tahun beroperasi sebagai operator dan belum melakukan pengembangan signifikan sehingga kontraknya dicabut. &lt;br /&gt;Dalam kontrak lama, selain ExxonMobil yang menguasai 76 persen, Natuna juga dimiliki PT Pertamina (Persero) 24 persen. Namun, porsi bagi hasil kontrak lama sangat timpang karena Exxon mendapat 100 persen, sedang pemerintah nol persen. Untuk mengembangkan Blok Natuna D-Alpha diperlukan investasi sekitar US$ 7 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri ESDM telah mengeluarkan surat No. 514/BP00000/2006-SO tanggal 8 Desember 2006 yang menetapkan kontrak pengelolaan Blok Natuna oleh Exxon telah berakhir. Menteri ESDM juga telah menyatakan kontrak Blok Natuna secara hukum telah selesai&lt;br /&gt;sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM No.040/2006. Pada 25 Januari 2007 Menteri ESDM juga telah menyatakan bahwa lapangan Natuna D-Alpha sudah menjadi wilayah terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir Desember 2008 menteri bahkan menegaskan bahwa Blok Natuna adalah milik nasional, sehingga tinggal diambil oleh pemerintah dan diserahkan kepada Pertamina.&lt;br /&gt;Sampai saat ini belum ada kelanjutan siapa yang akan mengolahnya. Penundaan ini menyebabkan Pertamina tidak dapat merealisasikan target mereka untuk merampungkan proses pemilihan mitra kerja sama pada akhir Desember 2008 hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penundaan ini juga secara otomatis menyebabkan tertundanya produksi Blok Natuna, yang proses pengembangannya dapat memakan waktu lebih dari 4 tahun. Bahkan, sebagaimana diperkirakan pengamat perminyakan Kurtubi, kalaupun tahun depan sudah ada&lt;br /&gt;keputusan yang jelas tentang pengembangan blok ini, baru pada sekitar tahun 2018 Natuna D-Alpha dapat berproduksi secara komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada harapan pengelolaan Natuna D-Alpha oleh Pertamina sehingga bernilai strategis bagi kemajuan BUMN tersebut serta sekaligus dapat memberi sumbangan sangat signifikan bagi keuangan negara. Setidaknya sekarang ada delapan perusaan yang berminat&lt;br /&gt;mengelola blok itu diantaranya PT ExxonMobil, StatOil, ENI, China National Petroleum Corporation (CNPC), Chevron, Total, Shell dan Petronas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartubi mengatakan bila blok ini cepat berproduksi, dengan potensi (cadangan terbukti -red) sebesar 46 TCF itu maka diperkirakan negara bisa memperoleh pendapatan sebesar dua kali dari hasil dari Lapangan Badak di Bontang, Kaltim yang&lt;br /&gt;sekitar 10 miliar dolar AS per tahun. Berarti Blok Natuna bisa hasilkan 20 miliar dolar AS per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah ini bisa bertambah lagi, apabila kandungan CO2 nya juga bisa dimanfaatkan. CO2 dari Natuna D Alpha bisa dipergunakan untuk menggenjot produksi dari Lapangan Minas, Propinsi Riau. CO2 dari Natuna D Alpha juga bisa dipergunakan untuk mengupayakan peningkatan produksi minyak dari Lapangan Minas, Propinsi Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada keuntungan lain jika pengelolaan Blok Natuna D-Alpha oleh perusahaan nasional. Keuntungannya terkait dengan meningkatkan kebutuhan gas di dalam negeri terutama di Pulau Jawa sehingga bila blok tersebut dikelola perusahaan asing sangat kecil&lt;br /&gt;kemungkinan produksi gasnya akan diprioritaskan untuk kebutuhan domestik. Kalau dikelola Pertamina, pasokan dalam negeri akan aman. Dengan kebutuhan gas di dalam negeri yang tinggi saat ini, sayang sekali kalau cadangan yang besar itu tidak segera&lt;br /&gt;dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Bupati Kabupaten Natuna Amirullah menyatakan potensi gas di Blok D Alpha yang berada 200 mil dari Ranai belum disentuh siapapun. Termasuk dari Exxon yang sudah 28 tahun di sana. "Selama ini memang Exxon tak memberikan kontrisbusi apapun untuk daerah. Karena blok itu belum produksi," ujar Amirullah , Kamis (1/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, tidak tahu menahu alasan Exxon belum melakukan ekplorasi gas di sana. Kemungkinan besar, proyek tersebut belum laik diproduksi sebab kandungan gas CO2 tinggi. Sehingga antara biaya produksi dengan harga jual gas tidak seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tak tahu apa yang dikerjaan Exxon di laua sana. Di darat, memang tidak ada aktivitas. Selama ini Exxon baru mengadakan penelitian saja. Dan data mengenai gas di Blok Natuna D Alpha dipegang perusahaan itu," kata Amirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemda Natuna, katanya, tidak ada wewenang dengan blok tersebut. Karena wilayahnya sudah menjadi kewenangan pusat."Walaupun blok tersebut di Natuna, sampai sekarang, kita tidak dilibatkan. Memang ada penyertaan modal melibatkan daerah. "Kalau kita&lt;br /&gt;bisa masuk, maka daerah ini akan kaya. Tetapi kita belum sejauh itulah," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak mempersoalkan siapapun yang ditunjuk pemerintah untuk mengelola Natuna D Alpha,"imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR-RI asal Kepulauan Riau Harry Azhar Azis mengatakan pengelolaan blok migas di sana harus dijadikan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan Natuna, Anambas, dan Kepri pada umumnya. Model pengelolaan selama ini yang memisahkan keterlibatan penduduk setempat harus dihindari. Artinya kesejahteraan  melalui kegiatan ekonomi penduduk setempat harus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diformulasi dengan baik oleh Pertamina dan pemerintah pusat dengan tetap berkoordinasi dengan pemda. Tidak boleh terjadi pengelolaan itu nantinya hanya menguntungkan pengelola. Sementara rakyat setempat tak terlibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan ekonomi lokal harusnya tumbuh sejalan dengan petumbuhan kegiatan pengelolaan gas itu. Pengelolaan dianggap gagal jika kesejahteraan penduduk tak berubah seperti yang terjadi di beberapa daerah penghasil lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, katanya, harus ada skema untuk memberikan 10 persen pengelolaan gas itu ke daerah hal itu sesuai dengan aturan pengelolaan migas. Pemprov dan Natuna atau Anambas harus berkordinasi untuk nilai saham yang harus dimiliki tiap-tiap daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu 10 Tahun Garap Blok D-Alpha Natuna      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, kepada Batam Pos, Vice President &amp;amp; PublicA ffair Exxon Mobil Deva Rahman mengatakan, Blok D Alpha Natuna merupakan wilayah kerja yang menguntungkan. Untuk mengembangkan blok itu memerlukan waktu sembilan sampai 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya tantangan yang dihadapi dalam pengembangan dan penggunaan teknologi untuk mengekplorasi dan mengeksploitasi, membuat harga gas Natuna menjadi mahal. Exxon Mobil mengaku sudah mengucurkan dana setidaknya 400 juta dolar AS selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak Natuna yang hanya berjarak sekitar 1.100 km dari Jakarta dan 200 km dari Singapura, membuatnya sangat strategis untuk memasok kebutuhan gas bagi negara-negara sekitar seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Cina, Jepang, dan Korea. Termasuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pula, untuk memasok gas bagi Pulau Jawa yang membutuhkan gas dalam jumlah besar setelah kebijakan konversi energi dari minyak tanah ke gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, pengelolaan Natuna D-Alpha segera oleh Pertamina jelas sangat bernilai penting, baik bagi pengembangan Pertamina sebagai BUMN di masa mendatang, untuk menyumbang pemasukan bagi keuangan negara, serta untuk menjamin ketersediaan&lt;br /&gt;pasokan gas bagi pasar dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentunya, jika pemerintah menunjuk Pertamina sebagai pengelola Natuna D-Alpha, maka akan memberikan manfaat yang besar untuk bangsa ini," ujar M Rifan, Direktur Operasional BUMD Kepri yang juga berniat ikut serta mengelola D ALpha dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyertakan saham maksimal 10 persen.&lt;br /&gt;Karena menurut dia, dalam mengelola Natuna D-Alpha di masa mendatang, pemerintah juga dituntut untuk melibatkan BUMD dan swasta nasional, bersama dengan Pertamina, sebagai bentuk keberpihakan pemerintah pada pengembangan industri migas nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada aaturannya pemerintah menyertakan modal. Kita sudah persiapkan," ujar Rifan.&lt;br /&gt;Karena itulah, lanjutnya, pengelolaan Natuna D-Alpha segera oleh Pertamina jelas sangat bernilai penting, baik bagi pengembangan Pertamina sebagai BUMN di masa mendatang, untuk menyumbang pemasukan bagi keuangan negara, serta untuk menjamin ketersediaan pasokan gas bagi pasar dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika D Alpha dikelola Exxon, maka hasil untuk negara ini dari gas minim. Banyak dibawa ke negara asal perusahaan itu. Jika Pertamina yang mengelola, kan keuntungannya untuk bangsa dan negara," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak negeri, sangat mendukung penyerahan pengelolaan Blok Natuna ke Pertamina. Hal ini, menurutnya, dapat dijadikan pembuktian kemampuan sumber daya dalam negeri dalam memproduksi minyak bumi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih baik beri kesempatan anak bangsa membuktikan kemampuannya. Jika tidak pernha dikasi kesempatan, Pertamina tidak bisa menujukan kemampuannya seperti Petronas di Malaysia," ujar Rifan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMD Kepri, jelasnya, sudah menyiapkan tenaga ahli dan modal  untuk ikut serta dalam pengelolaan gas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penentuan partner Pertamina untuk mengembangkan blok Natuna D Alpha ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2009.&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Wakil Direktur Permina Iin Arifin Takhyan kepada wartawan dalam acara penutupan INDOGAS 2009, The 4th&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;International Conference &amp;amp; Exhibition, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis(22/1/2009). (robby patria/net)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-7997809349079367080?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/7997809349079367080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=7997809349079367080&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7997809349079367080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7997809349079367080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/01/berebut-blok-natuna-d-alpha.html' title='Berebut Blok Natuna D Alpha'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXlsm23yIHI/AAAAAAAAAOw/fH8H5Hd5X4w/s72-c/na.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-4086757709592925012</id><published>2009-01-21T17:23:00.002+08:00</published><updated>2009-01-21T17:33:26.001+08:00</updated><title type='text'>Banyak Jalan Menuju Senayan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXbquy8e8BI/AAAAAAAAAOo/5LD7ReF-0aA/s1600-h/Harry+Azhar+dan+Hardi1+f+Immanuel.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXbquy8e8BI/AAAAAAAAAOo/5LD7ReF-0aA/s400/Harry+Azhar+dan+Hardi1+f+Immanuel.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293676501690937362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;foto by imanuel batam pos&lt;br /&gt;&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;     &lt;p&gt; &lt;b&gt;Koalisi Ala Harry Azhar dan Hardi Hood&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Banyak jalan ditempuh calon anggota legislatif (caleg) untuk duduk sebagai anggota Dewan di Senayan. Kreativitas dan kredibilitas untuk membangun kepercayaan pemilih amat diperlukan. Salah satunya dengan cara koalisi dan kampanye bersama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Robby Patria, Batam&lt;br /&gt; &lt;script language="JavaScript" type="text/javascript"&gt;  &lt;!--  var prefix = '&amp;#109;a' + 'i&amp;#108;' + '&amp;#116;o';  var path = 'hr' + 'ef' + '=';  var addy82594 = 'r&amp;#101;d&amp;#97;ks&amp;#105;' + '&amp;#64;';  addy82594 = addy82594 + 'b&amp;#97;t&amp;#97;mp&amp;#111;s' + '&amp;#46;' + 'c&amp;#111;' + '&amp;#46;' + '&amp;#105;d';  document.write( '&lt;a&gt;' );  document.write( addy82594 );  document.write( '&lt;\/a&gt;' );  //--&gt;\n &lt;/script&gt;&lt;a href="mailto:redaksi@batampos.co.id"&gt;redaksi@batampos.co.id&lt;/a&gt;&lt;script language="JavaScript" type="text/javascript"&gt;  &lt;!--  document.write( '&lt;span style="\'display:"&gt;' );  //--&gt;  &lt;/script&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;E-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya  &lt;script language="JavaScript" type="text/javascript"&gt;  &lt;!--  document.write( '&lt;/' );  document.write( 'span&gt;' );  //--&gt;  &lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt; Di daerah pemilihan Kepulauan Riau (Kepri), yang sudah menyatakan berkoalisi untuk menuju Senayan yakni caleg DPR-RI no 1 dari Partai Golkar Harry Azhar Azis dengan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Hardi S Hood. Koalisi kedua figur ini dideklarasikan di depan sejumlah wartawan, Selasa (20/1) di Hotel Nagoya Plasa, Batam. Ini koalisi menjanjikan komunikasi, pembagian kerja yang menjamin tersalurnya aspirasi daerah ke pemerintah pusat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Menurut Harry, koalisi awal yang dibentuknya bersama dengan Hardi merupakan langkah nyata untuk meraup suara di Kepri. Harry melihat Hardi memiliki kelebihan bidang budaya dan pendidikan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;“Sebagai tokoh budaya dan pendidikan di Kepri, Hardi memang laik untuk menjadi wakil masyarakat Kepri di jalur independen,” ujar Harry Azhar, dan  menyebutkan Idris Zaini juga pantas kembali lagi ke DPD. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Hardi memandang Harry sebagai anggota Dewan yang perannya sangat penting di DPR. Sebab sebagai anak Kepulauan Riau, Harry dipercayakan menjadi pimpinan di Panitia Anggaran DPR yang memiliki peran penting dalam menentukan anggaran pembangunan di Indonesia, khususnya Kepri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;”Dengan semangat yang sama, berasal dari daerah yang sama, tujuan memiliki tujuan yang sama untuk membangun Kepri, maka kita berdua sepakat melakukan koalisi guna memperjuangkan aspirasi masyarakat Kepri di Pusat,” imbuh Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut menurut Harry, secara global, siapa saja boleh jadi caleg. Tetapi, mereka harus memiliki kemampuan untuk membawa aspirasi masyarakat di Kepri untuk diperjuangkan di Pusat.&lt;br /&gt;Demokrasi ke depannya, jelas Harry, orang lokal memang memiliki peran penting. Anak daerah, suku, peran dan jasa akan menggantarkan mereka ke Dewan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Seperti di Amerika, dengan membayar pajak selama tiga tahun, sudah bisa menjadi warga daerah setempat.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan sikap Partai Golkar dengan adanya koalisi ini? “Sampai saat ini tak ada larangan dari partai.” Itu sebabnya langkah koalisinya bersama Hardy bisa disebut sebuah ijtihad atau improvisasi politik yang sah dan menarik.&lt;br /&gt;“Kita harapkan partai tidak ikut dalam masalah ini. Dan di Golkar juga belum ada aturan melarangnya,” kata penyandang doktor bidang ekonomi dari Amerika Serikat itu. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, imbuh Harry, koalisi dirinya dengan Hardi merupakan koalisi yang saling melengkapi. Hardi handal di kebudayaan dan pendidikan. Sedangkan Harry seorang ekonom satu -satunya doktor ekonomi lulusan AS yang dimiliki Partai Golkar.&lt;br /&gt;“Koalisi ini saling melengkapi,” sebut Harry. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Hardi juga mengakui hal yang sama. Sebelum maju dari jalur independen? Hardi tercatat sebagai pengurus Partai Amanat Nasional (PAN). “Partai saya tidak mempersoalkan dengan koalisi,” tutur Hardi yang sempat mencalonkan diri jadi Bupati Kabupaten Bintan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya ada isu keinginan kelompok di Kepulauan Riau bahwa anggota DPD asal Kepri sudah disusun dengan menjagokan empat nama dengan penuh keyakinan Hardi Hood menjawab tak mempermasalahkan rencana tersebut.&lt;br /&gt;“Saya yakin dengan rencana Tuhan. Sekarang kita berjuang dulu. Mudah-mudahan peringkat saya masuk dalam empat wakil Kepri,” ujar Hardi, pemilik nomor urut 13 daftar calon DPD. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Jika benar skema yang disusun kelompok tersebut, lanjut Hardi, semakin memompa semangatnya untuk berjuang agar bisa sampai ke Senayan. *** &lt;/p&gt; &lt;!-- JOM COMMENT START --&gt; &lt;!-- Sharing toolbar --&gt; &lt;div style="position: relative;"&gt;      &lt;div class="commentBlogView commentTools" id="commentTools"&gt;     &lt;div class="jctools jcfav"&gt;     &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-4086757709592925012?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/4086757709592925012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=4086757709592925012&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4086757709592925012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4086757709592925012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/01/banyak-jalan-menuju-senayan.html' title='Banyak Jalan Menuju Senayan'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXbquy8e8BI/AAAAAAAAAOo/5LD7ReF-0aA/s72-c/Harry+Azhar+dan+Hardi1+f+Immanuel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-3791193497392583536</id><published>2009-01-16T16:08:00.002+08:00</published><updated>2009-01-16T16:20:23.788+08:00</updated><title type='text'>Beberapa Cara Mendekatkan Diri kepada Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXBDMeRUnAI/AAAAAAAAAOg/YpwASfO3H9o/s1600-h/awan-allah2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXBDMeRUnAI/AAAAAAAAAOg/YpwASfO3H9o/s400/awan-allah2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291803443723541506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;  1. Sholat wajib tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Dengan sholat, berdo'a dan dzikir kepada Allah, Inya Allah hati menjadi tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;2. Sholat tahajud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Dengan sholat tahajud Insya Allah cenderung mendapatkan perasaan tenang. Hal ini dimungkinkan karena di tengah kesunyian malam didapatkan kondisi keheningan dan ketenangan suasana,yang tentu saja semua itu hanya dapat terjadi atas izin-Nya. Pada malam hari, diri ini tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun urusan-urusan duniawi lainnya sehingga dapat lebih khusyu saat menghadap kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;3. Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Dan dapat secepat kilat menjemput.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;4. Membayangkan tidur di dalam kubur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Membayangkan tidur dalam kuburan yang sempit , gelap dan sunyi saat kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat menemani kita di alam kubur nanti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;5. Membayangkan kedahsyatan siksa neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan tidak mengikuti perintah-Nya. Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu.Ya Allah bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu dijalan-Mu.……&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;6. Membayangkan surga-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Kesenangan duniawi hanya bersifat sementara, sangat singkat dibanding dengan kenikmatan di akhirat yang tidak dibatasi waktu.Semoga kita dapat selalu mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan Insya Allah diizinkan untuk meraih Surga-Nya. Amin….. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;7a. Mengikuti tausyiah atau mengikuti pengajian secara rutin seminggu satu kali (minimal), dua kali atau lebih. Insya Allah... dengan mendengar tausyiah atau mengikuti pengajian, akan meningkatkan keimanan karena selalu diingatkan kembali utk selalu dekat kpd Allah SWT. Perlu dicatat, dikarenakan iman bisa turun atau naik, maka harus dijaga agar iman tetap stabil pada keadaan tinggi/ kuat dengan mengikuti tausyiah, pengajian dsb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;7b. Bergaul dengan orang-orang sholeh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa tingkat keimanan kita bisa turun atau naik, untuk itu perlu dijaga agar tingkat keimanan kita tetap tinggi. Berada pada lingkungan kondusif dimana orang-orangnya dekat dengan Allah SWT, Insya Allah juga akan membawa kita untuk makin dekat kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;8. Membaca Al Qur'an dan maknanya (arti dari setiap ayat yang dibaca)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Insya Allah dengan membaca Al Qur'an dan maknanya, akan menjadikan kita makin dekat dengan-Nya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;9. Menambah pengetahuan keislaman dengan berbagai cara, antara lain dengan : membaca buku, membaca di internet (tentang pengetahuan Islam, artikel Islam, tausyiah dsb), melihat video Islami yang dapat meningkatkan keimanan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;10. Merasakan kebesaran Allah SWT, atas semua ciptaan-Nya seperti Alam Semesta (jagad raya yang tidak berbatas) beserta semua isinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;11. Merenung atas semua kejadian alam yang terjadi di sekeliling kita (tsunami, gunung meletus, gempa dsb). Dimana semua itu mungkin berupa ujian keimanan, peringatan, atau teguran bagi kita agar kita selalu ingat kepada-Nya/ mengikuti perintah-Nya. Bukan makin tersesat ke perbuatan maksiat atau perbuatan lain yang dilarang oleh-Nya. Ya Allah kami mohon bimbingan-Mu agar kami dapat selalu introspeksi atas semua kesalahan yang kami perbuat, meninggalkan larangan-Mu dan kembali ke jalan-Mu ya Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;12. Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya.Saat ini kita masih bisa bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai keluarga, masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini,masih mempunyai panca indera mata, hidung, telinga dan...masih bisa bernafas (masih diberi kesempatan hidup). Masih pantaskah kita tidak bersyukur dan tidak berterimakasih pada-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-3791193497392583536?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/3791193497392583536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=3791193497392583536&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/3791193497392583536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/3791193497392583536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/01/beberapa-cara-mendekatkan-diri-kepada.html' title='Beberapa Cara Mendekatkan Diri kepada Allah'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SXBDMeRUnAI/AAAAAAAAAOg/YpwASfO3H9o/s72-c/awan-allah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-3396361822395906901</id><published>2009-01-15T20:46:00.003+08:00</published><updated>2009-01-15T20:54:05.255+08:00</updated><title type='text'>Tambelan Terkurung Ombak</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SW8xd7U9smI/AAAAAAAAAOY/UYuDVPj-N4o/s1600-h/Tambelan+Island.+by+robby.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291502477395210850" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 227px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SW8xd7U9smI/AAAAAAAAAOY/UYuDVPj-N4o/s400/Tambelan+Island.+by+robby.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; foto by robby patria&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Hembusan angin kencang yang tidak biasa itu membuat 15 rumah di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan rusak. Bahkan, pasokan sembako ke kecamatan juga tersendat akibat tidak ada kapal yang berani belayar menuju kecamatan dengan 54 gugusan pulau yang berada di Laut China Selatan itu.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah sepekan ini, angin kencang melanda Tambelan. Akibatnya 500 nelayan di Tambelan tidak melaut. Kecamatan paling jauh dimiliki Kabupaten Bintan ini bisa ditempuh dari Pulau Bintan selama 20 jam perjalanan laut. "Mudah-mudahan persedian beras di Tambelan masih mencukupi untuk kebutuhan 5.000 jiwa. Nelayan di&lt;br /&gt;sini mengatakan angin mulai normal 27 Januari," kata Faturahman, Camat Tambelan, ketika dihubungi Kamis (15/1/2009). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di Tambelan tidak ada Badan Meteorologi dan Geofisika untuk melihat kondisi angin.&lt;br /&gt;Nelayan di sana membaca perkiraan cuaca dengan menggunakan ramalan saja. Ramalan situ cukup manjur untuk mengetahui keadaan laut apakah sedang bersahabat atau tidak. Mereka juga melihat bintang dan awan untuk memastikan keadaan angin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisi angin sudah tak bersahabat, satu kecamatan pun tidak berani untuk ke laut. Apalagi syahbandar di Tambelan melarang nelayan Tambelan untuk melaut. Yang jadi masalah saat ini ada sekitar 21 kepala keluarga di Pulau Pejantan, sekitar enam jam dari Tambelan mulai kekurangan sembako karena sudah menipis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Faturahman mendapatkan laporan tersebut dari anggota TNI yang baru pulang dari Pulau Pejantan. "Hampir saja, kapal yang ditumpangi petugas Babinsa terbalik. Untung mereka selamat. Ombak besar sekali. Kita juga sulit untuk ke sana," ujarnya. Ke Pejantan bukan pekerjaan gampang. Jika nyali kecil jangan ke sana saat kondisi cuaca seperti&lt;br /&gt;sekarang. Tinggi gelombang mencapai 6 meter. Kalau kapal kecil- jangan cosba-coba untuk berlayar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ganasnya glombang di laut membuat Tambelan terkurung. Jalur transportasi ke Tambelan dari&lt;br /&gt;Tanjungpinang ke Tambelan terputus. Kalau Gaja ditutup Israil, di Tambelan diisolasi oleh gelombang. Kapal-kapal barang yang biasanya membawa kebutuhan sembako tidak mau mengambil resiko. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kapal dari Tanjungpinang itu tidak mau berlayar. Dari Kalimantan juga demikian. Dalam keadaan normal, kapal ke Tambelan dua minggu sekali. Hanya transportasi laut yang ada di sana.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saat ini ada 16 kapal nelayan asal dari Kalimantan berlindung di Tambelan karena tidak mampu bertahan di laut. "Mereka berhenti sementara di Tambelan," imbuh Faturahman.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengakuan Faturahman, ada kapal pengusaha asal Kijang, Kabupaten Bintan yang berhasil sampai di Tambelan Rabu (14/). Tetapi, kapal ikan yang biasanya membawa kebutuhan sembako itu tidak membawa barang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kapal kayu tersebut nyaris tenggelam. Agar kapal tidak tenggelam, barang bawaaan dari Kijang termasuk sembako terpaksa dibuang ke laut.&lt;br /&gt;"Sebenarnya ada dua kapal yang berangkat dari Kijang. Satu kapal terpaksa kembali lagi ke Kijang karena tidak mampu menerjang ombak. Satu kapal selamat sampai ke Tambelan. Tetapi membuang barang di kapal," kata Faturahman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dikatakan, saat ini masyarakat Tambelan tidak bisa mengkonsumsi sayur-sayuran. Karena tidak ada yang jual sayur. Sedangkan ikan, juga mulai kesulitan dicari. Warga mengkonsumsi ikan asin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan menurut Linda, salah satu warga Tambelan, banyak warga yang mulai khawatir beras yang dijual di toko pedagang habis. "Beras yang ada saat ini untuk kebutuhan satu minggu. Kalau habis, kita belum tahun makan apa. Mudah-mudahan kapal cepat masuk," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Linda mengatakan, warga sampai berebut membeli beras karena sudah langka.&lt;br /&gt;Syahbandar Tambelan Fatahurahman mengatakan kondisi cuaca yang buruk membuat kapal dari Kalimantan dan Tanjungpinang untuk sementara itu dilarang berangkat. (robby patria)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-3396361822395906901?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/3396361822395906901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=3396361822395906901&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/3396361822395906901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/3396361822395906901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/01/tambelan-terkurung-ombak.html' title='Tambelan Terkurung Ombak'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SW8xd7U9smI/AAAAAAAAAOY/UYuDVPj-N4o/s72-c/Tambelan+Island.+by+robby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-8900569563355141122</id><published>2009-01-13T20:30:00.003+08:00</published><updated>2009-01-22T17:26:19.087+08:00</updated><title type='text'>Mau Laptop, Malah Kulkas dan Mesin Cuci</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SWyKN0Cj9VI/AAAAAAAAAOQ/4O6pdA57X0A/s1600-h/m.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 329px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SWyKN0Cj9VI/AAAAAAAAAOQ/4O6pdA57X0A/s400/m.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290755632165811538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pembelian tidak diduga-duga sepertinya memang menjadi kebiasaan buruk. Harusnya ditetapkan dulu dari rumah untuk membeli produk apa. Tak heran lagi, dengan kebiasanya konsumen seperti itu, pihak mal sering kali merubah tata letak barang yang dijual di toko.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya untuk menarik minat kaum ibu rumah tangga yang biasanya mendominasi keputusan akhir untuk membeli barang atau tidak. Bukan berarti kepala rumah tangga kurang berperan dalam keputusan akhir, tapi itulah kenyataannya. Ibu rumah tangga memiliki peran penting untuk melakukan pembelian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tak biasanya saya lakukan adalah membeli barang yang bukan tujuan utama dibeli dari rumah. Pertamanya saya hendak membeli laptop, biar bisa meringkan beban istri. Karena dia selalu mengetik melalui ponsel communicator 9500 untuk membuat tugas. Alangkah baiknya, dibelikan laptop, Apalagi ada kredit sebulan Rp400 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, keinginan satu lagi memiliki kamera biar bisa memoto. Ya, hitung-hitung biar foto untuk dipajang di rumah. Siapa tahu, tikus bisa takut kalau melihat foto yang dikasi bingkai he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, sekitar pukul 10.00 saya ke luar rumah langsung menunju toko elektronik di Tanjungpinang. Sampai di sana, kamera yang dicari tidak terlihat. Yang ada kamera poket biasanya. Padahal, yang dicari Nikon D40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alternatif pertama tak ditemukan, akhirnya, pilihan dijatuhkan ke kumputer jinjing merek Acer. Setelah dihitung-hitung, ternyata besar juga dana yang harus disiapkan untuk kredit pertama. Sekitar Rp1.400.000. Termasuk uang muka dan angsuran pertama Rp500 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kantong tak cukup, akhirnya kami meninggalkan toko tersebut. Padahal perusahaan kredit sudah menyetujui untuk melakukan transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalan, kami berhenti di toko elektronik di Sukabernang. Di sana, akhirnya saya melihat mesin cuci dan kulkas. Apalagi teringat, mesin cuci di rumah sedang rusak, kulkas juga rusak. Harga dua barang itu pun tergolong murah kalau kredit. Per bulan, membayar Rp300 ribu. Tanpa pikir panjang lagi, akhirnya transaksi jual beli pun disetujui oleh perusahaan kredit yang membuat saya harus berhutang selama 1,5 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah, mesin cuci langsung dites. Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan. Mesin cuci merek Sharp itu bisa membersihkan lima kilogram pakaian untuk sekali putaran mesinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lebih dari lima kilogram, bisa rusak. Mesin cuci sebelumnya merek Akari rusak akibat kelebihan muatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dia tak lagi mencuci dengan tangannya yang halus  Tentunya telapak tangannya yang terkadang sedikit kasar akibat mencuci dengan tangan akan kembali lembut.  Kulit tangan yang halus itulah terus  lembut guna membelai buah hati kami nantinya.  Lagipula, tenaganyapun bisa dihemat untuk menjaga Robby juniur, insaya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai laptop dan kamera, ya nantilah. Menunggu saat yang tepat jika ada rezeki dari Yang Maha Kuasa. Suatu saat mimpi itu akan ku kejar. (robby patria)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-8900569563355141122?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/8900569563355141122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=8900569563355141122&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/8900569563355141122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/8900569563355141122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/01/mau-laptop-malah-kulkas-dan-mesin-cuci.html' title='Mau Laptop, Malah Kulkas dan Mesin Cuci'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SWyKN0Cj9VI/AAAAAAAAAOQ/4O6pdA57X0A/s72-c/m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-7365687002939022222</id><published>2009-01-13T19:32:00.005+08:00</published><updated>2009-01-13T20:00:33.803+08:00</updated><title type='text'>FTZ Belum Tentu Menggairahkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SWx977_2jDI/AAAAAAAAAOI/5z59Buskcrw/s1600-h/1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SWx977_2jDI/AAAAAAAAAOI/5z59Buskcrw/s400/1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5290742130924751922" border="0" /&gt;                                                                      foto by robby patria&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Krisis Global Menyentuh  Kepri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;K&lt;/span&gt;risis ekonomi global yang melanda dunia diperkirakan makin parah dirasakan dunia usaha di 2009. Mampukah status Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang sudah jadi kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (FTZ) menggairahkan roda perekonomian di daerah yang berbatasan dengan Singapura ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldo, (29) warga Batuampar,  sudah lama menahan membeli mobil  karena menunggu harga mobil murah dari harga saat ini. Informasi yang dia peroleh, dengan status Batam jadi kawasan free trade zone (FTZ) maka mobil akan murah seperti era 90-an harga sebuah mobil sedan hanya Rp30 juta. Tetapi setelah menunggu satu tahun sejak UU 44 tentang FTZ disahkan tahun 2007, kawasan FTZ di BBK belum juga berjalan dengan optimal.  Memasuki 2009, salah satu masalah yang dianggap menghambat FTZ yakni  Peraturan Pemerintah No 63 tentang penerapan PPN dan PPnBM di Batam belum juga tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya juga tidak tahu kapan ya, harga barang elektronik, mobil, makanan, dan barang konsumsi lainnya murah di Batam. Mudah-mudahan status FTZ ini bisa membuat barang-barang di Batam murah," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari pada harus menunggu lama, saya sudah membeli kamera Nikon D80 dengan cara kredit. Sebelumnya saya ingin menunggu PP 63 dicabut, biar murah. Tapi sampai sekarang belum juga dicabut," ujar Aldo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak harapan warga Batam seperti Aldo yang menginginkan barang elektronik dijual dengan harga miring di Batam karena tidak dikenakan biaya masuk dan pajak lainnya. Tetapi lebih dari satu tahun sejak UU FTZ disahkan DPR-RI Oktober 2007, status FTZ yang disandang BBK tidak banyak memberikan pengaruh. Apalagi, saat ini krisis global melanda dunia termasuk di Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala Bank Indonesia Batam Irwan Lubis, dengan kondisi krisis, lembaga perbankan akan lebih ketat memberikan pembiayaan. Termasuk dari perbankan dunia yang mendanai investasi dalam jumlah yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas perekonomian Kepri akan mendapatkan tekanan dari melambatnya aktivitas perekonomian global, terlebih sejak terjadinya resesi keuangan di Amerika Serikat yang berdampak pada operasional rutin perusahaan, kesulitan likuiditas yang dialami sejumlah negara.  Efeknya, perluasan bisnis yang semula direncanakan akan terhambat. Dengan demikian arus investasi yang masuk ke BBK diperkirakan akan stagnan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irwan mengatakan, kondisi ekonomi global yang memasuki masa sulit akan mempengaruhi perekonomian  Kepri terutama Batam. Apalagi 70 persen ekspor Batam ke Singapura. Padahal negara itu sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang rendah sekitar 1,5 persen di tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan perekonomian Singapura perlu dicermati karena mempengaruhi pertumbuhan sektor industri pengolahan  di Batam dan Bintan dan Karimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau Johanes Kennedy mengakui tahun ini adalah tahun sulit untuk dunia usaha. 2009 Tahun Berat untuk Perekonomian Kepri. Tahun ini menjadi tahun yang penuh tantangan untuk dunia usaha. Terutama kwartal pertama, karena akan terjadi pemutusan hubungan kerja, pengurangan perluasan dunia usaha, dan menurunnya order produksi. Krisis masih berlanjut hingga kwartal kedua 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada dasarnya kita tidak mengharapkan terjadinya PHK. Tetapi, karena kondisinya memang sulit, tidak mungkin perusahaan akan mempertahankan pekerja. Pengurangan karyawan menjadi salah satu alternatif agar perusahaan bisa bertahan. Dalam kondisi sulit ini, peran pemerintah sangat penting untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi," kata Kennedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan Kennedy, Kadin mengharapkan pemerintah segera merealisasikan proyek-proyek dari APBD dan APBN dengan cepat. Kemudian, pemerintah diharapkan mengurangi beban ekonomi biaya tinggi yang selama ini masih dirasakan dunia usaha. Dengan cepat berjalannya proyek pemerintah bisa menampung tenaga kerja yang di PHK dari sektor industri. Sehingga pengangguran tak bertambah. Proyek APBD dan APBN menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan menyerap banyak tenaga kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi krisis saat ini apakah FTZ masih bisa memberikan penawar melawan krisis? Ya,  kalau FTZ dijalankan dengan maksimal masih memiliki daya tarik. Tahun ini akan ada empat usaha perhotelan yang melakukan investasi di Kepri yakni di Bintan, Batam dan Karimun. Tenaga kerja yang diserap sekitar 5.000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang penting investasi yang sudah ada di BBK saat ini dijaga dulu. Jangan sampai perusahaan direlokasi ke tempat lain," ujar Kennedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Kadin Kota Batam Nada Soraya mengakui FTZ memberikan banyak keunggulan untuk BBK. Tetapi sampai saat ini PP63 saja belum dicabut. "Status kita ini tak jelas. Diibaratkan anak gadis yang dinikahi, tapi tak dikasi nafkah," ujarnya. Nada berharap pemerintah cepat menyelesaikan masalah PP63, sehingga Batam memiliki kepastian hukum di mata investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tidak malu lagi mengatakan kepada investor jika Batam sudah FTZ,  kalau PP63 sudah dicabut. Sekarangkan aneh, kawasan FTZ, tapi masih belum bebas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Baru FTZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah baru yang dihadapi FTZ di BBK ini yakni mengenai belum tuntasnya PP63, kemudian Batam berkenaan dengan lima komoditas barang seperti garmen, elektronik, alas kaki, dan makanan yang tidak diperkenankan impor langsung melalui Batam. Dan yang paling baru dikenakan fiskal bagi warga Kepri yang tidak memiliki nomor pokok wajib pajak untuk ke luar negeri. Sebelumnya peraturan ini tidak ada di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya untuk kawasan FTZ larangan impor dari Batam itu tidak ada masalah. Tetapi karena Dewan Kawasan belum mengatur masalah teknis seperti kuota yang bisa diimpor, Bea dan Cukai tetap memberlakukan larangan tersebut sebelum ada aturan teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita lagi menyusun aturan itu. Untuk kawasan FTZ tidak berlaku larangan impor," ujar Jon Arizal ketiga dimintai keterangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, jika DK masih lamban menyiapkan aturan teknis mengenai kuota barang yang boleh masuk ke BBK, maka barang tidak bisa secara langsung diimpor dari Batam maupun dar Karimun dan Bintan. Barang tersebut harus didatangkan dari Dumai, Medan sebagai daerah terdekat dari Kepri. Biaya tranportasi akan membengkak dan harga barangpun tambah mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya kira hambatan lokal seperti itu harus segara diselesaikan oleh DK dan Badan Pengusaaan Kawasan yang sudah dibentuk. Karena jika tidak cepat, kita akan kehilangan momentum," ujar Abdullah Gosse, Wakil Ketua bidang Investasi Kadin Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat Ekonomi dari Habibie Centre Umar Jouro menyatakan, jika wilayah BBK lambat mempersiapan segala sesuatu pelaksanaan FTZ, maka kawasan ini akan kalah saing dengan kawasan industri yang sedang berkembang saat ini seperti di Iskandar Development di Malaysia, Vietnam, maupun di China yang sudah maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk itu, lembaga DK yang diberikan wewenang penuh untuk menjalankan FTZ ini cepat betindak. Pesaing Batam itu lebih siap dari segi infrastruktur," ujarnya mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai masalah PP63,  lanjutnya, adalah bagian kecil dari pendukung FTZ. Karena hubungan PP 63 itu terlalu kecil untuk mendukung sektor industri. Selama ini bahan pendukung industri sudah bebas masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dicabutnya PP 63 hanya untuk menggerakkan sektor perekonomian di Batam. Saya kira DK dan jajarannya harus cepat berbenah untuk menyukseskan FTZ," ujar Umar belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wapres Jusuf Kalla menyebutkan dua pekan lagi P 63 itu dicabut. Jika sudah dicabut, apakah investasi akan masuk? Belum tentu, karena dalam kondisi krisis, sulit mencari perusahaan yang ekspansi. Di Batam dan Bintan saja PMA mulai melakukan PHK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang FTZ di BBK dilaksanakan selama 70 tahun sejak ditetapkan mulai 2007. Artinya masih ada waktu yang panjang untuk menjadikan kawasan BBK menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia bagian barat. Artinya walaupun Ismeth tak lagi menjabat sebagai ketua DK, status FTZ BBK masih menjadi daya tarik untuk investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi alangkah lebih baik, dengan kondisi saat ini, BBK cepat mencuri peluang sebelum muncul kawasan ekonomi khusus di daerah lainnya di Indonesia yang saat ini sudah dibahas di DPR.  Kalaulah banyak kawasan khusus di Indonesia, maka BBK bukan hanya bersaing dengan Malaysia dan Vietnam, tetapi juga dari kawasan baru lainnya di Indonesia. Untuk itu, FTZ yang diharapkan menjadi penyelamat dari krisis global diharapkan dijalankan dengan baik. Sehingga daerah ini menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja. Dengan FTZ  menarik investasi asing sebanyak-banyaknya seperti yang dicita-citakan. (robby patria)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-7365687002939022222?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/7365687002939022222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=7365687002939022222&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7365687002939022222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7365687002939022222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/01/ftz-belum-tentu-menggairahkan.html' title='FTZ Belum Tentu Menggairahkan'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SWx977_2jDI/AAAAAAAAAOI/5z59Buskcrw/s72-c/1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-4698805857533597453</id><published>2009-01-08T20:47:00.003+08:00</published><updated>2009-01-08T20:57:18.787+08:00</updated><title type='text'>Jalan masih panjang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SWX4F7D7fAI/AAAAAAAAAOA/lsY4Lsm0szQ/s1600-h/12.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288906118053723138" style="WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SWX4F7D7fAI/AAAAAAAAAOA/lsY4Lsm0szQ/s320/12.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;W&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;aktu terus berjalan tanpa harus memandang kiri, kanan, depan dan belakang. Tidak terasa jalan panjang sudah dilewati dengan pelbagai kejadian. Makin bertambah umur, makin berkurang nyawa di dunia. Makin berkurang merasakan belaian istri tercinta, karena harus didiskon seiring bertambah usia&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang terus silih berganti memberikan sejuta harapan untuk mencapai kehidupan yang sempurna. Setidaknya sebagai muslim yang baik, sebagai suami yang menafkahi istri, sebagai anak yang membahagiakan orangtua, sebagai ayah dari anak-anaku nanti, sebagai teman dari umat manusia di muka bumi ini, sebagai tetangga akan lingkungan di sekitar, dan sebagai mahluk sosial yang perlu pengharagaan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Banyak pekerjaan yang sudah dilalui di 2008 dengan penuh makna. Ada prestasi, ada kesalahan, dan ada peluang untuk menjadi terbaik.&lt;br /&gt;Hidup sungguh tidak berarti bagi badan yang akan renta 45 tahun yang akan datang. Kapan kematian menjemput, harus dipersiapkan setiap saat. Apakah sudah cukup bekal di kampung akherat? Ada keinginan yang masih belum tercapai? Ada hasrat yang masih terpendam. Ada tujuan yang belum sampai ke sumbernya. Semuanya harus dilalui dengan senang hati. Tanpa ada beban sedikit pun. Jalan itu masih panjang yang harus dilalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, 10 Januari, umurku bertambah satu tahun menjadi 26 hidup di dunia. Semoga jalan NYA selalu ada untuk ku. Amin.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-4698805857533597453?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/4698805857533597453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=4698805857533597453&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4698805857533597453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/4698805857533597453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2009/01/jalan-masih-panjang.html' title='Jalan masih panjang'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SWX4F7D7fAI/AAAAAAAAAOA/lsY4Lsm0szQ/s72-c/12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-431275687846790429</id><published>2008-12-31T01:11:00.003+08:00</published><updated>2008-12-31T01:24:48.318+08:00</updated><title type='text'>Melayukah Aku, sampai Bahasa PBB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpZVRPzQUI/AAAAAAAAAMo/x3BZlYtXCmM/s1600-h/A.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpZVRPzQUI/AAAAAAAAAMo/x3BZlYtXCmM/s320/A.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285635334614499650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpYxniDr3I/AAAAAAAAAMc/bGyOlCFJkBc/s1600-h/Tanjungpinang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 269px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpYxniDr3I/AAAAAAAAAMc/bGyOlCFJkBc/s320/Tanjungpinang.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285634722121363314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menjelang 225 Tahun Kota Tanjungpinang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Kata pena akulah raja ini dunia&lt;br /&gt;Siapa yang mengambil aku dengan tangannya&lt;br /&gt;Akan kusampaikan kerjanya"&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan indah dari Persia yang pernah yang dikutip sastrawan besar asal Tanjungpinang Raja Ali Haji dalam mukadimah Bustan al Katibin menghentakkan Indonesia dengan karyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Tanjungpinang bukanlah nama yang asing. Kota ini hampir berumur 225 tahun. Kota yang syarat akan sejarah, budaya dan adat istiadat Melayu. Siapapun pernah mendengar Pulau Penyengat. Pulau ini tidak terlalu besar, hanya 3,5 kilometer per segi akan tetapi di Pulau ini terdapat banyak peninggalan berupa potensi cagar budaya dengan wujud bangunan-bangunan arsitektural, makam, dan situs peninggalan sejarah kejayaan Melayu Riau. Dari Tanjungpinang, hanya 15 menit untuk sampai di Penyengat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Penyengat dulunya dijadikan pusat pertahanan Kerajaan Riau oleh Raja Haji yang Dipertuan Muda Riau IV, termasyhur dengan gelar Raja Haji Syahid Fisabilillah, sekitar tahun 1782-1784. Penyengat juga dijadikan mahar dari Baginda Raja Sultan Mahmud kepada Raja Hamidah atau Engku Puteri, anak Raja Haji Fisabilillah. Di sinilah awal perkembangan kebudayaan Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Penyengat bagian kecil dari Tanjungpinang. Tapi pulau itu juga yang menjadi ikon kota dengan jumlah penduduk yang menembus 150 ribu jiwa ini. Semenjak tahun 1784, kota Gurindam mulai tumbuh sebagai sebuah tempat pemukiman hingga kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis sudah era Raja Haji dan Ali Haji. Bukan berarti masyarakat Melayu kehilangan tokoh. Walau tak sepopuler pendahulunya, tetapi dia memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian budaya Melayu. Dia Srikandi yang mengidolakan Raja Hamidah. Wanita janda ini berhasil mengangkat budaya Tanjungpinang di pentas nasional. Melalui syair dan usahanya memperkanalkan sastra, Melayu bangkit kembali setelah lama terpendam di Bumi Segantang Lada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dialah Suryatati A Manan Wali Kota Tanjungpinang yang peduli dengan budaya. Setiap bulan, di Tanjungpinang selalu ada kegiatan kesenian dan budaya. Ajang baca baca puisi dan pergelaran sastra lainnya tak hilang di Kota Gurindam. Paling berkesan, Tatik nama panggilan akrap Suryatati, mempromosikan bahasa Melayu Tanjungpinang menjadi bahasa Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia berpendapat setiap negara mesti memahami bahasa Melayu dan menjadikannya sebagai bahasa ibu dengan dialek negara masing-masing. Misalnya, di Indonesia, selain Kepulauan Riau, dialek yang digunakan adalah dialek bahasa Indonesia. ”Intinya adalah bahasa Melayu," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berabad lamanya, bahasa Melayu menjadi lingua franca di berbagai belahan dunia, khususnya di Nusantara. Bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan suku bangsa negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melayu penuh kesopanan. Kita harus menjaganya terus ada. Jangan malu menggunakan bahasa Melayu," kata Tatik dalam beberapa kesempatan kepada Batam Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerisauan Tatik mulai menipisnya Melayu diabadikan melalui puisi yang berjudul Melayukah Aku. Tatik melihat, pergaulan anak-anak muda di Tanjungpinang sudah jauh dari budaya Melayu. Dalam sehari-hari, pergaulan anak muda banyak menggunakan bahasa gaul yang diadopsi dari Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal kita memiliki bahasa yang sudah teruji," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup dengan puisi, dia telah mengangkat harkat bahasa dan sastra, bahkan melahirkan karya sastra yang telah banyak dibaca. Atas usahanya melestarikan budaya, sastra, dan kesenian dari tahun 2002-2008, Kongres IX Bahasa Indonesia, Rabu 29 Oktober 2008, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional menganugerahkan penghargaan Pelestari Bahasa dan Sastra Daerah kepada wali kota yang mendapatkan penghargaan MURI, karena mendapatkan suara terbanyak selama pemilihan kepala daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo saat pembukaan Kongres IX Bahasa Indonesia di Jakarta. Sebelumnya, dia sudah menerima penghargaan kebudayaan dari Badan Kerja Sama Kesenian Indonesia (BKKI) Yogyakarta di Ndalem Joyokusuman Keraton Yogyakarta, 25 Oktober 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diberikan penghargaan, Tatik mengatakan bahasa Melayu, telah menyebar ke berbagai negara di dunia, dan menjadi bahasa perjuangan bangsa Indonesia. Bahasa ini berubah nama menjadi bahasa Indonesia sejalan dengan Sumpah Pemuda tahun 1928. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Tatik karena rasa cinta terhadap bahasa dan sastra Melayu. Penghargaan, diharapkan menjadi motivasi bagi warga Tanjungpinang berbuat lebih baik terhadap kebudayaan daerah. Ajakan Tatik tampaknya mulai menuai. Anak-anak muda sekarang tak lagi meninggalkan bahasa daerahnya. Di tiap perlombaan kebudayaan yang digelar, peserta muda banyak sekali. Karya mereka juga punya ciri tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terkadang, saya pun terkejut mendengarnya. Saya tak menyangka mereka bisa mengemas puisi dengan begitu segar," imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita murah senyum itu memang tak sehebat pendahulunya. Tetapi, bukanlah suatu kesalahan  untuk terus mengembangkan karya. Ibu empat anak ini menerbitkan buku Puisi yang bercerita kisah harian, kesaksian di persidangan, tentang PKK, sampai Satpol PP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanjung Pinang adalah negeri kata-kata. Orang Tanjung Pinang pandai berkata-kata. Kemahiran mereka meningkat seiring makin seringnya digelar pelatihan oleh sastrawan. Karya Tatik yang mengangkat budaya tersusun rapi dalam hasil karyanya Melayukah Aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi buku tersebut tentang orang-orang yang sekonyong-konyong mengaku putra daerah begitu akan ada pemilihan anggota dewan atau wali kota. Mungkin, mereka memang pernah tinggal di Tanjung Pinang. Mungkin juga mereka lahir di Tanjung Pinang, namun merantau. Tetapi, banyak yang kehilangan akar budaya Melayunya. Misalnya, nama Muhaibah Siti menjadi Riana, Atan menjadi Antoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin mencintai budaya, maka bawahannya tak kalah. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang pun mengalokasikan dana untuk menjaga budaya Melayu tetap memiliki roh. Guna menjaga kelestarian budaya, setiap sekolah mulai diberlakukan pelajaran arap Melayu sampai dengan kegiatan lainnya masuk dalam muatan lokal lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Pemko menggelar kegiatan seni budaya. Berupa pembacaan dan perlombaan penulisan pantun dan puisi. Sastrawan diajak roadshow ke sekolah. Tak heran, kota ini mulai melahirkan penyair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga Pusat Bahasa mendirikan lembaga sejenis di sini. Lembaga itu nantinya menjadi benteng budaya Melayu terhadap gerusan budaya luar. Kita selalu menjaga jangan sampai Melayu hilang di bumi," kata Wan Kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, pemerintah kota melakukan pemeliharaan dan pemurniannya peninggalan budaya Kerajaan Melayu Riau.  Peninggalan sejarah yang memiliki nama itu seperti yakni Masjid Raya Sultan Riau, Komplek Makam Daeng Marewah, Gedung Mesiu, Benteng Pertahanan Bukit Kursi, Komplek Makam Raja Jakfar, Kawasan Pecinaan Senggarang, Kota Lama, Komplek makam Engku Putri, Komplek Makam Daeng Celak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak situs budaya tersebut, Masjid Raya Sultan Riau terletak di Penyengat lah yang menyita perhatian hingga mancanegara. Masjid dibangun tahun 1832 M oleh Raja Abdurrahman. Masjid ini memiliki panjang 19,8 meter dan lebar 18 meter serta memiliki arsitektur yang khas. Di antaranya empat buah tiang penyangga, juga terdapat empat buah menara di setiap sisinya dan 13 buah kubah, sehingga jika di jumlahkan menara dan kubahnya berjumlah 17. Jumlah ini sesuai dengan jumlah rakaat salat sehari semalam bagi umat Islam. Keunikan lain dari masjid ini digunakannya putih telur sebagai campuran bahan bangunannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisa peninggalan sejarah, tak dipungkiri, kejayaan Melayu Riau abadikan oleh Raja Ali Haji, tokoh sentral yang mengupayakan pembakuan bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan. Tokoh inilah menyusun risalah Buntan al Katibin (1850) dan Kitab Pengetahuan Bahasa (1858). Sebelumnya, ia menggubah Gurindam Dua Belas (1847) yang sampai saat ini masih dikenal, dibaca, dan dipelajari, baik di dalam maupun luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya manfaat dan pesan moral yang terkandung dalam Gurindam 12, membuta Pemko memasang penggalan Gurindam di sudut-sudut kota. Mulai dari pusat keramaian di tepi laut, hingga ke pasar. Di pusat pemerintahan, bacaan Gurindam terpampang. Tujuannya tak lain supaya, budaya gurindam diimplementasikan oleh pegawai pemerintah dalam melayani rakyat. Bagitu juga di pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita ingin memasyarakatkan Gurimdam 12," kata Wan Kamar.&lt;br /&gt;                                                     &lt;br /&gt;Upaya Tatik mengangkat Melayu mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kepri. Wakil Gubernur Kepulauan Riau HM sani mengatakan, meskipun bahasa Indonesia disebutkan berasal dari bahasa Melayu, namun tidak ada penegasan Melayu yang dimaksudkan adalah Melayu Kepri. Karena itu, komponen masyarakat Kepri harus gencar mensosialisasikan bahasa Melayu yang dijadikan bahasa persatuan Indonesia berasal dari bahasa Melayu Kepri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna negara ini memang mengakui bahasa persatuan Indonesia berasal dari Bahasa Melayu. Tetapi Melayu yang mana? Apakah Melayu Riau, atapun Melayu dari daerah lain. Hingga kini belum ada pengakuan secara resmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harus ada pengakuan bahasa persatuan, itu dari Tanjungpinang," tuturnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memperkuat alasan bahasa persatuan itu dari Kepri dengan ditetapkannya Raja Ali Haji jadi pahlawan nasional sejak 5 November 2004. Tokoh ini pun mesti disosialisasikan mendapatkan pengakuan internasional berkat jasanya. Melalui buku karangan Raja Ali Haji, saat ini dijadikan pedoman penyusunan bahasa Indonesia secara nasional. Asalnya dari Kitab Pengetahuan Bahasa, yaitu Kamus Logat melayu-Johor-Pahang-Riau-Lingga penggal yang pertama, dijadikan kamus ekabahasa Nusantara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan pengakuan itu, melalui seminar, mengupas makna kata-kata pada Gurindam 12, dialog interaktif, Napak Nilas Raja Ali Haji, lomba baca Gurindam 12, ziarah ke makam Raja Ali Haji, seminar Tamaddun Melayu, dan puncaknya puncak peringatan 200 tahun Raja Ali Haji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismeth Abdulah, Gubernur Kepulauan Riau juga risau dengan perilaku remaja saat ini yang mulai meninggalkan Melayu. "Kita ingin, remaja senang dengan Melayu. Melayu kental dengan tata krama yang santun," kata Ismeth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerisauan seorang gubernur juga diamini oleh penyair Tanjungpinang Masyumi Dawoed. Bahasa menujukkan bangsa. Melayu itu terkenal dengan kesantunan. Sekarang ini, pesan-pesan kesantunan dalam Gurindam Dua Belas mulai pudar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa adalah tata kehidupan adat dan sopan santun. Konsep inilah yang digalakkan Raja Ali Haji dalam setiap karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahasa memang segalanya," ujar penyair berambut gondrong ini.  robby patria&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-431275687846790429?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/431275687846790429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=431275687846790429&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/431275687846790429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/431275687846790429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/melayukah-aku-sampai-bahasa-pbb.html' title='Melayukah Aku, sampai Bahasa PBB'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpZVRPzQUI/AAAAAAAAAMo/x3BZlYtXCmM/s72-c/A.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-6066208578824931778</id><published>2008-12-31T00:24:00.003+08:00</published><updated>2008-12-31T00:50:49.409+08:00</updated><title type='text'>ST 12 Memukau di Batam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpRNg5IjWI/AAAAAAAAAMU/MJxX8mrZh9g/s1600-h/ST12+f+Wijaya+Satria.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpRNg5IjWI/AAAAAAAAAMU/MJxX8mrZh9g/s320/ST12+f+Wijaya+Satria.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285626405282418018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpMYUIuI1I/AAAAAAAAALk/XHCWwEqCQec/s1600-h/ST12+ff+Wijaya+Satria.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpMYUIuI1I/AAAAAAAAALk/XHCWwEqCQec/s400/ST12+ff+Wijaya+Satria.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285621093278557010" /&gt;&lt;/a&gt;l&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;foto by wijaya satria/batam pos&lt;/p&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Aku sungguh masih sayang padamu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jangan sampai kau meninggalkan aku&lt;br /&gt;Begitu sangat berharga dirimu&lt;br /&gt;bagiku..."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik lagu di atas seakan membius lebih dari 1.000 penonton yang mamadati kawasan wisata Ocarina, saat konser grup band asal Bandung ST12, di Batam, Selasa (30/12) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ST12 tampil apik dalam konser yang ditaja oleh Class Mild, Ocarina, dan Bank Riau. Konser dimulai sekitar pukul 21.00 WIB berlangsung selama satu jam. Band yang dimotori oleh Pepep (drum), Pepenk (gitar),  Charly Van Houtten (vokal), Iman Rush (gitar) tampil maksimal dengan mengusung 12 tembangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Hidup yang merupakan lagu pembuka langsung disambut histeris oleh penonton malam itu. ”Selamat malam Batam. Aku pengin dengar suaranya,” sapa Charly yang menggunakan jaket warna hitam, celana jins hitam dan sepatu hitam. Teriakan itu membuat suasana tambah hidup. Sang vokalis terlihat terus menyapa fansnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemudian, habis tembang Ruang Hidup,  Charly langsung membawakan tembang Jalan Terbaik, lalu Sirna Sudah,  Putri Iklan,  Jangan Pernah Berubah, My Hot,  Saat Terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Charly melantunkan tembang Saat Terakhir, dia mengatakan lagu tersebut merupakan kisah nyata cintanya. "Mudah-mudahan warga Batam tidak seperti saya dalam menjalani kisah cinta," kata Charly. Penontonpun langsung berteriak histeris mendengar band idolanya mengisahkan pengalaman pribadinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tembang Saat Terakhir merupakan single andalan ke dua mereka dalam album Puspa (2008). Lirik ini begitu mendalam sekali ditambah lagi iramanya yang begitu indah membuat single ini menjadi enak didengar. Charly yang sudah membuka jaketnya tinggal menggunakan kaos oblong putih tampak santai melantunkan tembang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah saat terakhirku melihat kamu&lt;br /&gt;Jatuh air mataku menangis pilu&lt;br /&gt;Hanya mampu ucapkan&lt;br /&gt;Selamat jalan kasih.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian secara berurutan, ST12 membawakan lagu Cari Pacar Lagi, ATSL, Rasa yang tertinggal, Puspa. &lt;br /&gt;Di sela-sela lagu Charly sempat melepas gitarnya agar dapat berjabat dengan fans-nya. Saat membawakan empat lagu terakhir, Charly sering menyapa penonton yang berada di luar pagar besi setinggi hampir dua meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi pun sibuk mengawal saat sang vokalis yang memiliki suara khas tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konser malam itu tidak hanya disaksikan remaja, namun para orang tua dan anak-anak pun terlihat. ”Konsernya bagus. Aksi panggungnya juga mantap," kata Lia, yang berada di kiri panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengaku menyukai grup ST12 dan memiliki albumnya. ”Lagu-lagunya ST12 itu mudah dicerna dan agak melayu," katanya lagi. Untuk menyaksikan konser terebut, tiketnya masuknya Rp50 ribu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ST12 yang tampil di Batam mengaku senang dapat hadir dan memberikan hiburan apalagi menjelang pergantian tahun. ”Selamat Tahun Baru ya. Semoga warga Batam sukses, dan ST12 bisa sukses juga. Tapi jangan lupa ST12" kata Charly yang selalu menggoyangkan badannya saat nyanyi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa banyak-basa basi- Charly kembali melantunkan  Aku Masih Sayang yang menjadi tembang andalan saat mereka meluncurkan album Jalan Terbaik tahun 2006.  Lagu  ini menjadi tembang pamungkas menutup konser.(robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-6066208578824931778?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/6066208578824931778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=6066208578824931778&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6066208578824931778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6066208578824931778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/st-12-memukau-di-batam.html' title='ST 12 Memukau di Batam'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpRNg5IjWI/AAAAAAAAAMU/MJxX8mrZh9g/s72-c/ST12+f+Wijaya+Satria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-5552051390544519929</id><published>2008-12-26T00:52:00.016+08:00</published><updated>2008-12-31T00:43:58.860+08:00</updated><title type='text'>Bandung yang Modis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPW-e_RSI/AAAAAAAAAMM/R7L6G75mTdY/s1600-h/IMG_9720.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPW-e_RSI/AAAAAAAAAMM/R7L6G75mTdY/s320/IMG_9720.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285624368821388578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPWbRG0TI/AAAAAAAAAME/FaPH8_hjUwQ/s1600-h/DSC02691.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPWbRG0TI/AAAAAAAAAME/FaPH8_hjUwQ/s320/DSC02691.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285624359367921970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPWPjxoXI/AAAAAAAAAL8/Y2HL4440dBk/s1600-h/IMG_9439.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPWPjxoXI/AAAAAAAAAL8/Y2HL4440dBk/s320/IMG_9439.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285624356224999794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPV8sC6kI/AAAAAAAAAL0/DacqfO-pO4M/s1600-h/DSC02918.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPV8sC6kI/AAAAAAAAAL0/DacqfO-pO4M/s320/DSC02918.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285624351159413314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPUtaB-5I/AAAAAAAAALs/h2qSftWpSoA/s1600-h/Bandung+Tangkuban+perahu-rombongan+f,Yusuf.jpg.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPUtaB-5I/AAAAAAAAALs/h2qSftWpSoA/s320/Bandung+Tangkuban+perahu-rombongan+f,Yusuf.jpg.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285624329877453714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kota Bandung memang menawan. Sehingga kota ini masih laik untuk dijadikan tempat tujuan wisata lokal. Banyak tempat yang bisa dikunjungi dan tentunya akan memberikan kesan tersendiri bagi Anda yang berwisata ke Bandung.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Cuaca sejuk di Bandung yang merayap di Hotel Jayakarya, membuat tidur makin pulas. Dinginnya menusuk tulang belakang. Tetapi, jam tangan sudah menunjukkan pukul 05.30 WIB. Saya harus bangun untuk shalat subuh. Karena jadwal kami pada pagi itu sangat mepet. Maklum, hari Jumat (19/12), saya bersama dengan teman sekantor akan mengunjungi beberapa objek wisata di kota Kembang yang terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarif hotel di Bandung bisa dibilang lebih mahal dibandingkan dengan Batam.Hotel Jayakarta saja per malam Rp lebih Rp1 juta. Padahal di Batam hotel sekelas itu cuma Rp500 ribu per malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan sarapan pagi,  kami langsung menuju bis yang akan membawa kami ke Gunung Tangkuban Perahu yang bisa ditempuh lebih kurang 30 menit dari Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter dari Wikipedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampai di gunung itu melalui jalan yang berliku. Jika menggunakan bis tidak bisa sampai ke kawah. Bis hanya bisa sampai di terminal. Kita bisa menggunakan angkotan mini untuk sampai di kawah. Setelah melewati pemandangan hutan belantara yang banyak ditumbuhi Pinus, baru sampailah di kawah. Oroma barelang yang menyengat merangsang hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barelang ini bagus untuk penyakit kulit,"kata Iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di atas kawah, kamera pun langsung mengabadikan keindahan gunung. Di samping&lt;br /&gt;Sesampainya di puncak Tangkuban Perahu, disana sudah cukup rame dengan pengunjung, dan parkiran mobil sudah hampir penuh. Ada beberapa tukang foto, dan penjual souvenir-souvenir khas Tangkuban Perahu yang harganya mulai dari Rp10 ribu hingga Rp45 ribu per sovenir. Ada juga Kuda yang bisa di sewa jika kita tidak ingin cape jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca cerah dan tidak berkabut, pemandanan sangat indah dengan menyaksikan kawah Tangkuban Perahu dengan jelas.&lt;br /&gt;Di gunung Legenda Sangkuriang itu,kami tidak bisa lama karena harus melaksanakan salat jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Diantara tanda gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunung nya diantaranya adalah di kasawan Ciater, Subang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga (kawah) besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m diatas permukaan laut merupakan sisa dari letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung sunda purba terhadap peristiwa pada saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sampai di gunung, kami diceritakan oleh Lina, wanita yang bertugas menemani kami selama di Bandung. Dari dia, kami mendapatkan infomasi mengenai Tangkuban Perahu. walaupun sebelumnya sudah pernah mendengar tentang lagenda Tangkuban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wisata Stroberi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai wisata ke Gunung, ada baiknya berkunjung ke kebon stroberi di Bandung. Kebetulan tak jauh dari Gunung Tangkuban Perahu. "Masih satu jalan," kata Lina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari atas bis,terlihat hamparan tanaman stroberi di Lembang, Bandung. Di tengah redupnya cuaca, terlihat diserbu puluhan pengunjung dari berbagai tingkatan usia, setiap libur akhir pekan ke sana untuk memetik. Meski terkadang harus terbungkuk-bungkuk untuk memetik stroberi, namun para pengunjung terlihat asyik memetik buah yang telah berwarna merah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya setiap pengunjung hanya bisa memetik 10 buah merah tersebut. Pemandangan tersebut menjadi satu rutinitas yang terjadi di kawasan lahan stroberi "petik sendiri" yang ditawarkan di sebagian besar kebun milik penduduk di Lembang. Kebun-kebun stroberi ini sudah menjadi objek wisata khusus di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebun stroberi yang kami kunjungi cukup luas, terlihat dari jumlah karyawan sampai puluhan orang.&lt;br /&gt;Sebagian besar warga mulai menanam stroberi sekitar tahun 1997 dan mulai berkembang pada tahun 2000. Tanah yang subur dan udara sejuk membuat buah itu tumbuh subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak warga yang menyuplai stroberi ke luar kota seperti Jakarta, bahkan Batam. Ada juga yang dijual ke supermarket serta kafe-kafe yang ada di Bandung. Bertanam stroberi ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk penghasilan warga. Stroberi yang saya petik pun harus saya bawa ke Tanjungpinang sebagai oleh-oleh, he he.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik menjual stroberi dengan cara pembeli memetik langsung ini cukup disenangi pengunjung. Menurut Yusuf, salah seorang pengunjung, warga asal Batam, membeli stroberi dengan memetik punya kesan tersendiri. Di kebun stroberi, bisa dibuat jus atau panganan lain seperti dodol, sirup, selai, bahkan bisa dibuat sambal dalam kemasan sebagai pengganti tomat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Mode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah puas dengan wisata alam. Bandung masih belum lengkap jika tidak mengunjungi Rumah Mode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Mode yang berdiri pada tahun 1999, saat ini telah mengalami kemajuan yang pesat. Dengan konsep One Stop Shopping, maka segala kebutuhan wisata belanja tersedia dalam satu area. Dengan konsep interior "Modern Bali Ethnic" menjadikan tempat ini memiliki ciri khas tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyamanan berbelanja merupakan hal yang diutamakan di Rumah Mode, terbukti dengan disediakannya berbagai macam fasilitas dan layanan pendukung lainnya yang membuat suasana berbelanja menjadi sangat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Rumah MOde, produk-produk yang ditawarkan sangat beragam, dari produk lokal sampai produk sisa ekspor dengan kualitas terbaik, harga bersaing, dan fashionable. Baju pria, baju wanita, dan baju anak-anak tersedia dalam berbagai model, dengan harga mulai Rp 30 ribu -Rp 1 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk wanita, tersedia counter baju VIP, baju limited edition, dengan harga yang cukup kompetitif, sangat cocok untuk wanita kelas menengah ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau kantong menipis, sebaiknya  jangan ke Rumah MOde. Pakain murah bisa dicari di Hihamplas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung merupakan cikal bakal munculnya factory outlet di Indonesia. Fo pertama kali muncul sekitar tahun 1999. Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan FO ini bagai gula dikerubungi semut. Alhasil, melihat pasar yang begitu ramai, usaha FO pun begitu menjamur di Kota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran FO ini ternyata menarik perhatian wisatawan luar kota khususnya Jakarta. Setiap akhir pekan, mobil-mobil berplat B selalu terlihat terparkir memenuhi Kota Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan datangnya wisatawan ke Bandung tak hanya menggairahkan usaha tetapi menimbulkan efek samping. Keberadaan FO yang rata-rata berada di jalan protokol ini sempat dituding sebagai biang keladi kemacetan di Kota Bandung khususnya saat akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar Jl Riau yang merupakan salah satu titik di Kota Bandung di mana sejumlah FO berada. Sederet FO ternama berada di Jalan ini menawarkan produk-produk fashion andalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana ada FO Heritage dengan bangunan bersejarahnya, Galeri Lelaki, Renariti, Stamp, Terminal Tas dan lain-lain. Tak hanya FO, untuk anak muda penggemar distro, 18th (baca: eighten) Park bisa dikunjungi. Puluhan distro berkumpul dalam satu kawasan sehingga memberikan banyak pilihan. Belum lagi tempat-tempat wisata kuliner di Jalan ini makin menambah sesak Martadinata saat liburan tiba. Memang Bandung kota mode yang tak pernah mati. "Nenek-nenek saja,  masuk FO dengan gaya yang modis," ujar Andi,  warga Batam heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, penjaga toko di Bandung bisa dikatakan cantik. Apalagi dengan bahasa Sunda menambah gairah Bandung sebagai kota mode. (robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-5552051390544519929?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/5552051390544519929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=5552051390544519929&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5552051390544519929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5552051390544519929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/bandung-yang-modis.html' title='Bandung yang Modis'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SVpPW-e_RSI/AAAAAAAAAMM/R7L6G75mTdY/s72-c/IMG_9720.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-299337469222952803</id><published>2008-12-17T20:44:00.001+08:00</published><updated>2008-12-17T20:45:49.750+08:00</updated><title type='text'>Dewi Dewi yang Mesra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUj0Sfr598I/AAAAAAAAAK0/AmjM4BRkyY0/s1600-h/dewi-dewi+4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUj0Sfr598I/AAAAAAAAAK0/AmjM4BRkyY0/s400/dewi-dewi+4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280739161672382402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUj0SUVvPVI/AAAAAAAAAKs/If16RXg5iZ8/s1600-h/dewi-dewi+3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUj0SUVvPVI/AAAAAAAAAKs/If16RXg5iZ8/s400/dewi-dewi+3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280739158626614610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUj0SMHBdOI/AAAAAAAAAKk/Rf4FH4Eqp9w/s1600-h/dewi-dewi+2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUj0SMHBdOI/AAAAAAAAAKk/Rf4FH4Eqp9w/s400/dewi-dewi+2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280739156417410274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUj0SC49CyI/AAAAAAAAAKc/2YtqpDrIX24/s1600-h/Dewi-Dewi+1.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUj0SC49CyI/AAAAAAAAAKc/2YtqpDrIX24/s400/Dewi-Dewi+1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280739153942481698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; by robby patria. Ini foto saat artis Dewi-Dewi konser di Batam. Kini mereka sudah bercerai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-299337469222952803?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/299337469222952803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=299337469222952803&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/299337469222952803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/299337469222952803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/dewi-dewi-yang-mesra.html' title='Dewi Dewi yang Mesra'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUj0Sfr598I/AAAAAAAAAK0/AmjM4BRkyY0/s72-c/dewi-dewi+4.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-6518478498511183956</id><published>2008-12-17T20:23:00.001+08:00</published><updated>2008-12-17T20:36:12.358+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjwrUndJBI/AAAAAAAAAJ0/igrbPvjb3aM/s1600-h/sapi+dan+bangau..+tak+saling+bermusuhan+2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjwrUndJBI/AAAAAAAAAJ0/igrbPvjb3aM/s200/sapi+dan+bangau..+tak+saling+bermusuhan+2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280735190151144466" /&gt;&lt;/a&gt; Sapi di sawah menemai bangau putih &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjwrZohC_I/AAAAAAAAAJs/vcXnnFc1t54/s1600-h/sapi+dan+bangau+akur+1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjwrZohC_I/AAAAAAAAAJs/vcXnnFc1t54/s200/sapi+dan+bangau+akur+1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280735191497772018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjwrL-U9DI/AAAAAAAAAJk/PHpPll8Qt-I/s1600-h/sekawan.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjwrL-U9DI/AAAAAAAAAJk/PHpPll8Qt-I/s200/sekawan.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280735187831157810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjwqovSyFI/AAAAAAAAAJc/xeHP_jCAxdU/s1600-h/Monyet+dan+kucing.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjwqovSyFI/AAAAAAAAAJc/xeHP_jCAxdU/s200/Monyet+dan+kucing.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280735178372859986" /&gt;&lt;/a&gt; Menyet dan kucing kok mesra amat ya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hidup dengan kedamaian.by robby&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-6518478498511183956?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/6518478498511183956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=6518478498511183956&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6518478498511183956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6518478498511183956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/mereka-hidup-dengan-kedamaian.html' title=''/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjwrUndJBI/AAAAAAAAAJ0/igrbPvjb3aM/s72-c/sapi+dan+bangau..+tak+saling+bermusuhan+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-1355116165148028500</id><published>2008-12-17T19:06:00.001+08:00</published><updated>2008-12-17T19:17:07.392+08:00</updated><title type='text'>Sehari Bersama Farid Gaban</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjflmhG8iI/AAAAAAAAAI8/eCt8IQhP_vs/s1600-h/farif.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjflmhG8iI/AAAAAAAAAI8/eCt8IQhP_vs/s400/farif.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280716400179474978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AJI Batam kembali melaksanakan pelatihan untuk wartawan di Tanjungpinang. Pelatihan kali ini AJI mengundang Farid Gaban untuk menjadi pemateri. Diharapkan, wartawan seniur Farid Gaban bisa memberikan pencerahan dan menambah ilmu kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya wartawan yang akan ikut pelatihan itu, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Tanjungpinang juga ikut serta. Acara ini memang kerjasama AJI Batam bersama dengan STIKOM Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini TOR rencana pelatihan yang akan dilakukan tanggal 27 Desember 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema acaranya Sehari Bersama Farid Gaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan Jurnalistik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/Tanggal  :  27 Sabtu 2008&lt;br /&gt;Jam           :  09.00 - 15.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat        :  Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Tanjungpinang, Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta       :  Wartawan di Kepri dan mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah perserta diperkirakan 50 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISI-KISI MATERI yang ingin teman-teman timba dari Pak Farid mengenai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardnews &amp; Feature&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Karakteristik Hardnewsa dan Feature&lt;br /&gt;b. Nilai Berita, Anatomi Berita dan Unsur-Unsur Berita&lt;br /&gt;c. Model Penulisan Hardnews dan Feature&lt;br /&gt;d. Bahasa Berita dan Bahasa Feature&lt;br /&gt;e. Latihan Menulis Berita/Feature&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan dan Wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Latihan wawancara dan liputan (tugas lapangan)&lt;br /&gt;b. Teknik wawancara &amp; liputan&lt;br /&gt;c. Evaluasi hasil latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Menulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mengatasi Hambatan Menulis&lt;br /&gt;b. Teknik Menulis Tanpa Beban&lt;br /&gt;c. Teknik Meramu Naskah&lt;br /&gt;e. Latihan Menulis dan Evaluasi Proses Menulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Editing&lt;br /&gt;a. Bahasa Jurnalistik&lt;br /&gt;b. Mengemas Judul, Lead dan Alur&lt;br /&gt;c. Agenda Seting Liputan isu tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini terbuka untuk siapa saja yang ingin mendalami dunia jurnalistik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-1355116165148028500?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/1355116165148028500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=1355116165148028500&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1355116165148028500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1355116165148028500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/sehari-bersama-farid-gaban.html' title='Sehari Bersama Farid Gaban'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUjflmhG8iI/AAAAAAAAAI8/eCt8IQhP_vs/s72-c/farif.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-1199720328483983578</id><published>2008-12-17T18:46:00.002+08:00</published><updated>2008-12-17T18:53:31.862+08:00</updated><title type='text'>Satu kisah Cinta Istri Jurnalis</title><content type='html'>Suami saya adalah seorang jurnalis, saya mencintai sifatnya yang spontan dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika bersandar dibahunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 tahun dalam masa perkenalan dan 2 tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa letih...lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seorang wanita yang sentimental dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindui saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang sentiasa mengharapkan belaian ayah dan ibunya. Tetapi, semua itu tidak pernah saya peroleh. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkawinan kami telah mematahkan semua harapan saya terhadap cinta yang ideal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan penceraian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa?"Dia bertanya dengan nada terkejut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dinda letih, Abang tidak pernah mencoba memberikan cinta yang dinda inginkan." Dia diam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, nampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang lelaki yang tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya dia bertanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang bisa Abang lakukan untuk mengubah fikiran dinda?" Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan perlahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dinda ada 1 pertanyaan, kalau Abang menemukan jawabannya didalam hati dinda maka dinda akan mengubah fikiran dinda; Seandainya,dinda menyukai sekuntum bunga cantik yang ada ditebing gunung dan kita berdua tahu jika Abang memanjat gunung-gunung itu, Abang akan mati. Apakah yang Abang akan lakukan untuk dinda?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia termenung dan akhirnya berkata, "Abang akan memberikan jawapannya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;esok." Hati saya terus gundah mendengar responnya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan. .. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang untuk menjelaskan alasannya." Kalimat pertama itu menghancurkan hati saya. Namun, saya masih terus ingin membacanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dinda boleh mengetik dikomputer dan selalu mengusik program di dalamnya dan akhirnya menangis di depan monitor, Abang harus memberikan jari-jari Abang untuk membantu dinda memperbaiki program tersebut." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dinda selalu lupa membawa kunci rumah ketika dinda keluar, dan Abang harus &lt;br /&gt;memberikan kaki Abang untuk menendang pintu, dan membuka pintu &lt;br /&gt;saat dinda pulang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dinda suka jalan-jalan di shopping center tetapi selalu tersesat bahkan ada &lt;br /&gt;saatnya tersesat di tempat-tempat baru yang dinda kunjungi, Abang harus &lt;br /&gt;mencari dinda dari satu tempat ke tempat yang lain untuk membawa dinda kembali ke rumah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dinda selalu pegal pegal sewaktu 'teman baik' dinda datang setiap &lt;br /&gt;bulan, dan Abang harus memberikan tangan Abang untuk memijit dan mengurut kaki dinda yang pegal itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dinda lebih suka duduk di rumah, dan Abang selalu risau kalau kalau dinda menjadi Bosan. Dan Abang harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburkan hati dinda dirumah atau meminjamkan lidah Abang untuk menceritakan hal-hal lucu yang Abang alami." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dinda selalu menatap komputer, membaca buku dan itu tidak baik untuk &lt;br /&gt;kesehatan mata dinda, Abang harus menjaga mata Abang agar ketika kita tua &lt;br /&gt;nanti, abang dapat menolong mengguntingkan kuku dinda dan memandikan dinda." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tangan Abang akan memegang tangan dinda, membimbing menelusuri pantai, &lt;br /&gt;menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna &lt;br /&gt;bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah dinda." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi sayangku, Abang tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, &lt;br /&gt;Abang tidak sanggup melihat airmatamu mengalir menangisi kematian Abang." &lt;br /&gt;"Sayangku, Abang tahu, ada banyak orang yang mencintaimu lebih &lt;br /&gt;daripada cinta Abang kepada dinda." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tangan, kaki, mata &lt;br /&gt;Abang tidak cukup bagi dinda. Abang tidak akan menahan dinda mencari &lt;br /&gt;tangan, kaki dan mata lain yang dapat membahagiakan dinda." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Airmata saya jatuh ke atas tulisannya hingga membuat tintanya menjadi &lt;br /&gt;kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sekarang, dinda telah selesai membaca jawaban Abang. Jika dinda &lt;br /&gt;puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan Abang tinggal di &lt;br /&gt;rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, Abang sekarang sedang berdiri &lt;br /&gt;di luar sana menunggu jawaban dinda." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi, jika dinda tidak puas, sayangku...biarkan Abang masuk untuk mengemaskan barang-barang Abang, dan Abang tidak akan menyulitkan hidup dinda. Percayalah, kebahagiaan Abang adalah bila dinda bahagia." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertegun. Segera saya memandang pintu yang sedang tertutup rapat. Lalu saya segera berlari membukakan pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah gusar sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh! Kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam 'wujud' yang kita inginkan, maka cinta itu telah hadir dalam 'wujud' yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. (dari teman-teman di mailis jurnalisme)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-1199720328483983578?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/1199720328483983578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=1199720328483983578&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1199720328483983578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1199720328483983578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/satu-kisah-cinta-istri-jurnalis.html' title='Satu kisah Cinta Istri Jurnalis'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-9126340850852820531</id><published>2008-12-12T00:58:00.003+08:00</published><updated>2008-12-12T01:06:20.214+08:00</updated><title type='text'>Tak Ada Dokter, Mengobati Penyakit dengan Pantun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUFHWMF4-kI/AAAAAAAAAI0/qkJ4anaHuAQ/s1600-h/Tambelan+Island.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 227px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUFHWMF4-kI/AAAAAAAAAI0/qkJ4anaHuAQ/s400/Tambelan+Island.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278578684783557186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto  by robby patria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan Masyarakat di Pulau Terpencil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu mereka hidup tanpa panutan agama. Dikala umat Budha hari raya, mereka ikut merayakan. Umat Islam Lebaran, mereka juga memeriahkan. Tahun 1972, baru ajaran Islam masuk di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampai di Desa Pulau Pinang memerlukan waktu 17 jam dari Tanjungpinang dengan menggunakan kapal laut. Jika kita dari Tanjungpinang, saat ini belum ada transportasi langsung ke desa tersebut. Ke Pulau itu harus singgah ke Tambelan. Dengan menggunakan kapal ikan dengan panjang 18 meter, lebar empat meter, Pulau Pinang bisa di jangkau enam jam perjalanan dari Tambelan. Di perairan ini juga sering memakan korban kapal kargo yang berlayar. Kondisi gelombang di sekitar pulau tergolong ganas. Apalagi di Desember, tinggi gelombang bisa lima meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lautnya bergelombang, membuat penduduk di sana tak bisa jauh ke laut untuk mencari ikan. Bahkan, kapal nelayan asal Thailand sekitar tahun 2004 sering berhenti di sana untuk sekedar berlindung dari ganasnya ombak laut China Selatan. Tak jarang, penduduk mendapatkan barang hanyut yang dibawa gelombang. Barang-barang itu tak lain, sisa-sisa dari pecahnya kapal yang melalui perairan. Letak Pulau Pinang yang strategis berada di tengah-tengah jalur perairan internasional menjadi lintasan berbahaya. Tak jarang ada kapal yang tenggelam di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal muasal penghuni di pulau seluas Pulau Penyengat itu kebanyakan dari Lingga. Semula hanya empat kepala keluarga yang mendiami pulau laut yang banyak ditanami pohon kelapa. Karena terus berkembang, kini jumlah penduduk di sana sudah 150 kepala keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekeliling Pulau Pinang ada Pulau Mentebung, dengan jumlah penduduk 300 KK. Di samping Pulau Pinang ada Pulau Pengikik. Jumlah penghuni pulau tersebut lebih kurang 100 KK. Kemudian ada Pulau Kepayang. Letak pulau Pinang tepat di kawasan Laut China Selatan. Perilaku kebudayaan di tiga kampung ini hampir mirip. Tapi asal mereka berbeda. Asal warga Mentebung kebanyakan didiami oleh warga dari Serasan, Kabupaten Natuna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialegnya mirip seperti orang Serasan. Sedangkan di Pulau Pinang mereka berasal dari Daek Lingga. Bahasa Lingga dengan orang yang tinggal di Pulau Pinang, tak jauh berbeda. Menunjukkan kemiripan makna bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hamdi Atan, mantan kepala desa di Pulau Pinang, ajaran Islam masuk di Pulau Pinang sekitar tahun 1972. Penyebaran Islam dibawa oleh warga Tambelan yang sebelumnya sudah mendiami Tambelan. Sebelum warga memeluk agama Islam, setiap perayaan Tahun Baru China, penduduk setempat turut merayakan. Bahkan ada juga yang percaya kepada kekuatan alam misalnya batu, pohon, dan kekuatan mistik lainnya yang dianggap bisa memberikan pertolongan di saat mereka sedang sakit. Maklum, di pulau itu dulunya tidak ada dokter dan perawat. Jika sakit, mereka akan menyembuhkan dengan bantuan tenaga gaip. Tetapi, entah kebetulan atau tidak, warga yang sakit bisa disembuhkan biasanya oleh orang pintar. Terkadang juga oleh kepala adat di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamdi, diangkat menjadi Kepala Desa di Pulau Pinang 2 Februari 1996. Hamdi merupakan salah satu keturunan warga Pulau Pinang. Kini dia sudah pindah ke Tambelan. Masih banyak saudaranya yang tinggal di pulau itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada adat istiadat yang unik dari warga Pulau Pinang. Saat melaksanakan pernikahan, mereka melakukan pesta adat selama tujuh hari tujuh malam tanpa henti. Untuk menghibur warga, ketua adat yang dipilih menggelar hiburan joget dan minum minuman alkohol. Sang pengantin mengelilingi tarup. Pengantin menjadi raja selama tujuh hari."Pesta pernikahan samalaman suntuk," kenang Hamdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang terbatas, menyebabkan pernikahan yang dilakukan masih ada hubungan saudara. "Dulu tak ada pendatang, sehingga mereka menikah sesame sedare," kata Hamdi menjelaskan mengenai prilaku kehidupan warga. Jangan dibayangkan setelah menikah, sang pengantin mendapatkan buku nikah merah dan hijau seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) tidak ada di sana. Yang biasanya menikahkan kedua mempelai melalui ketua adat. Ketua adat memegang kendali masyarakat. Ia laksana raja yang menjalankan roda pemerintahan. Ketua adat juga mengatur tatakrama pergaulan sehari-hari. Untuk jadi ketua adat bukan sembarangan orang. Minimal ketua adat memiliki ilmu kanuragan agar bisa melindungi warganya dari tindak kejahatan pendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu ada orang yang datang untuk merampok kelapa. Tetapi Batin atau ketua adat kita sakti, bajak laut itu langsung lari ketakutan dan pulang," kata Syafii, anak Batin, Sulaiman yang pernah disegani di Pulau Pinang kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pulau Pinang juga tidak ada polisi. Karena kehidupan mereka selalu damai. Kalaupun ada pertengkaran, yang akan menyelesaikan ketua adat bersama dengan anggotanya. Seiring kemajuan peradaban kehidupan, sekarang pernikahan di kalangan warga Pulau Pinang dan sekitarnya dilakukan di KUA di Tambelan. Pesta pernikahan juga sudah layaknya adat Melayu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap ketua adat memiliki anak buah. Yang dipercaya ketua adat yakni Ulu balang dengan jumlah anggota 20 orang. Mereka siap bekerja sesuai dengan keinginan ketua adat. Ketua adatlah orang yang paling dihargai di pulau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada warga yang sakit, Ketua adat melakukan pengobatan dengan menggunakan tenaga gaib. Mereka percaya dengan kekuatan gaib yang bisa menyembuhkan. Walaupun berbetuk pantun, tetapi obat megik sangat mujarap untuk menyembuhkan penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat pendidikan di Pulau Pinang tak banyak yang tamat SD. Kebanyakan warga tidak bersekolah. Sejak kecil sudah dibawa orang tua mereka ke laut untuk memancing. Secara bertahap, di sana sudah dibangin sekolah dasar. Tamat SD, anak-anak melanjutkan pendidikan ke Tambelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber pendapatan warga mengandalkan hasil laut yang melimpah. Banyaknya hasil ikan, membuat nelayan asing dari Thailand banyak yang mencari ikan di sana. Ikan yang tersebut dikeringkan dan dijual di Tambelan. Kalau cuaca sedang baik, tak jarang ikan langsung dijual di Kalimantan Barat. Menurut Hamdi, nelayan di Pulau Pinang lebih maju dibandingkan di Nelayan Tambelan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, saat nelayan di Pulau Pinang sudah menggunakan perahu bermesin, nelayan di Tambelan masih menggunakan perahu layar. Karena melihat nelayan di Pulau Pinang menggunakan perahu bermesin, secara berlahan nelayan di Tambelan menggunakan mesin diesel hingga saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang unik dari prilaku kehidupan nelayan di Pulau Pinang yakni selalu berpindah pindah. Kalau musim utara, perumahan nelayan yang berada di pinggir pantai ditinggalkan. Mereka mengungsi di balik belakang pulau untuk berlindung di tempat yang aman dari bahaya cuaca. Kala musim barat tiba, mereka juga akan pindah ke tempat yang lebih aman bersama dengan perahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu pemerintah membuat tempat untuk nelayan menambatkan kapal ikan, tetapi, karena ombak terlalu kuat, bendungan tersebut tidak bisa melawan derasnya gelombang," kata Hamdi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melindungi kapal, maka mereka masih berpindah pindah sesuai dengan musim angin. Prilaku seperti ini tampaknya hanya terjadi di Pulau Pinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat yang pernah singgah di Pulau itu Bupati Bintan Ansar Ahmad. Itupun saat Ansar melakukan kampanye pemilihan kepala daerah 2005. Anggota DPRD Bintan Rahmi Komalawati juga sempat ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Warga di Pulau Pinang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Kasihan mereka masih tertinggal dari segi pendidikan," kata Rahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan hidup lebih keras. Sumber air bersih sangat sulit. Warga membawa air bersih dari Tambelan. Kandungan kadar garam yang tinggi, membuat air minum terasa asin. Tapi karena sudah terbiasa, warga masih nyaman tinggal di Pulau Pinang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga di sana memang mengharapkan pemerataan pembangunan infrastruktur laiknya desa-desa lain di Kabupaten Bintan. Misalnya pembangunan Puskesmas. Sekarang belum ada Puskesmas di sana. Yang ada hanya Puskesmas pembantu. Kalau sakitnya mulai kritis, baru di bawa ke Puskesmas Tambelan. Tenaga medis yang bertugas di sana sulit untuk bertahan karena lingkungan yang kurang bersabahat. Apalagi, belum ada jaringan telekomunikasi. (robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-9126340850852820531?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/9126340850852820531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=9126340850852820531&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/9126340850852820531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/9126340850852820531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/melihat-kampung-terpencil-di-kepri.html' title='Tak Ada Dokter, Mengobati Penyakit dengan Pantun'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SUFHWMF4-kI/AAAAAAAAAI0/qkJ4anaHuAQ/s72-c/Tambelan+Island.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-7721449073607409332</id><published>2008-12-11T21:08:00.000+08:00</published><updated>2008-12-11T21:11:44.549+08:00</updated><title type='text'>AJI Batam Gelar Pelatihan Jurnalisme Pemilu</title><content type='html'>Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam akan menyelenggarakan pelatihan untuk wartawan di Kepulauan Riau tentang Jurnalisme Pemilu. Pelatihan tersebut akan dilaksanakan tanggal 13 Desember 2008 di Restora Saung Sunda Sawargi Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan wartawan yang diselenggarakan ini merupakan salahsatu agenda dari serangkaian kegiatan AJI Batam sejak terbentuk 2007 lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelatihan peliputan pemilu 2008 ini, yang akan menjadi nara sumber pembicara sesi pertama Dwi Setyo Irawanto, mantan Redaktur Pelaksana Majalah Tempo.  Dwi juga turut mendirikan Tabloid Kontan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwi sudah sering menjadi pemateri pada berbagai training jurnalistik yang diselenggarakan AJI Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pemateri berikutnya akan diisi Rommy Fibri, kini menjadi Koordinator Liputan SCTV. Sebelumnya Rommy wartawan Tempo yang pernah dikirim Tempo  meliput perang Iraq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi kemampuan, dua pemateri sudah memiliki jam terbang internasional. Dwi juga tercatat menjadi juri Muhtar Lubis Award di tahun 2008. Panitia menargetkan 36 peserta dari wartawan media cetak dan elektronik yang ada Kepri. (robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-7721449073607409332?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/7721449073607409332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=7721449073607409332&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7721449073607409332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7721449073607409332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/aji-batam-gelar-pelatihan-jurnalisme.html' title='AJI Batam Gelar Pelatihan Jurnalisme Pemilu'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-1222232714799303297</id><published>2008-12-08T20:30:00.002+08:00</published><updated>2008-12-08T20:34:35.862+08:00</updated><title type='text'>Batam Mengukir Prestasi di Era Otonomi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/ST0UMgHXlLI/AAAAAAAAAIs/LAxoJPf_3JU/s1600-h/Syamsul+Bahrum-tkini1+f,+Yusuf.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/ST0UMgHXlLI/AAAAAAAAAIs/LAxoJPf_3JU/s400/Syamsul+Bahrum-tkini1+f,+Yusuf.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277396543359915186" /&gt;&lt;/a&gt; foto by yusuf hidayat/ Batam Pos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi 25 Tahun Pemko Batam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemerintah Kota Batam memasuki umur 25 tahun Desember ini. Otorita Batam pun berganti baju menjadi Badan Pengusaan Kawasan (BPK) yang akan melanjutkan peranan menarik investasi di Batam. Bagaimana peran Pemko ke depan, setelah seper empat abat diberikan wewenang otonomi daerah mengelola daerah ini. Apakah masih berebut kekuasaan ataupun BPK dan Pemko Batam menjadi dua mesin turbo yang menjalankan satu perahu hingga sampai tujuan akhir memakmurkan masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan Batam Pos, Robby Patria, mewawancarai Asisten Ekonomi dan Pembangunan Syamsul Bahrum mengenai peranan Pemko selama 25 tahun di ruang kerjanya, Kamis (4/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sejarah awal perkembangan Batam hingga menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi di Indonesia seperti sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skenario awal pembangunan Pulau Batam di tahun 1969 adalah sebagai basis logistik dan operasional untuk industri yang berkaitan dengan eksploitasi dan gas bumi lepas pantai. Melalui Keppres No 65/1970 tanggal 19 Desember 1970 ditetapkan Proyek Pengembangan Pulau Batam yang dengan Keppres No 74/1971 , Pulau Batam ditetapkan sebagai Daerah Industri Pulau Batam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status sebagai Kawasan Berikat (bonded warehouse) ditetapkan  melalui Kepres 41/1973 (22 November 1973). Selanjutnya dengan Keppres No 56/1984 tentang Penetapan Pulau Janda Berias, Moi-moi, Kasem, Tanjung Sauh dan Ngenang sebagai “bonded warehouses”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era pra tahun 1984 sebelum terbentuknya Kota Madya Administratif Batam dengan PP No 34 Tahun 1983, maka status Pulau Batam adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Belakang Padang, Kabupaten Kepulauan Riau. &lt;br /&gt;Cakupan wilayah Kota Batam mencakup 247 di gugusan Pulau Rempang dan Galang sejalan dengan perluasan wilayah kerja Otorita Batam (Keppres 28/1992) yang meliputi Pulau Batam, Rempang, Galang, dan pulau-pulau sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itu, fokus pembangunan lebih ke sektoral dibandingkan dengan isu lokal yakni menjadikan daerah ini sebagai basis logistik, kawasan industri, sentra perdagangan, pusat alih kapal, dan destinasi pariwisata. Aspek pemerintahan pada saat itu memainkan peran sekunder dan marginal, bahkan kelembagaan OPDIPB (Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam)  memiliki peranan sangat kuat (super body) menyatukan  model otonomi penuh dan otoritas tanpa batas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebelum tahun 1999, tupoksi OPDIPB bagaikan institusi super-otonom di kawasan khusus. Bagaikan desentralisasi atas sentralisasi fungsi pusat. Peranan ini semakin berkurang sejalan dengan semangat reformasi yang melahirkan daerah otonom.  Kita patut syukuri, akan peranan OPDIPB dalam membangun Pulau Batam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini penduduk Batam 845.616 jiwa. Sejak kapan terjadi lonjakan penduduk di Batam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Batam pada tahun 1973 tercatat sekitar 6.500 jiwa, dan di tahun 1978 berjumlah 31.400 jiwa. Namun pada saat terbentuknya Kotamadya Administratif Batam tumbuh menjadi 43.800 jiwa. Di tahun 1993, Pulau Batam telah dihuni oleh 146.214 jiwa. Dan pada tahun 2003 jumlahnya telah menembus angka 562.661 jiwa. Sampai dengan Oktober 2008, penduduk Batam mencapai 845.616 jiwa. Rata-rata pertumbuhan penduduk Batam selama kurun waktu 1973-2003 (30 tahun) mencapai 11.32 persen per tahun.  &lt;br /&gt;Salah satu upaya menekan laju pertumbuhan penduduk karena faktor migrasi penduduk maka diterbitlah Perda No 2/2001 tentang Penyelenggaraan Pendaftaran dan Pengendalian Penduduk dalam Daerah Kota Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang eranya otonomi daerah. Bagaimana peran Pemko sebagai penguasa daerah sesuai dengan UU Otonomi Daerah? Dukungan sumber daya manusia untuk melayani masyarakat apakah sudah maksimal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perspektif pemerintahan, kelahiran Kota Batam sebagai intitusi dan zonasi kepemerintahan didasarkan atas PP No 34 Tahun 1983, dan pelantikan Walikotamadya (Administratif) pertama Usman Draman, 24 Desember 1983.&lt;br /&gt;Sedangkan status Kota Otonom mengacu UU No 53/1999 yang mengatur tentang Pembentukan Kota Batam dan Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Riau. Tahun 1983 berdasarkan PP No 34/1983 terdapat tiga Kecamatan Batam Barat, Batam Timur dan Belakang Padang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1999  (UU No 53/1999), Batam bertambah delapan yakni Kecamatan Batu ampar, Lubuk Baja, Nongsa, Sei Beduk, Sekupang, Belakang Padang, Galang, dan Bulang Lintang. Kemudian melalui Perda No 12 Tahun 2005, maka terbentuklah 12 diantaranya Kecamatan Batu Ampar, Nongsa, Sei Beduk, Lubuk Baja, Batu Aji, Bengkong, Batam Kota, Sei Beduk, Sagulung, Belakang Padang, Galang dan Bulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan PP No 38/2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, PP No 41/2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Permendagri No 57/2007 tentang Juknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah, maka Struktur kepemerintahan (STOK) Kota Batam telah tersusun yakni dengan Perda No.3/2003 Sekda, tiga Asisten, lima Staf Ahli, 14 Bagian plus Sekwan, dan tiga Bagian Setwan, Perda No 11/2007 tujuh Badan dan tiga Kantor,  termasuk 14 Dinas Perda No 12/2007 tentang Dinas Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total jabatan terdapat 785 yakni, eselon II/a 1 jabatan, eselon II/b 32 jabatan, eselon III/a  dengan 57 Jabatan, eselon III/b sebanyak 108 jabatan, eselon IV/a dengan 493 jabatan. Dan eselon IV/b, diisi 94 jabatan. Sedangkan total PNS dan tenaga honorer adalah 4.542 pegawai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golongan I berjumlah 140 orang, golongan  II sebanyak 1.557 orang, golongan III  2.163 orang,  dan golongan IV   berjumlah 506 orang. Peranan Pemko Batam semakin besar khususnya di era reformasi regulasi dan sejalan dengan kebijakan nasional revitalisasi institusi birokrasi dalam kebijakan publik dan pelayanan umum. Bahkan kebijakan makro ekonomi nasional di Batam melalui pembentukan FTZ-Free Port harus berada dalam kerangka penguatan otonomi daerah. Pelayanan publik, saya kira sudah baik. Walaupun masih ada pelayanan yang harus ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda bagaimana posisi Pemko dalam pelaksanaan FTZ di Batam. Apakah sejajar dengan BPK?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pasal 9 secara tegas mengatur bagaimana kawasan khusus di daerah otonom dibentuk dan dijalankan. Hal yang sama juga pada konsideran dan isi Perpu No.1/2000, UU.No.36/2000, dan direvisi dengan Perppu No.1/2007 dan UU.No.44/2007 yang melahirkan PP.No.46, 47 dan 48/2007 berkaitan dengan penenetapan FTZ-BBK.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan FTZ  idealnya melahirkan “otonomi plus” bukan “otonomi minus” seperti di Bintan, Tanjung Pinang dan Karimun”.  Oleh karena itu, dalam pelaksanaan FTZ oleh BPK di Kota Batam harus memperkuat posisi Pemko Batam bukan sebaliknya apalagi Walikota Batam juga secara “ex officio” sebagai Wakil Ketua Dewan Kawasan FTZ Batam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak ada satu kebijakan di Dewan Kawasan (DK-FTZ) yang dilaksanakan oleh Badan Pengusahaan Kawasan (BPK-FTZ) yang memperkecil fungsi-fungsi Pemko Batam dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kedudukan Pemko dalam pelaksanaan pembangunan dan tugas-tugas otonomi daerah yang telah dilimpahkan di bidang kemasyarakatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini esensial karena Walikota adalah “city manager”  karena pertama, Ia dipilih langsung oleh rakyat,  dan pengemban otoritas demokrasi tertinggi bersama DPRD. Kedua, terdapat program-program yang telah disusun dalam jangka pendek APBD dan menengah yakni Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan rencana skenario prospektif jangka panjang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Batam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, telah terbit 73 perda yang memuat aspek pengaturan  dan pengurusan di bidang tata ruang, pajak dan retribusi daerah, lingkungan hidup, kelembagaan pemerintahan, ketertiban sosial, penguatan ekonomi kerakyatan, keprotokolan dan kerjasama antar kelembagaan,  persampahan, perhubungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pertanggung-jawaban penyelenggaraan pemerintahan juga wajib dilaporkan oleh Walikota Batam kepada pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kelima. pelbagai prestasi (governmental, developmental and social awards) di bidang politik pemerintahan, ekonomi pembangunan, dan sosial kebudayaan selalu diberikan kepada Pemko Batam. Pemberian ini merujuk pada suatu kota dalam huruf besar kota yang berarti suatu wilayah pemerintahan (Batam, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Dumai) bukan kota dalam arti fisik seperti Kota Kijang, Tg.Balai Karimun, Daik, Tanjung Uban, Ranai, dan Tarempa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legitimasi formal ini menandakan pentingnya pencapaian prestasi suatu kota dari pandangan indikator kota yang didukung oleh seluruh pemangku pembangunan (stake holders) di Batam. Oleh sebab itu, seluruh instansi vertikal pusat dalam semua kedudukan dan fungsi seperti bea dan cukai, perpajakan, keimigrasian, karantina, keamanan dan pertahanan termasuk bidang keagamaan, termasuk Otorita Batam yang dimasa transisi (2008) direformasi menjadi BPK-FTZ yang dibentuk dan bertanggung-jawab kepada DK-FTZ yang di dalamnya terdapat Walikota sebagai Wakil DK-FTZ) bahagian yang tidak terpisahkan dalam mengukir prestasi 25 tahun penyelenggaraan pemerintahan Kota Batam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas - tugas dekonsentrasi tugas pusat yang dilaksanakan aparatnya di daerah dipadukan dengan fungsi desentralisasi dan otonomi fungsi kepemerintahan yang telah diserahkan ke daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana posisi BPK-FTZ di era Otonomi Daerah? Apakah  mengkebiri otonomi daerah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap saja tidak akan mengkebiri posisi Pemko Batam. Tinggal bagaimana membangun mekanisme perpaduan kebijakan publik dan pelayanan sosial.  Oleh sebab itu, kenapa Pemko Batam tetap konsisten memanfaatkan kebijakan kesatuan pelayanan dalam satu atap atau under one roof menuju kesatuan pelayanan terpadu atau one stop service seluruh pelayanan perizinan usaha di Gedung Sumatera Promotion Center (SPC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarangkan sudah FTZ, bagaimana dengan proses perizinan investasi dan perizinan lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh perizinan dari pemerintah pusat yang sampai saat ini menurut aturan teknis di masing-masing departemen / kementerian, lembaga pemerintah non-departemen masih berada di pusat. Seharusnya, khususnya untuk kawasan FTZ-BBK, idealnya  yang akan dilaksanakan oleh BPK, bukan segala kewenangan dan urusan yang sudah dilimpahkan dan menjadi tugas pokok otonomi daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini dilaksanakan, maka prinsip KISS (Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Simplifikasi) segala urusan yang menjadi tugas BPK-FTZ dan Pemko Batam akan mudah dilaksanakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas DK-FTZ yang dilaksanakan oleh BPK-FTZ adalah “merebut” sebanyak-nbanyaknya urusan yang masih “nyangkut” di pusat bahkan di BKPM. Tidak ada lagi perizikan teknis yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat untuk kawasan FTZ. Izin kapal ikan  di Departemen Kelautan dan Perikanan, izin pemanfaatan hutan wisata Departemen Kehutanan, izin mengimpor produk stratejik harus Departemen Perdagangan, dan lain-lain. Jika ini dijalankan maka bentuk ideal pelayanan investasi akan tercapai di Gedung SPC sebagai “Pusat Pelayanan Investasi Terpasu (Integrated Investment Service Canter). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana konsep Anda mengenai teknis perizinan di SPC? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini. Nanti, di gedung SPC seluruh izin di bawah otoritas Pemko Batam bukan hanya didaftarkan tetapi juga diproses dan ditandatangani. Jadi, tidak ada lagi kepala badan, dinas, kantor termasuk camat yang menandatangani perizinan. Hanya walikota, wakil wali kota dan sekretaris daerah karena “hak prerogatif” politik dan posisi eselonasi tertinggi di kota yang dapat menekan beberapa perizinan stratejik berupa izin prinsip pada bidang tertentu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seluruh perizinan usaha dari pusat, provinsi dan kota diselesaikan dengan teknologi moderen di tempat dengan cepat (on-site-online service). Suatu bentuk awal pemberian pelayanan yang terbaik dalam bentuk “red carpet” bukan “red tape and tips” bisa tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal bagaimana DK-FTZ dan BPK-FTZ, serta Pemko Batam menganggarkan dengan baik untuk pertama, pengembangan fasilitas fisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, peningkatan sistem pelayanan perangkat keras dan lunak yang berbasis ICT (information and Computer Technology). Ketiga, penataan sistem pelayanan  yang  non birokratis dan tidak “over-procedural” (streamline procedure).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; keempat peningkatan kesejahteraan petugas di counter pelayanan dengan memberikan fasilitas khusus, identitas khusus, dan perbaikan pendapatan dengan berbagai tunjangan, pemberian kesempatan pengembangan pendidikan dan pelatihan  dan juga pembinaan. &lt;br /&gt;Jika perlu mereka diberi jabatan karir yang bereselon dengan tunjangan khusus pula. Tujuan peningkatan pelayanan publik ini akan sukses dicapai, jika ke-empat faktor tersebut bisa dicapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemko Batam dan BPK Batam nantinya harus menjadi mesin turbo untuk satu perahu.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-1222232714799303297?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/1222232714799303297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=1222232714799303297&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1222232714799303297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1222232714799303297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/batam-mengukir-prestasi-di-era-otonomi.html' title='Batam Mengukir Prestasi di Era Otonomi'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/ST0UMgHXlLI/AAAAAAAAAIs/LAxoJPf_3JU/s72-c/Syamsul+Bahrum-tkini1+f,+Yusuf.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-7630197300617377052</id><published>2008-12-08T19:57:00.002+08:00</published><updated>2008-12-08T20:22:55.583+08:00</updated><title type='text'>Melihat Perahu Ismeth Sani</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/ST0Rl3lR9rI/AAAAAAAAAIk/n6J_iJGLWTY/s1600-h/H.M_Sani.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/ST0Rl3lR9rI/AAAAAAAAAIk/n6J_iJGLWTY/s400/H.M_Sani.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277393680621237938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DPD Golkar Kepulauan Riau mulai memasang kuda-kuda menetapkan Ismeth Abdullah sebagai kandidat Gubernur 2010. Wakil Gubernur Kepri HM Sani mengakui bersama Ismeth, memerintah dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pemilihan kepala daerah Kepulauan Riau (Kepri) masih dua tahun lagi, tetapi riak menuju Kepri satu sudah memanas. Pengurus DPD Golkar Kepri Irwan Buntaro mengatakan partai itu sudah menetapkan Ismeth sebagai gubernur 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pernyataan Irwan langsung dibantah oleh Ismeth. "Tidak ada itu. Saya belum tahu ada rencana itu," ujar Ismeth Abdullah kepada Batam Pos, akhir pekan lalu menanggapi rencana Golkar mencalonkan dia kembali untuk kursi gubernur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismeth juga belum tahu jika dia sudah dicalonkan oleh oleh Golkar. Ketika ditanyakan apakah bersedia dicalonkan dari Golkar, Ismeth tetap diam. "Belum, belum ada. Nantilah. Saya belum tahu. Nantilah," katanya berulang-ulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M Sani seolah-olah sependapat dengan Ismeth. Dia juga belum tahu dengan wacana Golkar. Padahal Sani adalah wakil ketua dewan penasehat Golkar DPD Kepri. Sedangkan Ismeth menjabat ketua dewan penasehat Golkar Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sani, wajar-wajar saja ada kader Golkar yang mencalonkan Ismeth menjadi gubernur. Tetapi itu bukan keputusan partai. Karena pihaknya belum tahun sebagai ketua dewan penasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sani pasrah dan berserah diri kepada Tuhan mengenai peluangnya untuk dipilih Ismeth menjadi Wagub. Selama dia menjadi bupati sampai dengan wagub, sudah digariskan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya serahkan ke Tuhan, apakah saya dipilih lagi atau tidak," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Bupati Karimun ini juga mengatakan, selama memimpin Kepri bersama dengan Ismeth, Sani merasa cocok. Bahkan dia mengatakan, mereka berdua adalah pemimpin yang paling harmonis di Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami memimpin dengan hati," ujarnya seolah-olah meyakinkan dengan mimik muka yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sebagai wakil gubernur, tahu tugas dan kewajibannya yang harus dikerjakan. Dan tidak mencampuri urusan gubernur. Misalnya, kata Sani, wakil mengurus masalah AIDS, Pramuka dan masalah pemerintahan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Batam Pos, bertanya apakah sudah siap tidak dipilih Ismeth lagi pada pilkada yang akan datang, Sani kembali menjawab," Hanya Tuhan yang tahu. Kita hidup ini hanya menjalankan saja apa yang sudah diatur," &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyebutkan, selama menjadi wakil gubernur, mereka sudah mengalokasikan dana pendidikan sebesar 20 persen. Kebijakan itu sudah memenuhi amanat undang-undang. Ini suatu keberhasilan. Pasangan ini juga berusaha membangun pusat pemerintahan di Dompak yang direncanakan siap 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita yakin pembangunan bisa siap 2010," kata Sani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai masalah listrik di Tanjungpinang yang belum handal, Sani mengatakan masalah itu bukan hanya pemprov yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini masalah bersama dengan PLN bersama pemprov untuk mencari solusi," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Bidang Informasi Komunikasi DPD Golkar Kepri Suyono, mengatakan, wacana untuk memasang Ismeth jadi gubernur 2010 sah-sah aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi itu bukan keputusan partai. Itu pendapat pribadi Erwan Buntaro. Bukan mewakili partai," katanya, Selasa (2/12), di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan calon gubernur, jelasnya, harus melalui proses tahapan yang panjang. Bukan asal tunjuk saja. Biasanya ada survei intenal dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi karena Ismeth sebagai kadr Golkar, bisa saja dia jadi pertimbangan untuk dicalonkan kembali," imbuh mantan wartawan ini. robby patria&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-7630197300617377052?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/7630197300617377052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=7630197300617377052&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7630197300617377052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/7630197300617377052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/melihat-perahu-ismeth-sani.html' title='Melihat Perahu Ismeth Sani'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/ST0Rl3lR9rI/AAAAAAAAAIk/n6J_iJGLWTY/s72-c/H.M_Sani.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-6713841645852600881</id><published>2008-12-05T20:58:00.001+08:00</published><updated>2008-12-05T21:16:50.392+08:00</updated><title type='text'>Tambelan nan Indah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STko0MDtqEI/AAAAAAAAAIc/SfUMabius_8/s1600-h/IMG_0043.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STko0MDtqEI/AAAAAAAAAIc/SfUMabius_8/s400/IMG_0043.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276293315496355906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STko0DznMkI/AAAAAAAAAIU/yYtKf7GDZwc/s1600-h/tambelan3212212.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STko0DznMkI/AAAAAAAAAIU/yYtKf7GDZwc/s400/tambelan3212212.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276293313281339970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkozlregbI/AAAAAAAAAIM/GmZMMPNR6Bw/s1600-h/Senja+di+Tambelan+2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 234px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkozlregbI/AAAAAAAAAIM/GmZMMPNR6Bw/s400/Senja+di+Tambelan+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276293305194152370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkozdmgjPI/AAAAAAAAAIE/C1wIp88f-hw/s1600-h/senja+di+tambelan+1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkozdmgjPI/AAAAAAAAAIE/C1wIp88f-hw/s400/senja+di+tambelan+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276293303025831154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkozHeLilI/AAAAAAAAAH8/CatC0X2SpXo/s1600-h/Pulau+Nangka+nan+indah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkozHeLilI/AAAAAAAAAH8/CatC0X2SpXo/s400/Pulau+Nangka+nan+indah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276293297085319762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;foto by robby patria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah foto-foto di Tambelan, tepatnya di Pulau Nangka, lalu di Pantai Penepat, nelayan yang baru pulang dari mencari nafkah. Andaikan pulau itu dikelola dengan baik, pastilah amat elok. Sayang masih dibiarkan saja. Pulau Nangka banyak tempat penyu menetaskan telor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-6713841645852600881?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/6713841645852600881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=6713841645852600881&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6713841645852600881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6713841645852600881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/tambelan-nan-indah.html' title='Tambelan nan Indah'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STko0MDtqEI/AAAAAAAAAIc/SfUMabius_8/s72-c/IMG_0043.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-1879160786218396837</id><published>2008-12-05T20:33:00.002+08:00</published><updated>2008-12-05T20:39:20.147+08:00</updated><title type='text'>Aku dan  Miss Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkfqUlXOVI/AAAAAAAAAH0/SFZub3bxZZ8/s1600-h/artiika+and+mi.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 292px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkfqUlXOVI/AAAAAAAAAH0/SFZub3bxZZ8/s400/artiika+and+mi.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276283250381633874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;foto by Cipi Ckandina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Foto ini saat Artika belum menikah degan Baim. Kini mereka sudah menikah 2008. Aku juga sudah menunaikan kewajiban untuk menikah. Bagi teman-teman yang belum menikah, segeralah. Karena  di sanalah kita bisa menggapai bintang. Pernikahan itu yang membuat kita menjadi manusia yang sempurna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-1879160786218396837?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/1879160786218396837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=1879160786218396837&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1879160786218396837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/1879160786218396837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/aku-dan-miss-indonesia.html' title='Aku dan  Miss Indonesia'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkfqUlXOVI/AAAAAAAAAH0/SFZub3bxZZ8/s72-c/artiika+and+mi.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-3427294141126724922</id><published>2008-12-05T17:48:00.002+08:00</published><updated>2008-12-05T20:30:47.014+08:00</updated><title type='text'>Belajar dari Obama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkedK90ZhI/AAAAAAAAAHs/K-dnE3NbFy8/s1600-h/Kovach.hurley2.JPG"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 322px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkedK90ZhI/AAAAAAAAAHs/K-dnE3NbFy8/s400/Kovach.hurley2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276281924949927442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bill Kovach by concernedjournalists.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers dalam Demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu legislatif tinggal empat bulan. Sosialisasi peserta pemilu mulai mendekati pemilih dengan pelbagai cara. Pers sebagai pilar keempat demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif dituntut adil memberi ruang yang sama bagi peserta pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers selama pemilu memainkan peran yang strategis. Sekedar contoh, presiden terpilih Amerika Serikat Barack Hussein Obama, yang menoreh sejarah dengan meraup jumlah pemilih terbanyak selama sejarah pemilu di negara Paman Sam tidak terlepas dari peran pers. Pers di AS memberikan porsi yang lebih untuk Obama dibandingkan dengan lawannya John Mc Cain. Berita utama yang terbit di koran berpengaruh di AS banyak memuat berita tentang Obama. Bukan hanya di AS yang demam Obama, media di Asia, Afrika, Eropa sampai Indonesia, bahkan Batam sekalipun menjadikan Obama laporan utama mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan di media memang banyak menempatkan statemen utama Obama jadi laporan utama media. Sadar atau tidak, pers memberikan andil terhadap kemengan presiden AS pertama yang pernah mengenyam pendidikan di Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama tahu betul apa yang dibutuhkan media. Statemen Obama memuaskan wartawan dibandingkan dengan statemen dari lawan politiknya. Gaya pidato yang mengalir, puitis, bergemuruh seperti gelombang bisa membius orang yang mendengarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa tubuhnya yang simpatik selalu tertangkap kamera. Semuanya termasuk kelebihan Obama mencuri perhatian media dalam kampanyenya. Obama pernah jadi pemimpin redaksi jurnal hukum di Harvard University. Sehingga dia tak lagi asing dengan media. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama sadar betul pers memberikan pengaruh yang besar dalam menciptakan opini publik. Obama sumber inspirasi bagai mata air tak pernah habis. Chris Matthews, wartawan kawakan AS, disorot publik karena memihak Obama. Namun Matthews membela diri. Ia bilang, wartawan wajib memberitakan yang didengar dan dilihat. Ia terinspirasi pidato Obama tentang ras, (Kompas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, John McCain mengeluh porsi pemberitaan Obama berlebihan. Ia menuding Obama dan media terlibat love affair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pers juga berperan menjatuhkan lawan politik. Peranan media juga mempengaruhi sikap dan perilaku orang/public. McDevitt (1996: 270) mengatakan, “Media cukup efektif dalam membangun kesadaran warga mengenai suatu masalah (isu).” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Lindsey (1994: 163) berpendapat, “Media memiliki peran sentral dalam menyaring informasi dan membentuk opini masyarakat.” Sedangkan para pemikir sosial seperti Louis Wirth dan Talcott Parsons menekankan pentingnya media massa sebagai alat kontrol sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama bukan tipe figur yang pelit dimintai komentar oleh wartawan. Dia juga tidak susah ditemui wartawan. Bandingkan dengam pejabat di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketemu kepala daerah susahnya bukan main. Harus nunggu antre dan melewati proses birokrasi. Padahal pers mencari informasi untuk kepentingan umum. Kita masih bisa menyaksikan kalangan birokrat, legislatif tidak banyak memahami substansi masalah yang diinginkan wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga jawaban yang diperolehpun jawaban sampah yang tak laik dikutip. Wartawan sebagai manusia juga memiliki tanggung jawab moral bukan hanya kepada perusahaan tempat dia bekerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tanggung jawab terbesar wartawan, kata Bill Kovach, tokoh jurnalis dunia yang dikenal sebagai ''Nurani Pers" Amerika adalah kepada warga. Bukankah tujuan jurnalisme itu melayani warga agar masyarakat bisa mengambil sikap dalam menjaga kemerdekaan serta mengatur diri mereka sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas wartawan untuk menulis berita untuk kepentingan publik. Wartawan juga memberikan pencerahan dalam demokrasi. Pemerintahan tidak akan berarti tanpa pers. Pers jauh lebih berarti tanpa pemerintah. “Were it left to me to decide whether we should a government without newspaper or newspapers without a government, I should not hesitate a moment to refer the letter”. Itulah kalimat yang diucapkan Presiden Amerika Thomas Jefferson  mengingat peran penting pers dalam negara demokrasi dalam buku The Four Estate, 1971. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeremy Bentham, ahli filsafat hukum abad 18, menyatakan, tanpa publisitas pers tentang seluruh kegiatan pemerintah di sebuah negara demokrasi maka keburukan akan menjadi permanen; tetapi jika ada pengawasan publisitas-pers maka pikiran jahat tak akan terjadi terus menerus di pemerintahan. Tak mungkin ada kinerja pemerintah yang baik tanpa bantuan publisitas pers. Karena rakyat atau publik tak dapat menilai jalannya pemerintahan tanpa informasi yang lengkap dari pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendekar hukum Belanda, Kirk Donker Curtius (1883) memberikan julukkan untuk pers dengan “Ratu Bumi” (de koningin der aarde) karena pers lebih mampu menerangi akal, pikiran, dan hati manusia daripada pemerintah. Istilah populer saat ini adalah  mencerdaskan bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan panglima perang Prancis zaman revolusi Napoleon Bonaparte lebih takut satu wartawan dibadingkan dengan seribu serdadu. Begitulah pengaruh pers dalam demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika kau memiliki kekuasaan, kau menggunakan informasi untuk membuat orang mengikuti kau punya kepemimpinan. Namun kalau kau seorang wartawan, kau menggunakan informasi untuk orang mengambil sikap masing masing," kata Presiden AS Jimmy Carter, kepada Bill Kovach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah, pers di AS berhasil menjatuhkan Presiden Richard Nixon degan skandal watergate yang dutulis Bob Woodward dan Carl Bernstein di Washington Post. Di Indonesia, bagaimana pers mengungkap skandal pejabat DPR dan kasus korupsi lainnya. Sehingga pejabat tersebut harus mengundurkan diri dari jabatan bergengsi. Terkadang juga masuk bui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini yang terbit di media massa mendorong keinginan orang megatur dirinya sendiri. Mengutip Bill Kovach, "jurnalisme dan demokrasi lahir secara bersama-sama. Jurnalisme dan demokrasi juga akan mati bersama." Yang paling penting pers di dunia ketika, yakni wartawan harus independen dari semua pihak yang mereka liput. Ini penting, karena selama ini media masih belum bebas dari sensor dan pengaruh pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan bisa melayani warga dengan sebaiknya-baiknya apabila mereka bersikap independen terhadap pihak yang diliput baik itu institusi politik, bisnis, sosial,agama, media, budaya dan lain -lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan pers berperan memberitahu warga kalau ada penyalagunaan kekuasaan, warga akan tahu tentang caleg yang akan mereka pilih nanti. Dengan demikian, pemilih bisa mengambil sikap dengan informasi yang disampaikan media kepada publik.  Apa jadinya jika pers memberitakan caleg tertentu hanya karena wartawan dibayar. Sehingga berita yang dikonsumsi publik sudah tidak sesuai dengan realita yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat akan diracuni dengan informasi sampah. Jangan sampai pers meracuni pemilih dengan berita yang salah. Untuk itu, masyarakat harus mengerti peran pers dalam demokrasi ini. Untuk caleg, kalangan penguasa, pengusaha, aparat keamanan, cintailah pers. Karena dengan saling kerjasama akan tercipta keterbukaan. Pemerintah bisa dikontrol demi menciptakan tatanan masyarakat yang demokratis.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-3427294141126724922?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/3427294141126724922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=3427294141126724922&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/3427294141126724922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/3427294141126724922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/belajar-dari-obama.html' title='Belajar dari Obama'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STkedK90ZhI/AAAAAAAAAHs/K-dnE3NbFy8/s72-c/Kovach.hurley2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-5966727492100641193</id><published>2008-12-03T20:02:00.002+08:00</published><updated>2008-12-03T20:09:03.582+08:00</updated><title type='text'>Dibungkus Budaya Melayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ15Q1RPBI/AAAAAAAAAHU/saxKPxCw8CY/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ15Q1RPBI/AAAAAAAAAHU/saxKPxCw8CY/s320/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275533640142502930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ15G5lbeI/AAAAAAAAAHM/ZzBrW6MYWvM/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ15G5lbeI/AAAAAAAAAHM/ZzBrW6MYWvM/s320/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275533637476249058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ15DAskTI/AAAAAAAAAHE/Rtk6xEoLl5g/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ15DAskTI/AAAAAAAAAHE/Rtk6xEoLl5g/s320/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275533636432335154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ1454ZmZI/AAAAAAAAAG8/6IE0iZl4CnY/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 181px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ1454ZmZI/AAAAAAAAAG8/6IE0iZl4CnY/s320/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275533633981618578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ14j6sZKI/AAAAAAAAAG0/ayKugqp5VSc/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 187px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ14j6sZKI/AAAAAAAAAG0/ayKugqp5VSc/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275533628085658786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan sesuatu yang indah untuk manusia di dunia. Jangan hianati janji itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-5966727492100641193?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/5966727492100641193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=5966727492100641193&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5966727492100641193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/5966727492100641193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/12/dibungkus-budaya-melayu.html' title='Dibungkus Budaya Melayu'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/STZ15Q1RPBI/AAAAAAAAAHU/saxKPxCw8CY/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-6239378157219080989</id><published>2008-11-24T22:51:00.004+08:00</published><updated>2008-11-25T00:25:35.426+08:00</updated><title type='text'>Mimpi Ansar Merebut Dua Kursi DPR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSrAEBfWR9I/AAAAAAAAAGE/jzm7nvcZgl8/s1600-h/24-11+Deklarasi+Caleg+Golkar+di+Tanjungpinang+f+Cipi+Ckandina.jpg+(1).JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSrAEBfWR9I/AAAAAAAAAGE/jzm7nvcZgl8/s400/24-11+Deklarasi+Caleg+Golkar+di+Tanjungpinang+f+Cipi+Ckandina.jpg+(1).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272237489142515666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Partai Golkar Kepulauan Riau (Kepri) memasang kuda-kuda untuk merebut dua kursi DPR dari tiga kursi jatah Kepri di Senayan. Menargetkan 30 persen suara untuk wakilnya di DRPD provinsi dan kota. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana Hotel Comfort Tanjungpinang, Sabtu, (22/11) malam diramaikan ratusan kader Golkar. Spanduk partai bertebaran di sekeliling hotel. Warna kuning membuat suasana jadi meriah. Tokoh partai menjadi kunci mendongkrak suara hadir pada malam deklarasi caleg Golkar mulai tingkat DPR, DPRD provinsi hingga kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak koordinator Golkar wilayah Riau dan Kepri Firman Subagyo, Wakil Gubernur Kepri HM Sani, Ketua DPD Golkar Kepri Ansar Ahmad dan tentunya 218 caleg Golkar. Semangat caleg terlihat menggebu untuk satu tujuan mengantarkan partai di zaman orde baru ini kembali meraup suara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu 2009, partai zaman Soeharto ini memiliki target cukup tinggi dengan merebut 30 persen suara pemilih. Padahal, pemilu 2004, Partai Beringin hanya bisa memperoleh 21 persen suara. Itupun jumlah parpol tidak sebanyak sekarang. Lebih parah lagi, mereka berani menargetkan dua kursi DPR-RI. Kursi DPR biasanya diraih oleh PDIP, Golkar dan PAN. PKS, PPP, PKB atau Hanura juga berpeluang gencar mensosialisasikan calegnya. Golkar terkesan memaksa untuk mencuri dua kursi.  Tetapi, partai dibesarkan Harmoko  ini memiliki alasan tersendiri untuk mengambil kursi dari parpol lain yang sudah memasang target khusus untuk menjadi wakil daerah dengan jumlah pulau terbanyak di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ansar Ahmad, bukan mustahil merebut dua kursi DPR. Pasalnya, empat caleg DPR Golkar merupakan figur handal dan memiliki kemampuan secara ekonomis dan politik. Misalnya Beng Sabli. Tokoh asal Natuna ini ditargetkan bisa meraup suara di kawasan Pulau Tujuh atau Natuna. Dengan demikian, suara Golkar di Pulau Tujuh bisa diamankan melalui Beng Sabli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  untuk  suara di Batam, Golkar memasang Danny Ismeth. Tokoh muda dititipkan untuk merebut suara di Batam yang tak lain memiliki jumlah suara terbanyak di Kepri. Menang di Batam artinya menang di Kepri. Sedangkan Arie, salah satu caleg wanita bisa meraup suara kaum Hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana posisi Harry Azhar Azis? Putra Tanjungpinang, sekaligus Wakil Ketua  Panitia Anggaran DPR ditargetkan bisa merebut suara di tiap kabupaten se Kepri. "Beliau tokoh ekonomi nasional. Dengan ketokohannya bisa meraup suara di tiap wilayah di Kepri," ujar Ansar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa dua caleg diperkirakan akan lolos? Apakah Harry bersama dengan Danny? Atau salah satu diantaranya harus gigit jari untuk duduk di kursi empuk Senayan. Mungkin saja lolos Harry dan Danny? Ansar dalam kesempatan itu mengatakan, caleg Golkar harus yakin dan percaya diri membawa nama besar partai ke tengah-tengah masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ansar mengharapkan pasca deklarasi ini, caleg diminta turun langsung ke kantong pemilih untuk mengetahui apa keinginkan masyarakat. Menjelang pemilu, caleg diharapkan lebih giat terjun langsung ke lapangan guna memenangkan partai. Siapapun yang terpilih, itulah kader terbaik dipilih oleh rakyat. Bukan karena dia dekat dengan elit partai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Bintan ini  menjelaskan, upaya pencapaian target 30 suara persen bukan tanpa alasan. Ansar menilai, Golkar menjadi partai terbanyak memberikan kontribusi untuk masyarakat dibandingkan partai lain. Selain itu,  Golkar memiliki tokoh  masyarakat yang sudah teruji. masyarakat masih kecewa dengan partai baru karena belum memberikan kontribusi nyata untuk kemakmuran. Sedangkankan Golkar selama 32 tahun telah banyak berbuat untuk masyarakat. Banyak program bersentuhan langsung masyarakat lahir atas inisiatif Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah 218 caleg, termasuk di dalamnya tokoh-tokoh  sudah populer, target bisa jadi kenyataan. Di level provinsi, Golkar menyodorkan  37 orang. Tokoh lama  yang diharapkan meraih suara di Batam diantaranya Nur Syafriadi, Taba Iskandar, Eddy Robert, Riski Faisal. Sedangkan di Tanjungpinang Golkar memasang Raja Syahniar Usman dan Ade Angga. Di Bintan dan Lingga dipasang Ketua DPRD Bintan Dalmasri Syam dan Erwan Buntaro. Sedangkan di Natuna, Sofyan Samsir tetap dipasang walaupun dinomor sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg tingkat kota atau kabupaten se Kepri disiapkan 177 orang. Komposisi caleg wanita di DPR dari Golkar sudah memenuhi syarat Undang-Undang Pemilu mengamanatkan sebanyak 30 persen. Sedangkan kuota caleg di tingkat kota dan kabupaten, 29 persen, di provinsi memenuhi 30 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai sumber daya manusia berdasarkan pendidikan, caleg berpendidikan SLTA sebanyak  39,22 persen, pendidikan D3 sebanyak 7 persen, S1 sebanyak 42,02 persen dan jenjang S2 dan S3 11,76 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Terbanyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai ini, termasuk menggunakan suara terbanyak, setelah PAN terlebih dahulu mendeklarasikan dengan sistem tersebut, barulah Golkar dan PKB, dan Patriot dan partai lainnya mengikuti langkah PAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Golkar tetap menggunakan sistem suara terbanyak, ingin menjadi partai demokratis dalam melaksanakan pesta demokrasi. Dengan suara terbanyak, mesin politik  bergerak. Golkar memberikan spirit ke kader untuk berkompetisi secara sehat dengan porsi sama. Peluang untuk duduk di Dewan tidak ada anak emas. Siapa banyak berbuat, maka berpeluang duduk, dibandingkan dengan celeg malas duduk manis di rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan lain, dengan menggunakan suara terbanyak, bisa membangun kultur politik baru. Calon dekat dengan rakyat, akan dipilih. Bukan lagi caleg dekat dengan pengurus partai. Dengan demikian, tujuan membangun sistem politik modern bisa terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Subagyo dalam kesempatan itu menyatakan sistem suara terbanyak digunakan Golkar bukan tanpa alasan. Pertama dengan suara terbanyak semakin mendekatan diri dengan calon pemilih. "Akhir akhir ini terjadi penurunan kepercayaan kepada partai karena kasus korupsi. Ini semua perlu dicermati partai.  Dengan sistem suara terbanyak akan lahir anggota dewan dari pilihan rakyat. Bukan utusan partai," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman mengingatkan agar caleg terpilih sering turun ke masyarakat guna memperkaya diri. Sesama caleg jangan berantam di kandang sendiri demi suara. Golkar sudah membuat kode etik selama kampanye.&lt;br /&gt;Kalau ada caleg melanggar kode etik tersebut, maka tim pemenangan Golkar memberikan sanksi terhadap caleg yang melanggar aturan tersebut. Menariknya, tim pengawas berasal dari pengurus partai non caleg. Netralitas mereka terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan ketat dari dalam internal sendiri, membuat caleg harus bersaing di lapangan. Tak jarang sesama caleg belum memahami arti demokrasi. Sehingga sesama caleg Golkar saling memfitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan munculnya gugatan sesama caleg? Firman menyatakan, kader harus taat kepada aturan partai. Jika ingin terus jadi kader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taba Iskandar menambahkan, dalam UU Pemilu, tak disebutkan mengikuti pemilu caleg. Peserta pemilu adalah parpol. Penentuan siapa menjadi wakil partai duduk di DPRD adalah parpol. Tentunya berdasarkan suara paling banyak diperoleh saat pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediakan Jurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Firman mengatakan, Golkar sudah menyiapkan jurus untuk menangkis serangan dari lawan politik mengenai isu krisis global yang melanda Indonesia dan dunia saat ini. Kata Firman, bisa saja lawan politik menjatuhkan Golkar, dengan isu ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalih Golkar menjawab isu ekonomi dengan cara menanamkan visi ke masyarakat bahwa, krisis ekonomi Indonesia bukan akibat kesalahan pemerintah sekarang. Tetapi disebabkan oleh Amerika Serikat (AS). Menurunnya daya beli AS karena krisis mengakibatkan menurunnya jumlah ekspor Indonesia ke AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sudah menyiapkan jawaban untuk mengatasi isu tersebut," kata Firman Subagyo, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tidak menyangkal partai politik lain akan menggunakan isu krisis ini untuk menurunkan pamor Golkar. Karena di saat krisis, presiden dan wakil presiden berkuasa berasal dari Partai Golkar dan Demokrat.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi itu tersebut, kata Firman, Golkar meminta kepada setiap caleg menjelaskan secara baik kepada masyarakat kondisi krisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caleg diberikan pengertian supaya mereka bisa menjelaskan ke pemilih bahwa krisis bukanlah kesalahan dari Golkar sebagai partai pemenang pemilu. Krisis terjadi di seluruh dunia. Krisis di Indonesia akibat krisis di AS.&lt;br /&gt;Golkar juga menyiapkan jurus mengkritisi iklan parpol tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa mungkin dalam 100 hari masalah bangsa bisa tuntas," tanya Firman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, DPD Golkar Kepri memiliki rekor yang baik dibandingkan dengan DPD tingkat satu di daerah lain.  Untuk itu, Golkar di Kepri harus memenangi pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu juga, partai pemenang pemilu 2004 ini, melakukan deklarasi bersama dengan menyebutkan caleg Golkar harus menjadi nomor satu. Kemudian mereka bersemangat melaksanakan cita- cita pembangunan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Caleg diminta untuk  berjuang secara konsisten memakmurkan, memberikan keadilan untuk masyarakat Kepri. (robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-6239378157219080989?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.com/feeds/6239378157219080989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5030381817613114087&amp;postID=6239378157219080989&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6239378157219080989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5030381817613114087/posts/default/6239378157219080989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://robbypatria.blogspot.com/2008/11/mimpi-ansar-merebut-dua-kursi-dpr.html' title='Mimpi Ansar Merebut Dua Kursi DPR'/><author><name>Robby Tambelan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06876495828947060380</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SL-RNOiF3ZI/AAAAAAAAAB0/7wloDJupwhA/S220/r1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSrAEBfWR9I/AAAAAAAAAGE/jzm7nvcZgl8/s72-c/24-11+Deklarasi+Caleg+Golkar+di+Tanjungpinang+f+Cipi+Ckandina.jpg+(1).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5030381817613114087.post-5148179495302638495</id><published>2008-11-18T20:49:00.002+08:00</published><updated>2008-11-18T20:59:30.962+08:00</updated><title type='text'>Mencari Sesuap Nasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSK7-grWneI/AAAAAAAAAF8/K6SPlRpkA2w/s1600-h/berendam+di+Tambelan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSK7-grWneI/AAAAAAAAAF8/K6SPlRpkA2w/s200/berendam+di+Tambelan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269981196574957026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSK7-RdoCxI/AAAAAAAAAF0/eNoZLi-ur7o/s1600-h/nelayan+5.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 110px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSK7-RdoCxI/AAAAAAAAAF0/eNoZLi-ur7o/s200/nelayan+5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269981192490846994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSK7-dK-1aI/AAAAAAAAAFs/49ZeU--dnFY/s1600-h/nelayan+4.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSK7-dK-1aI/AAAAAAAAAFs/49ZeU--dnFY/s200/nelayan+4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269981195633874338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSK7-IyOI8I/AAAAAAAAAFk/kVT1uDW6aBk/s1600-h/nelayan+3.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 102px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSK7-IyOI8I/AAAAAAAAAFk/kVT1uDW6aBk/s200/nelayan+3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269981190161310658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSK79yUYgLI/AAAAAAAAAFc/X6yPJ8h3aAA/s1600-h/nelayan+2.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xUt8h1w4Ypk/SSK79yUYgLI/AAAAAAAAAFc/X6yPJ8h3aAA/s200/nelayan+2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269981184130580658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pagi hari, nelayan sudah keluar dari rumah untuk mencari nafkah. Dengan perahu kecil menebar jaring di perairan selat antara Kampung Bugis dan Pelantar Dua Tanjungpinang. (robby patria)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5030381817613114087-5148179495302638495?l=robbypatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://robbypatria.blogspot.co
